CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Menyembunyikan luka dihati


__ADS_3

Key akhirnya mengalah, dan ikut makan malam disana, namun hanya berdua dengan mama nya pak Radit, karena pak Radit masih tiduran di sofa.


"Ayo key, duduk disini!"


"Iya Tante , terimakasih."


Key duduk ditempat yang diminta oleh mama nya pak Radit, namun dia sedikit sungkan, Karen baru pertama kali key datang kesana ,dan langsung disambut baik oleh mama pak Radit.


Tapi key sadar Didit, ini semua bukan karena mama nya menyukainya sebagai pendamping oak Radit, tapi Karena memang mama pak Radit adalah orang yang ramah dan baik.


Andai saja mungkin kalau dia tau saat itu key jatuh cinta pada anak nya, mungkin dia malah akan membenci key, karena mencintai pak Radit yang sudah memiliki Aliya.


Key terdiam sesaat, dalam hati key meminta ,supaya dia tak menjadi perusak hubungan orang lain.Key tak ingin seperti itu, tapi key begitu sulit mengendalikan perasaan nya.


"Kamu kenapa key, apa tidak suka dengan masakannya?" mama pak Radit bertanya karena melihat key yang melamun.


"Enggak Tante, tapi apa pak Radit tidak ikut di ajak makan saja Tante." jawab key biara tidak terlihat canggung.


"Tapi sepertinya tadi Radit masih lemas key, jadi biar nanti saja dia makan."


"Iya Tante."


Keduanya diam, dan akhirnya key menyendok kan nasi ke piring nya, dan tak lupa dia juga menawarkan mama nya Radit.


Dan wanita itu dengan senang hati ,mau di ambilkan nasi oleh key, Apalgi key yang selalu memperlihatkan senyum nya itu, ada keteduhan dihati mama nya Radit, yang memang tidak punya anak perempuan.


Mereka berdua pun menghabiskan makanan dipiting masing-masing, dan setelah selesai, key langsung membantu pelayan dirumah Radit, mengangkat piring kotor, walupun sudah dilarang.


Key pun menyusul ke ruang tamu, setelah selesai didapur, Key melihat Radit yang sedang tiduran di pangkuan mama nya.


"Maaf Tante, Key ingin izin pulang dulu."


"Sayang, kenapa terburu-buru, duduk lah dulu disini."


"Tapi Tan, takutnya mami nanti menunggu key."


"Kalau begitu telpon mami kamu key, nanti, biar sopir Tante yang mengantar kamu pulang."


"Tidak usah Tante, nanti malah jadi ngerepotin kan."


"Tidak dong sayang "


Key akhirnya diam, ternyata berdebat dengan mama dan anak ini sama saja, tidak akan pernah menang, Key pun memutuskan untuk ikut duduk diruang tamu.


"Key!"


"Iya Tante."


"Kamu masih lama magang di perusahaan radit?"

__ADS_1


"Mungkin dua Minggu lagi Tante."


"Apa rencana kamu setelah ini?"


"Ya mungkin fokus untuk sidang skripsi Tante."


"Tante dengar key, mahasiswi terbaik ya di kampus?"


"Iya ma, sangking baiknya sampai-sampai dia suka melamun saat kuliah."Jawab pak Radit asal.


"Radit, tidak boleh sepeti itu kamu ini."


"Radit bicara kenyataan ma, Bahakan Radit pernah menghukum key ,saat menjadi dosen tamu dikampus nya."


Key kesal mendengar perkataan pak Rafit, bisa-bisa nya dia cerita Maslah seperti itu sama mama nya, bagaimana kalau mama nya pak Radit jadi menilainya yang bukan-bukan.


"mungkin itu karena dia terpesona dengan kamu." jawab mama Radit sambil tertawa kecil.


"Deg." jantung key tak karuan, kenapa mama pak Radit bisa berpikir begitu, apa terlihat diwajah key kalau dia menyukai pak Radit.


Key jadi salah tingkah, dia mencoba tersenyum ke arah mama pak Radit, walaupun terlihat terpaksa, key menatap ke arah Radit, dengan kesal, tapi pria itu malah tersenyum ke arah nya.


"Tapi kamu jangan kesenangan ya , enggak mungkin juga key suka sama kamu, kamu udah punya Aliya."


Key tersenyum getir, ada perih dihatinya saat mendengar nama Aliya, Tapi perih itu disebabkan oleh dirinya sendiri bukan orang lain.


Dan radit pun terdiam, seakan dia tau kalau key mungkin akan terluka dengan cerita seperti ini.


"Dijodohkan? berarti bukan karena saling mencintai " key bicara dalam hati nya saat itu.


"Aliya itu adalah ank dari kolega nya papa Radit, dan mereka berdua, meninggal dalam perjalanan bisnis, Karena kecelakaan mobil."


Mama pak Radit terlihat menarik nafas berat, Namun aku masih terdiam, aku masih mendengarkan apa yang dikatakan mama pak Radit.


