CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Mencoba semakin dekat


__ADS_3

Keesokan pagi yang begitu cerah, Key sudah bersiap untuk ke kantor, sebenarnnya Key malas untuk pergi, tapi dia hanya khawatir dengan nilai kuliah nya.


Key turun ke meja makan, disana papi dan mami sudah menunggu dirinya.


"Sayang, ayok sarapan." ajak mami.


Key hanya tersenyum dan duduk dihadapan keduanya, papi menatap putrinya ,dan istrinya benar kalau putri mereka yang ceria sudah tak ada lagi.


Biasanya key yang selalu heboh dimeja makan ,namun sekarang dia hanya diam saja.


"Key, kamu sakit?" tanya papi.


"Enggak Pi, Key baik-baik aja."


Key langsung menyendok kan nasi goreng favorit nya kedalam piring, namun dia tak seperti biasa, hanya makan sedikit saja.


Setelah selesai key langsung pamit untuk ke kantor, tapi papi menahannya pagi itu, karena dia yang ingin dibicarakan.


"Sayang apa boleh papi bicara sebentar?"


"Iya Pi, apa ada masalah Pi?"


"Papi Hanya ingin bicara saja "


"Ya udah Pi, kita bicara diteras aja ya."


Keduanya berjalan menuju teras depan, key duduk menghadap kehalaman ,menatap bunga-bunga yang begitu indah bermekaran dipagi hari.


"Key!" panggil papi.


Key mengalihkan pandangannya ke arah papinya, dan memperlihatkan senyum nya, senyum yang tak lagi seindah dulu.


"Key, kalau ada Masalah boleh cerita sama papi dan mami,key tidak lupa kan, kalau papi dan mami selalu bisa jadi teman untuk key."


"Terimakasih Pi, tapi key baik-baik aja Pi."


"Oya key, dua hari lagi, papi akan meresmikan hotel sederhana milik kita "


"Alhamdulillah Pi, key ikut senang."


"Papi mau Kamu juga ikut bersama papi dan mami."


"Tapi Pi, key tidak suka dengan pesta."


"Sayang, siapa lagi yang akan menemani papi kalau bukan kamu, dulu ada mas mu, tapi sekrang dia pun sudah jauh."


Key diam, menatap papinya, saat ini key berpikir mungkin papi sedang rindu dengan anak lelakinya.


"Apa key mau temani papi dan mami?"


Key mengangguk, sambil tersenyum ke arah papi nya. Dia jadi tidak tega menolak keinginan orang tuanya.


Walaupun sebnarnya Key tidak suka dengan pesta , key lebih suka dirumah dan istirahat.


"Pi , kalau begitu key berangkat ya Pi, takut telat."


"Hati-hati, jangan ngebut."


"Iya Pi.


Key mencium punggung tangan papi nya ,dan pergi menuju mobilnya, seperti biasa mobil itu melaju menembus keramaian dipagi hari.

__ADS_1


Setelah Sampai key langsung ke ruangannya, Meletakkan berkas yang kemarin sempat dia bawa pulang kerumah nya.


Key meletakkan berkas dimeja Radit, tidak lupa key membereskan meja Radit, walaupun mungkin Radit belum bisa masuk kantor.


Key keluar dan ingin menuju ruangannya, namun belum lagi key pergi dari ruangan Radit, begitu membuka pintu, Radit ternyata sudah berdiri di depan pintu ruangannya.


"Pak Radit!"


"Iya ini saya, kenapa sepertinya kamu kaget saya datang? apa kamu berharap saya tidak akan datang?"


"Tidak pak, bukan begitu, saya hanya sedikit kaget karena bapak masih sakit kan?"


"Alhamdulillah, saya sudah lumayan sehat, apalagi besok kita mau meeting dengan klien penting kan?"


"Iya pak, kalau begitu saya izin keruangan saya, berkas untuk meeting besok sudah saya letakkan dimeja bapak."


"Kamu tunggu disini saja."


"Apa ada yang harus saya kerjakan pak?"


"Saya ingin memeriksa proposal nya."


"Tapi kemarin sudah kita periksa di rumah bapak."


"Tapi kan belum selesai."


"Saya rasa juga tidak ada yang salah pak, semua sudah bagus."


"Saya ini kan atasan kamu, kenapa kamu terus membantah."


Key terdiam, dia sebenarnya tidak ingin berada lama-lama disana apalagi disamping Radit, key tak ingin perasaan nya itu tersu tumbuh dihatinya.


