
Kabar tentang Lucas yang telah menikah dan akan menjadi seorang ayah, telah sampai ke telinga wanita itu, Siska Choi. Siska diberi tahu oleh teman-teman Lucas jika pria itu telah beristri, dan istrinya tengah hamil muda.
Bukannya berasa senang. Siska justru merasa kesal. Bagaimana tidak, dia yang menyukai Lucas lebih dulu, tapi wanita lain yang berhasil mendapatkan dirinya.
Siska Choi sendiri adalah teman seangkatan Lucas ketika masih kuliah dulu, dan dia jatuh cinta pada pria itu sejak pandangan pertama. Siska seperti ekor bagi Lucas, karena dimana ada Lucas, disitu Siska pasti ada.
Tapi sayangnya cinta Siska pada Lucas hanya bertepuk sebelah tangan. Karena Lucas tidak pernah membalas perasaan Siska meskipun dia tau jika perempuan itu menyukai dirinya. Sejak masih remaja, Lucas sudah dikenal sebagai pemuda yang dingin dan sulit di dekati.
Tapi bukan berarti dia tidak pernah berkencan, dua kali Lucas diketahui menjalin hubungan dengan seorang gadis. Tapi sayangnya hubungan mereka tidak bertahan lama, mereka meninggalkan Lucas dengan alasan yang tidak masuk akal.
"Kalian sudah pernah bertemu dengan ****** yang menikah dengan, Lucas?" Tanya Siska pada keempat pria di depannya.
Keempatnya menggeleng. "Belum, kami belum pernah bertemu dengannya, siapa dia dan seperti apa wajahnya pun kami tidak tau. Yang jelas dia pasti sangat cantik, buktinya dia bisa menaklukan pria sedingin dan sekaku Lucas." Tutur Sonny.
"Diam!!! Memangnya siapa yang memintamu berkomentar? Aku hanya bertanya dan kau perlu menjawab singkat saja!!!"
"Siska, sebaiknya berhenti saja. Sampai kambing beranak singa, Lucas tidak akan pernah menjadi milikmu!!!"
"Diam, diam, diam!!! Lucas hanya milikku, dia hanya milikku. Apapun dan bagaimana pun caranya, aku akan merebut dia dari wanita itu!!!"
"Sebaiknya jangan terlalu tinggi jika bermimpi. Karena kalau jatuh itu rasanya akan sangat sakit!!" Kata Suho mengingatkan.
"Aku tidak bertanya padamu!! Kalian semua brengsek, seharusnya kalian mendukungku bukannya wanita itu!!! Lihat saja, siapa yang akan memenangkan Lucas, aku atau dia?! Kita kisah saja, aku Siska Choi, dan tidak akan menyerah sampai Lucas jadi milikku!!"
-
Ting...
Lucas mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Ada satu pesan masuk dari Tomi. Penasaran kenapa Tomi mengiriminya pesan, Lucas pun segera membuka dan membaca pesan tersebut.
Dalam pesan tersebut. Tomi memberi tahu supaya ia berhati-hati pada Siska. Siska akan melakukan sesuatu untuk menghancurkan pernikahannya dan Vivian. Tapi Lucas tidak heran bagaimana Siska bisa tau jika dia sudah menikah. Mengingat jika mulut keempat kawan lamanya itu ember semua.
__ADS_1
"Pesan dari siapa, Ge?" Tanya Vivian setibanya dia dari kamar mandi.
"Temanku. Namanya Tomi, dia mengingatkan aku supaya berhati-hati karena ada ular betina yang hendak mengganggu rumah tangga kita." Tuturnya.
"Memangnya siapa dia? Apa kau mengenalnya, tapi kenapa dia ingin hubungan kita berantakan?" Tanya Vivian penasaran.
Lucas mengangguk. "Ya, aku mengenal wanita itu. Dia bernama Siska Choi, wanita itu sudah menaruh hati sejak aku masih kuliah dulu. Tapi kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan siapa pun masuk dan merusak rumah tangga kita."
"Aku juga tidak akan tinggal diam. Dia belum tau siapa Vivian, akan ku buat dia menyesal karena sudah berani mengancam ketentraman rumah tangga kita!!"
"Jangan bertindak apapun, aku tidak setuju. Saat ini kau sedang hamil muda, aku tidak ingin kau dan janin dalam rahimmu sampai kenapa-napa. Kalian berdua harus baik-baik saja." Tutur Lucas.