Key paham, pasti ada luka disana karena kehilangan seorang suami, key tiba-tiba juga merindukan papinya yang masih perjalanan bisnis, dalam hati key berdo'a untuk keselamatan papi.


"Untuk Tante, saat ini Tante hanya punya Radit, Dan karena itu Tante dan mama nya Aliya memutuskan untuk menjodohkan mereka berdua, untuk mengenang persahabatan keduanya.


Mata mama Radit terlihat basah, Key mendekat ke arahnya, dan berlutut disamping mama Radit duduk.


Menggenggam tangannya, untuk menguatkan mama nya Radit, Key bisa melihat Tante Maria saat itu sedang bersedih.


"Tante, Sudah tidak usah dilanjutkan lagi, Tante yang sabar ya Tan, hidup dan mati itu sudah di atur yang kuasa."


Tante Maria, mamanya Radit memeluk key, dan dia mulai terisak, Dan key paham pasti kehilangan seseorang yang dia cintai untuk selamanya begitu membuatnya terluka.


Radit yang sedang tidur dipangkuan mama nya ,berusaha bangun dan duduk disamping mamanya, menatap kedua wanita dihadapannya.


"Andai saja kedua wanita dihadapan ku adalah orang yang akan menemani hidup ku nanti Akau pasti bahagia." Tanpa sadar Radit berbicara pada hatinya.

__ADS_1


Dan ketika dia tersadar, tentang apa yang barusan dia pikirkan, Radit mencoba membuang semua pikiran itu jauh-jauh.


Radit tidak ingin menyakiti hati mama nya dengan jatuh hati pada gadis lain, Tapi Radit benar-benar tidak menyangka kalau dia bisa mengharapkan key mendampingi hidup nya.


Apa yang sebenarnya terjadi, apakah saat ini Radit telah jatuh hati pada key, kebersamaan dan perhatian key padanya ,membuatnya menyadari perasaan nya kepada key.


Andai saja Radit bisa jujur pada mama nya, kalau dia tidak pernah mencintai Aliya, dan semua ini dia lakukan agar mama orang satu-satunya yang dia punya tidak terluka hatinya.


Kalau diberikan kesempatan radit juga ingin memilih pendamping hidupnya sendiri, selama ini Radit sudah mencoba mencintai Aliya, Namun dia masih belum bisa.


Memang disudut hatinya, radit mengakui kehadiran Key, membuat hidupnya menjadi lebih hidup dan berwarna, key gadis yang cerdas dan periang ,selalu bisa menenangkan hatinya.


Namun Radit mencoba memungkiri Kenyataan itu dengan menolak cinta key, dia tak ingin mengikuti perasaan nya, karena itu akan menghancurkan banyak hati.


Walupun Radit sadar, dengan menolak Key, itu juga akan menyakiti hati Key, tapi Radit merasa tak punya pilihan lain.


"Key, maaf kan Tante ya, sudah menumpahkan kesedihan Tante."


"Tidak apa-apa Tante, kalau Tante butuh teman, Key akan temani Tante ,sekrang Tante jangan sedih." Ucapa key.


Dan perbincangan mama nya dan Key membuyarkan lamunannya Radit.


"Terimakasih ya key, Kamu tau key makanya Tante ingin Radit menikah secepatnya dengan Aliya, agar Tante punya teman cerita."


Key tersenyum, Walupun terasa ada satu gores luka yang mulai berdarah dihatinya, namun key berusaha untuk tidak memperlihatkan semua itu.


Radit menatap ke arah key, dan tatapan mereka bertemu, Namun saat itu juga key mencoba menghindar, membuang pandangan nya ke arah lain.


"Tante, key harus pamit pulang ya, takutnya kemalaman dijalan, lain kali key kesini lagi kita bisa cerita-cerita lagi."


"Iya sayang, Sekali lagi terimakasih ya key, sudah dengarkan curhatan Tante, dan juga sudah mengurus Radit hari ini."


"Iya Tante jangan sungkan, pak Radit itu kan bos nya key."


Tante Maria ,memeluk key sekali lagi sebelum gadis itu pulang kerumah nya.


"Pak Radit, saya permisi pulang, semoga bapak lekas sembuh."


"Kamu hati-hati."


"Iya pak, Dan jangan pikirkan kantor, saya dan mas Daniel akan mengurusnya."


"Terimakasih, maaf saya tidak bisa bayar kedepan."


"Tidak masalah."


Key pun pergi dari ruang tamu dengan di antar mama nya Radit,


Key langsung masuk ke mobilnya, sejenak key menarik nafas untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


"Ya Allah, apa aku kuat menahan perasaan ini?


Key merasakan perasaan nya saat ini semakin dalam, padahal dia sudah terus berusaha untuk membuangnya, akan kah key sanggup saat harus benar-benar kehilangan pak Radit?


__ADS_2