
Radit membawa key lebih dekat ke arah brankar, namun key masih belum ingin melihat siapa yang ada diatas brankar tersebut.
Karena melihat tulisan dipintu utama ruangan ini saja sudah membuatnya hancur lebur. Namun mau tidak mau key harus melihat apa yang terjadi dengan mami nya dan bagaimana kondisinya.
Radit membuka kain menutup yang menutupi brankar dihadapannya. Dan saat itu Radit memalingkan wajahnya , dia tak kuasa melihat kondisi jenazah yang ada dihadapannya.
"Maaf pak tapi ini bukan keluarga kami." ucap Radit.
Dan key terlihat menarik nafas lega, dan mereka pun mendekat ke arah brankar yang satu lagi.
Dan kali ini key yang membuka kain penutup jenazah tersebut, tangannya kembali bergetar, Radit memeluk bahu Key, agar key bisa lebih tenang.
Dan begitu kain putih itu dibuka, key terhuyung kebelakang, dan mundur sampai beberapa langkah.Radit memeluk key begitu erat.
"Enggak, enggak ini tidak mungkin!" ucap key.
"Nona, apa ini keluarga nona?" tanya dokter.
Namun bukan jawaban yang key berikan, dia seakan kesusahan untuk berbicara ,key terasa semua sendinya melemah seketika.
Key berjalan mendekat, namun masih dengan Radit yang memegang kedua bahunya.tak ada kata lagi yang terucap di bibirnya, hanya air mata uang terus membasahi pipinya.
Key memeluk wanita yang berada dihadapannya saat itu, wanita yang tak lagi bisa melihat dirinya yang sedang menangis.
"Mami!" key memeluk jenazah itu begitu erat.
"Kenapa mami, meninggalkan key begitu cepat, bangun mi ,key masih butuh mami."
"Key, sudah jangan seperti ini, karena hanya akan membuat mami sedih." Radit berusaha menenangkan key.
Namun key masih belum ingin menjauh dari jenazah maminya, key saat itu masih belum tau apa yang terjadi dengan orang tuanya.
Dan key yang sudah tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya karena begitu sedih pun merosot kelantai.
Radit yang saat itu berada dibelakang key, langsung menangkap tubuh key mengangkatnya menuju ruangan lain.
setelah mengantarkan key ke ruang rawat yang lain, Radit kembali ke ruang jenazah untuk mengurus jenazah mami nya key.
Dan saat itu tiba-tiba Radit tersadar bahwa dia tidak melihat keberadaan Papi key di ruang jenazah, Radit mendekat ke arah dokter untuk bertanya di mana papi nya key berada.
"Dokter, maaf sebelum nya, saya ingin tau dimana orang tua kekasih saya yang satunya lagi?" tanya Radit.
"Maksudnya, papa nya?" tanya dokter balik.
"Iya dok, apa dia tidak bersama istrinya?"
"Pasien saat ini sedang dalam keadaan kritis, dan masih berada diruang ICU."
"Berarti papinya masih hidup?" tanya Radit meyakinkan.
"Iya ."
__ADS_1
Radit pun meninggalkan ruangan jenazah, setelah meminta pihak rumah sakit mempersiapkan jenazah maminya key untuk dibawa pulang kerumah.
Radit menuju ruangan tempat key tadi sedang ditangani dokter, dan Ternyata begitu radit sampai di sana Key sudah sadarkan diri.
"Key, kamu sudah baik-baik saja?" tanya Radit.
Dan key langsung menangis lagi, Radit tidak tega melihat kondisi key saat itu, Radit merangkul tubuh key dalam dekapannya untuk membuat key lebih tenang.
"Key, kalau ingin menangis ,menangis lah sepuas hati kamu, tapi key kita harus mengurus mami."
Key masih terlihat dalam dekapan Radit, dia tidak kuasa menahan kesedihannya atas kepergian Maminya, yang sudah lama ditunggu-tunggu kepulangan nya oleh key.
"Key kata dokter, papi ada diruang ICU."
Key menatap Radit, dan saat itu Radit menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan key saat itu.
"Tolong antar kan key untuk bertemu papi!" ucap key lirih .
Dan Radit pun membantu key yang saat itu terlihat begitu lemah untuk keruang ICU, key berjalan menuju ruangan tempat papanya dirawat.
"Nona keluarga pasien?" tanya dokter yang baru keluar dari ruang ICU.
"Iya dokter, kami keluarganya." jawab Radit.
"Apa boleh kami melihat pasien?" tanya Radit lagi.
"Boleh tapi hanya satu orang saja."
Key langsung menuju keruangan utuk mengenakan baju yang steril, untuk bisa melihat papinya.
Key masuk keruang itu, dan melihat papinya yang dipasangkan begitu banyak alat bantu ditubuhnya, key hampir saja tersungkur lagi karena kakinya seakan sudah tak punya kekuatan lagi.
Dia orang yang begitu dicintainya dalam kondisi seperti ini, apalagi key baru saja melihat jenazahnya mami.
