
Setelah bicara dengan Maminya, key sedikit lebih Tenang, dan benar juga yang dibilang Maminya, kalau key harus membuat dirinya menjadi pantas untuk Radit.
Key malam itu tak bisa tidur dengan nyenyak, dia terus kepikiran dengan jawaban Radit, bahwa dirinya bukanlah kriteria yang Radit ingin kan.
Key, memang sama sekali tidak tau gadis seperti apa yang Radit inginkan menjadi istrinya, apakah gadis yang seksi seperti banyak gadis diluar sana, Kalau untuk itu Key sama sekali tidak bisa, Dan key akan mundur, mungkin kalau kepribadian key akan berusaha menjadi seperti yang Radit inginkan.
Namun kalau untuk memantaskan diri nya dengan Radit dia harus menjadi gadis yang mempertontonkan tubuhnya mungkin key akan mundur teratur, memang key sadar dia juga tidak menutup kepala nya, akan tetapi key juga tidak mempertontonkan tubuhnya.
Key tidak tau jam berapa dia tertidur, yang jelas dia saat ini terbangun karena suara Rita yang membangunkan dirinya untuk joging pagi itu.
"Ta, loe enggak bisa apa bicara pelan-pelan, gue masih ngantuk." Ucap key.
"Key daripada loe tidur mendingan kita joging biar sehat, sekalian cuci mata."
"Emangnya loe belum mandi Ta, Sampai perlu cuci mata?"
"Ish, Enggak asyik banget loe key, emang loe pikir cuci mata pakek air doang!"
"Emang loe mau pakek apalagi Ta, pakek pasir?"
"Udah ah, Ribet ngomong Ama loe key, mending loe bangun ,mandi biara kita joging bareng."
"Kok maksa seh Ta!"
"Udah cepetan."
Key bangun dengan kesal, karena memang matanya masih sangat ngantuk, itu semua karena dirinya tidak bisa tidur semalaman.
Rita dengan sabar menunggu key, yang seperti sengaja melakukan sesuatu dengan pelan, itu karena dia mengantuk, dan masih ingin tidur, Tapi key juga enggak mu kecewakan Rita.
Setelah key siap ,keduanya turun dan pergi joging ke taman kota, tempat yang dipenuhi oleh banyak orang pada hari libur.
"Key, loe udah lama enggak lari pagi?"
"Iya ta, gara-gara terlalu sibuk dengan magang, jadinya enggak sempat joging, takut telat gue."
Pagi itu keduanya pun lari pagi, mengelilingi taman, Setelah tiga kali putaran, key dan Rita pun memutuskan untuk membeli minuman, mereka duduk di bangku taman.
"Capek key?" tanya Rita.
"Iya ta, capek gue."
"Bagaimana kalau hari ini kita shoping Yok key!"
"Shoping? Loe kan tau gue enggak suka shopping Ta."
"Key, loe itu perempuan kan? jadi loe harus suka dengan namanya shoping, loe jangan salah ya key, kadang shopping itu bisa menenangkan hati kita."
Key menatap Rita, dan hanya tersenyum ke arah sahabatnya itu.
"Kok loe senyum seh key?"
__ADS_1
"Loe ini aneh deh Ta, gue mau senyum salah , Jadi loe lebih senang kalau gue nangis?"
"Ya enggak gitu juga kali key."
"Mendingan kita sekarang pulang." ajak key.
"Oke!"
Keduanya berlari menuju kerumah Kayra, setalah mandi dan sarapan pagi, key dan Rita pun memutuskan untuk pergi keluar, Kali ini Rita terpaksa menggunakan celana jeans ,sahabatnya itu, karena memang Rita tidak membawa baju gantinya.
Mereka berdua pun singgah ke mall, karena memang Rita ingin mengajak key shopping, dan Key pun menurut saja, tidak ingin sahabatnya itu menceramahi nya panjang lebar.
Mereka berdua pun berkeliling didalam mall, namun belum tau apa yang ingin dibeli, karena ke mall hanya alasan Rita untuk membuat key lupa akan apa yang saat ini di alaminya.
"Ta, dari tadi kita muter-muter aja, emangnya loe mau beli apa seh ta?"
"Kita lihat-lihat aja dulu key, mana tau ada yang cocok."
"Setau gue Ta, shopping itu belanja ini dan itu, bukan hanya keliling aja."
