
Key yang masih diam, mencoba memberanikan diri untuk bicara dengan mama nya Radit.
"Tante, key minta maaf jika kehadiran key tidak diwaktu yang tepat."
Mama Radit menatap ke arah key, sebenarnya dia bahagia kalau memang Radit sudah mendapatkan pengganti Aliya, namun sebenarnya mama hanya masih belum bisa melupakan kalau Aliya pernah akan menjadi menantu nya.
"Tante, key juga paham mungkin key tidak sesempurna Aliya, Tapi Tante mungkin key akan bisa menyayangi Tante sepeti Aliya menyayangi Tante."
Mama masih diam membisu, begitu juga dengan Radit, bagaimana perasaan key jika mamanya tidak setuju dengan hubungan keduanya, itulah yang sedang dipikirkan oleh Radit.
"Berikan key kesempatan untuk membuktikan kepada Tante, kalau key pantas mendampingi Radit dan menjadi Putri Tante."
Dan ternyata perkataan key yang terakhir ini membuat wanita dihadapannya meneteskan air mata, karena memang mama nya Radit begitu menginginkan seorang putri.
Dan ketika Aliya hadir dalam hidup nya dia begitu bahagia, karena berpikir akan mendapatkan seorang menantu sekaligus putri.
Namun ternyata dia salah, Aliya malah memanfaatkan kekayaan Radit untuk menopang hidupnya dan keluarga, mama begitu kecewa dan terluka hatinya.
"Tante kenapa menangis? apa perkataan key menyakiti hati Tante?" tanya key bingung.
Namun mama terlihat menggelengkan kepalanya, mungkin saat ini susah untuknya kembali menyayangi perempuan lain sebagai menantunya, tapi tidak ada salahnya juga jika dia membuka hatinya untuk key bersama Radit.
"Tante, mungkin lebih baik key pulang dulu, Tante istirahatlah, key akan menunggu sampai Tante bisa memberikan jawaban."
Key bangun dan memeluk mama Radit yang masih duduk disofa ruang keluarga itu tanpa sepatah kata lagi.
"Key, biar saya antar ,ini sudah malam."
"Tidak apa-apa mas, key pulang pakai taksi saja, mas jaga Tante saja."
"Tapi key!"
"Sudah tidak apa-apa, kan key pakai taksi, InsyaAllah Aman kok mas."
Key pun pergi meninggalkan ruang kelurga dirumah Radit, Radit mengantarkan key Samapi kedepan untuk menunggu taksi.
Namun Radit melihat mama nya masih diam membisu, ada rasa khawatir dihati Radit, tapi kali ini Radit janji akan berjuang untuk hubungan mereka .
Sejak malam itu, key tak lagi bertemu dengan mama Radit, bahkan dengan radit pun hanya bertemu untuk makan siang, key sedang sibuk m ngurus perusahaan Papi nya.
Karena papi sedang berada diluar kota, Minggu demi Minggu key sudah jalani di perusahaan sang papi, bahkan sudah satu bulan papi dan mami nya belum kembali.
Mereka hanya berbicara lewat video call saja, padahal key sudah begitu rindu ingin bertemu mamanya.
kesibukan key semakin bertambah setelah mengurus butik mami yang juga sudah ditinggalkan begitu lama, namun key tidak lupa dengan mama nya Radit, key kadang menyempatkan diri untuk menelpon disela-sela kesibukannya.
Malam itu key mencoba menghubungi papinya, Dia bertanya kapan papi akan kembali ke Jakarta.
"Mi, Pi kapan pulang, key sudah sangat rindu." ucap key.
"Besok mami dan papi akan pulang, kamu tunggu ya key, mami dan papi akan bawa Hafi yang spesial untuk kamu." ucap mami.
__ADS_1
"Mi, bukan itu yang key inginkan, key hanya rindu mami dan papi."
"Ya sudah, kalau begitu kamu istirahat, besok kami akan pulang."
"Iya mi, Pi hati-hati ya jaga diri baik-baik."
"Iya sayang, kamu juga jaga diri ya disana.
Setelah mematikan handphone, key Pun memutuskan untuk beristirahat. dia begitu bahagia karena besok akan bertemu kedua orang tuanya.
Dan seperti biasa pagi-pagi sekali key sudah bersiap untuk ke kantor, namun sebelum pergi key berpesan kepada bik Minah untuk memasak makanan yang enak-enak ,karena hari ini kedua orang tuanya akan kembali dari luar kota.
Key berangkat ke kantor dengan senyum tersungging di bibir nya ,dia rasanya tidak sabar ingin memeluk mami dan papinya. karena sudah hampir sebulan ini key jauh dari kedua orang tuanya.
Sesampai dikantor seperti biasa ,key langsung disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan, dia mencoba menyelesaikan pekerjaannya yang masih tertunda kemarin karena dia tidak datang ke kantor.
Waktu terus saja berjalan, bahkan key hari ini menolak untuk makan siang di luar bersama Radit karena dia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke rumah, key berencana kalau kedua orang tuanya memberi kabar dia akan menjemput ke bandara.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang hari, namun Key belum mendapat kabar dari kedua orang tuanya karena semua pekerjaannya sudah selesai , akhirnya key menitipkan kantor pada sekretaris papi nya dia pun berniat untuk kembali ke rumah dan menunggu kabar dari mami dan papinya.
