
"Key, tolong jangan bersikap sepeti ini!"
"Lalu saya harus seperti apa?"
Radit memutar tubuh key menghadap ke arah dirinya, namun key membuang pandangannya ke arah lain.
"Kayra!"
Namun key tak bergeming, dia tidak tau apa yang akan disampaikan Radit, yang jelas dia ingin melupakan Radit.
"Key, dengarkan saya, saya datang untuk bicara sama kamu."
Radit berdiri dari duduk nya, menarik nafas berat seperti ada beban yang sedang dipikirkan nya saat itu.
"Apa kamu begitu membenci saya, sampai kamu terus menghindar dari saya key?"
"Tidak ada yang harus saya benci."
"Key, apa sudah tidak ada lgi kesempatan untuk saya?" tanya Radit suaranya kalinya mulai terdengar melemah.
"Kesempatan? kesempatan untuk apa pak?"
"Key, saya tau kamu mengerti maksud saya, key tolong berikan saya kesempatan kedua, untuk bisa mencintai kamu."
Key terdiam, Dan tak pernah menyangka kalau Radit akan mengatakan hal itu, padahal saat ini key tak ingin mendengarkan cinta atau apapun itu dari Raditya.
"Key, kamu tau kan kalau saya saat ini begitu mencintai kamu, dan saya yakin kamu juga memiliki perasaan yang sama."
"Maaf pak, tapi saya sudah bilang jauh-jauh perasaan itu "
Key berusaha menahan gejolak dihatinya, seharusnya saat ini dia sedang bahagia, karena lelaki yang dia idam-idamkan juga mencintainya.
Key tidak munafik, kalau cinta itu masih ada dihatinya, Namun key juga bukan orang jahat, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintanya, apalagi kalau sampai harus mengorbankan perasaan wanita lain.
"Key, tolong jujur pada saya, kalau saat ini kamu masih sangat mencintai saya." Ucap Radit.
Namun key masih membuang pandangannya dari Radit, yang saat itu sudah berlutut dihadapannya.
Ingin rasanya key menjerit dan menangisi nasib cinta nya, Namun key tak ingin terlihat membuka kesempatan untuk Radit, karena itu pasti akan menghancurkan hati Aliya.
"Maaf kan saya pak, Tapi saya sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi sama pak Rafit, bukan kah pak Radit pernah bilang saya bukan lah wanita idaman untuk bapak."
"Key tolong maafkan saya, saya saat itu hanya ingin menutupi perasaan saya terhadap kamu."
__ADS_1
Key mencoba menahan sekuat tenaga, air mata yang sudah berada di ujung mata nya.
"Key, andai kamu tau saya juga begitu bahagia saat kamu mengatakan mencintai saya, namun saat itu saya berusaha menutupi perasaan saya."
"Kamu tau kenapa?" tanya Radit.
Key masih diam, dia tak mampu berkata apapun, Karena key takut kalau air mata nya akan lolos begitu saja ke pipi.
"Key, saat itu saya berusaha mengesampingkan perasaan saya karena saya telah dijodohkan dengan Aliya."
"Kalau begitu, lupakan semuanya pak, bukan kah pak Rafit akan menikahi Aliya?"
"Key, kamu harus tau ,saya tidak pernah mencintai Aliya, mama yang menginginkan saya menikah dengan Aliya, karena Almarhum papa dan juga papanya Aliya adalah rekan bisnis."
"Pak, itu bukan alasan untuk saat ini, pak Rafit jangan membuat saya menjadi merasa bersalah pada Aliya."
"Key, tapi saya tidak ingin membohongi diri sendiri dengan menikahi Aliya."
"Maaf pak, tapi lebih baik pak Radit belajar untuk mencintai Aliya, dan anggap saja saya tidak pernah mencinta pak rafit."
Suara key teras tercekat di tenggorokan, key tak mampu untuk mengucapkan hal itu, namun key juga tak ingin dicap sebagi perusak hubungan orang lain.
Dan akhirnya air bening itu lolos ke pipi nya key , dia tak mampu lagi membendung air matanya, key berpikir kenapa takdir mempermainkan hatinya saat itu, key tidak kuat.
