CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Di atap yang Sama


__ADS_3

Key yang tadinya merasa takut karena memikirkan siapa bos nya, Namun saat itu Key tersenyum ke arah Raditya, dia tak pernah menyangka kalau bos Tempat dia magang adalah Orang yang membuatnya tidur tak nyenyak.


Radit meminta HRD untuk pergi tinggalkan mereka berdua saja saat itu, Radit masih menatap ke arah key, nampak nya ekspresi lelaki itu jauh berbeda dengan key, dia nampak kesal karena key lah yang dikirim kampus ke perusahaan nya.


"Kenapa kamu senyum-senyum?" tanya Radit dengan ekspresi datar.


"Tidak ada pak, bukan nya senyum itu sedekah pak?"


"Tapi saya sedang tidak minta sedekah, dan tolong jangan panggil saya bapak, saya bukan bapak kamu!"


" Maaf pak, Eh maksud saya tuan, Saya memberikan senyum saya dengan ikhlas tuan, jadi Tuan enggak perlu minta." Jawab key santai.


"Apa kamu akan berdiri disana sampai nanti sore?"


Key tersenyum, tanpa basa-basi lagi key langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Radit.


"Kamu yakin ingin magang disini?"


"Tentu saja Tuan, apalagi kampus sudah mengirim kan saya kesini."


"Bagus, kalau begitu bekerjalah dengan baik."


"Iya Tuan, di bagian apa saya akan membantu?" tanya key, kali ini dia serius.


"Saat ini saya sedang tidak punya sekretaris, karena sedang cuti melahirkan, jadi kamu akan menggantikan dia selama tiga bulan kedepan."


"Tapi Tuan, itu bukan basic saya, saya takut tidak mampu."


"belum dicoba, bekerjalah dengan baik, nanti asisten saya akan memberi tahu kamu apa saja yang harus kamu lakukan."


"Tapi Tuan!".


"O iya, satu lagi , saya tidak ingin melihat kamu menggunakan jeans ke kantor ini."


"Saya paham tuan."


"gunakan baju yang sesuai dengan tugas kamu disini."


"Iya Tuan."


"itu meja kamu." menunjuk ke meja yang dibatasi oleh dinding kaca dengan ruangan Raditya.


Key pun mengangguk, dia sedikit tenang, karena sepertinya Radit tidak mempermasalahkan dirinya yang tidak menggunakan rok.


Radit terlihat menekan tombol ditelpon yang ada dimeja ya, dia memanggil seseorang untuk datang ke ruangannya.


Dan tak berapa lama, seorang pria tinggi dan berkulit putih masuk keruangan itu, dan berjalan kesamping meja Radit.

__ADS_1


"Tuan memanggil saya?"


"Iya, Tolong kamu bantu di apa saja pekerjaan yang harus dia lakukan."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


Radit hanya mengangguk kan kepalanya saja, Dan pria asisten Radit memberikan isyarat kepada key untuk mengikuti nya.


"Permisi Tuan!"


Dan pria berwajah datar itu masih memberikan ekspresi yang sama Hanya mengangguk kan kepalanya saja. Key berjalan mengikuti asistennya Raditya menuju keruangan yang tadi di tunjuk oleh Radit.


"Ayo masuk!" Ajak asisten Radit.


"iya pak!"


"Apa saya begitu terlihat tua, sampai harus dipanggil pak?"


"Emang ada yang salah? kenapa pria dikantor ini selalu mempermasalahkan kata pak!" Ucap key sedikit kesal.


"Tidak ada Masalah seh, Hanya saja saya belum merasa menjadi bapak-bapak, Panggil saja saya mas, atau panggil nama saya Daniel ."


"Iya pak Daniel."


"Maksud saya tidak perlu menggunakan kata pak."


"Gitu kan enak didengar." tersenyum ke arah key.


Namun key memutar bola mata nya jengah Dengan sikap dua pria yang baru ditemuinya hari itu.


"Siapa nama kamu?"


"Saya Kayra ,tapi biasa dipanggil key."


"Nama yang bagus, kalau begitu key, silahkan dengarkan apa yang akan saya sampaikan tentang pekerjaan kamu."


"Oke!"


