CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Rasa kecewa


__ADS_3

Key pagi itu pergi begitu saja dari kantornya Radit, setahun memberikan sebuah hadiah tamparan dipipi kiri Radit, karena perkataan nya yang merendahkan Key


Key tak menyangka ternyata, dia telah salah mengungkapkan cinta nya kepada Radit, dia tak menyangka akan seperti ini, mungkin kali hanya ditolak, Key sudah berusaha menerima, namun kalau harus direndahkan key tidak bisa terima.


Key menyetir dengan kecepatan tinggi, saat itu dia butuh kehadiran Rita, Namun key tidak ingin mengganggu Rita yang sedang magang.


Key rasanya tak akan kuat kali harus Kemabli ke kantor Radit, tapi dia masih punya tanggung jawab selama tiga Minggu lagi, Key pun jadi kepikiran bagaimana jika apa yang dia lakukan hari ini berdampak pada nilai mata kuliah nya.


Tapi key tidak ingin perduli, dia lebih baik untuk sementara tidak bertemu Radit, key begitu kecewa dengan sikap Radit. kalau memang Radit , akan memberikan penilaian yang jelek untuk kinerjanya selama magang, key tidak bisa berbuat apa-apa.


key melajukan mobilnya ke taman, tempat dimana dia selalu mendapat ketenangan, key memarkirkan mobilnya dan berjalan ke salah satu bangku taman, pagi itu taman terlihat sepi, mungkin karena masih jam kerja dan jam sekolah, tidak ada anak-anak yang biasa bermain disana.


Key menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku panjang itu, die menarik nafas berat, key teringat akan perkataan maminya, bahwa kita lebih baik dicintai dari pada mencintai.


Key termenung sendirian di bangku taman, sampai akhirnya suara seorang pria membuyarkan lamunannya.


"Key! kamu key kan?" tanya pria yang sudah berdiri dihadapan key.


Namun key belum memberikan jawaban, dia masih menatap ke arah pria tersebut, key mencoba mengingat siapa pria dihadapannya.


"Kamu tidak ingat saya? saya Arya.


Setelah mendengar nama Arya, key pun langsung teringat dengan arya, Abang dari Aliya calon istrinya Radit.


"Saya ingat."


"Kenapa kamu berada disini pagi-6, Kamu tidak magang hari ini?"


"Tidak, Mas Arya sendiri sedang apa disini?"


"Saya hanya sekedar lewat saja, tadi ada sedikit kegiatan yang tidak jauh dari sini."


"Apa boleh saya duduk disini?" tanya Arya lagi.


"Silahkan mas!"


"Saya hampir tidak kenal dengan kamu key, mungkin karena kemarin kamu memakai jilbab saat ke acara Aliya."


"Iya mas, Key memang biasa nya seperti ini, kemarin mami yang minta karena kami mau ke acara Aliya, yang juga mengenakan jilbab kan."


"Tapi kamu sangat cantik menggunakan jilbab, kenapa harus dilepas?"


"Key belum siap."


"Mami kamu kan juga menggunakan jilbab."


"Iya mas, sudah dua tahun ini mami memutuskan memakai jilbab, key juga ingin tapi hati key belum siap."

__ADS_1


"Apa magang kamu sudah selesai?"


"Belum, Tadi key sudah ke kantor tapi key sedang tidak enak badan, jadi key ingin istirahat."


Arya menatap key sesaat, dia bisa melihat kalau gadis itu sedang ada Maslah, tapi tidak mungkin arya menanyakannya, karena Arya juga baru kenal dengan key.


"Mas, apa tidak ke kantor hari ini?"


"Tidak, saya ada keperluan diluar tadi."


Key dan Arya keduanya di, key sebenarnya sedang ingin sendiri, tapi tidak mungkin key bicara begitu dengan Arya, nanti terkesan tidak sopan.


"Key!"


"Hmm, iya."


"Bagaimana kalau kita makan dulu."


"Tapi key sudah makan mas."


"Kalau begitu key temani saya makan."


"Tapi mas."


"Ayok!"


Arya menarik pelan tangan Key, dan membawanya kesebuah pondok makan yang tak jauh dari tempat mereka duduk. Arya memesankan nasi goreng seafood untuk diri nya dan juga key, Key hanya diam saja, dia menatap ke sekeliling ternyata pondok itu disinggahi oleh banyak orang.


