CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Kembalinya Ingatan Vivian


__ADS_3

"Katakan, jangan banyak basa basi!!"


"Baiklah karena kau tidak sabar untuk mengetahuinya. Kau bisa kembali bekerja di sini sebagai... OB!!!"


"Apa?! OB?!" Adela memekik sekencang-kencangnya dan menatap Vivian tak percaya. "Kau sudah gila ya? Jika hanya ingin mempermalukan diriku, lebih baik kau tidak usah memberikan jabatan apapun padaku!!"


Vivian bersidekap dada, seringai tampak tercetak di wajah cantiknya. "Bagaimana, Bibi? Kau menerima jabatan itu atau tidak? Aku sih tidak akan memaksamu untuk menerimanya, tapi ya, kalau aku jadi dirimu. Pasti aku menerima pekerjaan dan jabatan yang aku berikan itu."


"Lagipula, Bukankah kau harus memenuhi kebutuhanmu juga Andien. Jika kau tidak bekerja, bagaimana kau mendapatkan uang untuk kalian berdua? Atau mungkin menjadikan Andien sebagai Sugar Baby?!" Ujar Vivian dengan seringai yang sama.


Adela mengepalkan tangannya. Vivian benar-benar mempermalukan dirinya. Tidak hanya mempermalukannya saja, tapi juga menjatuhkan harga dirinya. Sepertinya Adela memang harus membuang jauh-jauh harga dirinya yang setinggi langit itu. Karena jika tidak, ia dan Andien bisa hidup menggelandang.


Adela menutup matanya dan mengambil napas panjang. Dia harus mengambil keputusan sekarang. "Baiklah, aku terima pekerjaan itu, puas!!!"


Kemudian Vivian mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja kerjanya yang kemudian dia berikan pada Adela. "Ini adalah pakaian khusus yang harus kau pakai mulai besok, datang tepat waktu dan jangan terlambat. Kau mengerti, OB Adela."


"VIVIAN VALERIE!!" teriak Adela penuh emosi.


"Silahkan keluar dan tinggalkan ruangan ini." Pinta Vivian sambil menunjuk pintu.


Dengan emosi yang sudah sampai ubun-ubun, beberapa karyawan menatapnya dengan pandangan meremehkan ketika Adela melewati mereka. Rasanya Adela ingin menghilang dari dunia ini detik ini juga, tapi dia harus bertahan untuk keberhasilan rencananya.


-


Ketukan pada pintu ruangannya mengalihkan perhatian Vivian dari tumpukan dokumennya. Wanita itu berseru dan meminta orang itu untuk masuk. "Presdir, ada orang yang ingin bertemu dengan, Anda. Beliau bilang, dia mengenal Anda."


"Kalau begitu persilahkan dia untuk masuk." Pinta Vivian.


"Baik, Presdir."

__ADS_1


Seorang pria memasuki ruangannya. Wajahnya terlihat familiar, tapi Vivian tidak ingat kapan ia pernah bertemu dengan orang ini. Dan dari gelagatnya, terlihat jelas jika dia bukan pria baik-baik.


"Vivian Valerie, lama tidak berjumpa."


"Sebenarnya siapa Tuan ini? Dan ada keperluan apa, Tuan datang kemari? Dan apakah saya mengenal, Tuan?!" Tanya Vivian meminta penjelasan.


"Ah, bagaimana aku bisa lupa jika kau sempat mengalami sebuah tragedi dan hilang ingatan. Baiklah aku akan memperkenalkan diriku terlebih dulu padamu. Aku, Bima Hotman. Dan aku datang untuk mengungkap sebuah kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh suamimu."


Vivian memicingkan matanya. "Kebenaran yang disembunyikan oleh, Lucas. Apa maksudmu?" Tanya Vivian meminta penjelasan.


"Suamimu, tidaklah sebaik yang kau pikir selama ini. Karena dia adalah orang di balik kematian Xi Kevin, kekasihmu yang meninggal 10 tahun yang lalu. Dan Lucas pulalah yang telah menyebabkan mu hilang ingatan, sehingga kau tidak mengingat siapa Kevin dan bagaimana kematian tragis menimpanya!!"


Mendengar nama Kevin dan tragedi 10 tahun yang lalu, hingga dia mengalami hilang ingatan sebagian, membuat kepala Vivian seperti dihantam batu besar.


Bayang-bayang tentang seorang pria yang sedang tersenyum manis padanya, kembali berputar di kepala Vivian. Mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya selama ini kembali membuatnya tersiksa.


