CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Dua ketukan nyaring dipermukaan gelas Wine yang kosong bagaikan teriakan atas permintaan pulang yang teredam. Jamuan makan malam mewah berisikan manusia berkasta tinggi, dan sebagian diantaranya adalah pemilik gedung-gedung pencakar langit yang membuat sesak kota Seoul.


Sebenarnya, Vivian bukanlah berada diposisi yang tepat. Jika saja dia tidak menghargai para rekan bisnisnya, juga orang yang berbaik hati mengadakan jamuan besar ini, pasti dia tidak akan terkurung dalam situasi yang sangat menyebalkan seperti ini.


Vivian bukanlah tipe wanita yang menyukai keramaian dan menggilai sebuah pesta. Itulah salah satu alasan kenapa dia jarang sekali mengikuti jamuan besar seperti ini, hanya beberapa kali saja dia turut hadir dan itu bisa terhitung dengan jari.


Meskipun demikian. Memangnya siapa yang tidak mengenal seorang Vivian Valerie. Pewaris tunggal dari seluruh kekayaan keluarga Valerie. Selain memiliki paras yang sangat cantik, dia juga memiliki kemampuan di atas rata-rata.


Setiap kata yang dia ucapkan dengan kinesika yang begitu profesional. Wanita muda dengan karir yang cemerlang di perusahaan milik mendiang kakeknya.


"Nona Valerie, malam ini Anda begitu cantik. Dan wanita secantik Anda tidak baik jika hanya sendirian saja, bagaimana jika Anda ijinkan saya menemani Nona?" Ucap seorang eksekutif muda sambil membungkuk pada Vivian.


"Nona Valerie, saya sarankan sebaiknya Anda jangan terlalu dekat dengan pria ini. Dia mesum dan suka mempermainkan hati wanita. Sebaiknya Anda dengan saya saja."


"Kurang ajar!! Dasar impoten, berani sekali kau menyebutku mesum dan suka mempermainkan wanita!! Memangnya bukti apa yang kau miliki, hah?!"


"Tuan Muda, Scott. Anda tidak perlu marah jika memang itu tidaklah benar. Dan ternyata Anda adalah orang yang mudah tersinggung ya." Pria itu menyeringai.


Dan kini mereka bertiga menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju pada mereka bertiga, dan hal itu membuat Vivian menjadi sangat tidak nyaman. Dan jika boleh jujur, dia sangat menyesali kedatangannya malam ini.


"Nona Muda, Valerie. Bagaimana Anda akan mengatasi masalah ini? Dua pria hampir saja berkelahi karena memperebutkan Anda, apa Nona akan membiarkannya?" Ucap seorang wanita yang sebenarnya adalah rival Vivian.


"Nona Muda, Im, yang terhormat. Kenapa kau harus ikut campur, lagipula pertengkaran mereka tidak ada hubungannya denganku, dan aku tidak tertarik pada keduanya. Jadi maaf, maaf saja ya. Aku tidak harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang mereka timbulkan!!" Ujar Vivian dengan tenang.


Kemudian Vivian berbalik dan menatap keduanya. "Dan untuk kalian berdua, jika ingin ribut sebaiknya kalian pergi keluar, jangan mempermalukan ku seperti ini. Kalian berdua, sungguh membuatku muak!!" Vivian beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Suasana di dalam gedung yang awalnya sudah riuh karena keributan yang kedua pria itu ciptakan, menjadi semakin riuh karena kedatangan seorang pria muda dan beberapa bodyguard nya.


Dia berjalan angkuh melewati beberapa tamu undangan dan mengabaikan para wanita yang mencoba untuk menarik perhatiannya secara terang-terangan. Wajah tampannya tak menunjukkan ekspresi apapun, datar.


Dan kedatangan pria itu tentu saja mengejutkan Vivian. Jika ini bukan tempat umum, pasti dia sudah menghampiri pria tersebut dan bertanya tentang keberadaannya di sini. Dan sebuah tanda tanya besar di kepala Vivian, benda hitam bertali pada mata kirinya.


"Tuan Muda Xi, akhirnya Anda datang juga. Anda adalah tamu kehormatan malam ini, jadi saya harap Tuan Muda bisa menikmati pestanya." Ucap seorang pria menyambut kedatangan pria itu yang pastinya adalah Lucas.


Sontak saja kedua mata Vivian membelalak, tamu kehormatan?! Jadi orang yang membuatnya penasaran setengah mati sedari tadi adalah suaminya sendiri?! Oh astaga, dia sungguh tidak menduganya.


