CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Mulai Cemburu


__ADS_3

Cukup lama mereka seakan tak saling perduli, walupun dalam hati key sebenarnya tidak bisa untuk seperti itu, namun key teringat akan apa yang dikatakan mami dan papi nya.


Dan sejujurnya key pun tak ingin menyakiti hati wanita lain, mungkin akan lebih baik kalau key mengubur cintanya untuk Radit.


Akhirnya waktu istirahat makan siang pun tiba, Key berniat untuk makan


Dikantin kantor saja, namun belum pun sempat key beranjak dari duduknya ,dering handphone nya pun terdengar.


Mengambil handphone yang berada didalam tas miliknya, disana tertera sebuah nomor telpon namun tidak ada namanya.


Sesaat key menatap handphone nya, siapa yang menelepon dirinya, Bahkan key mengabaikan nya, sampai deringnya berhenti sendiri, Namun saat akan pergi dari ruangannya, handphone nya kembali berdering, key melihat nomor yang sama.


Dengan ragu-ragu key pun berpikir mungkin ini penting, karena sudah berulang kali, key langsung saja menjawab telpon tersebut.


"Hallo!" ucapa key.


"Assalamualaikum key!" suara pria diseberang telpon.


"Waalaikum salam, maaf ini dengan siapa?" tanya key ragu-ragu, saat mendengar suara seorang pria diseberang.


"Kamu tidak ingat dengan suara saya key?" tanya pria itu lagi.


"Maaf saya tidak ingat."


"Ini saya kevin."


"Mas Kevin?" tanya key meyakinkan.


"Iya key, apa kamu sedang sibuk?"


"Tidak mas, key mau istirahat makan siang."


"Kalau begitu apa bisa kita makan siang bareng?" tanya Kevin to the poin aja.


"Tapi mas, key cuma istirahat makan siang."


"Saya tau."


"Takutnya kan nanti tidak keburu kalau kita makan siang bareng."


"Tentu saja bisa, saya jemput kamu sekrang ya!"


"Tapi mas!"


Belum sempat key melanjutkan perkataan nya, Kevin sudah mematikan telponnya, sebenarnya key tidak ingin mengiyakan makanya key ber alasan, key juga takut kalau nanti terlalu lama pergi ,Radit akan marah.


Namun belum sempat key menolak Kevin sudah memutuskan sambungan telponnya. Key langsung keluar dari ruangan nya dengan terburu-buru turun ke lobi kantor agar begitu Kevin sampai mereka bisa langsung pergi.


Setelah key berada dilobi, betapa terkejutnya key, ternyata Kevin sudah menunggu dirinya dengan melebarkan senyum nya.


"Mas Kevin sudah Samapi?"


"Iya, kan kamu cuma punya sedikit waktu."


"Kita akan makan siang dimana mas?" tanya key.

__ADS_1


"Apa kamu keberatan kalau kita makan diseberang kantor saja."


"Tentu saja tidak mas, kan lebih dekat." jawab key dengan senyuman.


Senyum yang ternyata langsung memikat hati Kevin diamkan peresmian hotel milik keluarga key. Bahkan pria itu Sampai Bernai bercerita kepada kedua orang tuanya kalau dia menyukai key.


Mereka berdua langsung menyeberang jalan, untuk sampai restauran yang berada tepat dihadapan kantor radit.


Sesampai disana, Kevin langsung mencari tempat yang nyaman untuk key dan dirinya.


"Kamu makan apa key?" tanya kevin.


"Nasi goreng seafood aja mas, dan segelas oranye jus." jawab key.


Kevin pun memesankan 2 porsi nasi goreng dan dua minuman dingin.Sambil menunggu pesanan datang, mereka pun berbincang-bincang.


"Bagaimana kerjaan kamu hari ini key?" tanya kevin.


"Alhamdulillah baik mas,tidak da masalah."


"Mas sendiri, kok bisa keluar apa hari ini tidak ada pasien?"


"Tidak ada, makanya saya mau ngajak kamu makan siang bareng."


"Key!" Panggil Kevin.


"Iya mas!"


"Maaf ya!"


"Kalau kehadiran mama dan papa kerumah kamu membuat kamu tidak nyaman."


Key menatap Kevin yang saat itu terlihat bersalah, Namun lain hal nya dengan key, dia hanya tersenyum, Dan Key tak mau mempermasalahkan hal itu.


"Tidak apa-apa kok mas, key suka orang tua mas sangat baik ."


"Tapi saya tau, pasti itu menggangu pikiran kamu key."


"Tidak kok mas."


