CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Salah Paham


__ADS_3

Disiang menjelang sore itu, Hati key sedang kecewa , dan hati Radit dipenuhi penyesalan.


"Sekali lagi maaf kan saya key, saya tau sudah menyakiti hati kamu."


"Untuk apa, pak Radit repot-repot datang kesini, apa pun yang terjadi dengan saya tidak da pengaruhnya kan untuk pak Radit."


Air mata key, masih saja tak bersahabat dengannya, sesekali key menyeka air matanya, yang membasahi pipinya yang putih.


"Key tentu saja itu berpengaruh untuk saya, kerjaan saya dikantor jadi berantakan, Saya tidak fokus bekerja."


"Lalu apa itu karena saya? saya itu hanya mahasiswi magang ditempat bapak, itu tidak ada pengaruhnya buka, cepat atau lambat saya akan pergi dari kantor bapak."


Radit terdiam, sebnarnya dia sendiri pun, tidak tau kenapa ,dan apa alasan dia tidak ingin key berhenti.


"Lebih baik bapak pulang!"


"Tapi key, tolong besok Kemabli lah ke kantor, saya janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi."


"Tapi saya tidak bisa."


"Kalau begitu saya tidak kan pergi dari sini."


"Apa yang akan bapak lakukan dirumah saya, pulang lah, tidak baik seorang pria yang akan menikah berada diruang perempuan lain."


"Sudah lah key, jangan bahas Maslah itu, saya hanya ingin kamu menjawab iya dan besok kembali bekerja."


"Bapak jangan memaksakan kehendak kepada orang lain."


"Terserah kamu key, saya akan menunggu sampai kamu setuju."


"Tapi saya tidak izinkan bapak berada didalam rumah saya, apalagi tidak pria dirumah ini."


"Oke, kalau begitu saya akan tunggu diluar."


"Terserah."


Key berpikir, kalau tidak mungkin seorang bos besar seperti Radit akan melakukan hal konyol begitu, apalagi hanya untuk seorang sekretaris seperti dirinya, kecuali dia adalah Aliya, mungkin saja itu dia lakukan.


Key meninggalkan Radit yang saat itu sudah berjalan keluar, key naik ke lantai dua Dimana kamarnya berada. key membaringkan tubuhnya, tak ingin perduli dengan apa yang dikatakan Radit.


Sudah lima belas menit berlalu, key bangun dari tempat tidur dan berdiri di balkon kamarnya, key melihat kebawah, ternyata mobil mewah milik Radit masih terparkir dihalaman rumah key.


Key bertanya pada dirinya sendiri, apa benar pria itu akan menunggu dirinya , key pun menunggu di balkon Sampai mobil Radit pergi dari sana, namun sudah setengah jam lebih belum juga ada tanda-tanda kalau Radit pulang.


Dan key melihat kalau ada tetes air hujan yang mulai turun , pelan dan semakin deras, mobil mewah yang mungkin biasnya selalu di selimuti dengan bagus ,namun hari ini malah bermandikan hujan.


Key yang penasaran pun langsung Kemabli turun ke lantai bawah, dan berjalan menuju ke pintu depan rumahnya. Namun belum sampai key ke pintu dia berpapasan dengan mami nya.


"Sayang, apa yang terjadi kenapa mami melihat mobil pak Radit di depan, Dimana dia?"

__ADS_1


"Diluar mi!"


"Maksudnya ,kamu usir pak Radit?"


"Ya enggak lah ma, dia enggak mau pulang ya key cuma bilang kalau diruang ini tidak ada pria ,jadi bagaimana nanti apa kata tetangga."


"Sekarang katakan pada mami, ada apa sebenarnya, Sampai pak Radit kesini, dan bukannya pak Radit itu tunangannya Aliya?"


"Iya mi, dia cuma ingin key kembali ke kantor."


"Lalu?"


"Key enggak mau mi."


"Kok bisa begitu?"


"Udah ah mi, key mau balik ke kamar."


"eh, eh, enggak sekarang kamu suruh dulu pak Radit itu masuk, kamu enggak lihat key diluar hujan deras."


Mami menahan key yang ingin balik ke kamar nya,dia mengurungkan niatnya untuk melihat Radit diluar sana.


"Enggak ah mi, kan enggak baik, kalau ada pria dirumah kita."


"jadi baik membiarkan tamu kehujanan diluar?"