Waktu terus saja berjalan, namun mami belum juga memberikan kabar, key menunggu dengan gelisah, entah kenapa perasaan nya tidak enak saat itu.
Apa papi dan mami ingin memberikan surprise kepada dirinya dengan datang tiba-tiba? key mencoba berpikir positif.
Dan saat sedang menunggu kedua orang tuanya, tiba-tiba Radit pun datang, ternyata dia juga pulang lebih awal untuk bertemu key di rumahnya.
"Mas Radit!"
"Tidak apa-apa mas!"
" Apa mami dan papi sudah Sampai?" tanya Radit
"Belum mas, dan mereka pun belum mengabari key."
"Mungkin mereka sedang dalam perjalanan."
"Mungkin mas."
Radit bisa melihat kegelisahan di mata gadis yang dicintai nya, namun tidak ingin bertanya apapun dia tidak ingin membuat keu tambah gelisah dan terbeban.
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore hari, Namun key belum juga papi dan maminya tiba dirumah. makanan yang sudah di siap kan bik Minah pun sudah mulai dingin, bahkan key melewatkan makan siang nya.
Dan key yang sedang gundah menjadi kaget oleh suara handphone nya sendiri.
"Sudah key, kamu yang tenang, itu angkat dulu handphone nya mungkin mami yang telpon." ucap Radit menenangkan key.
Dan key langsung mengambil handphone yang diletakkan disudut meja, dan benar saja itu mami nya yang menelpon.
"Hallo Assalamualaikum mi!" ucap key.
"Waalaikum salam, maaf mbak ini saya bukan mami nya mbak."
__ADS_1
"Deg" jantung key berdetak hebat ketika yang menelponnya bukanlah mami, perasaannya mulai tidak enak Ada apa sebenarnya ? kemana mami?
"Maaf mbak ,apa mbak bisa segara datang kerumah sakit sekarang !"
"Apa yang terjadi dengan mami saya?" tanya key.
Matanya mulai berkaca-kaca, Radit yang melihat key seperti sedang mendapat kabar buruk pun langsung mengambil handphone dari tangan key.
Dan setelah Radit bicara dengan penelpon diseberang sana, tanpa bicara sepatah kata pun Radit langsung mematikan telepon.
"Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang ya Key!" ajak Radit.
Namun key masih berdiri mematung di tempatnya ,pikirannya menerawang entah ke mana apalagi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan maminya dan kenapa dia harus ke rumah sakit sekarang?
"Apa yang terjadi dengan mami?" key bertanya kepada Radit dengan mata berkaca-kaca.
"Kita kerumah sakit dulu supaya bisa tau semuanya." jawab Radit
Namun Radit seakan sedang menyembunyikan sesuatu kepada key. key memanggil bik minah dan memberi tahu kalau dia akan kerumah sakit.
Key dan Radit berada dalam mobil yang sama, saat itu Radit pun terdiam, dia tidak tau harus bicara apa, dan begitu juga dengan key terus menatap lurus kedepan.
Suasana di mobil menjadi hening, dan Radit terlihat mengemudi dengan kecepatan tinggi agar segera Sampai dirumah sakit.
Mobil mereka sudah terparkir dengan sempurna, Radit menggenggam erat tangan key, dia yakin key akan membutuhkan genggaman tangannya.
Key berjalan cepat dia ingin bertemu mama nya, dan Radit terus saja berjalan ,bahkan tidak berhenti di resepsionis.
Karena sepertinya Radit sudah tau kemana tujuan mereka, key juga terus mengikuti kemana arah kaki Radit melangkah.
Namun key saat itu menghentikan langkahnya, Dan menatap ke arah Radit, dia ingin protes dengan arah Radit berjalan.
"Key ,ayo! saya yakin kamu kuat key."
Perkataan Radit membuat key bingung, dan key terus mengikuti langkah Radit, dan saat ini mereka sedang berada didepan sebuah ruangan, tubuh key bergetar hebat, ketika menatap tulisan dipintu ruangan tersebut.
"Ini pasti tidak benar kan?" tanya key pada Radit untuk meyakinkan dirinya.
Namun belum sempat Radit memberikan jawaban , seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Maaf ini keluarga nya ibu Sintia?" tanya perawat tersebut.
"iya dok, saya putri nya." jawab key.
dokter kembali masuk keruangan tersebut, dan Radit membawa key untuk ikut, namun key merasakan kakinya begitu berat, bahkan tak kuasa rasanya berjalan.
Key mendekat ke arah brankar rumah sakit, yang saat itu terdapat dua brankar diruangan yang sama, key terus berjalan mendekat ke arah kedua brankar tersebut.
Berdiri menatap ke arah dua brankar dihadapannya, tangan key bergetar, dia tak kuasa rasanya.
"Nona, silahkan, apa benar ini keluarga nona?"
__ADS_1
key masih diam, dia masih bingung harus berbuat apa?