
Radit memutuskan untuk pulang , Namun dia tidak kerumah Radit malah mampir kesebuah toko bunga, Untuk membelikan bunga yang dipesan mama nya. dan ternyata takdir kembali mempertemukan dia dan Kayra.
Radit dan key berpapasan di pintu masuk toko bunga, Namun key seakan tak mengenal Radit, dia berlalu begitu saja masuk kedalam, dan memilih bunga yang dipesankan maminya.
Radit pun ikut masuk dan sama langsung memesan bunga yang dipesan mama nya, dia sesekali menatap key yang tak sama sekali menatap dirinya.
" Key kamu beli bunga juga?"
"Enggak , Beli sayur!" Jawab key ketus.
sampai-sampai penjual bunga ikut tersenyum, dengan jawaban key yang asal.
Namun tidak dengan Radit, dia malah merasa tidak nyaman karena sikap key terhadap dirinya.
Setelah pesanan nya selesai key langsung membayar dan pergi dari sana, dan tentu saja Radit tidak membiarkan key pergi begitu saja. Radit mengambil bunga pesanan nya dan mengejar key yang sudah berada disamping mobil nya.
"Kayra, Tunggu saya ingin bicara!"
"Maaf , tapi tidak ada yang perlu kita bicarakan, apalagi ini bukan kantor,jadi saya rasa tidak ada yang harus dibahas, saya permisi duluan."
Tanpa menunggu jawaban dari Radit, key masuk ke mobil dan pergi dari hadapan Radit, Key tidak ingin lagi menyakiti dirinya sendiri karena mencintai orang yang tak pernah mencintainya.
Key melajukan mobilnya ke butik sang mami, karena memang mami lah yang memintanya membelikan bunga, key pun tidak tau untuk keperluan apa.
"Assalamualaikum mi!" ucap.key setelah sampai dipintu butik.
"Sayang sudah datang?" kebetulan mami memang sedang berada di ruang pertama butik itu.
"Mi, ini bunga nya, Key bingung mau beli bunga apa."
"Makanya sayang, kamu harus tau dong, kan key perempuan."
"Emangnya perempuan itu harus tau bunga apa mi?"
"Iya gitu deh sayang."
"Emangnya mami mau kemana, tumben minta dibelikan bunga?"
"ke acara ulang tahun anak nya teman mami sayang, kamu ikut juga ya?"
"Enggak ah mi, key enggak suka pesta-pesta."
"Sayang ,kan papi sedang diluar negeri ,mami kan enggak ada yang temani sayang."
"Tapi mi, key enggak suka acara-acara begituan."
"Ayo dong sayang, temani mami, nanti mami janji kita cuma sebentar ."
"Mana pernah seh mi, kalau udah ke pesta itu sebentar."
Mami terus berusaha merayu key untuk ikut, karena memang key itu paling payah di ajak pergi, apalgi sejak kakak nya key membuka usaha diluar kota, key malah lebih senang dirumah aja.
"Sayang temani mami ya, please!!"
"Oke mi, tapi janji enggak lama-lama."
__ADS_1
"Oke!" mami mengacungkan kedua jempol nyan tersenyum penuh kemenangan.
sorenya key dan mami pulang kerumah dan bersiap ke acara malam ini dirumah anak teman mami nya.Namun kali ini terjadi perdebatan lagi karena baju yang harus dipakai oleh key.
"Ma, key enggak bisa ma, pakai jilbab segala, key enggak nyaman ma!"
"Sayang, coba dulu mana tau malah kamu nyaman, tidak ada salahnya kan sayang?"
"Tapi mi!"
"Ayo dong sayang, yang ulang tahun itu pakaiannya tertutup dan muslimah, mami kan menempatkan sesuatu pada tempatnya sayang."
"Key tidak jadi ikut aja mi."
"Jangan dong sayang, mami sudah siapkan baju yang modis untuk kamu , mama yakin cocok sayang."
Key menatap maminya,dia sebenarnya kesal, Tapi key tidak ingin membantah lagi, akhirnya dia setuju mengenakan baju yang dipilihkan maminya dan mengenakan jilbab yang diikat kebelakang.
Baju biru muda yang dikenakan key, begitu pas di badan key, walupun memang key sedikit tidak nyaman, tapi key sempat kagum dengan pantulan dirinya dicermin
"Ternyata gue cocok juga pakai baju beginian." Ucap key pada dirinya sendiri.
"Sayang, Tu kan pilihan mami emang paling cocok dengan kamu kan sayang." mami terlihat sumringah.
Melihat putrinya mengenakan jilbab, Karena selama ini mami sudah sering memaksa key mengenakan jilbab seperti dirinya, namun gadis itu malah enggan mendengarkan.
