CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Undangan Pesta


__ADS_3

Marisa berdecak kesal seraya menatap sebuah undangan pesta bertuliskan 'Marisa Valerie' yang diberikan oleh asisten pribadinya.


Wanita itu memang paling malas jika sudah berurusan dengan yang namanya pesta. Itulah kenapa Marisa tidak pernah mengadakan pesta di rumahnya.


"Siapa yang mengirimkan undangan ini, Frans?" tanya Marisa seraya menatap asisten pribadinya itu dengan tatapan menyelidik.


"Saya juga tidak tau, Presdir. Saat saya masuk, undangan ini sudah ada di meja kerja saya." Jawab Frans.


Marisa membaca undangan tersebut lalu membacanya. Matanya membelalak setelah mengetahui siapa yang mengundangnya, dan pesta jenis apa yang harus dia hadiri nanti.


"MWO?! JADI INI ADALAH PESTA PARA LAJANG?!" Frans langsung menutup kedua telinganya karena tidak ingin mengalami masalah pada gendang telinganya.


"Bianca sialan!! Bagaimana bisa gadis bodoh itu mengadakan pesta semacam ini dan mengundangku?!"


"Mungkin karena Nona Bianca ingin supaya yang belum berpasangan segera menemukan pasangan di pesta itu," Frans menyahut.


"Sialan kau, Frans. Jadi maksudmu aku ini perawan tua yang tidak laku, jika tidak mengikuti acara menggelikan seperti ini?!" Buru-buru Frans menggeleng. Dia memukul mulutnya sendiri karena sudah salah bicara."Potong gaji, tidak ada bonus bulan ini!"


"Tapi Presdir?!"


"Menjadi 30%!!"


"Jangan Presdir, bagaimana saya bisa menghidupi 7 kucing liar peliharaan di rumah, jika Anda memotong gaji dan tidak memberi bonus tambahan." Frans mempoutkan bibirnya.


"Itu bukan urusanku!! Segera kumpulkan semua kepala divisi, kita akan mengadakan rapat 30 menit lagi!!'


"Baik, Presdir!!" Jawabnya lemas. Frans lemas bukan karena perintah Marisa, tapi karena potong gaji.


Bukan lagi hal yang aneh jika di usia 30 tahun memiliki hubungan lebih dengan seseorang lainnya. Baik itu hanya dekat, berteman, berpacaran atau bahkan sampai sudah menikah. Itu justru menjadi hal biasa bagi siapa pun.


Tapi tidak untuk Marisa, karena di usianya itu, dia belum juga menggandeng seseorang disebelahnya untuk hubungan yang lebih serius. Pernah sekali tapi itu saat Marisa di masa SMA dulu, berpacaran dengan seorang teman sekelasnya.


Sejak putus, ia tak pernah lagi terlihat menggandeng seseorang, hingga saat ia menjadi seorang wanita dewasa di usianya. Baru Marisa terlihat memiliki kedekatan dengan seorang pria, yakni Lucas.


Tapi sayangnya hubungan mereka tak lebih dari sekedar partner ranjang.


Marisa Valerie, adalah wanita berusia 30 tahun yang terkenal kaku dan terkenal begitu acuh terhadap sekitarnya saat masih sekolah dan kuliah dulu. Dia kaku, mudah canggung, mudah bosan.


Bagi para karyawan yang bekerja di perusahaannya, sosok Marisa adalah seorang CEO yang paling ditakuti dan disegani oleh siapa pun. Selain parasnya yang cantik, dia juga tegas dan tidak mudah di jatuhkan oleh para pesaingnya.

__ADS_1


Terlihat dari parasnya yang tegas dan dewasa, tatapan intimidasi, meskipun tak jarang dia tersenyum menunjukkan keramahannya. Walau begitu, semua justru menjadi poin lebih untuknya.


"Presdir, ada tamu yang memaksa ingin bertemu dengan Anda, dan sekarang menunggu di luar."


"Siapa?"


"Pria bernama Alan, dia bilang ingin bertemu dengan Presdir dari perusahaan ini."


"Katakan saja padanya jika aku sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu, minta Frans untuk menemuinya!!"


"Katanya tidak bisa diwakilkan dan harus Anda sendiri yang pergi menemui nya, pria itu ingin membicarakan kerja sama dengan Anda."


"Jika dia masih memaksa untuk menemui ku, suruh pergi saja. Karena aku tidak akan menemuinya!!"


