CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Menjadi istri seutuh nya


__ADS_3

Akhirnya key dan juga Radit sampai dirumah keluarga key, merek tidak kerumah nya Radit, karena kebetulan hari ini Rian akan kembali ke luar kota.


Rian dan Radit duduk diruang tamu, saat itu key pergi untuk membantu Rita beres-beres barang yang akan dibawanya, Rita dan Rian akan berangkat dalam waktu yang bersamaan karena kebetulan mereka bekerja di kota yang sama.


Setelah selesai beres-beres key turun ke ruang tamu, disana sudah ada Rian dan Radit, juga mama nya Rian yang sedang minum teh.


"Mas Rian jam berapa berangkat?" tanya key.


"Nanti siang sekitar jam satu key."


sesaat semua Kembali diam, key sedikit bahagia karena berarti dia bisa bersama kakak nya untuk beberapa saat lagi.


untuk beberapa saat, diruang tamu hanya terdengar canda tawa dari semua yang ada disana, sampai akhirnya Rian dan Rita Oun akan berangkat ke bandara.


Key dan juga suaminya Radit mengantarkan kakak nya dan juga Rita sampai bandara. key memeluk sang kakak saat keduanya akan berpisah.


Dan akhirnya key Kembali kerumah keluarga key, karena disana hanya ada bik Minah, Radit pun sudah memutuskan dia yang pindah kerumah Key.


"Sayang, apa kamu sudah punya rencana mau kemana?" tanya Radit ditengah perjalanan.


key menatap Radit, namun belum memberikan jawaban karen jujur dia pun bingung , key belum punya rencana.


"Key tidak tau mas."


"Bagaimana kalau kita ke Swiss?" tanya Radit.


"Terserah mas saja, key akan ikut kemana pun mas pergi."


"Kalau begitu kita akan lihat dulu, apakah ada tiket pesawat nya."


"Iya mas."


Mereka pun kembali kerumah, suasana dirumah yang tadinya ramai, kini begitu sepi. key menatap ke sekeliling, membuat dirinya begitu merindukan kedua orang tuanya.


Radit yang melihat key nampak murung Pun mendekat ke arah key, memeluk bahu wanita yang telah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Radit lembut.


"Mas, key rindu dengan mami dan papi."


"Sayang, kita harus ikhlas dengan kepergian mereka, lebih baik besok kita ziarah dulu baru berangkat."


"Iya mas."


"Lebih baik kita istirahat, sepertinya kamu begitu lelah."


"Iya mas"


Key dan Radit kembali ke kamar nya, key mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. tak berapa lama key pun keluar dengan jubah mandinya.


Radit yang melihat key langsung mendekat ke arah key, dia menatap key begitu dekat, key sampai merasa kesusahan untuk bernafas, jantung nya berdetak begitu kencang.


"Mas, mas mau apa?" tanya key gugup.


"Mas hanya ingin dengan dengan kamu, apa ada yang salah?" tanya Radit pelan.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Radit.


"Key senang mas sudah bis bicara dengan cara berbeda." ucap key.


Radit hanya nyengir saja, dan saat itu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Ya sudah mas mandi dulu ya!" ucap Radit.


dan Radit langsung masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk yang berada dekat dengan pintu kamar mandi.


Sambil menunggu Radit membersihkan diri key pun Menganti pakaian nya, Karen sebentar lagi mereka akan turun untuk makan malam.


Malam itu Radit dan key hanya makan berdua saja, Susana dimeja makan memang membuat key merasakan ada yang hilang, namun perhatian Radit terhdap dirinya membuatnya merasakan semua yang hilang bisa tergantikan.


Stelah selesai dimeja makan Radit dan key langsung menuju kamar Jay, karena memang mereka ingin istirahat.

__ADS_1


"Mas ,apa sudah da tiket keberangkatan kita?" tanya key.


"Sudah sayang, kamu jangan pikir kan itu, besok kita akan berangkat jam 09.00 pagi."


"Iya, terimakasih ya mas " key bergelayut manja di lengan Radit.


"Terimakasih untuk apa?"


"Karen mas, sudah memilih key untuk mendampingi mas."


"seharusnya mas yang mengucapkan terimakasih, Karen kamu sudah mencintai mas."


" Mas adalah lelaki pertama yang bisa membuat key jatuh cinta, DNA key juga berharap mas adalah cinta terakhir untuk key."


"Terimakasih sayang!"


"Radit menatap key begitu dalam, key yang saat itu bertatapan dengan netra hitam itu kembali merasakan jantungnya berdetak kencang.


Dan tiba-tiba saja, bibir tadi sudah menempel di dahi nya, key memejamkan matanya merasakan kehangatan yang diberikan oleh lelaki pujaan hatinya yang begitu di cintai selama ini.


Key benar-benar tidak menyangka ,kalau takdir menyatu kan mereka ,Bahakan dia saat dia tak lagi yakin kalau Radit bisa bersama dirinya.


Banyak liku-liku dalam hubungan mereka sampai akhirnya mereka berada pada tahap ini, bersama dalam ikatan pernikahan.


Dan malam itu, key dan Radit pun melewati malam pertama mereka, malam yang dilewati sebelum nya oleh keduanya.


Malam ini key sudah menyerahkan dirinya kepada sang suami seutuhnya, Saat itu Radit bisa melihat ada tetesan bening disudut mata wanita yang begitu dicintainya.


Radit yang masih membaringkan tubuhnya disamping key setelah adegan panas mereka pun bangun dan menatap key yang saat itu tubuhnya hanya ditutupi selimut.


"Sayang kamu menangis? apa mas menyakiti kamu?"


Key menatap ke arah Radit, dan menggelengkan kepalanya, dia menangis karena rasa bahagia, akhirnya key bisa menjaga dirinya untuk orang yang telah menjadi suaminya yang sah.


Dalam hati key berharap ,kehidupan mereka akan terus saling melengkapi satu sama lain nya.

__ADS_1


__ADS_2