
Malam itu, key minta di antar kan berkeliling tanpa tau arah dan tujuan , Key duduk didalam taksi ,mencoba menenangkan hatinya yang baru saja ditambah lukanya oleh pertunangan Radit.
Tidak kuat, tapi key harus belajar untuk kuat, dan bisa melewati semuanya. Key meminta sopir taksi berhenti disebuah jembatan , dan key turun disana.
Sopir taksi pun terlihat khawatir, akhirnya dia pun memutuskan untuk turun dan melihat apa yang key lakukan dari jarak jauh.
Key terlihat berjalan mendekat ke pinggir jembatan dan tiba-tiba saja key menjerit dengan keras, menumpahkan segala kekecewaan hatinya malam itu.
Sopir taksi yang mengantar key langsung berjalan mendekat melihat key semakin berjalan dan bersandar di sandaran jembatan.
"Non, jangan non!" teriak sopir taksi.
Key mengalihkan pandangannya, dia amenatap sopir taksi dengan tatapan bingung, ada apa dengan sopir taksi tersebut, apa yang sedang terjadi.
"Apa saat itu sopir taksi berpikir kalau key akan bunuh diri?" begitu lah pikir key saat itu.
Namun key kembali mengalihkan pandangannya lurus ke depan, key tak perduli dengan sopir taksi yang sedang berbicara padanya.Namun sopir taksi itu terus panik dan meminta key untuk kembali.
Niat key sebenarnya ingin menenangkan diri, tapi dia malah kesal dengan sopir taksi, dan akhirnya key berjalan menuju taksi.
Setelah dia masuk ke dalam taksi, key meminta sopir taksi mengantarkan dirinya pulang, Namun
sepanjang perjalanan sopir taksi terus menasehatinya agar tidak bertindak ceroboh ataupun gegabah.
Key masih tetap diam dan tak peduli dengan ocehan sopir taksi tersebut, karena key yakin kalau sopir taksi itu telah salah paham dengan dirinya.
karena sopir taksi tersebut terus bicara dan menasehati dirinya, akhirnya key pun angkat bicara.
"Pak, apa bapak pikir saya tidak waras, Sampai Mau bunuh diri."
"Jadi non tadi turun di jembatan mau ngapain non, bukan mau bunuh diri?"
"Pak saya hanya ingin mengirup udara malam sebentar, menenangkan diri, bukan mau bunuh diri."
Sopir taksi tersebut pun nyengir, karena dia telah salah menduga.
"Maaf kan saya non, saya udah salah."
__ADS_1
Key hanya diam saja sambil menggeleng pelan kepalanya, walaupun dia begitu kecewa dengan Radit dia tak mungkin sampai merugikan dirinya dan apalagi kalau sampai bunuh diri.
Taksi, yang ditumpangi key pun Sampai didepan gerbang rumah key, dan key langsung turun setelah membayar ongkos taksi.
Key berjalan memasuki pintu pagar, Dan ternyata kedua orang tuanya sudah pulang kerumah, key melihat mobil papi nya terparkir di garasi.
Key yakin sekali kalau saat ini mami dan papi nya pasti sedang gelisah menunggu dirinya, yang telah pamit untuk pulang namun tak ada dirumah.
Key berjalan ke arah pintu utama dan membunyikan bel , tak berpa lama bibik membuka kan pintu rumah.
"Non key, Ayo non masuk!" ajak bik Siti.
Namun key bisa melihat wajah bik Siti yang khawatir dengan dirinya. Key berjalan menuju ruang tamu, disana mami dan papi sedang menunggu dirinya, dan mami terlihat mondar mandir disana.
Begitu melihat key datang, mami langsung berlari dan memeluk putrinya, padahal saat itu key sedang baik-baik saja.
"Key, kamu dari mana mami khawatir ,dengan keadaan kamu yang tidak ada di rumah."
"Maafkan key ya mi, key Tadi hanya mencari angin di luar sana maaf ya mi, kalau key membuat mami khawatir."
"Maaf mi, handphone key mati."
"Key, tolong jngan pergi sepeti ini, papi sangat khawatir kalau terjadi sesuatu sama kamu."
"Maaf kan key Pi, tapi key baik-baik saja, lebih baik mami dan papi istirahat."