"Baik Presdir!!"


Marisa mendengus sinis. Dia tau tujuan utama bajingan itu ingin menemuinya.


Karena sejak awal Alan ingin bertemu dengan Bos dari perusahaan ini, karena sejak bekerja sama dengan perusahaannya, belum sekalipun Marisa menunjukkan batang hidungnya di depan pria itu.


-


Alan bangkit dari duduknya saat melihat kedatangan Sekretaris Marisa. Pria itu celingukan seperti mencari seseorang. Dan wanita itu tau siapa yang di cari oleh pria didepannya ini.


"Apa?! Jadi wanita itu menolak untuk menemui ku?! Sombong sekali dia, memangnya dia siapa? Dan Bos macam apa yang menolak untuk bertemu langsung dengan klien nya?!"


"Sebaiknya Anda pergi dan jangan membuat keributan di sini!!"


"Katakan pada Bos mu. Aku adalah salah satu rekan kerja terbaiknya, dan begini cara dia memperlakukanku?! Aku ingin tau, seperti apa wajah perawan tua yang menolak bertemu dengan teman bisnisnya?!"


"Jaga bicaramu jika tidak ingin sampai aku merobeknya!! Dia bukan perawan tua, karena dia sudah memiliki calon suami!!" Sahut seseorang dari arah belakang.


Seorang pria tampan namun juga terlihat cantik, terlihat melangkahkan kakinya menghampiri Alan dan sekretaris Marisa. Sosok dalam balutan kemeja hitam yang di balut Vest abu-abu, dan celana yang senada dengan warna Vest nya, berhenti di depan mereka berdua.


Pria itu membuka kaca mata hitamnya dan menyeringai dingin. "Sebaiknya jaga bicaramu, jika kau tidak ingin aku sampai merobeknya!! Dimana Bos mu?"


"Presdir ada di ruangannya, Tuan." Jawab sekretaris itu.


"Siapa pria itu?"

__ADS_1


"Dia adalah calon suami Presdir. Jadi jangan sembarangan menyebut jika Presdir kami adalah seorang perawan tua!! Silahkan pergi, atau saya akan memanggil scurity untuk menyeret Anda keluar?!"


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri. Dasar menyebalkan!!"


-


"Kau sibuk?"


Marisa mengangkat kepalanya setelah suara berat seorang pria masuk dan berkaur di dalam telinganya. Sudut bibir Marisa tertarik ke atas melihat kedatangan Lucas. Namun dia melihat keanehan pada pemuda itu. Karena Lucas terlihat rapi hari ini.


Lucas membuka lebar kedua tangannya dan memandang Marisa dengan pandangan bertanya.


"Kenapa memandangku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan penampilanku? Atau mungkin aku terlihat aneh?" Marisa menggeleng. Wanita itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Lucas.


"Kau sangat tampan, sangat tampan malah."


"Kau menyukai penampilan baruku?" Marisa mengangguk.


"Sangat."


"Kalau begitu mana penghargaan untukku?" Marisa berdecak sebal.


Wanita itu memeluk leher Lucas kemudian mengecup singkat bibirnya. "Bagaimana, sudah puas?" Ucap Marisa setelah melepaskan tautan bibirnya.


"Belum!!" Lucas menarik pinggang Marisa dan menyatukan bibir mereka.


Marisa menutup matanya saat merasakan pagutan dan lum*tan lembut pada bibirnya, disusul ciuman-ciuman panjang yang menuntut.


Tangan Lucas yang berada di pinggangnya memeluk pinggang Marisa lebih erat dari sebelumnya. Sedangkan tangan satu lagi menekan tengkuk wanita itu agar ciumannya tidak mudah terlepas.


Dan Lucas baru mengakhiri ciumannya saat merasakan pukulan ringan pada dadanya. Marisa sudah mulai kehabisan napasnya. Pemuda itu terkekeh, melihat wajah memerah Marisa yang tampak menggemaskan di matanya.


"Apa yang kau tertawa kan"'


Lucas menggeleng. "Tidak ada, Noona terlihat menggemaskan saat memerah seperti ini. Dan aku datang untuk menjemputmu makan siang."


"Tapi setelah aku meeting, ini masih jam 11, kau bisa menungguku di sini." Ucap Marisa, Lucas mengangguk.


"Baiklah, Noona."

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2