Vivian tersenyum. Ia menggunakan kedua tangannya untuk menangkup wajah suaminya."Kau tenang saja, Ge. Aku pasti akan menjaga diriku dan juga janin di dalam perutku. Aku akan menjaganya dengan baik." Tutur Vivian sambil mengurai senyum lebar.
Lucas menarik lengan Vivian dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Lucas pasti akan menjaga Vivian dan juga janin di dalam rahimnya. Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti apalagi sampai membahayakan mereka berdua.
"Sebagai suamimu dan ayah dari janin itu, aku pasti akan selalu melindungi kalian berdua dengan nyawaku. Karena kalian berdua adalah hidup dan mati ku."
"Sama-sama, Sayang." Balas Lucas dan mengeratkan pelukannya.
Lucas melepaskan pelukannya. Jari-jarinya membelai wajah cantik Vivian dengan lembut. Selanjutnya belahan bibir mereka berdua bertemu dan saling mel*mat. Vivian mengangkat kedua tangannya untuk memeluk pinggang Lucas.
Ciuman yang penuh dengan perasaan. Dan melalui ciuman itu, Lucas ingin menyampaikan pada Vivian seberapa besar cinta yang dia miliki untuknya.
"Ini sudah hampir tengah malam. Sebaiknya kita tidur," ucap Lucas yang kemudian di balas anggukan oleh Vivian.
-
Vivian membuka matanya perlahan. Suara kicauan burung dan hangatnya sinar matahari pagi menyentuh kulitnya yang dingin.
Sepasang biner mata Hazel nya mengerjap, sembari berusaha mengangkat beban tubuhnya untuk bangun. Dipandanginya sosok tampan yang berbaring disampingnya. Lucas masih tertidur pulas, Vivian tersenyum tipis.
__ADS_1
Wanita itu menyibak selimut yang ia pakai semalaman kemudian beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Setidaknya dia harus mencuci muka dan menggosok gigi sebelum menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Lucas.
Sebenarnya Vivian tidak harus melakukannya. Karena sudah ada pelayan yang selalu siap melayaninya setiap detik menitnya, tapi Vivian lebih suka melakukannya sendiri, karena menyiapkan sarapan untuk Lucas sudah menjadi kewajibannya.
"Nyonya, biar saya saja yang melakukannya. Tuan Xi, beliau akan memarahi kami lagi jika tau Anda masih melakukan pekerjaan yang seharusnya kami lakukan!!" Ujar salah seorang pelayang, dia tidak ingin sampai dimarahi lagi oleh Lucas.
"Tidak apa-apa. Biar aku sendiri yang nanti bicara pada suamiku. Jika kau mau, kau bisa bantu-bantu. Cuci sayurnya lalu potong-potong, aku akan menyiapkan bumbunya."
"Baik, Nyonya."
Pelayan itu pun melakukan apa yang Vivian perintahkan. Nyonya nya ini sangat keras kepala dan percuma juga melarangnya.
.
Setelah hampir satu setengah jam berkutat di dapur. Sedikitnya ada 7-8 menu masakan berbeda yang tersusun di atas meja. Dan hampir semua adalah makanan kesukaan Lucas.
Vivian melepas apronnya kemudian pergi ke kamarnya untuk membangunkan Lucas. Dia berani bersumpah jika suaminya itu masih tertidur pulas saat ini. Tapi sepertinya dugaan Vivian salah, karena Lucas sudah bangun sedari tadi.
"Wow, kau sangat luar biasa dengan pakaian itu, Ge!!" Vivian menatap kagum Lucas yang sedang berdiri di depan cermin.
Sebuah singlet hitam, Vest V-neck berwarna cream yang memperlihatkan dada dan lengannya yang berotot, serta celana jeans berwarna hitam pula. "Aku hanya tidak ingin melihat ada orang yang merengek dan karena ingin melihat tribal ini." Ujar Lucas setengah mencibir.
Vivian mempoutkan bibirnya. Kesal terlihat jelas dari mimik mukanya. "Jahat, lagipula itu bukan keinginanku. Tapi keinginan janin yang ada di dalam perutku!!"
"Berhenti menggunakan dia sebagai alasan, Xi Vivian. Karena dia belum tau apa-apa!!" Omel Lucas yang hanya di balas cengiran kuda oleh Vivian.
"Oke, sudah dulu ya berdebat nya. Aku mandi dulu dan setelah ini kita sarapan sama-sama." Ucap Vivian yang kemudian di balas anggukan oleh Lucas.
"Baiklah!!"
-
__ADS_1
Bersambung.