CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Berada Dirumah sakit


__ADS_3

Key, membenarkan letak bantal nya, dia merasa badannya sedikit sakit, namun key rasnya ingin segera pulang kerumah, ingin istirahat dirumah aja.


Tidak berpa lama , pintu kamar key terbuka, tenyata papi dan mami nya yang datang, mami langsung memeluk putrinya yang sedang terbaring dirumah sakit.


"Sayang, maaf kan mami dan papi yang tidak tau kalau kamu sedang dalam masalah."


"Tidak apa-apa mi, key baik-baik saja."


"Sayang, untung nya Radit meninggalkan pesan ,kalau tidak mami dan papi tidak tau kalau putri mami sedang dirumah sakit."


"Iya mi, Untungnya pak Radit menemukan posisi key malam tadi, kalau tidak key tidak tau apa yang tejadi dengan key."


"Apa Radit sudah pulang key?" tanya papi.


"Tidak Pi, pak Radit pergi untuk sarapan dulu."


Dan ternyata panjang umur, yang disebut-sebut namanya pun masuk keruang rawat key.


"Pak Radit!" sapa papi.


"Iya pak, maaf saya tadi sarapan dulu."


"iya tidak apa-apa, saya mengucapkan banyak terimakasih, berkat pak Radit key dalam keadaan baik-baik saja."


"Ini hanya kebetulan pak "


"Tapi saya dan istri sangat berterima kasih pak Radit, bahkan key sudah dijaga dirumah sakit."


"Jangan sungkan pak."


Radit melihat ke arah key, dan tersenyum, Radit pun berniat untuk kekantor sebentar. Karen sebenarnya pagi itu dia ada meeting.


"Key, saya pamit pulang ya, karena sudah ada mami dan papi,saya ada meeting dikantor."


"Iya pak Radit, terimakasih telah menolong saya ,dan menjaga saya dirumah sakit."


"Apapun ,pasti akan saya lakukan untuk kamu key." jawab Radit.


Dan sebelum pergi Radit menyentuh kepala key, dan entah kenapa key merasakan ketenangan dihatinya , ada rasa bahagia yang tak bisa key ungkap kan.


Andai saja saat itu hubungan nya dan Radit sesuai dengan yang dia harapkan, key pasti akan menjadi orang yang paling bahagia.


Namun key harus menelan kepahitan cintanya dan Radit yang tak mungkin bisa untuk bersama , karena key harus sadar kalau Radit adalah milik orang lain.


Walaupun berulangkali Key mencoba untuk menjauh dan pergi ,namun takdir kembali dan kembali mempertemukan mereka, namun key tak ingin larut dalam rasa yang tak mungkin dapat digapainya.


Key menatap kepergian Radit dari ruangan tempat dia saat ini dirawat, bahkan Sampai lelaki yang sangat dicintai oleh nya itu menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


Dan saat itu, mami tanpa disadari oleh key, memperhatikan putrinya, hati mami terluka saat itu, memikirkan nasib cinta dari putri kesayangan nya.


Namun mami tak bisa berbuat apa-apa, karena mami tau, cinta key tidak mungkin dipaksakan , dan mami Pun tak ingin lagi menjodohkan key dengan siapapun, Mami tak ingin menoreh luka dihati orang lain.


Karena sekuat apapun mami mencoba memaksa key untuk jatuh hati kepada pria lain, itu malah akan melukai hati mereka berdua, karena sepertinya key belum bisa untuk menjauh dari Radit, biarlah waktu yang menentukan segalanya.


"Sayang!" panggil mami.


"Hmm, iya mi." key terlihat melamun.


"Lebih baik key sarapan dulu, sarapannya sudah di antar kan suster."


"Mi, key tidak ingin makan, makanan rumah sakit tidak enak."


"Sayang, jangan seperti itu, ayo makan!"


Mami mendekatkan sendok yang berisi sarapan pagi untuk key, namun nampaknya key enggan untuk memakannya.


Mami terpaksa memaksa key, dan key akhirnya mengalah dan makan sedikit saja, key memang sejak kecil tidak suka dengan makanan rumah sakit, dan juga tidak suka berada dirumah sakit.


Seperti apapun kondisinya dia akan menangis minta pulang kerumah, mami tersenyum sendiri mengingat putrinya yang dulu masih kecil.


"mami!" panggil key.


"iya sayang." jawab mami yang tadinya larut dalam lamunan.


"Tidak sayang, hari ini mami tidak ke butik mami akan jaga key di rumah sakit biar papi saja yang ke kantor."


"Sudah mi jangan khawatir, key sudah baik-baik saja ,Dan key juga sudah ingin pulang."