"Anda terlalu berlebihan Tuan Tunder, bahkan yang hadir di sini adalah orang-orang yang bahkan lebih hebat dari saya." Ucap Lucas, tapi pandangannya tertuju pada Vivian.


Lucas sudah menduganya jika Vivian pasti akan sangat terkejut melihat kedatangannya. Terlihat Vivian mengangkat tangannya dan mengarahkan pada matanya sendiri, yang sebenarnya adalah kode untuk bertanya. Lucas menggeleng, menyakinkan pada Vivian jika mata kirinya baik-baik saja.


"Hahaha, Anda selalu merendahkan diri. Mari, Tuan Muda. Semoga Anda bisa menikmati jamuan malam ini."


"Tuan Muda Xi, senang melihatmu hadir di sini. Bagaimana jika Anda menemani saya minum?" Wanita itu berkata lalu mengangkat gelas ditangan kanannya.


"Sayangnya aku tidak berminat. Oya, Tuan Tundur. Kenapa Anda tidak mengatakan jika mengundang Nona Valerie yang cantik ini, bisakah saya menyapanya?" Lucas menggerlingkan matanya pada Vivian.


"Tentu saja, Tuan Muda. Saya rasa, Nona Valerie juga tidak akan keberatan untuk Anda sapa."


Lucas mengabaikan wanita itu dan menghampiri Vivian. Tanpa berkata apa-apa, Lucas meraih tangan kanan Vivian lalu menciumnya. Lucas mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar, senyum yang mampu membuat para wanita yang ada di sana menjerit histeris.


"Ge, kau memiliki banyak hutang penjelasan padaku. Terlebih lagi tentang benda pada mata kiri mu itu." Ucap Vivian setengah berbisik.

__ADS_1


Lucas menarik lengan Vivian hingga wanita itu jatuh ke dalam pelukannya. Semua orang terkejut, kecuali Kai dan Tao serta beberapa anak buah Lucas yang turut hadir di sana. Karena mereka tau siapa Vivian sebenarnya.


Sebelah tangan Lucas melingkari pinggang Vivian, sedangkan kedua tangan Vivian bertumpu pada bahu pria itu. "Ge, apa yang terjadi pada mata kiri mu?" Tanya Vivian meminta sebuah penjelasan.


"Jangan cemas, mata kiri ku baik-baik saja. Ini merupakan jati diriku di dunia bawah. Yang membedakan antara aku dan mendiang kakakku, tapi tak sedikit pula yang mengetahui aku tanpa eyepacht ini. Tapi seluruh tamu undangan yang datang, taunya mata kiri ku cacat." Jawab Lucas menjelaskan.


"Sungguh, kau tidak sedang membohongiku kan?"


"Tentu saja tidak, kau bisa melihatnya sendiri nanti setelah aku melepaskannya. Tapi tidak di sini." Bisik Lucas.


"Ngomong-ngomong kau keren juga dengan benda ini. Auramu sebagai Mafia semakin terpancar, kelam dan misterius."


"Konyol!!"


"Kekeke." Vivian terkekeh menanggapi ucapan suaminya.


Mereka berbincang sambil berdansa, itulah kenapa tidak ada yang menaruh curiga apalagi mengetahui jika sebenarnya Vivian dan Lucas telah saling mengenal. Karena saat berbincang, mereka memasang mimik wajah angkuh dengan seringai masing-masing.


"Dunia hitam yang aku pilih sangatlah berbahaya. Memang sebaiknya tak ada yang tau siapa dirimu yang sebenarnya. Aku tidak ingin jika kau sampai terluka karena mereka tau jika kau adalah istriku. Memang sebaiknya kita tetap merahasiakan pernikahan ini dari semua orang, karena dengan cara ini aku bisa selalu melindungi mu!!" Tutur Lucas dan kemudian mengecup singkat bibir Vivian.


Orang-orang langsung heboh dan histeris. Bagaimana tidak, seorang Lucas Xi yang dikenal dingin dan kaku pada wanita tiba-tiba mencium Vivian di depan semua tamu undangan.


"Bibirmu sangat manis, Nona Muda. Tapi sayangnya kau bukanlah seleraku," Lucas menyeringai, dia melepaskan pelukannya pada tubuh Vivian dan meninggalkannya begitu saja.


Vivian tidak merasa tersinggung. Karena dia tau, apa yang Lucas katakan hanyalah sebuah alibi untuk menutupi kecurigaan semua orang karena tiba-tiba dia menciumnya.

__ADS_1


Vivian meninggalkan gedung pesta setelah berpamitan pada pria bernama Thunder yang mengadakan jamuan besar malam ini. Yang perlu dia lakukan hanya menunggu Lucas di suatu tempat.


Bersambung.


__ADS_2