CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Acara pertunangan


__ADS_3

Acara malam itu pun mulai berjalan, namun key belum juga melihat Radit dan juga Aliya, dimana mereka? bukankah seharusnya pasangan itu berada dia tas panggung megah ini?


Banyak pertanyaan dibenak key saat itu, namun belum ada yang bisa memberikan nya jawaban, key masih sabar menanti kedatang Radit dan juga Aliya.


Walaupun hatinya sakit, akan tetapi key tetap ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri Radit dan Aliya bertunangan.


Pembawa acara di malam itu pun terdengar memanggil pasangan yang akan bertunangan, saat itu key melihat Aliya berjalan dengan senyuman ke arah semua tamu yang datang.


Namun entah kenapa key merasa kalau senyuman itu seakan dipaksakan, apa yang sebenarnya terjadi, Namun key langsung menepis kecurigaan nya.


Mungkin itu hanya perasaan nya saja, key menatap ke arah Aliya yang terlihat sangat cantik malam itu, dibalut oleh gaun putih bertabur permata.


Key sejenak mengangumi kecantikan Aliya yang menggunakan jilbab, mungkin itulah yang membuat Aliya lebih pantas mendampingi Radit, tidak seperti dirinya yang masih memperlihatkan rambutnya didepan banyak orang.


" Andai saja aku bisa seperti mami." begitulah batin key saat itu.


Karena mungkin bnyak yang mempertanyakan kenapa dirinya tidak menggunakan jilbab, berbeda dengan maminya.


Tapi pada kenyataannya nya key memang tak ingin hijrah hanya Kern terpaksa. walaupun key tau itu seharusnya memang dilakukannya.


Sejenak key larut dalam tatapan sendiri kepada Aliya, Sampai akhirnya terjadi sedikit keributan kecil, Karena calon tunangan Aliya yaitu Radit belum juga naik ke atas panggung untuk bertukar cincin.


Dan key pun baru menyadari hal itu, saat semu orang mulai cek Cok disekelilingnya, key terlalu fokus kepada Aliya, sampai dia tidak tau kalau Radit tak ada disana.


Dimana dia? dan kenapa Radit tak juga datang, bukan kah ini adalah Pertunangan yang sudah disiapkan oleh nya.


Dan kembali terdengar suara pembawa acara di Pertunangan Radit memanggil nama Raditya, namun Radit tak juga datang.


Sedangkan diluar ruangan, atau tepatnya disebuah ruangan lain, Radit sedang bersama mama nya.


"Radit, tolong jangan permalukan mama dengan bersikap seperti ini."


Radit masih terdiam ditempatnya, menatap mamanya yang saat itu terlihat seperti sedang memelas kepada dirinya.


Namun tidak mudah meluluhkan hati Radit, mama nya tau Radit adalah orang yanga sangat keras, tapi mamanya tak menyangka kalau Radit akan menolak bertunangan dengan Aliya dihari Pertunangan nya.


"Radit, sekarang semua orang sedang menunggu kamu nak."


"Tapi ma, Radit enggak mau terus menerus membohongi Aliya dengan berpura-pura menyetujui pertunangan ini."

__ADS_1


"Apa maksud kamu Radit?"


"Ma, Radit kan sudah bilang sama mama Radit tidak pernah mencintai Aliya, dan Radit mencintai wanita lain ma."


"Cukup Radit, mama tidak perduli dan tidak mau mendengar apapun, dan kalau kamu tetap memaksa mama akan membenci wanita itu "


"Ma, apa mama sangat bahagia jika Radit menikah dengan Aliya ,walaupun Radit tak pernah mencintai Aliya?"


"Kamu itu telah dibutakan oleh wanita lain, makanya kamu berubah pikiran tentang Aliya."


"Ma, tidak ada yang melakukan itu kepada Radit, tapi Radit lah yang memang sangat mencintai gadis itu."


"Mama bilang cukup, cukup mama tak ingin lagi mendengar kan apapun, sekarang kamu ikut mama."


"Tapi ma!"


"Kalau kamu masih ingin melihat mama, sekarng kamu keluar dan bertukar cincin dengan Aliya, Kalau tidak mama akan pergi dari hidup kamu Radit."


"Ma jangan seperti ini, berikan Radit kebebasan."


"Keputusan mama sudah bulat, kamu mau tetep bersama wanita lain tapi mama kaan membencinya Se umur hidup?".


Radit terdiam, tentu saja di tak ingin jika key harus hidup dengan kebencian mama nya, tapi jika dia setuju menikahi Aliya berarti dia akan menghancurkan hati Key.


Radit merasakan kecewa dengan mama Jay, namun Radit juga tak ingin jika sampai mama nya berbuat nekat, Karena saat ini hanya mama yang dia punya.


