CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Mengakhiri Pertunangan


__ADS_3

Setelah perdebatan nya dengan mamanya Radit masuk ke kamar untuk beristirahat, dia mencoba menenangkan dirinya, dia tak ingin tersulut emosi dengan mama nya.


Malam itu Radit beristirahat di kamarnya, dia begitu lelah, tapi entah kenapa ada rasa bahagia saat ini karena dia memikirkan hubungannya dengan key yang mungkin bisa diperjuangkannya.


Keesokan paginya, Radit sudah bersiap untuk kekantor, namun dia juga akan membawa mama nya keruang Aliya, Radit tak ingin berulang-ulang membahas masalah ini.


Jadi Radit ingin mamanya dan mama Aliya bisa langsung bertemu dengan dirinya dan Aliya untuk menyelesaikan permasalahan mereka berdua.


"Ma!" panggil Radit.


Mama yang saat itu sedang duduk dan menunggu Radit dimeja makan, menoleh ke arah putranya.


"Radit, ayo sarapan dulu nak!"


"Iya ma."


Radit duduk disamping mama nya dan mengambil piring untuk mengisi sarapan pagi nya.


Keduanya makan Tanpa ada yang bicara, namun Radit bisa melihat mama nya yang seperti sedang menyimpan beban.


Radit yakin mungkin permasalahannya dengan Aliya membuat mama nya terbebani ,apalagi Radit tau kalau mama nya begitu menyayangi Aliya.


Tadinya Radit berpikir kalau dirinya lah yang bersalah karena mengkhianati Aliya dengan mencintai key, tapi ternyata malah dirinya yang dikhianati oleh Aliya.


Dan hal itu menyakiti perasaan mama nya, selama ini Radit diam dan menyimpan perasaan dan cintanya kepada key Karen Adia tak ingin menyakiti hati mama nya.


Namun Radit tak ingin lagi membohongi hatinya ,apalagi Aliya tak pernah tulus mencintainya.


Setelah sarapan Radit langsung mengajak mama nya bertemu Aliya, Radit sedikit ragu, takutnya Aliya malah tak ingin menjelaskan semuanya kepada mama nya.


Didalam mobil mama Radit hanya diam, tak bicara sepatah kata pun, begitu juga dengan Radit, tidak Berani mengatakan apapun kepada mama nya.


Setelah setengah jam perjalanan,mobil yang dikendarai Radit pun memasuki sebuah pekarangan rumah, Radit memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil bersama mamanya.


"Ma, tolong Mama relakan semuanya ma!" pinta Radit.


Namun mama masih diam, berjalan disamping Radit, Radit menekan bel rumah Aliya, tak berapa lama seorang perempuan keluar dari rumah aliya.


"Assalamualaikum bik!" ucap Radit.


"Waalaikum salam, den Radit ,nyonya mari masuk!"


"Iya bik terimakasih."


Mereka pun masuk keruang tamu, rumah Masih terlihat sepi , dan Radit belum melihat siapapun disana.

__ADS_1


"Bik, apa Aliya sudah bangun?" tanya Radit.


"Sudah Den, tunggu sebentar bibik panggilkan."


"Iya bik."


Radit duduk menunggu bersama mamanya, dengan Sedikit gelisah Radit menunggu Aliya, dia belum tau kejadian apa yang akan terjadi sebentar lagi.


Tak berapa lama Aliya terlihat datang, masih dengan baju santainya, Aliya begitu terkejut melihat siapa yang datang, tadinya Aliya berpikir kalau hanya Radit yang datang.


Aliya mulai terlihat gelisah, dia tak menyangka kalau Radit akan membawa mama nya secepat ini, apa begitu ingin Radit pergi dari hidupnya?


Aliya berjalan pelan dan menuju mama nya Radit, memeluk wanita paruh baya itu, Dan duduk disamping nya , mama masih terlihat bersikap biasa saja, tak mengatakan sepatah katapun saat itu.


"Tante, apa kabar?" tanya Aliya basa basi.


"Alhamdulillah Tante baik Al, dimana mama kamu?" tanya mama Radit.


"Ada mama masih dikamar Tante, apa Tante ingin bertemu mama?" tanya Aliya.


Namun pada saat itu perasaan nya sudah tak karuan, mama nya pasti akan marah besar jika tau apa yang terjadi, tapi semua tak dapat ter elakkan lagi.


"Bik, tolong panggilkan mama!" pinta Aliya.


Mereka bertiga terdiam, hanyut dalam pikiran masing-masing, Dan tak berapa lama yang mereka tunggu pun datang.


"Mbak, tumben pagi-pagi sudah kesini?" tanya mama Aliya Heran.