"Papi, Papi harus kuat ya, key sudah tidak punya siapa-siapa mami sudah meninggalkan kita Pi."
Namun key tidak akan pernah mendapatkan jawaban apapun karena kondisi Papi saat itu memang sangat memprihatinkan. kondisi papi masih dalam keadaan kritis.
key duduk disamping papi nya menggenggam erat jemari sang papi yang begitu dicintainya. Key berusaha untuk lebih tenang.
"Key harus pulang ya Pi, key mau ngurus mami dulu."
Key mencium pipi papinya, dan berniat untuk pergi dari ruangan itu, Namun saat itu key melihat jari papinya bergerak.
"Pi, papi sudah sadar?" tanya key.
namun tak ada juga jawaban yang key dapatkan, key merasa bahagia , dia berpikir kalau papinya akan baik-baik saja.
Key langsung menekan tombol panggilan darurat, supaya dokter masuk keruangan ICU, Dan benar saja tak berapa lama dokter pun terlihat datang ke ruang ICU, Key segera mundur menjauh agar dokter leluasa menangani papinya.
Dan dokter sat itu ternyata monitor yang dipasang untuk mengecek kondisi pasien saat itu sudah tidak lagi berfungsi, dokter pun melakukan rekam jantung berulang kali namun hasilnya nihil.
__ADS_1
Key mendekat ke arah dokter, saat key melihat mereka sudah berhenti melakukan kegiatan apapun.
"Dokter apa yang terjadi?" tanya key.
"Maaf Nona pasien.dudah meninggal dunia." jawab dokter.
"Enggak dokter, tidak mungkin papi juga pergi." key mulia terisak lagi.
Suster mencoba menenangkan key yang menghalangi dokter dan perawat di ruangan itu untuk melepaskan alat yang terpasang di tubuh papinya.
Radit yang melihat dari luar ruangan pun langsung menerobos masuk ke dalam untuk melihat kondisi key saat itu.
"Mas Radit, mas bilang sama key kalau papi masih hidup."
Radit yang baru masuk pun sontak terkejut, dia tidak menyangka ternyata papinya key juga meninggal dunia.
Radit pun merasakan tubuhnya gemetar, namun dua harus kuat untuk bisa mendampingi key saat ini.
Radit memeluk tubuh key erat, yang saat itu sudah tak sadar kan diri, melihat orang yang dicintainya dalam keadaan seperti saat ini,Radit pun menjadi tidak tega, dia juga merasakan ikut terluka.
Radit, Akhirnya nya lah yang mempersiapkan kepulangan jenazah kedua calon mertuanya.
selain itu Radit ikut masuk ke dalam mobil ambulance yang membawa jenazah mami dan papinya key, dan juga Key yang masih dalam keadaan pingsan.
Mobil jenazah pun sudah tiba dirumah, bik Minah yang juga sudah tahu kalau majikannya meninggal dunia sudah mempersiapkan semuanya di rumah. namun dia juga tak kuasa menahan kesedihannya ketika dia tahu bahwa kedua majikannya telah meninggal dunia.
Disana juga sudah ada mamanya Radit karena sebelumnya Radit sudah menghubungi mamanya untuk membantu persiapan di rumahnya Key.
Tetangga yang sudah berdatangan pun mulai membantu membawa jenazah papi dan mami nya key. karena Radit saat itu masih harus mengangkat tubuh key yang masih dalam keadaan pingsan.
Rumah yang bisanya diisi oleh keceriaan itu, hari ini penuh dengan Isak tangis dan juga lantunan ayat suci.
Saat jenazah akan dimandikan, key pun tersadar. Bik Minah memapah key ketempat dimana kedua orang tuanya akan dimandikan.
Jiwa key saat itu terasa kosong, semua yang dia miliki telah pergi, tak ada lagi orang yang mencintainya tanpa batas dan tanpa syarat.
Key mencoba tegar, menahan Isak tangisnya, mencoba ikhlas walaupun begitu sulit. Setelah jenazahnya dimandikan dan akan disholatkan , Seorang pria datang masuk begitu saja kedalam, dan bahkan terlihat pipinya telah basah oleh air mata .
Dua adalah kakak nya key yang baru saja tiba, dan key langsung berhamburan ke pelukan sang kakak.
"Mas,mami sama Papi udah pergi ninggalin key."
Kakak key memeluk erat tubuh adiknya yang saat ini tersisa dalam hidupnya.
Prosesi demi prosesi pun dilaksanakan sampai akhirnya key harus benar-benar merelakan dan mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.
kuat tidak kuat key harus bisa melepaskan kepergian mereka yang pergi secara bersamaan.
Key terduduk di tanah memeluk kedua nisan kedua orang tuanya, apapun yang saat ini dilakukan tak akan membuat keduanya kembali lagi , tak ada canda dan tawa dari mereka yang akan terdengar di dalam rumah key.
Akankah key sanggup untuk melalui ini semua?
__ADS_1