Key memperhatikan dan mendengarkan setiap apa yang disampaikan oleh Daniel, dan sesekali terlihat dia menganggukkan kepalanya tanda sudah mengerti, sedangkan Radit, memperhatikan mereka dari ruangan nya.


Tak berapa lama Daniel pun keluar meninggalkan key sendirian, gadis itu langsung mengambil buku agenda yang tadi diberikan oleh Daniel,


Key memeriksa satu persatu apa yang tertulis di agenda tersebut, dan melihat apakah akan ada jadwal untuk Raditya hari ini, Dan untuk mempelajari semua yang dikatakan Daniel bukanlah hal yang sulit untuk key, yang merupakan mahasiswi terbaik dikampusnya.


Walupun key bukan basic nya seorang sekretaris, tapi dia yakin bisa melakukannya, walaupun mungkin butuh proses. dan saat sedang serius dengan agenda nya ,key mendengar telpon yang ad dimeja kerjanya berdering, Key langsung mengangkat nya.


"Hallo!"

__ADS_1


"Tolong kamu keruangan saya sekarang."


Key mengalihkan pandangan nya ke sebelah kiri tempat dia duduk sekarng, dan benar saja si bos yang menelponnya.Key menutup telponnya dan berjalan menuju ruangan Radit.


setelah mengetuk pintu key langsung masuk, dan memperlihatkan senyum terbaik nya kepada Raditya.


"Bagaimana apa Daniel sudah menjelaskan apa saja tugas kamu?"


"Sudah tuan!"


"Apa jadwal saya hari ini?"


"Hanya survey proyek yang sedang dibangun saja, tidak ada meeting atau pertemuan diluar kantor."


"Oke, kalau begitu bersiap lah kita akan berangkat ke lokasi."


"Maksud tuan saya ikut juga?"


"Tentu saja, kamu kan sekertaris saya."


"Kalau begitu saya ambil tas dulu."


Key mohon izin dan mengambil tas nya di ruangan, dia tak menyangka hari pertama harus meninjau proyek, bukan masalah panas atau apa yang di khawatirkan oleh key, hanya saja dia belum terbiasa dengan pekerjaan nya.


Key mengikuti Raditya menuju lift untuk turun kelantai satu, dan menuju parkiran, entah kenapa key deg degan karena akan satu mobil dengan Radit, namun saat itu key berpikir kalau Raditya akan menggunakan sopir nya jadi dia aman duduk dibelakang.


Karena key sering melihat papa nya kalau sudah meninjau proyek pasti pakai sopir pribadi.Namun kalau ini ternyata key salah, dia melihat Radit masuk di sebelah kanan, ditempat duduk sopir.


Key masih diam ditempat nya, Dia ragu-ragu mau masuk dan duduk didepan, dan akhirnya key memutuskan masuk dibelakang saja.


"Kamu mau ngapain?"


"Mau masuk ke mobil tuan."


"kamu pikir saya sopir pribadi kamu, masuk didepan."


Key pun menutup Kembali pintu yang baru dibukanya dan pindah kedepan, ternyata baru sehari dia satu atap dengan pria itu malah membuatnya sedikit kesal.


Key duduk berdampingan dengan Radit, jantung nya malah berdetak tak karuan, sampai-sampai key mengupat didalam hatinya, karena detak jantung nya yang tidak seperti biasnya, apa benar seperti kata Rita ,kalau dia jatuh hati pada Raditya?.


Tapi tidak mungkin , key membantah itu didalam hati, karena dia baru mengenal Radit, bahkan dia belum pernah sebelum nya jatuh cinta dengan pria mana pun.


Mob terus melaju dengan kecepatan sedang, menembus keramaian jalan rasa hari itu, Key Hanya diam saja dia menatap lurus kedepan, bahkan sesekali menatap keluar jendela dari sebelah kiri nya.


Tak ada yang bicara, keduanya asik dengan pikiran masing-masing, dan hampir satu jam key dan Radit didalam mobil sampai akhirnya mobil itu berbelok ke sebuah gedung menjulang tinggi yang masih dalam proses pembangunan.


Sebuah hotel yang begitu megah nya bahkan.key sendiri mengagumi desain dari bangunan tersebut, Key berjalan mengikuti Radit , Melihat apa saja yang dilakukan pria dihadapannya saat itu, key diam-diam mengagumi Raditya.

__ADS_1


__ADS_2