Setelah berkeliling, akhirnya Rita memutuskan untuk masuk di penjualan tas branded,Dia juga menarik key untuk masuk, walupun dia tau sahabatnya itu tidak suka.
"Ta, kok masuk ke sini?"
"Namanya mau beli tas ,ya disini dong key, masak kita harus ke tempat jual sayur."
"Jadi loe mau beli tas?"
"Gue?"
"Hmm!"
"Gue enggak suka Ta."
"Key , mulai hari ini loe harus suka,ayok sekrang loe pilih."
"Enggak ah Ta, gue enggak ngerti."
"Makanya sekrang loe ikut gue, kita lihat-lihat dulu."
Rita menyeret pelan tangan sahabatnya, untuk masuk kedalam toko tas branded, key dan Rita berkeliling melihat-lihat barang disana, semuanya bagus-bagus dan berkelas, namun belum ada yang key rasa cocok.
"Sampai akhirnya sampai, pada sebuah tas ransel, key pun mendekat, dan berniat membelinya, namun Rita malah melarang dirinya.
"Key, loe itu ngapain seh beli tas ransel?"
"Ya untuk di pakek lah Ta."
"Iya gue tau Key, tapi loe sekarang cobalah pakai barang-barang yang bisa buat loe emang seperti perempuan."
"Ta, emang nya harus?"
__ADS_1
"Eh, sayang! bukannya loe ingin mendapatkan hati pak Radit kan? loe lupa kalau pak Rafit bilang loe bukanlah tipe calon istri nya."
Key terdiam, hatinya merasakan sakit yang luar biasa lagi, dan sebenarnya Rita tidak ingin melakukan hal itu, dia tidak ingin key merubah dirinya untuk mendapatkan pak Radit.
Karena jika itu terjadi, berarti pak Radit mencintai key, bukan karena apa yang ada pada key, namun karena key menjadi sepeti yang dia ingin kan, jujur Rita tidak ingin sahabatnya melakukan itu.
Namun Rita juga ingin key menjadi sepeti perempuan-perempuan lainnya. apalagi key itu memang cantik, hanya saja di ayang sat ini lebih nyaman dengan berpakaian tomboy.
Saat keduanya masih diam, key berjalan ke arah etalase yang berisi tas branded, dia menatap lurus ke arah tas-tas tersebut, Key merasa saat itu apa yang dikatakan Rita benar adanya, dan mungkin dia memang harus berubah untuk bisa mendapatkan orang yang dia cintai.
Key mengambil sebuah tas, berwarna coklat muda, dan mencoba menyandang nya, dan memperlihatkan pada Rita yang saat itu masih berdiri ditempatnya
"Apa ini bagus?"
Rita masih diam ,menatap key . Sahabatnya itu bisa berubah hanya dalam hitungan menit, sepertinya kata-kata nya barusan benar-benar membuat key berubah seketika.
"Kok diam seh Ta, bagus apa enggak?"
"bagus banget key pop, cocok banget sama loe."
"Kalau begitu gue beli yang ini aja, loe mau yang mana Ta?"
Rita pun mendekat,dan megambil sebuah tas berwarna hitam, dan mereka pun menuju ke kasir untuk membayar nya.
Setelah ,membayar tas, mereka pun memutuskan untuk pergi, key berniat untuk singgah ke butik mami nya. Key dan Rita pun menuju ke butik.
"Assalamualaikum mi!" ucap key begitu jumpa maminya.
"Waalaikum salam sayang."
Mami merasa aneh dengan key, biasanya gadis itu langsung saja nyelonong masuk ,tak pernah mengucapkan salam, Namun hari ini entah angin apa yang membuatnya berbeda.
Akan tetapi mami tidak ingin mempermasalahkan hal itu, dia bersyukur untuk perubahan putrinya walupun Hanya sedikit.
"Sayang, bagaimana tadi shopping nya?"
"Ya gitu mi, seperti biasa."
"Kalian enggak beli apa-apa?"
"Ada mi, beli tas tapi masih dimobil."
"Mi!" panggil key lagi.
"Iya, Sayang." jawab mami menatap ke arah key.
"Mami mau enggak ,buatkan baju untuk key yang cocok dipakai kekantor?"
"Key mau mami buatkan baju lagi?"
"Iya mi, Kan mami tau key jarang buat baju yang formal."
__ADS_1
Mami tersenyum, dan mengajak keduanya ke ruangan pengolahan bahan baju, entah baju sepeti apa yang kali ini ingin diminta key untuk dibuatkan??