CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Nyaris Bangkrut


__ADS_3

"Marisa?!"


Marisa menghentikan langkahnya setelah mendengar namanya di panggil. Wanita itu menyeringai dingin melihat keberadaan Diana dan mantan ibu mertuanya. Wanita itu menyerahkan berkas ditangannya pada Frans, lalu menghampiri mereka berdua.


Bibir Marisa masih mengurai seringai yang sama. Wanita itu bersidekap dada. Dia memandang dua wanita di depannya dengan pandangan meremehkan.


"Kenapa dimana-mana selalu ada kalian? Apa kalian tidak tau jika aku sangat muak!!"


"Kau, sedang apa di sini? Bagaimana bisa wanita sepertimu bisa berada di perusahaan sebesar ini? Ah, pasti kau bekerja sebagai OB kan di sini?!" Diana menatap Marisa dengan pandangan meremehkan.


"Jika aku mengatakan bukan bagaimana? Apa kau akan mempercayainya?"


"Tentu saja tidak. Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang sepertimu selain bersih-bersih dan menyikat WC?!"


Frans hendak membuka suara, tapi tidak Marisa ijinkan. Dia memberi kode supaya Frans diam. Karena menghadapi orang seperti Diana dan mantan ibu mertuanya, tidak perlu orang lain untuk turun tangan.


Dan sementara itu...


Nyonya Jimmy yang melihat keberadaan Frans di sana tentu saja tidak tinggal diam. Dia harus bisa memanfaatkan moment ini untuk mendapatkan nama dan citra yang baik.


"Halo, Tuan Asisten. Tidak disangka ya kita bertemu di sini. Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk berjodoh. Buktinya kita bertemu secara tidak sengaja di sini. Selama ini kita sudah bekerja sama dengan baik. Sebagai ucapan terimakasih dariku, bagaimana kalau aku traktir kau minum kopi?"


"Terimakasih atas tawaran Anda, Nyonya. Tapi maaf, saya sangat sibuk!!" Frans melewati Nyonya Jimmy begitu saja dan menghampiri Marisa.


Diana dan Nyonya Jimmy tercengang melihat Frans membungkuk pada Marisa. "Maaf, Presdir. Tapi kita harus pergi sekarang. Atau Anda akan terlambat. Dan sepertinya Tuan Xi sudah terlalu lama menunggu Anda!!"


"Aku mengerti. Tapi kau tidak perlu ikut, karena aku akan pergi bersama Lucas. Tetap di sini, dan handle semua pekerjaan selama aku tidak ada."


"Baik, Presdir!!"


Sontak saja Diana dan wanita paruh baya itu membelalakkan matanya. Mereka terkejut setengah mati setelah mengetahui siapa Marisa dan apa posisinya di VL Group.


"Apa?! Presiden Direktur?!" Keduanya memekik dengan kencang.


Marisa menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik dan menatap keduanya dengan pandangan meremehkan. "Kenapa? Terkejut?! Makanya jangan suka merendahkan orang lain, jika pada kenyataannya kalian lebih terhina dari orang yang kalian hina!!"

__ADS_1


"Kau?!"


"Urus mereka berdua. Jangan biarkan keluarga Jimmy menginjakkan kakinya di perusahaan ini. Frans, segera urus berkas-berkasnya. Perusahaan kita dan mereka, sudah tidak ada hubungan apa pun lagi mulai hari ini!!"


"Baik, Presdir."


Marisa meninggalkan Diana dan mantan ibu mertuanya. Dia menghampiri Lucas yang sedari tadi terus memperhatikannya dari kejauhan.


Lucas berdiri di samping mobilnya sambil bersidekap dada. Seringai tampak menghiasi wajah tampannya. Dia merasa puas dengan pertunjukkan tersebut. Dan Lucas sangat bangga karena memiliki wanita yang tegas dan tidak mudah ditindas seperti Marisa.


"Itu tadi sangat luar biasa, Sayang. Dan sebagai kekasihmu, aku merasa bangga karena memiliki wanita yang sangat tangguh. Untuk itu malam ini kau akan mendapatkan penghargaan dariku!!"


Marisa mengalungkan kedua tangannya pada leher Lucas. Sepasang manik Hazel nya mengunci mata berlapis lensa abu-abu milik pria itu.


