CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Keesokan paginya, key dan Radit sudah melakukan kegiatan seperti biasanya, namun hari ini dengan perasaan yang berbeda, perasaan bahagia yang luar biasa.


Key juga sejenak terlihat lebih tenang, tidak seperti kemarin yang terlihat begitu terluka, mungkin karen saat ini sudah ada Radit dan juga calon mertuanya.


Yang akan menjadi sandaran untuk nya setelah kepergian orang tuanya. key mulai mengerjakan semua pekerjaan nya dikantor.


Semua pekerjaan berjalan lancar.


Seminggu pun berlalu setelah lamaran dadakan yang dilakukan Radit.


Hari itu key bersantai dirumahnya,karena kebetulan sekali hari Sabtu,key tidak kekantor, dan Radit juga tidak menghubunginya untuk weekend.


Key sesekali menatap ponselnya, Iya menunggu telepon dari Radit. juga menghubungi dirinya, key terlihat sedikit kesal. key berharap Radit akan mengajaknya untuk weekend.


Key bangun dari duduk nya dan ingin masuk kedalam, namun baru saja key berbalik dia mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya.


Key langsung tersenyum dan berpikir kalau Radit datang , dan benar saja mobil Radit yang datang.


key langsung berdiri dan tersenyum ke arah mobil yang baru saja berhenti, menatap lurus kedepan, dan key sedikit heran karen saat itu pintu sebelah kiri yang terbuka, key pun bertanya-tanya dengan siapa Radit datang.


Berjalan mendekat kearah mobil begitu melihat mama Radit yang datang, key langsung memeluk calon mertuanya saat itu.


"Ma!"


"Maaf ya mama datang tidak memberikan kabar."


"Iya ma, enggak apa-apa, key malahan senang mama mau kesini."


key pun langsung menggandeng tangan Mama mertuanya, dan mengabaikan radit begitu saja.


Key membawa mama nya naik ke dalam dan mengajaknya untuk duduk di ruang tamu, key langsung memanggil bik Minah.


"Bik!'


"Iya non." bik minah datang dengan sedikit berlari karena tidak biasnya nona nya memanggil.


"Eh, ada tamu rupanya!" ucap bik Minah.


"Iya bik, ini mamanya mas Radit, tolong bibik buat kan minum ya bik!"


"Iya non."


Bik Minah langsung pergi kebelakang ,untuk mengambilkan cemilan dan juga minum.


Dan dari depan key melihat Radit yang juga baru masuk kedalam rumah key.


"Mentang-mentang ada mama ,saya langsung ditinggal?" tanya Radit pura-pura kesal.


"Maaf mas, key senang banget mama datang, jadinya lupa." jawab key sambil nyengir.


Radit langsung duduk disofa yang bersebelahan dengan key, menyandarkan tubuhnya dengan santai.


"Kok tumben datang enggak bilang-bilang seh mas?" tanya key.


"Iya, Mama pengen kesini."


"cuma mama?" tanya key menggoda Radit.

__ADS_1


"Ya enggak lah key, dari malam tadi ini yang sibuk ngajak mama kesini." jawab mama.


Radit hanya nyengir, mungkin sejak dia jatuh cinta dengan key, image CEO dingin itu sudah menghilang dari dirinya, Cintanya kepada key merubah segalanya.


Tak berapa lama bik Minah sudah kembali dengan secangkir kopi dan juga dua gelas jus hangat untuk key dan mama nya Radit, tidak lupa beberapa cemilan.


"kok kopinya cuma satu bik?" tanya Radit.


"Memangnya kurang mas? tumben mas minum kopi sampe dua gelas, haus?" tanya key heran.


"Ya enggak lah , kan untuk tamu kita satu lagi."


"Tamu, siapa mas?" tanya key bingung.


Dan belum sempat Radit menjawab kebingungan yang dirasakan key,tamu yang dimaksud Oun terlihat masuk ke dalam.


"Assalamualaikum!" ucap nya.


Key langsung bangun begitu melihat tamu yang dimaksud oleh Radit, dan berjalan mendekat dan memeluk erat seorang pria tampan dihadapannya.


"Mas Rian!" panggil key.


Kedua kakak beradik itu pun, langsung berpelukan untuk melepaskan rindu keduanya. Key begitu merindukan kakaknya setelah kakaknya kembali ke luar kota.


"Kenapa mas tidak bilang kalau mau datang ke sini ?dan Kok bisa mas bareng dengan Mas Radit." tanya key masih memeluk Kakak nya.


"Mas kesini juga karena permintaan Radit."


Key melepaskan pelukannya dan menatap penuh tanda tanya kepada Radit, namun pria dihadapannya itu hanya tersenyum dan memberikan dia sebuah jawaban apapun.


"Lebih baik kita minum dulu, nanti saya cerita." ucap radit.


Setelah bik Minah juga mengambilkan secangkir kopi untuk Rian Kakaknya key, bik minah pun langsung kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


Sedangkan diruang tamu, semuanya sedang menikmati cemilan sambil bercanda, key masih terlihat menempel pada kakak nya, sejak kakak nya memutuskan untuk membangun karir diluar kota key memang kehilangan sosok yang begitu disayanginya.