"Iya mas."


Keduanya mulai menyendok kan nasi goreng , tak ada yang bicara saat itu, Sampai makanan mereka habis.


Namun Arya belum mengajaknya pulang, key dan Arya masih duduk di meja mereka. Arya terlihat tersenyum ke arah key.


"Mas kenapa ,kok senyum-senyum?"


"Tidak ada, saya hanya tidak menyangka aja bisa bertemu kamu lagi key."


"Kita kan tinggal di kota yang sama, ya sesekali mungkin akan jumpa."


"Iya juga ya key."


"Mas kerja nya di daerah mana?"


"Tidak jauh dari kantornya Radit juga, Tapi kamu kenapa bisa magang dikantornya Radit."


"Key juga enggak tau mas, kampus merekomendasikan key untuk magang disana."

__ADS_1


"Setelah ini apa rencana key?"


"Tidak ada mas, ya paling fokus dengan tugas-tugas Akhir kuliah key aja."


"Key tidak berniat untuk mencari tempat kerja?"


"Belum mas, key mau fokus kuliah dulu."


"Kalau key ingin menyalurkan ilmu key, saya siap menampung."


"Terimakasih mas, tapi saat ini key masih ingin fokus dengan kuliah dulu."


"Oke, kapan Key siap datang lah ke kantor saya." Arya memberikan sebuah kartu nama kepada Key.


Key menerima kartu nama tersebut dan tersenyum, ke arah Arya, mereka pun keluar dari pondok makan itu berjalan ke arah bangku taman tempat tadi mereka bertemu.


"Mas, kalau begitu key izin pulang ya, sampai bertemu dilain waktu."


"Iya, saya tunggu kabarnya ya key, hati-hati!"


"Iya, Mas juga."


Keduanya pun berpisah di taman, key berjalan menuju mobilnya. dan pulang kerumah, key ingin istirahat , menenangkan sedikit pikirannya.


ternyata jatuh cinta itu tak seindah yang orang ceritakan, malah rasa sakit yang Key rasakan saat ini.


sesampai dirumah key langsung masuk ke kamarnya, masuk kamar mandi dan membersihkan diri nya, key merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar nya.


Tiba-tiba terdengar suara dering dari handphone key, key bangun dengan malas, dan meraih handphone yang diletakkan di atas meja disamping tempat tidurnya.


Dan ternyata Radit yang menelponnya, key mengabaikan saja telpon tersebut, dia tidak ingin menjawab telpon dari Radit.


Radit kembali menelpon Key, Namun masih sama key tidak mengangkat telponnya. Namun sepertinya Radit tak pantang menyerah, berulang kali dia Kembali menelpon key.


Key yang ingin istirahat pun mulai kesal, dan menonaktifkan handphone nya, key memejamkan matanya walaupun sebenarnya dia juga jadi tidak enak hati karena begitu banyak telpon dari Raditya.


Namun key pun berpikir masa bodoh aja, dia masih kecewa dengan perkataan Radit terhadap dirinya.


Key pun akhirnya tertidur pulas, dan larut dalam mimpinya siang itu, sampai akhirnya Key terbangun dari tidurnya karena suara bik Minah yang memanggil-manggil namanya.


Key bangun dalam keadaan setengah sadar, menuju ke pintu.key masih mengantuk saat itu. Key melihat bik minah yang berdiri depan pintu kamarnya.


"Bik, ada apa?" tanya key masih dalam keadaan mengantuk.


"Non Key, ada tamu yang mencari non."


"Tamu? siapa bik?" Tanya key.

__ADS_1


Dan belum sempat bik Minah menjawab, seorang pria yang begitu dikenal key muncul dari belakang bik Minah, key yang baru.saja bangun dari tidur dengan rambut acak-acakan dan juga memakai hotpants, Tentu saja Key langsung kalang kabut masuk kedalam dan menutup pintu.


Bik Minah sampai geleng-geleng kepala, karena selama ini bik minah tau kalau tidak pernah ada seorang pun pria yang datang mencari Kayra, Namun hari ini ada seorang pria yang datang dan langsung menuju kamar key, dan sebenarnya ada paa Radit sampai datang kerumah key?


__ADS_2