
Keesokan pagi key sudah bangun, Dan begitu kaget, karena begitu membuka mata ada seorang pria disamping nya.
"Mas, kenapa mas ada disini?" tanya key panik.
Radit yang baru terbangun dan belum juga kesadarannya kembali iku kaget karena istrinya tiba-tiba menjerit.
"Key! kamu kenapa pagi-pagi menjerit?" tanya Radit pelan.
"Mas, kenapa kita bisa sekamar seperti ini?" tanya key lagi.
Saat itu key seperti seakan lupa ingatan, dia melupakan semua yang sudah terjadi sejak kemarin, mungkin karena terlalu capek key sampai melupakan semuanya.
"Sayang! apa kamu lupa kalau kita sudah Sah menjadi suami istri?" tanya Radit.
"Ya Allah mas, maafkan key."
Radit hanya tersenyum melihat istrinya yang saat itu sudah terlihat lebih tenang, dia paham pasti key terlalu capek sehingga melupakan kalau dirinya baru saja melewati hari bahagia.
"Maaf ya mas, mungkin karena key terlalu lelah."
"Iya sayang, lebih baik kamu mandi, kita sarapan dibawah."
"Iya mas, key mandi dulu ya."
Key pun berlalu meninggalkan Radit sendirian dia tas tempat tidur , dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sampai didalam kamar mandi, key menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi, key menepuk jidatnya pelan, dia benar-benar konyol pagi ini, bisa-bisa nya dia lupa kalau sudah menjadi istri Raditya.
Key segera membersihkan dirinya, dan kembali ke tempat dimana Radit sedang menunggu dirinya, dan key begitu Kemabli masuk ke kamar, dia tak lagi melihat Radit disana.
Apakah suaminya itu pergi lebih dulu untuk sarapan, karena terlalu lama menunggu dirinya? key terlihat cemberut, padahal dia merasa tidak terlalu lama di kamar mandi.
Key pun segera mengenakan pakaian nya, dan ingin menyusul suaminya, namun begitu ingin membuat pintu, pintu pun terbuka dari luar, ternyata Radit yang datang.
__ADS_1
"Mas dari mana?" tanya key heran.
"Saya baru selesai mandi." jawab Radit.
"Kenapa harus mandi ditempati lain?"
"Kan kamar mandinya, masih kamu pakai, jadi saya ke kamar mandi yang lain."
"Mas!"
"Iya!"
"Apa tidak bisa mas itu rubah cara bicara mas?"
"Memang nya apa ada yang salah dengan cara bicara saya?"
"Memang tidak ada yang salah mas, tapi apa tidak bisa mas lebih romantis sedikit, key kan bukan kolega mas."
"Memangnya saya harus bicara seperti apa sayang?"
Radit nampak heran, kenapa tiba-tiba key mempermasalahkan cara bicaranya saat itu, dia mencoba mencari salah dalam cara berbicaranya namun Radit belum juga tau yang mana yang akan menurut key salah.
"Tapi saya tidak tau apanya yang salah."
"Ish mas ini , mulai hari ini tolong mas buang kata saya itu "
"Lalu saya harus bicara seperti apa?"
"Yang penting jngan menyebut diri mas dengan kata saya lagi."
Radit pun akhirnya diam, dia sedikit bingung, tapi apakah memang cara bicaranya terlalu formal dan terkesan tidak romantis sama sekali?
Radit ikut masuk kedalam, setelah key masuk.
__ADS_1
dan mengikuti key untuk duduk di sofa yang ada didalam kamar mereka.
"Apa kita tidak akan sarapan?"
"Apa mas tidak lapar?"
"Lapar." jawab Radit singkat dia takut salah bicara lagi.
"Ya sudah, kalau begitu mas bersiap kita kan mau sarapan dibawah."
"Iya."
Radit malah terlihat lebih aneh untuk key, dengan menjawab setiap pertanyaan key dengan singkat, dia bingung harus bicara seperti apa.
Radit pun segera bersiap, untuk turun ke bawah, setelah keduanya selesai, key yang juga Kana turun untuk sarapan pagi, langsung menggandeng lengan Radit, dan sambil tersenyum.
begitu juga dengan Radit hanya tersenyum melihat sikap key yang manja dengan dirinya, karena memang seharusnya begitu kan?
Mereka menggunakan lift untuk kelantai dasar, dan benar saja disana sudah ada keluarga mereka yang juga kan sarapan bersama.
"Ini dia pengantin barunya baru turun, apa terlalu nyenyak tidur semalam?" goda Rita ketika melihat key dan Radit.
"Iya, key capek makanya baru bangun." jawab key dengan santai.
Namun jawaban key membuat semua yang disana pun senyum-senyum kecuali Rian, karena dia sendiri pun belum berumah tangga.
"Kenapa loe senyum-senyum gitu Ta?" tanya key kepada Rita yang senyum-senyum ke arah nya.
"Enggak ada, loe sensitif Kali key siap menikah." Canda Rita.
"Apapun seh!"
"Udah, kapan kita sarapan nya kalau kalian berdua ini ribut terus." ucap Rian.
__ADS_1
key pun langsung duduk disamping suaminya, dan begitu juga Rita berhenti menggoda key yang menatapnya kesal.
Akhirnya mereka pun menikmati sarapan pagi bersama, sebelum kembali kerumah masing-masing, semoga ini adalah awal yang baik untuk key dan Radit.