Apalagi sejak kedua orang tuanya meninggal, key begitu berharap kakak nya akan kembali ke jakarta, namun sepetinya kakak key belum bisa meninggalkan bisnisnya.


"Key!" panggil mama nya Radit.


"Iya ma "


"Mama sengaja kesini dan juga membawa kakak kamu untuk membicarakan pernikahan kamu dan Radit "


"Pernikahan?"


"Iya, apa kamu tidak ingin hubungan kamu dan radit segera diresmikan?"


" Tentu saja ma, tapi apa semua tidak terlalu terburu-buru?" tanya key.


"Sayang, kamu tenang saja semuanya mama yang akan persiapkan, karena mama tau kalian berdua itu terlalu sibuk."


"Tapi ma, semua nya kan butuh persiapan yang matang, mama pasti akan keteteran kalau semuanya sendiri "


"Sudah kalian serahkan semuanya sama mama."


"Makanya hari ini mama meminta kakak kamu untuk ke Jakarta, Karena saat ini kakak kamu adalah wali untuk kamu key."

__ADS_1


"Walau bagaimanapun, mama dan juga Radit harus meminta persetujuan dari kakak kamu."


"Terimakasih ma, sudah menghubungi mas Rian, key sebenarnya juga ingin menghubungi mas Rian, namun key khawatir kalau kakak key ini terlalu sibuk."


"Jadi Rian, saya dan juga putra saya Radit, ingin meminang key sekali lagi sama kamu, apakah kamu setuju dengan hubungan keduanya?" tanya mama kepada mas Rian.


"Tante, saya memang belum mengenal Radit dengan lebih dekat, tapi saya bisa lihat perhatian Radit kepada adik saya."


"Dan selama itu yang terbaik menurut key, dan dia bahagia, saya akan ikut bahagia."


Menatap ke arah key, Rian terlihat terharu. Ternyata adiknya yang pada saat dia tinggalkan ke luar kota dulu telah dewasa, dan akan menjadi seorang istri.


Rian, memeluk adik semata wayangnya, ada haru dihati key dan juga Rian,mungkin ini adalah yang terbaik, supaya akan ada yang menjaga key di Jakarta, begitulah pikir Rian saat itu.


"Radit, saya titipkan key, tolong jaga dia dengan baik."


"Iya Rian!" jawab Radit .


Sebenarnya Radit bingung , mau memanggil tuan dengan sebutan apa, karena mereka itu sebaya, namun Rian nampaknya belum kepikiran untuk berumah tangga, dia masih lebih fokus dengan bisnisnya.


Apalagi saat ini dia juga harus mengurus beberapa bisnis papinya yang berada diluar kota dan luar negeri.


"Key kakak tidak menyangka, adik kakak yang manja dan juga tomboy sekrang sudah menjadi gadis yang begitu cantik."


"Dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri.".


Mata key terlihat berkaca-kaca, memeluk kakak nya dan key pun entah kenapa terisak di pelukan sang kakak.


"Kamu kenapa?" tanya Rian melihat adik nya menangis.


"Mas Rian, papi dan mami tidak bisa melihat key menikah, mereka sudah pergi." jawab key.


"Key, kamu harus ikhlas."


Key pun mengangguk kan kepalnya pelan, sebenarnya key sudah belajar untuk ikhlas, namun semua tak semudah membalikan telapak tangan.


"Radit, persiapkan semuanya, saya tidak bisa berada lama-lama di jakarta, karena harus mengurus perusahaan papi terlebih dahulu, sekitar sebulan lagi saya akan Kembali ke sini untuk membantu persiapan pernikahan kalian."


"Nak Rian jangan sungkan, Tante akan mengurus semuanya, bersama Rafit dan juga key, kami paham tentang semua kesibukan nak Rian."


"Terimakasih Tante, saya titip adik saya."


"Jangan khawatir, key untuk Tante bukan sekedar menantu tapi juga putri untuk Tante."


Hari itu ,semuanya pun sudah dibahas, tanggal pernikahan, tanggal resepsi dan juga adat apa yang akan digunakan.


Seharian mereka menghabiskan waktu di rumah Almarhum papi nyan key, bahkan mereka juga makan siang bersama.


Dan key dan Radit langsung mengantarkan kakaknya ke bandara, karena kakak key akan segera ke Singapura.


Malam itu, tinggallah key yang Kemabli sendirian hanya ditemani oleh bik Minah, dan setelah kepulangan kakak nya, key juga sesekali ikut andil dalam persiapan pernikahannya dan juga Radit.


Hari demi hari key terus disibukan dengan aktivitasnya dikantor, dan juga meluangkan waktu untuk persiapan pernikahannya.


sebulan pun berlaku, key juga sudah fitting baju pengantin nya, semua rampung dalam waktu sebulan dengan bantuan Wedding organizer yang sudah di sewa oleh Radit.


Saat ini key bahagia luar biasa, tidak pernah menyangka ,kalau hari yang begitu dinantikan olehnya akan tiba juga, dia akan bisa berdampingan dengan pujaan hatinya

__ADS_1


__ADS_2