"Ya sudah kamu juga istirahat sayang "
"Iya mi."
Tadinya mami ingin bertanya tentang apa yang terjadi, Dan mami ingin key berbagi cerita dengan nya, karena mami tahu kalau key sedang sedih dengan pertunangan Radit malam ini.
Namun mami tak ingin menambah kesedihan dihati putrinya, karena mami tahu kalau ini sulit untuk key, membiarkan orang yang dicintainya bertunangan dengan orang lain.
Akan tetapi mami juga ingin Key sadar bahwa Radit itu adalah milik Aliya, dan mami tak ingin key terus berlarut-larut dalam kesedihannya, masih banyak lelaki lain yang sangat mencintai Key dengan tulus.
Begitulah yang ada di pikiran mami saat ini, mami hanya ingin yang terbaik untuk key, mami tidak mau Key membuang-buang waktu, dengan mencintai Radit yang tidak mencintai dirinya sama sekali.
__ADS_1
Mami masuk ke kamarnya, dan berbincang-bincang dengan papi, Bahkan mami ingin supaya key juga mau menerima lamaran dari Kevin.
Kerena Amin yakin Kevin adalah lelaki yang baik untuk menjaga key dan untuk masa depan key, masalah cinta nanti akan datang sendiri kalau key dan Kevin bersama-sama.
Namun papi sedikit keberatan dengan keputusan mami kali ini ,dia tidak ingin terkesan memaksakan kehendak kepada putrinya, karena bahagia atau tidak keilah yang akan merasakannya dan key lah yang akan menjalaninya.
Akan tetapi papi tidak ingin putrinya terjebak dalam hubungan penuh dengan keterpaksaan, dan papi tidak ingin kalau key sampai tidak bahagia dengan pilihan hidupnya nanti.
Malam itu mami dan Papi sedikit berselisih pendapat, memang tujuan keduanya sama-sama untuk kebahagiaan Putri mereka.
Namun segala sesuatu perlu dibicarakan lagi dengan key, karena menikah itu untuk seumur hidup bukan untuk bermain-main.
Mami akhirnya terdiam, dia sejenak berpikir, kalau apa yang dikatakan suaminya juga ada benar nya, mungkin lebih baik kalau mereka memberikan kebebasan kepada key.
Biarlah key sendiri yang memutuskan untuk hidupnya, dan yang bisa membuatnya bahagia.
Sedangkan dikamar key, dia sedang melamunkan nasib hidupnya dan cintanya, dia tak pernah berpikir kalau akan merasakan rasa kecewa yang luar biasa seperti saat ini.
Namun key tak dapat melawan takdir, inilah jalan terbaik mungkin untuk dia dan Radit, orang yang sangat dia cintai belum tentu yang terbaik untuknya.
Key memang sedang mencoba untuk menasehati, hatinya sendiri , dan berusaha menerima kenyataan kalau dia dan Radit memang tidak ditakdirkan berjodoh, perlahan key harus lupakan kalau dihatinya pernah di isi oleh Radit.
key menyandarkan kepalanya ditempat tidur , menarik nafas pelan untuk bisa membuatnya lebih tenang, dan mencoba untuk memejamkan mata.
Namun belum sempat key memejamkan matanya , Key mendengar suara dering handphonenya yang baru saja diletakkan di atas meja.
Dan key melihat kontak yang bertuliskan nama pak Radit yang menghubungi dirinya.Key menyimpan Kembali handphone nya, dia tak ingin bicara dengan Radit saat ini.
Namun handphone nya kembali berdering, key tak menyentuh sama sekali handphon tersebut karena key yakin yang menghubunginya adalah Radit.
Tapi bukan Radit namanya, kalau mau menyerah begitu saja, dan menerima penolakan , dia masih terus menghubungi key, sampai akhirnya key mematikan handphone nya.
Dia tak ingin bicara dengan Radit, apalagi setelah Radit bertunangan dengan Aliya, key tak ingin dicap sebagai perusak hubungan orang lain.
Key meyakinkan hatinya untuk pergi dari Radit, dan tak ingin lagi bertemu apalagi membahas cinta dengan Radit.
Tapi akankah key mampu untuk itu, melupakan radit, bahkan kalau sampai Radit dan Aliya menikah?
__ADS_1