"Sayang, istirahat dulu disini biar dokter bisa pantau kondisi kamu."


Key memang ingin cepat-cepat pulang , namun dokter masih meminta untuk menunggu beberapa jam ke depan untuk melihat perkembangan kondisinya.


Key begitu jenuh berada dirumah sakit, akhirnya dia mengirimkan pesan kepada Rita untuk datang kerumah sakit.


Tak berapa lama Rita Pun Samapi dan dengan tergesa-gesa Rita, menuju keruangan sahabatnya , begitu sampai Rita langsung memeluk key, dia menangis melihat sahabat nya yang berad dirumah sakit.


"Key, loe kenapa key?" tanya nya.


"Gue enggak apa-apa, udah loe jangan nnagis gue minta loe kesini bukan untuk menangis tapi karena gue suntuk."


"Maaf kan gue ya key."


"kok loe minta maaf?"


"Gue tau key, loe seperti ini ,karena maksain nganterin gue pulang kerumah kan key?"

__ADS_1


"Apaan seh Ta, ya enggak lah." Key tersenyum ke arah sahabatnya.


Dia tak ingin Rita khawatir, Dan juga merasa bersalah.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi sampai loe berada disini key?"


Key pun mulai menceritakan yang terjadi semalam, dan dia juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya, Sampai dia bisa berada dirumah sakit, Dan menurut keterangan dokter, Radit lah yang membawanya ke rumah sakit.


Harti itu, seharian Rita menunggui key dirumah sakit, bahkan mami dna papi dipaksa key untuk pulang, karena dia tak ingin orang tuanya khawatir, jika terus berada dirumah sakit.


Dan sekitar pukul lima sore, Radit terlihat datang dengan membawa bunga dan buah-buahan untuk key, Radit membuka pintu dan melihat key dan Rita didalam kamar rawat.


"Bagaimana kondisi kamu key?" tanya Radit.


"Saya baik pak!"jawab key.


"Ini untuk kamu!" Radit menyodorkan buket bunga mawar merah untuk key, dan meletakkan keranjang berisi buah-buahan di atas meja kecil disamping ranjang key.


"Terimakasih pak, tapi pak Radit tidak usah repot."


"Tidak sama sekali."


Key tersenyum ke arah Radit, senyum yang tak lagi diperlihatkannya ketika bertemu Radit, namun hari ini senyum itu bisa dilihat Radit kembali, ada bahagia di relung hatinya.


Key, sebnarnya sangat bahagia, namun key tak terlalu menujukkan rasa bahagia itu, dibawakan bunga dan dibesuk oleh Raditya, pria tampan yang selama ini selalu selalu mengisi hati nya.


Dan entah kenapa ras bahagia yang coba disembunyikan oleh nya malah tak dapat dikontrol, mata key tiba-tiba berkaca-kaca, Key memalingkan wajahnya dari Radit menatap ke arah lain.


Dan tanpa bisa dicegah oleh nya , pipi key pun basah oleh tetasan air mata , Rita yang melihat sahabatnya itu pun paham, pasti saat ini key sedang kecewa dengan perasaan nya.


Key mencoba menyeka air matanya, dan tentunya itu tak dapat disembunyikan oleh nya dair Radit, dan Radit mendekat ke arah key, melihat gadis itu menangis


"Key, apa kamu baik-baik saja, apa ada yang sakit?" tanya Radit khawatir.


Namun key Hanay diam tak mampu untuk menjawabnya, air mata itu pun tak lagi bisa di kontrol oleh nya, Rita bangun dan memeluk sahabatnya, Rita paham saat ini dengan perasan key.


Key pasti sedang marah dengan rasa Yanga da dihatinya terhadap Radit. Tapi Rita juga tak dapat melakukan apapun, karena apa yang ada dihati key saat ini tak dapat dicegah oleh siapapun.


"Key jangan menangis, saya akan panggilan dokter." ucap Radit.


"Key hanya ingin pulang kerumah!" jawab key.


Radit mendekat ke arah key, menyentuh jemarinya, memberikan ketenangan kepada key, sebnarnya rasa itulah yang begitu dibenci oleh nya.


Rita melepaskan pelukannya kepada key, setelah melihat sahabatnya sudah lebih tenang.


"Saya akan bicara dengan dokter, tolong jngan menangis!" pinta Radit.

__ADS_1


Radit yang saat itu berpikir key menangis karena tidak betah dirumah sakit, andai saja Radit tau key menangis karena rasa nyaman yang diberikan oleh Radit, namun key tak dapat memiliki lelaki itu. Apakah kisah cinta nya akan terus menyakiti hatinya sendiri?


__ADS_2