Key semakin terisak, dia tak ingin itu terjadi, dan jika itu terjadi bnyak hati yang akan kecewa.
"Pak, jangan lakukan itu, Karena saya kan dicap sebagai perusak kebahagian orang lain."
"Tapi kebahagiaan yang mana key."
Radit menatap key yang sudah terisak , menghapus air mata dipipi mulus key, Radit tidak tega melihat gadis yang dicintainya saat itu menangis.
"Key, saya janji, tidak akan menyakiti kamu Samapi kapan pun, tapi tolong beri saya kesempatan."
"Maaf pak, saya tidak bisa, pak Radit kembalilah seperti dulu, mendampingi Aliya dan jangan kecewakan mama pak Radit
"Tapi key!"
"Pak mungkin Aliya adalah jodoh pak Radit, lupakan saya, jaga dan sayangi Aliya pak."
"Tapi key cinta tidak bisa dipaksakan ,saya tidak bisa melakukan kebohongan ini."
"Pak, hubungan pak Radit dan Aliya jauh sebelum kita bertemu, anggap saja kita tak pernah dipertemukan."
__ADS_1
"Tapi key, kenapa kamu malah pergi disaat saya begitu mencintai kamu?"
"Mungkin karena jalan takdir kita berbeda pak."
"Key, tidak ada salahnya kita berjuang bersama untuk cinta kita."
"Saya tidak bisa, maaf kan saya pak, semoga bapak dan Aliya bahagia."
Key bangun dan melepaskan genggaman tangan Radit di jemarinya, dia keluar dari ruang aula dengan setang berlari ,key menuju toilet wanita.
Dan key menangis disana, dia tak sanggup menahan perasaan nya saat itu, kenapa disaat dia berusaha melupakan Radit, dia malah hadir dan menawarkan cintanya.
Dan ternyata saat itu bersebelahan dengan key, ada Rita yang juga sedang berada di toilet, Rita berdiri didepan toilet yang didalamnya ada key.
Bukan karena dia tau kalau yang didalam adalah key, namun karena ada suara orang menangis didalam toilet .
Dan tak berapa lama key pun keluar dari dalam toilet, Rita menatap key, seperti sedang bertanya ada apa dengan sahabat nya saat itu.
Namun key mencoba terlihat tenang, namun bukan sahabat namanya jika tidak bisa melihat kesedihan sahabatnya saat itu.
"Kita bicara di taman." ajak Rita.
Dan tanpa menunggu persetujuan dari key, Rita menarik pelan tangan sahabatnya, menuju taman, dan saat bersamaan Rita melihat Radit berada diparkiran.
Bermacam tanda tanya ada dihati Rita saat itu, dia yakin apa yang terjadi dengan key saat ini berhubungan dengan Radit.
Mereka berdua duduk disalah satu bangku taman, tempat favorit mereka berdua.
"Apa yang terjadi key?" tanya Rita tanpa basa basi.
Namun key masih diam, terlihat key menarik nafas berat, mencoba menenangkan hatinya saat itu.Namun key masih menatap lurus kedepan.
"Apa ini ada hubungannya dengan kedatangan pak Radit hari ini ke kampus key?" tanya Rita lagi.
Dan saat itu dijawab key dengan anggukan kepala saja, Rita merangkul bahu sahabatnya, membuat key lebih kuat untuk bisa bercerita tentang apa yang sedang terjadi, sampai dia menangis terisak di toilet.
Key menatap Rita, matanya memang terlihat sedikit sembab, mungkin karena menangis kulit putihnya jadi terlihat sembab.
"Kalau kamu belum siap cerita, tidak Masalah key, gue akan tunggu."
"Gue bingung Ta, harus mulai cerita dari mana."
"Kalau begitu sekarang loe tenangkan diri dulu, jangan seperti ini key."
__ADS_1
Key mengangguk kan kepalanya, saat ini dia memang butuh Rita, dan jelas sekali kalau hati key semakin sulit jauh dari Radit setelah dia tau Radit juga mencintai dirinya. tapi akan kah key kembali membuka hatinya untuk Radit?