"Memangnya penghargaan seperti apa yang akan kau berikan padaku?!"


"Yang jelas penghargaan yang paling kau sukai." Lucas mengecup singkat bibir Marisa.


Wanita itu terkekeh. "Dan aku sangat menantikannya."


"Thanks." Ucapnya.


Marisa menyeringai sinis melihat Diana dan Nyonya Diana dipermalukan di depan umum oleh para bodyquard nya. Tidak ada belas kasihan meskipun melihat mereka diperlakukan seperti sampah.


Dia akan membalas setiap tetes air mata, darah dan keringat saudari kembarnya yang pernah diperlakukan dengan semena-mena oleh mereka berdua. Dan pembalasan Marisa baru saja di mulai.


"Tunggu saja, bagaimana aku akan menghancurkan kalian semua!!"


-


Kabar mengenai pembatalan semua kerja sama antara perusahaannya dan VL Group telah sampai ke telinga Alan dan Tuan Jimmy. Mereka juga sudah mengetahui alasan kenapa pihak VL sampai membatalkan kerja samanya, dan mencabut semua saham yang telah di tanam di perusahaan milik mereka.


Tidak bisa dihindari lagi. Perusahaan mereka bisa mengalami kebangkrutan. Karena bukan hanya VL saja yang menarik Investasinya di sana. Tapi beberapa Investor yang juga bekerja sama dengan VL Group.


"Pa, bagaimana sekarang? Jika kita hanya diam saja, perusahaan ini bisa mengalami kebangkrutan!!"

__ADS_1


"Lalu kita harus bagaimana? Memangnya apa yang bisa kita lakukan?! Pergi menemui mereka lalu memohon supaya mereka tidak membatalkan kerja samanya, begitu?! Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, Alan. Dan apa kau lupa, dengan semua yang telah kita lakukan pada Marisa? Wanita itu, pasti ingin membalas dendam pada kita!!"


Alan memijit pelipisnya yang terasa pening."Ini semua salahku, Pa. Jika saja aku tidak berbuat gila. Pasti hal semacam ini tidak akan terjadi. Arrkkkhh.... Sial!!" Alan mengeram kemudian meninju tembok di depannya dengan keras.


"Sebaiknya kita berpikir dengan tenang, dan cari solusi yang tepat untuk menghadapi masalah ini."


"Aku akan menemui wanita itu secepatnya, Pa. Bahkan jika perlu aku akan berlutut dan mencium kakinya, kerja sama itu harus kembali ke tangan kita, apapun caranya!!"


-


"Hachu..."


Marisa yang baru saja turun dari mobilnya tiba-tiba saja bersin. Padahal dia tidak sedang flu, bahkan cuaca hari ini juga tidak dingin. Dan menurut mitos, bersin disaat tidak flu, berarti ada yang sedang membicarakan kita.


"Sialan, siapa yang berani membicarakan ku!!" Ucap Marisa setengah geram.


"Memangnya apa hubungannya bersin dan seseorang membicarakan kita?" Tanya Lucas penasaran.


Marisa tampak berpikir. Dia sendiri juga tampak kebingungan. "Iya juga ya, memangnya apa hubungannya? Tapi kenapa semua orang mengatakan jika bersin pas tidak sedang flu itu berhubungan dengan dibicarakan seseorang?! Bukankah ini aneh?!"


Lucas mengangkat bahunya. "Entah, aku tidak tau. Sudahlah, untuk apa juga kita malah membalas soal bersin dan tidak flu?!" Lucas mulai kesal.


Marisa mempoutkan bibirnya. Kemudian dia beranjak dari hadapan kekasihnya itu. Matanya berbinar saat melihat hamparan kuning bunga Canola yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur, selatan sampai Utara. Sungguh cantik dan menyegarkan mata.


"Huwa....Lu, ayo kita ke sana." Lucas nyaris saja terjungkal karena ulah Marisa.


Wanita itu menarik lengan Lucas dan membawanya berlari menuju hamparan kuning cantik itu. Tingkahnya yang kekanakan membuat Lucas hanya bisa mendengus geli, sudut bibir Lucas tertarik ke atas membentuk lengkungan indah di wajah tampannya.


"Marisa pelan-pelan. Kau membuatku nyaris terjungkal."


"Ais, kenapa kau cerewet sekali!!"


"Dasar kau ini!!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2