CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Aku Cemburu


__ADS_3

Lucas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia ingin menikmati setiap momen indah saat bersama Vivian. Momen indah yang mungkin saja tidak bisa dia rasakan dimasa depan. Karena mungkin saja keadaan tidak seperti ini lagi.


Sesekali Lucas menatap wanita yang duduk disampingnya. Sudut bibirnya tertarik keatas melihat senyum indah di bibir istrinya, senyum yang selalu membuat hati Lucas menghangat, senyum yang membuat dia jatuh cinta sejak pandangan pertama.


"Ge, aku tidak pernah lewat jalan ini sebelumnya. Mungkinkah ini jalan alternatif?" Vivian menatap Lucas penasaran.


Pria itu mengangguk. "Jika lewat jalan ini, jarak yang kita tempuh bisa satu jam lebih cepat dari jalan biasanya. Dan sepanjang jalan, kau bisa melihat dan menikmati keindahan pemandangan karena jalanan ini jauh melewati pedesaaan."


"Benarkah?" Lucas mengangguk.


"Sekitar 1 kilo lagi ada peternakan sapi. Jika kau ingin menikmati susu sapi yang masih segar, kau bisa memerasnya sendiri. Apa kau tertarik untuk mencobanya?"


"Kedengarannya sangat menyenangkan. Baiklah setelah aku menyelesaikan pertemuanku. Aku ingin kau membawaku jalan-jalan dan berkeliling desa ini. Ge, kau mau kan?" Vivian menatap Lucas penuh harap.


Pria itu kemudian mengangguk. "Tentu." Jawabnya dengan senyum lembut tersungging di bibir Kiss able nya. Dan membuat Vivian ikut tersenyum juga. Melihat senyum Vivian membuat hati Lucas semakin menghangat.


Dia semakin ingin menahan Vivian disisinya dan ia tidak ingin kehilangan wanita itu. Vivian adalah hidupnya dan dia begitu mencintainya. Meskipun hubungan mereka pada awalnya hanya sekedar partner ranjang, tapi sekarang perasaan cinta itu tubuh subur dihatinya.


.


Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


Vivian langsung turun dan memasuki sebuah perusahaan besar yang memiliki puluhan lantai. Sedangkan Lucas memutuskan untuk menunggunya di cafe yang tak jauh dari perusahaan tersebut.


Lucas memasuki cafe tersebut dengan langkah tenang. Mimik wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, datar. Bahkan dia tidak peduli dengan beberapa pasang para wanita yang menatapnya dengan berbagai eskpresi.


Pria itu duduk di meja dekat jendela. Seorang pelayan menghampirinya untuk mencatat pesanan Lucas, dan pria itu hanya memesan Espresso dan cake rasa Matcha yang tidak terlalu manis.


Perhatian Lucas sedikit teralihkan oleh suara derap langkah kaki seseorang yang datang. Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap datar sosok wanita yang sedang tersenyum manis padanya.


"Lucas, kebetulan sekali kita bertemu di sini. Ada urusan apa kau sampai jauh-jauh datang ke tempat ini? Atau mungkin kau merindukanku?!" Wanita itu menyeringai.


Lucas menatap wanita itu dengan sinis. "Kau, menyingkir dari hadapanku. Aku muak melihat wajah menyebalkan mu itu!!"


"Kau~" geram wanita itu yang pastinya adalah Belinda.

__ADS_1


Dengan kesal. Belinda melenggang meninggalkan Lucas yang tampak acuh-acuh saja. Beberapa pasang mata bahkan menatapnya dengan sinis dan mencemooh. Lucas baru saja mempermalukan dirinya dan Belinda tidak bisa menerimanya.


Beberapa pengunjung cafe terlihat mencuri-curi pandang pada Lucas, baik itu yang masih sendiri atau pun yang telah berpasangan. Mereka saling berbisik dengan wajah memerah.


Salah seorang dari mereka terlihat berdiri dan menghampiri Lucas dengan malu-malu, kemudian duduk di kursi kosong depan pria itu. "Maaf, Tuan. Apa boleh kita berkenalan? Aku Elsa, dan bisakah aku mendapatkan nomor telfon mu?" Perempuan itu menundukkan wajahnya, dia benar-benar malu.


"Pergilah, kau tidak akan mendapatkan apapun dariku!! Lagipula aku adalah pria yang sudah beristri, jadi jangan menggangguku lagi!!"