"Key, kamu boleh pikirkan semuanya, dan jika kamu sudah punya jawaban ,saya akan menerima apapun itu jawabannya."


"Terimakasih mas."


Ditengah perbincangan pesanan mereka pun tiba, key dan Kevin langsung menyantap nasi goreng yang sudah diantarkan kemeja mereka.


Sesat keduanya, mulai menikmati nasi goreng nya, tak ada yang bicara, apalagi membahas Maslah perasan satu sama lain saat itu.


Namun ternyata disebuah meja yang tak jauh dari sana, ada seorang Raditya yang sedang terus memperhatikan key dan juga Kevin, Bahakan tanpa disadari Rafit meremas tisu yang diletakkan di mejanya.


Dia terus saja menatap ke arah key, apalagi saat key tersenyum ke arah Kevin, hati Radit terasa panas, ingin rasanya Radit menghampiri meja key dan menariknya untuk kembali ke kantor .


Namun Radit tak punya hak saat itu, dia telah menyia-nyiakan kesempatan yang pernah diberikan key kepadanya, dan akhirnya kesempatan itu digunakan oleh pria-pria lain diluar sana .


Radit kesan berniat untuk makan, namun dia hanya bisa menahan amarahnya dan mungkin lebih tepatnya rasa cemburu dihatinya.

__ADS_1


Tanpa menyelesaikan makannya, bahkan lebih tepat tak menyentuh makanan yang telah dipesannya, Radit langsung pergi dari sana, dengan hanya meninggalkan dua lembar uang seratus ribuan.


Begitu juga dengan key dan Kevin, stelah menghabiskan nasi goreng mereka langsung kembali ke kantor, key takut kalau terlambat Radit akan marah pada nya, apalagi banyak pekerjaan yang harus dikerjakan key.


Setalah mengantarkan key sampai ke lobi Kevin langsung izin kembali ke rumah sakit.


Dan begitu juga key langsung kembali keruangannya.


Namun belum pun key sampai di ruangan nya, key melihat Radit sedang memarahi karyawan, dengan alasan tidak disiplin dan sebagainya, padahal selama ini key tidak pernah melihat Radit marah kepada karyawannya.


Key pun jadi khawatir,apa yang sebenarnya terjadi, key langsung berjalan menuju lift dan meninggalkan Radit yang sedang marah dilantai satu.


Key langsung pergi keruangannya, dan di depan ruangan Radit sengaja ada Daniel yang sedang melihat Handphone nya saat itu.


"Mas Daniel ngapain?" tanya key.


"Ini lagi nonton Bos marah." ucap nya asal.


Key pun ikut mendekat, dan benar saja Kevin sedang melihat rekaman Cctv lantai satu. disan terlihat Radit yang sedang marah-marah kepada karyawan.


"Mas Daniel, kenapa hanya jadi penonton, kenapa tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi sampai pak Radit marah?"


"Tentu saja saya tidak ingin dipecat." jawab Daniel.


"Tapi mas, kasihan kan para karyawan."


"Biarakan saja, tidak ada salahnya kan mereka diberikan teguran agar lebih giat bekerja?"


"Tapi tadi saya lihat bukan hanya teguran, tapi pak Radit seperti sangat marah."


"Ya begitu lah."


"Kok tiba-tiba pak Rafit marah seh mas, tidak pernah-pernah nya."


"Saya juga tidak tau."


"Kok bisa, Mas kan asisten pribadinya."


"Entah lah, tapi yang saya tau, begitu di bos pulang makan siang ,dia langsung marah-marah."


"Apa si Bos lagi datang bulan kali ya mas!" ucapa key asal.


"Hush, sembarangan kamu, kamu mau di marahin juga?"


"Ya enggak lah mas, Key masuk dulu ya."


"Kamu kan sekretaris nya, bantu dong tenang kan si bos."


"Enggak Ah mas, saya takut."


"Mana tau sama kamu dia luluh." jawab Daniel, yang memang tau kalau si bos punya hati dengan Key.


Namun key berlaku begitu saja masuk ke ruangannya, Dan tak berapa lama, key melihat Radit juga masuk kedalam ruangannya, dari dinding kaca pembatas ruangan mereka.


Dan tiba-tiba saja Radit, membuang semua benda-benda Yanga da di atas mejanya, key Sampai kaget, dan bertanya-tanya ada apa dengan bos nya.

__ADS_1


Namun key tak ingin bertanya langsung, dia juga takut jadi amukan amarah bos nya, yang saat itu sedang tidak key tau penyebab nya.


__ADS_2