Key me manyun kan bibirnya menatap mami, kali ini memang maminya menang ,dan berhasil membujuknya untuk pakai jilbab.
"Ya udah mi, yuk kita berangkat, nanti acaranya keburu dimulai."
"Iya sayang, yuk!"
"Bibik kenapa senyum-senyum begitu, emang ada yang aneh dengan key?" tanya key penuh selidik.
"Bukan nya aneh non, tapi karena non malam ini udah kayak putri raja, cantik luar biasa."
"ish, bibik pinter kalau mau nyenengin hati key."
"Loh, kan emang kenyataan nya begitu non."
"Udah ah, Key sama mami mau pergi dulu ya bik, bibik hati-hati dirumah."
"Iya non."
Key berjalan ke luar menuju mobilnya, key sedikit kesusahan dengan sepatu yang dipakai nya, walupun sudah selam dua bulan ini key, berusaha menyesuaikan diri dengan sepatu berhak tinggi, namun kadang-kadang dia sedikit kesusahan.
Mobil key mulai melaju menembus jalan raya malam itu, dia dan mami berangkat ke pesta yang katanya anak dari teman maminya.
Mobil yang dikendarai key, berhenti sempurna diparkiran sebuah rumah mewah, Key turun dengan membawa sebuah tas di tangannya, hal yang sebenarnya paling tidak suka key lakukan.
Mereka masuk kedalam, dan ternyata sudah bnyak tamu yang datang, key dan mami langsung mendekat ke arah tuan rumah.
"Mbak Yanti!" panggil mami key.
"Sintia, terimakasih ya sudah datang."
__ADS_1
"Iya mbak sama-sama."
"Ini siapa?" wanita yang dipanggil Yanti tadi mengalihkan pandangan ke pada key.
"Ini putri saya , Kayra!"
"Masya Allah, Cantik sekali, mau tidak tante jadi kan mantu?" ucap nya sambil tertawa.
Key Hanya tersenyum, dan mencium tangan Tante yanti. Dia tidak menanggapi serius pembicaraan ibu-ibu dihadapannya.
"Ayo Sinta ,saya kenalkan dengan putri dan juga putra saya."
"iya mbak, Oya mbak ini untuk mbak "
Mami memberikan bunga yang tadi dibawa untuk Tante Yanti, dan kami berjalan menuju ketempat ank nya.
"Sayang, ini kenalin dulu anaknya teman mama." buk Yanti bicara pada putrinya.
Dan gadis yang mengenakan jilbab itu pun mengalihkan pandangan ke arah key dan maminya.
"Assalamualaikum Tante!, saya Aliya." gadis dihadapan key itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan maminya key dan mencium tangannya.
Dan gadis yang bernama Aliya pun ,tersenyum ke arah key. dan mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh key.
"Saya Aliya."
"Saya key, Selamat ulang tahun ya!"
"Terimakasih!"
"Oya Sin, kenal kan juga ini putra saya Arya!"
"Tante, saya Arya."
Mami menyambut ukuran tangan pria dihadapan key, Dan begitu juga dengan key.
"Arya!"
"Key."
Namun bukan key namanya kalau tidak cuek bebek terhadap pria, kecuali terhadap Raditya, Namun kekecewaan nya juga mengembalikan sikap aslinya terhdap pria.
"Lebih baik kalian ,ngobrol dulu biar akrab." ucap Tante Yanti.
Namun key hanya tersenyum.Dan pada saat yang sama dia mendengar kalau Tante Yanti mengatakan tamu istimewa nya sudah datang, Namun key masih cuek.
"Selamat ulang tahun ya!" ucap seorang pria.
key merasa suara itu begitu familiar ditelinga nya, tapi suara siapa itu, key yang berdiri disamping maminya dan membelakangi pria yang baru saja datang, langsung memutar tubuhnya, karena dia penasaran dengan siapa yang datang dan dikatakan sebagai tamu istimewa hari itu.
Dan begitu kagetnya key, ternyata yang datang adalah Raditya, Pria yang menolak cinta darinya.Dan pada saat yang sama Radit pun menatap ke arah key, tatapan mereka bertemu, key menelan ludahnya dengan susah payah.
Kenapa takdir terus saja mempertemukan mereka, Namun kenapa Radit dikatakan sebagai tamu istimewa hari itu.
"Sintia, perkenalkan ini calon suami nya Aliya, seorang CEO di perusahaan ternama."
__ADS_1
"Calon suami?" berarti wanita ini yang telah mengisi hatinya Raditya?" Key bertanya pada diri nya sendiri, dia merasakan matanya panas, namun key berusaha mengendalikan hatinya.
Sakit banget, pada saat dia sedang berusaha menasehati hatinya ,namun malah dia dipertemukan dengan kekasih orang yang dia cintai, Apa kah key akan sanggup berada ditengah-tengah mereka?