CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Kemunculan Pria Bermarga Xi


__ADS_3

Marisa memagut dirinya di depan cermin. Tubuh rampingnya dalam balutan Maxi dress berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Gaun itu memiliki belahan panjang pada paha kanannya.


Malam ini Marisa akan menghadiri pesta lajang yang diadakan oleh temannya 'Bianca' Dan rasanya Marisa ingin mengutuk dan menggantung wanita itu hidup-hidup.


Perhatian Marisa teralihkan oleh deru suara mobil yang memasuki halaman rumahnya. Wanita itu berjalan ke arah jendela untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Lucas.


Dan yang menjadi pertanyaannya, dari mana Lucas memiliki mobil semewah itu? Sedangkan dia tidak pernah membelikannya.


Setelah memastikan tidak ada yang kurang pada penampilannya. Marisa mengambil dompet pestanya, lalu melenggang keluar meninggalkan kamarnya.


"Lucas," perhatian pemuda itu teralihkan begitu suara cempreng Marisa masuk dan berkaur di dalam telinganya.


Pemuda itu terpaku melihat bagaimana cantiknya Marisa malam ini dalam balutan gaun hitam tersebut. Dia terlihat begitu berbeda dari biasanya, aura kecantikannya semakin terpancar jelas.


Pemuda itu tersenyum lebar. Dia langsung menarik Marisa setibanya wanita itu di depannya. "Noona, lihatlah dirimu. Malam ini kau sangat cantik, dan aku hampir saja tidak bisa mengenalimu." Ucap Lucas kemudian mengecup singkat bibir Marisa.


"Dasar bocah, kenapa kau semakin jago menggombal. Siapa yang mengajarimu, hm?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya, kau sangat cantik, Noona." Lucas mengangkat dagu Marisa lalu mengecup singkat bibirnya.


"Berhenti mengatakan omong kosong. Dan bisakah kita pergi sekarang?! Oya, memangnya mobil siapa yang kau pakai untuk menjemput ku itu? Jangan bilang jika kau baru saja merampok dari dealer mobil?" Tebak Marisa yang langsung dihadiahi sebuah jitakkan oleh Lucas.


"Sembarangan. Aku meminjam mobil temanku, karena tidak mungkin menjemput bidadari dengan sebuah motor." Ujarnya.


Marisa berdecak sebal. Dia tidak tau dari mana Lucas mendapatkan kata-kata semanis itu, dia berani bersumpah jika yang mengajarinya adalah teman-temannya yang gila itu.


"Baiklah, dan bisakah kita berangkat sekarang? Karena Bidadari ini bisa terlambat tiba di sana."


"Tentu saja Noona cantik. Ayo," Lucas mengulurkan tangannya yang kemudian disambut dengan senang hati oleh Marisa. Keduanya beriringan meninggalkan mansion mewah tersebut.


-


Pesta itu berlangsung meriah. Hingga sesosok wanita cantik muncul dari pintu utama dan langsung mencuri perhatian semua orang. Wanita itu memakai gaun panjang berwarna hitam dengan belahan panjang pada salah satu pahanya.


Kristal swaroski menghiasi bagian dada sampai pinggangnya, menonjolkan keindahan pemakainya. Bagian punggungnya terbuka dengan aksen tali menyilang layaknya korset membuat pinggangnya yang kecil terlihat.


Rambut coklatnya yang di buat sedikit bergelombang pada ujungnya di gerai dan di sampirkan di pundak kanannya. Sebuah jepit rambut indah terbuat dari Kristal dan perak bermotif bunga bunga kecil terjepit di bagian kiri kepalanya.

__ADS_1


Make up tipis dengan bibir merah muda membuat wajah cantiknya tampak alami. Sebuah handbag berwarna hitam dengan detail pita biru menyempurnakan penampilan ayunya malam ini.


"Marisa!!!" Nama itu di panggil. Sosok Bianca si tuan rumah sekaligus pencetus pesta malam ini menghampirinya. Bukannya bahagia, Marisa malah menyambutnya dengan wajah kesal.


"Aku sudah sangat menantikan kedatangan mu. Ayo, akan ku kenalkan kau dengan beberapa teman priaku, siapa tau kau tertarik dan kemudian berminat menjalin hubungan istimewa dengannya." Marisa ditarik oleh Bianca menuju kumpulan para pria yang sedang berbincang menikmati wine dan cocktail.


"Bianca, jangan mempermalukan ku atau kau akan mati!! Jangan berlebihan Nona muda. Aku hanya ingin memperkenalkan mu pada para lajang, siapa tau malam ini maj akan mendapatkan jodohmu di sini."


Marisa mendengus berat. Rasanya dia ingin sekali mengetok kepala Bianca dengan palu, supaya dia tidak bersikap seenaknya lagi.


"Tenanglah BESTie, temanmu yang baik hati dan super cantik ini kan cuma mau mencarikan jodoh untukmu. Supaya kau tidak menjadi perawan tua!!"


"Kau sudah bosan hidup ya?!" Ucap Marisa sambil menatap nyalang Bianca.