"Vivian Valerie, Lucas adalah pembunuh. Tidak seharusnya kau mencintainya. Karena dia, kau kehilangan ingatan dan juga orang yang kau cintai. Apakah ini adil untukmu, ingat siapa Kevin dan bagaimana dia mengalami kematian yang tragis karena Lucas."


"Aaarrrkkhh!! Cukup, berhenti mengatakan omong kosong lagi!! Kau...pergi dari sini," Vivian mencengkram kepalanya yang serasa ingin pecah.


Semua kenangannya bersama Kevin satu persatu mulai berputar di kepalanya, kenangan demi kenangan mereka dimasa lalu semakin jelas dan tidak buram lagi. Berkali-kali Vivian memukul dadanya yang terasa sesak. Air mata tak henti-hentinya mengucur deras dari pelupuknya.


Ingatan Vivian mulai kembali. Dia mulai mengingat siapa Kevin dan tragedi menyakitkan yang dialaminya 10 tahun yang lalu. Tragedi dimana Vivian harus kehilangan Kevin dan juga ingatannya.


Melihat rencananya berhasil. Membuat pria itu menyeringai lebar. "Xi Lucas, terima kehancuran mu!! Orang yang kau cintai, justru akan menjadi maut mu!!" Bima meninggalkan ruangan Vivian begitu saja, dan tak lama setelah kepergian Bima, Vivian jatuh pingsan.


-


Lucas tak beranjak satu detik pun dari sisi Vivian. Saat mendapatkan telfon jika Vivian jatuh pingsan dan di larikan ke rumah sakit. Lucas langsung menyusulnya ke sana. Lucas tidak tau apa yang terjadi pada Vivian hingga dia mengalami guncangan batin yang sangat hebat.

__ADS_1


Lucas menggenggam jari-jari lentik Vivian yang terasa dingin. Tak sedetik pun dia beranjak dari sisi wanita itu.


"Sayang, bangun. Sampai kapan kau akan tidur seperti ini? Vivian, bangun dan katakan padaku jika kau baik-baik saja. Apa kau tau jika aku sangat-sangat mencemaskan mu."


Kelopak mata Vivian terbuka dengan perlahan. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah cemas Lucas. Mata Vivian membelalak, dengan cepat dia menarik tangannya yang digenggam oleh Lucas.


"Xi Lucas, sedang apa kau di sini?!" Suara dingin Vivian langsung menyeruak dan berkaur di telinga Lucas.


Pria itu memicingkan matanya dan menatap Vivian penuh tanya. "Vivian, ada apa denganmu? Dan kenapa kau masih bertanya kenapa aku ada di sini? Tentu saja aku di sini untuk menemanimu, Sayang."


"JANGAN MENYENTUHKU!!! DASAR PEMBUNUH!!!"


Degg...


Lucas membelalakkan matanya. Dia terkejut bukan main setelah mendengar kalimat yang baru saja keluar dari bibir Vivian. Apa mungkin Vivian telah mendapatkan kembali ingatannya, dan dia mengingat semua yang terjadi hari itu, 10 tahun yang lalu.


"Kau...Adalah pembunuh, Xi Lucas!! Jika bukan karena dirimu, Kevin tidak akan pergi meninggalkanku, dan aku tidak akan kehilangan ingatan. Kau...Pembunuh!!! Pergi kau dari sini, jangan pernah lagi muncul di hadapanku, aku tidak Sudi lagi melihat mukamu yang penuh kepalsuan itu!!"


"Vivian, setidaknya beri aku satu kali kesempatan untuk menjelaskan padamu. Sebenarnya aku...!!"


"AKU TIDAK BUTUH PENJELASAN APA PUN DARIMU!!!" bentak Vivian menyela ucapan Lucas. Vivian menyambar vas bunga yang ada di atas meja samping ranjang inapnya dan lalu melemparkan pada Lucas. Vas itu mendarat pada kening Lucas dan membuat pelipisnya terluka. "Pergi dari sini, PERGI!!!"


Lucas menatap Vivian dingin. "Aku tau hari ini pasti akan tiba. Hari dimana aku harus kehilanganmu, Vivian Valerie. Tapi ketahuilah, jika kematian Kevin bukan sepenuhnya salahku. Karena insiden itu terjadi karena kesalahpahaman. Baiklah, jika ini yang kau inginkan, aku pergi!!" Lucas beranjak dari hadapan Vivian dan pergi begitu saja.


Selepas kepergian Lucas. Tangis Vivian pecah. Wanita itu berteriak dan meraung, Vivian menangis histeris. Hatinya hancur sehancur-hancurnya. Dan apa yang terjadi hari ini seperti sebuah mimpi buruk.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2