"Oh, maaf. Aku tidak tau jika kau sudah beristri. Baiklah, aku permisi."


Lucas mendengus berat. Inilah hal yang paling dia benci ketika berada di tempat umum. Dirinya selalu menjadi pusat perhatian, wajah tampan + cantik yang dia miliki menjadi daya tarik tersendiri baginya.


Dan dengan kelebihan yang dia miliki itu. Orang tidak akan menduga dan tidak mungkin percaya jika sebenarnya dia adalah seorang Bos Mafia.


Tanpa banyak orang lain ketahui, sesungguhnya Lucas menyimpan sosok iblis yang sangat mengerikan dibalik wajah bak malaikatnya.


-


"Senang bekerjasama dengan, Anda, Nona Valerie."


"Semoga ini menjadi awal yang baik bagi perusahaan kita." Ucap Vivian sambil mengurai senyum lembut.


"Tentu saja, Nona Valerie. Karena bisa bekerja sama dengan Anda, merupakan kehormatan bagi perusahaan kami." Tuturnya.


Vivian tersenyum. "Kalau begitu saya permisi dulu." Vivian membungkuk, menghormati yang lebih tua darinya sebelum beranjak dan melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut. Vivian tidak bisa membiarkan Lucas menunggunya terlalu lama. Suaminya itu bisa mati karena bosan.


-


Lucas menatap rolex yang melingkari pergelangan tangannya dan mendesah berat. Sudah dua jam lebih tapi Vivian belum juga kembali. Apalagi menunggu adalah salah satu hal yang paling Lucas benci dalam hidupnya.


Ting...


Lonceng di atas pintu cafe berbunyi, yang menandakan ada pelanggan yang datang. Seorang wanita terlihat meliukkan kakinya menuju salah satu meja yang ada di cafe tersebut.


Beberapa pasang mata mengiringi di setiap langkahnya. Parasnya yang cantik, bentuk tubuhnya yang indah dan ditunjang dengan penampilannya yang modern membuat banyak mata lelaki tak bisa lepas dari dirinya.

__ADS_1


Kaki jenjangnya yang indah melangkah bergantian dan berhenti di salah satu meja yang ada di dekat jendela. "Ge," suara bak lonceng itu segera menyita perhatian Lucas, pria itu menoleh dan mendapati Vivian berdiri disampingnya.


"Kau sudah selesai?"


Vivian mengangguk. "Ya, aku baru saja selesai. Aku lapar. Bisakah kau memesankan makanan untukku?"


"Kau ingin makan apa?"


"Em, makanan Itali mungkin."


"Tunggu sebentar, akan segera ku pesankan."


Vivian memperhatikan sekelilingnya. Orang-orang terus melihat kearahnya dan Lucas. Dia menjadi sedikit risih karena tatapan mereka yang terlalu mengintimidasi. Kemudian Vivian mengajak Lucas pindah ke ruangan yang lebih tertutup, VIP. Karena ia membutuhkan privasi.


.


Setelah berpindah ke ruangan VIP. Mereka bisa lebih leluasa menikmati makan siangnya sambil berbincang tanpa repot memikirkan tatapan orang-orang yang menurut Vivian teramat sangat-sangat menyebalkan.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Lucas membuka perbincangan.


"Aku berhasil mendapatkan kerjasama itu. Karena perusahaan Tuan Wang sudah sejak lama ingin bekerjasama dengan VL Group, tapi belum tersampaikan. Dan hari ini keinginannya tersebut baru bisa dia penuhi."


"Apa dia seorang yang masih muda?"


Vivian menghentikan gerakan tangannya. Kemudian dia mengangkat wajahnya dan menatap Lucas dengan tatapan bertanya."Kenapa kau bertanya seperti itu, Ge?" Ucap Vivian kebingungan.


"Jujur saja aku cemburu, hampir setiap hari kau selalu dikelilingi pria-pria hebat. Bagaimana jika suatu hari ini ada yang membuatmu jatuh cinta, kemudian kau mencampakkan diriku?"


"Ngaco, mana mungkin aku melakukannya, Ge. Kau itu adalah suamiku. Pria yang aku pilih sendiri menjadi pendamping hidupku, lagipula mana mungkin aku membuang mu begitu saja. Jangan bicara sembarangan, sebaiknya sekarang kita lanjutkan makannya. Aku sangat lapar."


"Sekarang aku lega."


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2