"Hehehe, Piss." Bianca mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf V. Marisa mendengus berat. Temannya satu ini terkadang memang membuatnya darah tinggi.


Masih ditempat yang sama namun di lokasi berbeda. Seorang pemuda terlihat berjalan diantara para tamu undangan lainnya. Tubuhnya dalam balutan setelan jas hitam yang semakin menonjolkan pesonanya.


Jika dilihat dari sisi yang berbeda, pemuda itu juga terlihat cantik. Tidak ada ekspresi apapun di wajah tampannya, datar. Bahkan dia tidak peduli dengan tatapan para wanita yang menatapnya dengan penuh kekaguman. Pemuda itu bersikap acuh.


Tanpa sengaja dia di tubruk oleh tamu lain yang berjalan mundur. Akibatnya minuman di tangan orang itu tumpah dan mengotori pakaiannya sendiri.


Dengan emosi dia berbalik dan hendak membuat perhitungan dengan orang yang ditabraknya. "YAKK~!!" Namun kalimatnya terhenti saat sepasang Netra hitam itu melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Tu...Tuan Xi," ucapnya terhata-bata.


"Kau ku ampuni kali ini. Jangan seenaknya menyebut marga ku di sini, atau kau akan mati!!"


"Ba..Baik Tuan,"


Pemuda yang di panggil Tuan Xi itu lalu melenggang pergi. Meninggalkan pria yang tampak mengelap keringat di keningnya. Wajah arogannya berubah menciut setelah melihat siapa orang yang ditabraknya itu.


Dia adalah Bos Mafia termuda sepanjang sejarah, yang sudah lama menghilang dari dunia bawah yang telah membesarkan namanya. Dan siapa yang menduga, jika sosok itu tiba-tiba saja muncul kembali di tengah-tengah sebuah pesta.


-


Marisa menyapukan pandangannya, mencari sosok pemuda yang tadi datang bersamanya. Lucas dan Marisa berpisah sebelum mereka masuk, karena Lucas harus menerima panggilan dari seseorang.

__ADS_1


Rasa tidak nyaman mulai dirasakan oleh Marisa, saat beberapa pria di depannya ini mencoba untuk menggodanya. Marisa sudah menghindari mereka, tapi mereka malah mengikuti kemana pun dia melangkah.


Jika saja ini bukan tempat umum. Sudah pasti Marisa mematahkan kaki mereka. Tapi sayangnya Marisa masih memiliki otak sehingga dia tidak mau sampai mempermalukan dirinya sendiri.


"Jangan pernah menyentuh wanitaku!!" Perhatian semua orang yang ada di sana teralihkan oleh kemunculan seseorang yang langsung menarik Marisa dari beberapa pria yang mengerumuninya.


Sudut bibir Marisa tertarik ke atas melihat orang yang dia cari-cari akhirnya nongol juga.


"Bocah, kau dari mana saja?! Kenapa lama sekali, ayo aku akan memperkenalkan mu pada temanku yang super menyebalkan itu." Marisa memeluk lengan Lucas yang tersembunyi di balik kemeja hitam dan jasnya.


Keduanya berjalan diantara para tamu undangan yang lainnya. Dan betapa Marisa sangat bangga melihat tatapan orang-orang itu ketika menatapnya dan Lucas.


"Ya Tuhan, perempuan itu bisa berada dalam masalah besar," ucap salah seorang tamu saat melihat Marisa dan Lucas yang berjalan beriringan. Entah apa maksudnya orang itu berkata demikian.


Sebenarnya Marisa mendengarnya, tapi dia tidak mau ambil pusing. Bisa jadi mereka adalah rekan Lucas yang bekerja di Club' malam sebagai Gig*lo.


"Ekhem!!" Marisa berdehem di belakang Bianca yang sedang asik berbincang dengan beberapa pria.


Sontak wanita itu menoleh, keterkejutan juga ditunjukkan oleh orang yang bersama Marisa. Orang itu hendak bersuara, tapi Lucas melarangnya dengan kode mata. "Sa, siapa pria tampan ini?"


"Nona Bianca yang terhormat, aku akan memperkenalkan padamu. Dia, adalah calon suamiku!!"


"MWO?! CALON SUAMI? JADI KAU SUDAH PUNYA CALON SUAMI?!"


Marisa mengangguk. "Ya, tampan bukan?"


"Kyyaaaa!!" Bianca berteriak dan langsung memeluk Marisa dengan begitu dramatis.


"Huhuhu, akhirnya sahabatku menemukan jodohnya juga. Padahal pesta ini sengaja aku buatkan untukmu. Tapi baguslah, nanti kita bisa pergi bersama pasangan masing-masing." Ujarnya.


Marisa mendengus berat. Menggelengkan kepala melihat tingkah dan kelakuan sahabatnya ini.


-


Bersambung.


Yuk tebak-tebakan sedikit. adalah yang bisa menjawab siapa Tuan Xi sebenarnya? dan kenapa orang-orang menyebut Marisa dalam masalah besar karena bersama Lucas. Adakah yang Tau siapa Lucas sebenarnya??? Ditunggu like komennya ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2