CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Cinta yang terlambat disadari


__ADS_3

Key tersenyum ke arah Radit, dan bangun dari tempatnya duduk, senyum yang saat itu terasa hambar untuk dirinya sendiri.


Key pergi dari ruangan Radit dan kemabli ke ruangannya sendiri, Key berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kecil ,padahal memang key tidak perlu mengerjakan apapun, kalau tidak ada meeting untuk Radit.


Key berusaha untuk tidak melihat ke arah ruangan Radit, dia tak ingin kalau sampai bertatap mata dengan bos nya itu.


Key sudah menasehati hatinya kalau dia tak ingin menganggu kehidupan siapapun, apalgi kehidupan Radit dan Aliya.


Namun lain hal nya dengan key,Radit terlihat begitu kecewa dengan sikap key kalau ini, Radit sengaja memesan makanan dipagi hari untuk bisa makan bersama dengan key.


Bahkan Radit juga ingin mencoba lebih dekat dengan key, tapi sepertinya dirinya berada diwaktu yang salah.


Disaat key mencoba menjauh, malah Radit yang mencoba untuk mendekat. Padahal sebelumnya dia lah yang menolak cinta key.


Radit menutup kembali kotak yang berisi nasi goreng, Bahkan dia sendiri membatalkan niatnya untuk makan, dia tak selera makan sendirian.


Radit menelpon Daniel dan memintanya untuk membawa keluar semua makanan yang baru saja dipesannya.


Saat itu, jujur Daniel merasa begitu aneh, namun melihat aura bos nya, Daniel mengurungkan niat nya untuk bertanya, dia Hanay membawa bungkusan Yanga da dimeja itu keluar.


Tapi Daniel yakin kalau bos nya belum menyentuh makanan tersebut, dan dari ruang sebelah tanpa sengaja key melihat Daniel yang membawa bungkusan yang baru saja dibawa office boy keruangan Radit.


Namun key hanya diam ditempatnya, dia tak ingin memiliki rasa kasihan,Dan khawatir lagi terhadap Radit, walupun memang saat itu hantunya menolak key sepeti itu


Akan tetapi key,tak ingin menyiksa dirinya sendiri dengan jatuh hati terlalu dalam dengan Radit, walupun sulit key akan berusaha.


Hari itu ,keduanya disibukkan diruang masing-masing, walupun sebnarnya tidak ada yang mereka kerjakan ,akan tetapi keduanya berusaha untuk berad diruang masing-masing.


Dan sepertinya situasi juga mendukung akan hal itu, mereka berusaha disibukkan dengan apapun yang penting dia tidak keluar dari ruangan.


Bahkan saat itu key tak juga keluar untuk makan siang, dia takut kalau akan bertemu Radit, dan bagaimana jika Radit marah dengan sikapnya.


Jam terus berputar, namun Radit masih setia duduk ditempatnya, begitu juga dengan Key, mereka berdua larut dalam pikiran nya masing-masing.

__ADS_1


Radit yang saat ini baru menyadari kalau dirinya memang memiliki perasaan dengan key, Namun key malah terlihat acuh dan menghindar dari nya.


Akan tetapi Radit juga tidak bisa .menyalahkan key, karena memang dirinya lah yang salah, apalagi dengan status dirinya yang akan menikah dengan Aliya.


"Ya Tuhan, Apa yang harus aku lakukan saat ini? andai saja key Tania kalau dia tak pernah mencintai Aliya, semua ini di jalani hanya karena mama."


Radit menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, dia memejamkan matanya sesaat, Dia sedang mencari solusi untuk semua ini.


Karena ini bukanlah hal yang mudah, banyak orang yang akan tersakiti jika dia memaksakan perasaan nya kepada Key,Tapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya kalau dia sangat mencintai key.


Dan lain hal nya dengan. key, dia duduk termenung menatap lurus kedepan, mencoba membujuk hatinya untuk bisa melupakan Radit.


Key tersenyum getir, ternyata cinta itu begitu sulit, Bahakan begitu sakit dirasakan key, Key mengambil ponsel nya, dan membuka galeri handphone nya, ada foto dirinya dan Radit disana, saat perasaan keberhasilan tender.


