CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Aku Tidak Takut


__ADS_3

Suara ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Vivian dari dokumen yang sedang dia tandatangani. Setelah mendapatkan ijin dari sang atasan, seorang wanita menghampiri Vivian.


"Presdir, Tuan Albert dari Kim Group telah tiba dan meminta untuk bertemu dengan Anda."


"Kalau begitu persilahkan dia masuk,"


"Baik, Presdir."


Pria itu membelalakkan matanya saat melihat sosok wanita yang duduk beberapa meter di depannya. Detik berikutnya sudut bibirnya tertarik ke atas, dengan tenang dia menghampiri Vivian.


"Tidak disangka, kita bertemu lagi. Nona, sepertinya kita memang ditakdirkan untuk berjodoh." Ucap Albert dan langsung menyita perhatian Vivian.


Vivian mengangkat kepalanya, sepasang Biner Hazel nya menatap dingin pria yang saat ini sedang tersenyum manis kepadanya tersebut selama beberapa saat.


"Pertemuan kita untuk membicarakan bisnis, bukan hal yang lain. Sebaiknya langsung saja pada intinya, karena aku sangat sibuk!!" Vivian kembali menyibukkan dirinya dengan tumpukan dokumen di depannya.


Pria itu tersenyum lebar. Dia menarik kursi di depannya lalu duduk berhadapan dengan Vivian, dengan meja CEO sebagai pembatasnya. Pria itu terus memperhatikan Vivian yang sedang serius memeriksa dokumen di depannya.


"Tidak disangka, karena akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan CEO dari VL Group. Benar kata orang-orang, jika kau adalah wanita yang sangat cantik, Nona Valerie!!" Ujar pria itu namun diabaikan oleh Vivian.


"Apa masih perlu aku tegaskan lagi, jika kau datang kemari hanya untuk basa-basi, sebaiknya kau pergi. Dan satu hal lagi, berhentilah berlagak jika kita saling mengenal!!"


"Kenapa Anda harus begitu terburu-buru, Nona?! Bukankah kita bisa saling berbincang terlebih dulu? Lagipula masalah bisnis adalah hal yang sangat mudah, kita bisa membicarakan nya sambil berbincang-bincang. Bagaimana?"


Vivian mendesah berat. Dengan kasar dia menutup dokumen di depannya. Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap tajam pria yang duduk berhadapan dengannya itu.


"Jangan coba menguji kesabaranmu, Tuan!! Sebaiknya batalkan saja kerja sama itu, aku sudah tidak tertarik lagi untuk bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh pria mesum dan menyebalkan seperti dirimu!!"


"Kenapa? Apa Anda benar-benar ingin melepaskan kerja sama yang saling menguntungkan ini?! Apa Anda sudah memikirkan konsekuensinya? Anda akan kehilangan banyak sekali uang, jika menolak kerjasama ini."


"Aku tidak peduli, karena uang masih bisa dicari, dan aku tidak mau jika kau sampai merepotkan ku dikemudian hari. Frans, masuklah."

__ADS_1


"Ada apa, Presdir?" Frans memberi hormat pada Vivian dan bertanya ada apa dia memanggilnya.


"Usir pria ini keluar dari sini dan jangan biarkan dia sampai masuk lagi kesini. Dan mengenai rencana itu, urus pembatalannya."


"Baik, Presdir. Mari Tuan, Presdir kami tidak ingin Anda ada di sini!!"


"Kau mengusirku?! Lancang sekali kau, dasar jal*ng murahan, aku sudah bersikap baik dan lembut padamu. Tapi kau malah berani mengusirku dengan cara tidak hormat?!"


"Apa kau belum tau siapa aku? Aku adalah Albert Moela, dan aku adalah sepupu jauh dari Bos Mafia yang paling ditakuti dan disegani di tiga benua, Lucas Xi. Aku akan melaporkanmu padanya, supaya dia memberikan pelajaran padamu!!"


Vivian menyeringai sinis sambil bersidekap dada. Sepupu jauhnya saja sombong dan berlagak, apa perlu dia memperkenalkan dirinya pada pria ini?! Tapi dia rasa tidak perlu.