Key menurut, dan duduk di sofa yang berada tak jauh dari meja kerja Radit. Dan begitu juga Radit ikut duduk disana.


Jantung key kembali hilang kendali, berdegup kencang, Key Sampai kesal sendiri, bagaimana kalau Radit sampai mendengarnya, pasti itu bisa membuatnya malu.


Key bergeser sedikit menjauh dari tempat Radit duduk, dan Radit yang menyadari kalau key bergeser pun , menatap ke arah Key.


"Kamu kenapa terus bergeser, apa kamu pikir saya bawa virus?"


"Tidak pak, saya hanya ingin duduk disini saja


Dan tanpa basa basi Radit bangun dari tempatnya duduk dan berpindah kesamping key, tepatnya berdempetan dengan key.


"Pak, kenapa bapak pindah kesini?"


"Apa ada masalah? Ini kan sofa milik saya."


"Iya saya tau pak, tapi ini saya kesempitan, nanti saya bisa jatuh."


"Kalau begitu pindah saja duduknya kesini." Radit menunjuk pangkuan nya."


Key menatap ke arah Radit, dia bingung ada apa dengan lelaki dihadapannya, apa dia kesurupan tiba-tiba bertingkah aneh.


"Bapak Kenapa?" tanya key heran.


"Kenapa apa nya?" tanya Radit balik.


"Bapak datang-datang aneh ."


Radit menatap ke arah jas yang dia pakai, dia merasa tidak ada yang aneh dengan dirinya, tapi kenapa key tiba-tiba bilang dia itu aneh.

__ADS_1


"Saya tidak merasa ada yang aneh."


"Terserah bapak saja, tapi tolong bapak bergeser sedikit, saya bisa terjatuh "


"Oke!"


Radit menggeser sedikit, tempat duduk nya Hanya sedikit saja.Namun key tak ingin berkata apapun karena nanti pasti jadi panjang perdebatan nya.


Tak berapa lama terdengar pintu ruangan Radit diketuk.


"Masuk!" jawab Radit.


Dan seorang office boy datang dengan membawa beberapa plastik langsung masuk kedalam ruangan.


"Permisi pak, ini pesanan bapak." Ucap office boy tersebut.


"Terimakasih, letakkan saja dimeja ini."


setelah office boy itu pergi, Radit pun bergeser sedikit mendekat ke arah meja, dia membuka bungkusan yang tadi dibawa.


"Ayok kita makan!" ajak Radit.


"Makan? memangnya dalam rangka apa pak?"


"Memangnya orang makan itu hanya di saat ada momen saja?" tanya Radit kesal.


"Maaf pak ,bukan begitu maksud saya, tapi saya sudah sarapan dirumah."


"Kalau begitu sekrang sarapan lagi, temani saya!"


"Maaf pak, tapi saya masih kenyang "


"Jangan membantah, apa kamu mau nilai magang kamu saya kasih nilai E?"


"Tapi pak, itu tidak ada hubungannya, antara makan dengan nilai."


"Siapa yang bilang tidak ada hubungannya, kamu lupa ,kalau keduanya itu adalah atas perintah saya." Jawab Radit sambil menaik-turunkan alisnya.


"Jadi bapak mengancam saya?" tanya key.


"Tidak bukan ancaman, saya hanya mengajak bekerja sama."


"Tapi pak!"


"Ini sekarang makan!" Radit membuka kan kotak berisi nasi goreng kesukaan key.


Nasi yang selama dua bulan belakangan selalu dipesan kan Radit untuk dirinya saat makan siang, sehingga membuat key Berani mengungkapkan perasaan nya, karena berpikir Radit juga menyukainya.


Mengingat hal itu, bukannya key bersemangat untuk makan, namun dia malah merasakan kecewa dihati nya saat itu.


Namun key Taka bisa berbuat apapun, setiap orang berhak memiliki pilihan, Namun kenapa saat ini Radit malah menjadi sok akrab dengan dirinya, padahal key sedang mencoba membuang rasa dihatinya.


"Pak, tapi saya sedang tidak makan nasi goreng." ucap key.


Namun saat itu key menatap lurus kedepan.Tak mau menyapa ke arah Radit, dia takut tetesan air bening itu membasahi pipi nya.


"Sejak kapan kamu tidak suka nasi goreng."


"Sejak cinta saya bertepuk sebelah tangan."


Keduanya diam, Radit menelan ludah nya, apa begitu dalam luka yang telah dia toreh kan dihati key?

__ADS_1


__ADS_2