Disitu terlihat dirinya dan Radit yang tertawa lepas, Bahakan tawa dan senyuman yang diberikan Radit menemani hari-hari nya membuatnya berharap terlalu besar, dan akhirnya kecewa.


Key melihat jam dinding sudah menunjukkan waktunya semua karyawan pulang dari kantor, Key meraih tas nya dan berniat untuk pulang, apalagi malam ini akan ada acara di hotel milik papi nya.


Key ingin cepat sampai dirumah, dan bersiap-siap untuk pergi, namun begitu key keluar sudah ada Radit yang berdiri didepan pintu ruangannya.


Dan saat dirinya akan melewati Radit, tangan key dipegang oleh Radit, key masih terdiam ditempatnya.


"Key, tolong berikan saya kesempatan untuk bicara."


"Maaf pak, tapi tidak ada yang perlu.kita bicarakan ,saya harus pulang."


"Key, saya tau saya punya salah sama kamu, tapi jangan perlakukan saya seperti ini."


"Apa maksud pak Radit, saya tidak pernah melakukan apapun sama pak Radit."


Key melepaskan tangannya dari genggaman Radit dan dia melangkah Jan kakinya untuk pergi, namun baru dua langkah key berjalan, Radit tiba-tiba saja memeluk tubuh key dari belakang.


Pelukan yang begitu erat, bahkan key sempat kaget, dan berpikir ada apa dengan lelaki ini?

__ADS_1


"Key tolong beri saya kesempatan untuk biacara."


"Pak, apa yang sedang bapak lakukan tolong lepaskan saya, nanti apa yang akan dipikirkan jika da yang melihat kita seperti ini?"


"Key,.saya tidak perduli apa tanggapan orang, yang saya tau saat ini saya sangat-sangat mencintai kamu key, tolong jangan hukum saya dengan terus menghindar."


"Duarr" perasaan key tak karuan, dia tak pernah berpikir, apalagi menaruh harapan lagi pada cinta Radit, dia tak ingin kecewa berulang kali.


"Maaf pak, apa bapak sedang tidak sehat?" tanya key berpura-pura.


"Key, saya serius, tolong beri saya kesempatan untuk memperjuangkan cinta kita."


Key memejamkan matanya, menahan rasa perih dihatinya, karena di tak ingin menjadi penghancur hubungan Aliya dan juga Radit, walupun key akui ada setitik rasa bahagia dihatinya.


Orang yang dicintainya selama beberapa bulan ini, saat ini juga menyatakan cintanya, tapi key tak mampu menghancurkan hari wanita lain,untuk kebahagiaan nya.


"Pak Radit tolong lepaskan saya!"


Namun Radit masih tetap memeluk key, ada rasa takut kehilangan dihatinya saat itu, rasa yang tak pernah dia rasakan kepada Aliya selama ini.


"Tolong beri saya kesempatan ,saya kan memberikan kamu izin untuk pulang.


"Maafkan saya pak, tapi rasa itu sudah sirna dihati saya, dan saya juga akan segera bertunangan dengan pria lain." jawab key berbohong.


Ada setitik air yang mulai membasahi pipinya saat itu, key tak mampu sebenarnya mengucapakan semua itu, andai saja bis saat ini key akan berhamburan ke pelukan Radit, karena begitu bahagia.


Namun key tak mampu untuk melakukan itu, dia merasakan pelukan Radit tak lagi seberat tadi, mungkin Radit kecewa dengan jawaban dirinya, namun itu lah yang terbaik.


Key melepaskan pelukan Radit dan pergi dari sana, bahkan tanpa menatap ke arah Radit, di tak ingin Radit melihat kalau dia menangis saat itu.


Key masuk kedalam lift dan pergi dari kantor Radit, Tinggallah Radit yang masih mematung ditempatnya. Di merasakan hatinya hancur, hancur berkeping-keping, dan mungkin itu juga yang dirasakan key saat dirinya menolak cinta key.


Radit menyandarkan tubuh nya sesaat ke dinding ruangan nya, mencoba menahan rasa perih dihatinya.

__ADS_1


Cinta yang begitu rumit, Radit ingin berterus terang kepada mama nya ,namun untuk apa dia lakukan jika key saat ini tak Lagi ingin berjuang bersama dirinya.


Tapi haruskan dia mundur ,dan membiarkan cinta nya padam seperti yang dilakukan key ?


__ADS_2