"Oh, kau ingin mengadukanku ya? Silahkan saja, aku tidak takut. Dan kita lihat saja, aku atau kau yang akan dihabisi olehnya!!"


"Kau~"


"Bawa dia keluar!!"


"Baik, Presdir." Jawab Frans lalu menyeret Albert keluar dari ruangan Vivian.


-


Lucas berdiri cemas di depan kamar sang kakek. Setelah sadar beberapa saat lalu, keadaannya malah semakin memburuk. Lucas tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Kakeknya.


Awalnya pria tua itu baik-baik saja. Tapi keadaannya memburuk setelah dia dikunjungi putra angkatnya dan berbincang berdua saja dengannya. Tak lama setelah kepergian pria itu, Kakek Xi malah ditemukan tak sadarkan diri di kamarnya.


"Tuan Muda, Anda memanggil saya?" Ucap seorang pria setibanya dia di depan Lucas.


"Tao, aku memiliki tugas untukmu. Aku ingin supaya kau mencari tau tentang apa yang terjadi pada Kakek hari itu. CCTV di ruangan ini dirusak secara sengaja, jadi aku tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."


"Baik, Tuan Muda. Kalau begitu saya akan pergi sekarang untuk menyelidikinya." Ucap Tao yang kemudian dibalas anggukan oleh Lucas.

__ADS_1


Dan jika keyakinannya benar-benar terbukti, maka Lucas tidak akan melepaskan apalagi mengampuni pria itu. Dia akan membuat orang itu merasakan neraka nya dunia.


Ting...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya mengalihkan perhatian Lucas, pria itu mengeluarkan benda tipis itu dari suku celananya dan mendapati pesan masuk dari Frans.


'Tuan, hari ini ada seorang pria bernama Albert Moela tiba-tiba datang ke kantor dan membuat keributan. Dia mencoba bersikap kurang ajar pada, Presdir. Bahkan dia mengancam dan membawa nama-nama, Anda.'


Lucas mengepalkan tangannya. Berani sekali bajingan itu mengusik ketenangan istrinya, dan tentu saja Lucas tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan memberi pelajaran pada Albert.


Dia tidak akan membiarkan siapa pun orang yang berani mengusik ketenangan Istrinya hidup dengan aman dan tenang, dia akan membuat Albert menyesal karena sudah berani mengusik hidup Vivian.


Lucas masuk ke dalam kamar kakeknya. Di sana , di atas tempat tidur yang super mewah seorang pria tua tengah terbaring tak sadarkan diri. Lucas mendesah berat, pria itu berjalan menghampiri Kakek Xi lalu duduk di samping dia berbaring.


Lucas meraih tangan Kakeknya dan menggenggamnya. "Sudah satu Minggu lebih, kapan Kakek akan bangun? Bangun, Kek. Jangan membuatku semakin cemas."


"Kevin, Kevin, Kevin,"


Hati Lucas berdenyut sakit mendengar Kakeknya yang bahkan terus menyebut nama Kevin di alam bawah sadarnya, apa sebesar itu rasa sayang yang dia miliki untuk mendiang Kakeknya.


"Kevin, Kevin, bawa adikmu kembali. Bawa Lucas kembali,"


Deg...


Jantung Lucas seolah-olah berhenti berdetak mendengar kalimat yang baru saja keluar dari bibir Kakeknya. Apa dia tidak salah dengar, apa dia berhalusinasi? Kakek Xi baru saja menyebut namanya, dia menyebut namanya.


Tanpa disadari air mata Lucas mengalir dari sudut matanya. Dia terharu sekaligus bahagia, karena untuk pertama kalinya dia mendengar sang Kakek menyebut dan memanggil namanya.


"Aku di sini, Kek. Aku sudah pulang." Ucap Lucas sambil menggenggam erat tangan Kakek Xi.


Kakek Xi adalah satu-satunya keluarga yang Lucas miliki, wajar jika dia begitu menyayanginya. Meskipun Kakek Xi tidak pernah menganggapnya dan selalu memandang buruk dirinya, tapi Lucas tetap menyayanginya.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2