
Radit langsung berlari menaiki tangga darurat, dia bahkan lupa kalau bisa menggunakan lift untuk bisa sampai dengan cepat.
Bahkan yang lainnya juga menaiki tangga darurat mengikuti Radit, untuk melihat kamar key, begitu sampai disana Radit langsung masuk ke kamar yang disediakan untuk persiapan key.
Radit memanggil-manggil nama key namun tak ada yang menjawab karena key memang tidak berada disana, Radit langsung masuk ke kamar mandi untuk mengecek kamar mandi yang dibilang bik Minah rusak.
Dan benar saja, kamar mandi itu kosong tidak terisi air bahkan, keran nya pun rusak, Radit terlihat begitu emosi, dia langsung mengambil handphone nya dan menghubungi staf hotel.
"Lebih baik sambil menunggu staf hotel datang, kita cari key dulu disekitar sini." ucap Radit.
"iya benar." jawab Rian kakak key.
Namun belum sempat Radit melangkah, handphone nya pun berdering, dia langsung melihat siapa yang menelpon ternyata mama nya.
"Hallo ma!"
"Radit, kamu dimana ,apa kamu lupa akan menikah, ini penghulu sudah menunggu kamu dan juga Rian."
"Ma, Radit sedang mencari key."
"Radit, apa-apaan seh kamu, jangan macam-macam. Kamu nanti juga akan bertemu key."
"Ma, mama jangan salah paham, dengarkan Radit dulu!"
"Sudah mama tidak ingin mendengar alasan apapun, cepat turun untuk melakukan akad nikah."
"Tapi ma!"
"Radit kamu jangan keterlaluan, dengan membiarkan semua tamu menunggu."
"Ma, dengar dulu! key hilang ma."
"Apa, key hilang? kamu jangan bercanda sama mama Radit, memang nya key hilang dimana?"
"Ma, Radit juga tidak tau ma, ini Radit dan yang lain sedang mencari, cerita nya panjang Radit tidak bisa cerita sekarang."
Radit mematikan telponnya, Dan melanjutkan mencari key, sedangkan mama berusaha meminta pengertian penghulu untuk menunggu sebentar lagi dengan alasan pengantinnya masih bersiap.
Namun tak jauh dari mama Radit berdiri terlihat Aliya yang juga sudah datang kesana, Aliya langsung mendekati mamanya Radit.
"Tante, dimana Radit dan key?"
"Sedang di atas!" jawab mama Radit tanpa basa basi.
Aliya pun diam, karena melihat orang tua Radit yang kurang respon dengan dirinya, namun saat itu Aliya terlihat tersenyum miring, tapi entah apa maksudnya.
Radit dan Rian sudah mencari di semua kamar yang pintunya memang dibuka karena ada yang menggunakannya, namun tak menemukan key.
Mereka pun akhirnya kembali ke kamar yang tadi, dan disana sudah ada seorang staf hotel.
"Apa yang kamu lakukan kenapa sampai teledor begini?"
"Ada apa tuan?"
"Kenapa bisa kamar calon istri saya, kamar mandinya rusak dan tidak bisa digunakan?"
"Apa tuan, rasanya tidak mungkin sebelumnya kami sudah periksa semuanya dan semua kamar yang digunakan tidak ada keran yang rusak."
"Bahkan tadi pagi, saya sendiri juga ikut memeriksanya."
"Tapi buktinya kamar mandinya kosong dan keranya rusak, coba kamu periksa."
"Radit, sabar mungkin dia benar, dan kalau itu memang seperti yang dia katakan ,apa ada yang sengaja merusak?" ucap Rian.
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Apa kamu punya musuh, yang kira-kira ingin menghancurkan pernikahan kamu?"
Radit terdiam, dia mencoba mengingat-ingat, tapi Radit merasa tak ada koleganya yang bermasalah dengan dirinya selama ini.
Sedang kan key yang terkurung dikamar mandi, terus menggedor dan berteriak minta tolong, namun sayang nya tak ada yang mendengar dirinya, akhirnya key pasrah, dan terduduk dipinggir bathtub kamar mandi.
Air yang terus saja mengalir Bahkan sudah merembes keluar dari kamar mandi ,dan mungkin sudah membasahi lantai kamar hotel itu.
Seandainya tidak merembes mungkin air itu sudah sampai sebetis key, karena semen yang dipintu kamar mandi tingginya sudah melebihi diatas tumit.
Key pun akhirnya memutuskan untuk duduk didalam bathub yang saat itu airnya masih belum sampai kepinggir bathub.key sudah tidak sanggup kakinya terendam air.
Sudah hampir satu jam key didalam kamar mandi, bahkan dia sudah kedinginan, karena cipratan air yang mulai meluber dari bak kamar mandi.
Radit dan Rian yang sudah kehilangan arah untuk mencari key pun turun kelantai bawah disana penghulu terlihat sudah gelisah menunggu
Mama yang melihat Radit langsung mendekat, karena mereka tidak melihat keberadaan key saat itu.
"Radit apa yang tejadi, dimana key?" tanya mama panik .
"Key tidak ada ma?"
"Apa maksud kamu?"
"Radit juga bingung, key hilang entah kemana."
"Apa, jadi bagaimana ini ?"
"Radit juga bingung ma."
Penghulu pun mendekat ke arah Radit ,untuk bertanya tentang pernikahan hari ini ,akan dilanjutkan atau tidak.
"Pak, apa bisa bapak tunggu sebentar, calon istri saya tiba-tiba menghilang setelah pergi ke kamar mandi."
"Apa key hilang?" tanya Aliya dengan ekspresi terkejut.