"Key, jangan membantah aja."


"ishh, Key begitu kesal dan pergi membiak pintu depan, dan ternyata benar saja ada Rafit yang masih berdiri diteras rumahnya, air hujan juga terlihat sedikit membasahi teras karena terlalu deras nya.


"Belum pulang juga?" tanya key asal.


"Saya kan sudah bilang, tidak akan pulang kalau kamu belum setuju untuk kembali ke kantor."


"Oke, kalau begitu saya setuju, bapak akan pulang kan?"


Key sengaja setuju, dia ingin lihat apa Radit akan menepati kata-kata nya sendiri kalau dia akan pulang jika key setuju.


"Terimakasih key, kalau begitu saya akan pulang."


"Bisa Terimakasih juga? ya udah hati-hati."


Saat itu niat key hanya main-main, karena dalam hati di yakin tidak akan mungkin Radit pulang karena mobilnya diparkir jauh dari teras, pasti dia akan basah.


"saya pulang."


key tidak menjawab, DNA Radit terlihat tersenyum ke arah key, senyum yang jarang-jarang diperlihatkan oleh Radit, senyum yng saat itu telah meleleh kan hati key, yang selama ini beku terhadap pria.


Dan Radit pun berjalan kedalam hujan, dan berhenti setelah beberapa langkah,memutar badannya ke arah key.

__ADS_1


"Jangan lupa besok datang."


Key ternganga melihat kelakuan Radit sat itu, bisa-bisa nya lelaki itu benar-benar berjalan dalam hujan, Namun key pun akhirnya membiarkan saja karena Radit sudah tiba disamping mobilnya.


Dan mobil itu pun melaju meninggalkan Halaman rumah key, key pun kembali masuk, benar-benar lelaki yang sudah ditebak.


Diruang tamu key sudah ditunggu oleh mami, key bisa melihat banyak pertanyaan di wajah alami ay, Namun key Hanay tersenyum dan berniat untuk kekamar saja.


"Key mami ingin bicara."


"Ada apa mi?"


"Ayo duduk!"


Key tak ingin membantah Maminya, dia pun duduk disamping mami.


"Key ada masalah apa?"


"Tidak ada mi, hanya salah paham saja."


"Key, sekarang jawab dengan jujur pertanyaan mami."


"Mi, kan Key udah jawab barusan."


"Key, apa pak Radit adalah orang yang key cintai?"


Key terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa.


"Key, mami tidak melarang kamu mencintai lelaki manapun yang penting dia mencintai dan menyayangi kamu key, tapi mami juga tidak ingin key menjadi perusak hubungan orang lain."


Key menatap mami yang saat itu berada disampingnya, belum pernah mami bicara keras atau kasar kepadanya, namun key bisa mendengar suara maminya yang meninggi saat itu.


"mi, key bukan orang seperti itu me, key akui memang key jatuh hati sama pak Rafit, tapi tidak ada niat key sedikitpun untuk menghancurkan hubungan pak Radit dan Aliya."


"Key mami bisa melihat dari perlakuan Radit dna juga cara dia menatap kamu key."


"Mi, itu hanya perasaan mami saja, pak radit sudah terang-terangan menolak key mi, karena dia sudah memiliki Aliya."


"Lalu untuk apa dia datang kesini dan bela-belain menunggu kamu diluar Hanya Karena kamu yang tidak ingin kembali ke kantor?"


"Mi, key tidak tau sama sekali, dan key sudah berusaha menerima kalau key memang bukan tipe wanita yang dicintai pak Radit, key sadar diri mi."


"Key mami tidak ingin kalau kamu dicap perebut milik orang lain, mami tidak pernah mengajarkan kamu begitu key."


"Mi, mami kok tega seh ngomong gitu sama key, mami itu orang tua key kan, mami tau kan bagaimana key? Key kecewa sama mami.


Key bangun dari duduknya dan berjalan setengah berlari ke kamarnya, baru tadi pagi dia mendapatkan perkataan yang tidak enak didengar dari Radit, kali ini malah Maminya yang bicara seakan-akan dia sedang berusaha merebut Radit dari Aliya.


kenapa, sepertinya apa yang dilakukan key itu sangat salah, jatuh hati pada pria yang hampir menikah, dan seandainya key tau ,mungkin dia tak pernah ingin jatuh cinta pada siapa pun.

__ADS_1


__ADS_2