
Dan setelah ada sedikit candaan dimeja makan akhirnya mereka pun memulai sarapan, Susana mulai hening, semua fokus pada piring masing-masing.
Dan setelah sarapan pagi, mereka pun berniat untuk Kembali kerumah masing-masing, begitu juga dengan Rian dan Rita mereka harus Kembali ke luar kota untuk pekerja nya disana.
"Key, siang ini mas akan berangkat keluar kota lagi, banyak pekerjaan yang sudah menunggu disana."
"Mas Rian, apa tidak bisa kalau melanjutkan bisnis di kota Jakarta saja? key sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain mas disini."
"Key, mas bukan tidak mau, tapi banyak juga usaha papi di luar kota yang harus mas urus, jadi mas percaya kamu bisa mengurus semua yang disini."
"Dan kamu tidak sendirian, sekarang kamu sudah punya keluarga yang baru, ada Radit dan juga kamu sudah punya mama kan sekarang."
Key menatap ke arah Radit, Dan juga Mama mertuanya, memang apa yang dikatakan kakak nya da benarnya, tapi sebenarnya key juga ingin dekat dengan keluarga satu-satunya yang dia punya yaitu kakak nya.
Namun key tak bisa egois, dia harus berpikir lebih dewasa, karena memang begitu banyak bisnis papinya diluar kota.
"Sayang, kamu jangan takut sekarang kan ada mama, ayang akan selalu ada untuk kamu." ucap mertua key.
"Terimakasih ma, terimakasih sudah menyayangi key dengan tulus."
Sesat key, merasa kan kesedihan karena kakak nya akan pergi, dan juga dia yakin Rita juga kan pergi untuk kembali ke tempat nya bekerja. dan benar saja, Rita pun minta izin kepada key untuk kembali ke luar kota.
"Key, sebaiknya saat ini kamu dan pak Radit pikirkan akan berbulan madu kemana!"
"Bukan madu" tanya key balik.
"Iya bulan madu."
__ADS_1
Key menatap Radit yang saat itu, masih menggenggam jemarinya.
"Apa kita akan berbulan madu mas?" tanya key.
"Iya, kamu bisa pilih mau kemana."
"Tapi key belum terpikir ingin kemana."
"Kalau begitu setelah pulang dari sini kamu harus pikirkan ya key." ucap Rita.
"Dan saat gue kembali nanti dari cuti kerja gue akan bisa melihat calon ponakan gue Disni." Rita menunjuk ke arah perut nya sendiri.
Key pun terlihat tersipu malu, bisa-bisa nya Rita membahas maslaah kehamilan padahal dia dan Radit masih belum pun bermalam pertema. key hanya bicara pada hatinya saat itu.
"Ya sudah kalau begitu kita langsung Kemabli kerumah saja " usul Rian.
"Tapi tunggu dulu, loe mau pulang kerumah yang mana key?"
"Ya kerumah gue dong Ta." jawab key kesal.
memang sahabatnya yang satu ini selalu menguji kesabaran saat berdekatan, namun mereka akan saling merindukan saat berjauhan.
Mereka semua pun meninggalkan meja makan dan menuju ke kamar masing-masing untuk mengambil barang-barang mereka.
dan begitu sampai dikamar, Radit bukan nya mengambil barang-barang nya, tapi malah merebahkan tubuh nya dia tas tempat tidur.
"Mas kenapa, masih betah disini?" tanya key.
__ADS_1
" Betah kalau sama kamu sayang!"
"Sejak kapan mas pintar menggombal?"
"Kok gombal, kan benar sama siapa lagi saya bisa bahagia kalau bukan bersama dengan kamu "
"Iya tapi enggak romantis, saya enggak suka." jawab key cemberut.
Dia benar-benar bingung dengan suaminya itu, apa memang cara bicaranya itu harus begitu.
Radit terlihat bingung, dia belum mengerti kenapa istrinya cemberut begitu.
"Ya sudah, saya mau pulang kerumah."
Dan key pergi masuk ke kamar mandi, Radit masih mencari letak kesalahannya saat itu, dan terlihat Radit menepuk pelan jidat nya, ternyata key cemberut dengan cara bicaranya yang terus menyebut dirinya dengan kata saya.
Namun Radit pun bingung , karena dia sudah terbiasa dengan cara bicaranya, jadi sudah untuk nya merubah. tapi Radit akan berusaha untuk Gadi yang selam ini dia cintai dan telah Menjadi Istrinya .
Key yang baru keluar dari kamar mandi, langsung duduk disamping Radit yang masih melamun saat itu.
"Mas, nanti kita ditungguin." perkataan key mengagetkan dirinya.
"Ya sudah, kita turun sekrang!"
mereka berdua pun meninggalkan kamar hotel yang mereka tempati malam itu, hotel dimana mereka menggelar pernikahan dan juga resepsi.
dan mudah-mudahan setelah ini, mereka kan terus saling melengkapi kekurangan masing-masing .
__ADS_1