"Apa jangan-jangan, Dia pergi bukan hilang."
"Tutup mulut kamu Aliya, apa maksud kamu bicara begitu?" tanya mama Radit emosi.
"Ya mana tau dia berubah pikiran untuk menikah , dan pergi dengan lelaki lain."
"Jaga ucapan kamu, kamu itu siapa ? Berani sekali kamu bicara begitu tentang key!" ucap Rita penuh amarah.
"Saya cuma bicara sesuatu yang mungkin terjadi." jawab Aliya.
"Cukup ya, sekali lagi kamu bicara saya tampar mulut kamu itu." ucap Rita lagi.
"Oke!"
"Tapi tuan Radit saya juga ada jadwal pernikahan ditempat lain, bagaimana ini?" tanya penghulunya.
"Saya sudah menuggu hampir satu jam."
"Pak tolong kasih saya waktu, saya harus menemukan calon istri saya dulu."
"Tapi tuan."
"Pak Radit, begini saja, saya dan yang lain tetap mencari key, pak Radit tetap melangsungkan akad nikah saja."
"Tapi ,apa bisa begitu?"
__ADS_1
"Bisa saja pak, tapi kita tidak mungkin melanjutkan pernikahan Tanpa mempelai wanita ."
Semua terdiam, karena mereka belum menemukan key, tapi Radit tidak perduli dengan pernikahan yang batal hari ini, dia hanya ingin mencari key.
Tapi jika pernikahan ini batal, pasti semua akan malu, Radit begitu bingung.
"Pak, saya minta waktunya sekitar satu jam lagi, dan jika saya tidak menemukan calon istri saya ,bapak boleh pergi."
"Tolong pak saya mohon!"
"Baik tuan, saya akan menunggu."
Dan semua tamu terlihat gelisah , jadi MC pun diminta untuk mempersilahkan semua tamu undangan mencicipi hidangan terlebih dahulu.
Radit pun pergi Tanpa bicara apa pun lagi dia harus menemukan key dalam waktu satu jam, dan yang saat ini Radit pikir kan jika benar, semua ini disengaja, pasti key dalam bahaya.
Radit langsung menuju ke ruangan Control hotel bahkan sambil berlari, Radit tidak ingin sesuatu terjadi pada key.
Radit pun telah sampai di ruangan control hotel, dan memeriksa rekaman sekitar lima jam yang lalu dilantai dua, tepatnya di kamar yang ditempati key pagi tadi.
Dan rekaman Cctv mulai dibuka oleh petugas, Rita juga terlihat sudah berada disana, dan terlihat di rekaman seorang pria yang memakai jaket masuk ke kamar yang digunakan key.
Dan benar saja pria itu seperti nya yang merusak Keran kamar mandi, dan juga membuang semua air didalam bak. karena dia terlihat pergi dari sana dengan membawa sesuatu ditangannya.
Namun Radit mencoba mengenali namun tak mengenal wajah pria tersebut. kemudian di sana terlihat key yang baru datang, sampai akhirnya key terlihat keluar, mungkin karena ingin ke kamar mandi.
Dan Radit melihat key masuk ke kamar yang tepat berada disamping kamar yang tadi dia gunakan, tapi kenapa mereka semua tak berpikir untuk melihat kesitu.
Mungkin itu karena menurut petugas, kamar itu memang tidak digunakan, jadi sama sekali tidak dibuka.
Radit langsung bangun untuk mencari key disana, namun langkahnya terhenti karena Rita yang memanggil namanya.
Dan Radit begitu terkejut, melihat,Aliya masuk ke kamar yang sama dan Aliya terlihat keluar dan mengunci pintu kamar dari luar.
"Aliya!" Radit dan Rita sama-sama terkejut.
Radit dan Rita langsung pergi dari ruang control dan berlari menuju lift untuk kelantai dua, mereka pun menuju kamar yang terlihat terkunci rapat.
Yang Radit bingung, bagaimana cara Aliya membuka pintu tersebut dan menguncinya, sedangkan staf hotel tidak membuka kamar tersebut.
Radit mencoba membuka, namun hasilnya nihil, pintu itu benar-benar terkunci, dengan khawatir Radit Pun mendobrak pintu kamar, dalam tiga kali tendangan pintu itu pun ambruk.
Radit begitu kaget,melihat air yang sudah membasahi lantai kamar, Bahkan membasahi bagian bawah perabotan dikamar itu.
Radit langsung masuk dan menuju kamar mandi yang air nya terus merembes, Radit mengetuk pintu, Dan memanggil nama key.
"Key , apa kamu didalam?" tanya Radit.
Key yang saat itu sudah menggigil kedinginan pun ,menjawab dengan pelan.
"Tolong buka pintunya!"
Radit Pun melihat ternyata benar saja, pintu itu dikunci dari luar, Radit membuka pintu dan melihat key yang sudah basah dan duduk dalam bathub untuk menghindari air yang terus keluar.
Radit langsung mendekat dan memeluk tubuh key, yang saat itu menggigil, begitu juga dengan Rita langsung masuk begitu melihat key dikamar mandi.
Radit membawa key ke tempat tidur, dan meminta Rita untuk mengeringkan badan key dengan handuk yang ada di lemari.
Radit menghubungi staf hotel untuk memperbaiki kerusakan, dan dia pun membawa key ke kamar satunya lagi, Namun begitu Radit meletakkan key ditempati tidur, key terlihat terkulai lemas.
"Key, bangun key!" Rita dan Radit panik.
Dan apa yang akan terjadi dengan key, akan kah pernikahan mereka hari ini batal begitu saja?
__ADS_1