"Iya, saya ingin bicara penting dengan kamu ."


"Iya mbak, ada hal penting apa mbak, sepertinya serius sekali." tanya mamanya Aliya.


Mama nya radit terlihat menarik nafas berat, sejujurnya dia tak ingin kehilangan Aliya sebagi menantunya, akan tetapi mama juga tidak ingin putra nya satu-satunya dikhianati oleh Aliya.


Setalah begitu banyak yang Radit lakukan untuk keluarga Aliya, dia tak ingin putranya Hanay dimanfaatkan, apalagi kalau benar yang Radit katakan kalau dia Hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi kelurga aliya.


"Aliya, sekarang Tante minta kamu jujur semuanya sama Tante , tentang apa yang sudah kamu lakukan dibelakang radit!" mama bicara masih terlihat tenang.


Mama Aliya yang mendengar semua itu tentunya sangat kaget, karena dia tidak tau apa-apa tentang yang akan dibahas pagi itu


Aliya pun masih terlihat diam, dia belum Bernai membuka mulutnya, memejamkan matanya sesaat, mencoba menenangkan hatinya.


"Aliya, apa yang terjadi ?" tanya mama khawatir.


"Aliya, lebih baik kamu jelaskan semuanya sama mama kita, saya tidak ingin masalah ini berlarut-larut."

__ADS_1


"Aliya, apa ini, coba kamu jelaskan sama mama, kenapa mama tidak tau apa-apa." ucap mama Aliya mulai marah.


"Ma, Tante, maaf kan Aliya ,Aliya tau Aliya salah karena telah menyakiti hati mas Radit."


"Apa maksud kamu Al?" tanya mama nya.


"Tante, saya ingin membatalkan pertunangan saya dan Aliya, karena saya dan juga kita tidak pernah saling mencintai." jawab Radit.


"Itu tidak mungkin Radit, ini pasti salah paham." jawab mama Aliya.


"Itu kenyataannya Tante, bahkan Aliya mencintai lelaki lain, Radit bisa terima kalau Aliya tidak mencintai Radit, tapi Radit tidak bisa memaafkan Aliya karena bermain api dibelakng Radit." jawab Radit tegas.


Aliya terlihat menundukkan kepalanya, dia menahan air matanya, namu nasi sudah menjadi bubur ,tak mungkin Aliya bisa mengembalikan kepercayaan Radit.


"Aliya apa benar yang dikatakan Radit?"


Aliya masih terdiam dan meneteskan air mata, dia takut kalau mama nya akan arah besar dan tak akan mendukung hubungannya dengan lelaki lain.


"Ma, maaf kan Aliya ma, tapi Aliya tidak ingin Pertunangan ini dibatalkan."


"Cukup Aliya, Tante tidak bisa maafkan kalau kamu mengkhianati Radit, apa kamu lupa apa yang sudah Radit berikan sama kamu selam ini?"


"Tapi Tante!"


"Sudah Aliya, Pertunangan kalian Tante batalkan , apa yang sudah Radit berikan untuk kamu anggap aja sumbangan untuk kamu Yang sedang kekurangan."


"Ayo Radit, kita pergi dari sini."


Mama menarik tangan Radit untuk pergi dari rumah Aliya, bahkan mama terlihat emosi dan begitu marah, saat tau kenyataan yang sebnarnya, rasa kecewa mama luar biasa karena Selama ini dia begitu bangga memiliki menantu sepeti Aliya.


Namun pada kenyataannya Aliya malah mengkhianati Radit dengan lelaki lain, walupun mama nya Radit tau kalau Radit juga belum mencintai Aliya, tapi dia tetap kecewa.


"Radit antarkan Mama ke restauran kita!"


"Iya ma!"


Radit pun pergi bersama mamanya meninggalkan rumah Aliya, ada rasa lega dihatinya saat itu.


Dan yang terjadi dirumah Aliya adalah ,mama nya Aliya marah besar dan memakai Aliya yang telah melakukan hal yang tidak pernah diharapkan oleh mama nya, sampai -sampai dia harus kehilangan pria kaya seperti radit yang bisa menjamin hidup nya.


Aliya padahal sudah mengatakan kalau kekasihnya juga bisa membiayai hidup mereka, namun mamanya tetap marah dan murka dengan kebodohan Aliya.


Dan akhirnya cinta yang dilandaskan keterpaksaan itu sudah berakhir, dan mungkin ini saat nya Aliya dan Radit memilih pilihan hidup dan juga jalan hidupnya masing-masing.


Tapi Yang masih menjadi dilema untuk Radit, apakah mamanya akan merestui cintanya kepada Key?

__ADS_1


__ADS_2