"Baik ma Radit setuju untuk bertunangan dengan Aliya, Tapi mama akan bertanggung jawab kan untuk kebahagiaan Aliya?"


"Apa maksud kamu Radit?"


"Ayo ma, semua orang pasti sudah menunggu kita."


Radit keluar dari ruangan itu dan pergi ke tempat dimana acara pertunangan itu diadakan, dan panggung megah itu, Aliya mulai terlihat gelisah , Key.juga merasa kasihan dengan Aliya.


Kemana Radit pergi dan kenapa dia malah berbuat seperti ini ,mempermalukan Aliya fid pan orang banyak.


Dan ditengah kasak kusuk itu, Radit pun tiba disana, naik ke atas panggung, Aliya terlihat tersenyum lebar ke arah Radit.


Namun key yang tadinya gelisah, saat ini sedang berusaha mengontrol emosi nya, rasa hampa di hatinya, ternyata Radit datang dan saat ini berdiri tegap disamping Aliya.

__ADS_1


Ingin rasanya key lari dan pergi dari sana, hati key begitu sakit, melihat cinta nya akan bersama orang lain, ataukah cinta orang lain yang ingin dimiliki oleh nya.


Key masih menatap Radit dan Aliya yang malam itu terlihat serasi dengan baju berwarna senada.


Radit Yanga hanya terlihat dengan tatapan datar itu pun mengubah arah berdiri nya menghadap lurus kedepan , dan tanpa sebagai mata mereka pun bertemu.


Radit dak key saling tatap, key menatap netra hitam itu, yang pernah berjanji padanya akan berjuang untuk cinta mereka ternyata itu hanya bohong.


Dan Radit, Yeng menatap key dengan permohonan maaf, namun tak dapat dia sampaikan saat itu, ingin rasnya pria itu turun dan membawa key kedepan banyak orang, memperkenalkan nya pada dunia sebagai orang yang dicintai oleh Radit.


Akan tetapi Radit tak mampu untuk melakukan itu, dia tak sanggup menyakiti hati mama nya didepan banyak orang.


"Pak Raditya silahkan berhadapan untuk bisa bertukar cincin." ucap pembawa acara malam itu.


Namun cincin pertunangan belum dibawakan ke atas panggung.


"Kalau begitu kita akan menyaksikan acara bertukar cincin Antara pak Raditya dan Aliya." Ucap pembawa acara nya lagi.


"Dan untuk membawakan cincinnya kita akan panggilkan salah satu dari tamu kita, biar yang belum berjodoh segera menyusul ya!" tambah si pembawa acara sambil bercanda.


Semua yang disana pun bertepuk tangan, mungkin itu tanda persetujuan, namun key tak memberikan respon apapun , dia Hanya diam ditempat nya.


"Dan baik, saya minta kepada gadis cantik bergaun maroon untuk naik ke atas panggung !"


Key menatap ke sekeliling apakah ada orang lain yang memakai baju berwarna maroon, walupun key bisa melihat tatapan pria itu ke arah dirinya


Namun key masih mematung, dan berharap bukan dirinya, namun ditengah kegalauan nya, pembawa acara itu langsung turun dan membawanya ke atas panggung.


Ingin key menolak saat itu, andai saja bukan didepan banyak orang, key tak akan sudi untuk ikut, apalagi memberikan cincin pertunangan Radit dan Aliya, sakit rasanya.


Nampan kecil berwarna emas yang berisi sebuah kotak kecil tempat sepasang cincin itu pun diberikan kepada key, dengan tangan bergetar key mengambil alih namanya tersebut.


Tangan nya bergetar karena menahan kepedihan dihatinya, Kenapa harus seperti ini jalan cintanya, apakah dia akan sanggup memberikan cincin itu kepada Radit dan Aliya?


Key berjalan perlahan , berdiri ditengah -tengah pasangan itu, menatap lurus kedepan, sampai mendengarkan aba-aba untuk kedua mempelai bertukar cincin.


Aliya mengambil cincin dengan senyuman tak pernah lepas di bibirnya, dan Aliya memasangkan cincin dijari kiri Radit, disambung dengan tepuk tangan semua tamu.


Tepuk tangan yang key rasakan sebagai pukulan yang menyakitkan untuk dirinya, dan kali ini giliran Radit yang memasangkan cincin dijari Aliya.

__ADS_1


Namun Radit masih membisu tak bergerak ditempatnya, bahkan dia tak menyentuh cincin itu, matanya terus menatap Key yang saat itu menundukkan pandangannya, dia tak mampu menatap mata lelaki dihadapan nya.


Akan kah Radit membatalkan pertunangannya malam itu, dan tak ingin memasangkan cincin dijari nya Aliya?


__ADS_2