
Malam itu key tidak bisa tidur, dan dia pun mengambil kesimpulan bahwa maksud Radit kalau dirinya bukanlah wanita idaman untuk Raditya, Karena penampilannya.
Ya jelas sekali, karena calon istri Radit adalah seorang perempuan yang anggun dan mengenakan jelbab, berbeda dengan dirinya ,yang tomboy dan asal-asalan.
Tapi key bisa kok menjadi sepeti itu, buktinya malam ini dia bisa mengenakan jilbab, key biacara sendiri dikamarnya.Tapi key juga tidak ingin dicintai karena perubahannya.
Untuk key, cinta itu tidak pernah bersyarat kan, dia ingin dicintai dengan dirinya yang apa adanya. dia tak ingin dicintai karena keterpaksaan.
Key berdiri di balkon kamar nya, menatap langit malam itu, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, Namun key belum bisa tidur.
Andai saja waktu bisa berputar, key tak ingin jatuh cinta , Apalagi jatuh cinta pada pria yang telah memiliki calon istri, sakit nya tidak mampu key ungkapkan.
Key menatap bintang yang berkelap-kelip di langit, yang terus memancarkan sinarnya.
"Andai saja semua bisa berputar kembali, gue enggak pernah ingin bertemu dengan pak Radit, gue lebih bahagia seperti dulu, Tapi apa ini Karma buat gue, karena selama ini gue selalu tak ingin membuka hati untuk pria yang jatuh hati sama gue?"
Key bicara pada dirinya sendiri, Selama ini memang banyak lelaki yang jatuh hati pada key, walaupun key itu tomboy, namun aura kecantikannya tetap terlihat.
Namun belum ada lelaki yang bisa membuatnya membuka hati, dan sekali dia membuka hati, malah dia kecewa dan mendapatkan penolakan, ternyata sepeti ini rasanya.
Key seakan merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya, tapi sebenarnya itu tidak salah, dari pada key menerima namun hanya kasihan dan terpaksa , b gitu juga dengan Radit, sebnarnya Radit juga tidak bersalah, hanya saja Radit telah salah langkah dengan memberikan peluang kepada key untuk dekat dengannya.
Sampai-sampai key berpikir kalau Radit juga memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, padahal tidak sama sekali.
Key menarik nafas panjang, dan membuangnya dengan kasar, rasanya dia ingin sebulan lagi itu cepat berlalu, dan dia tak perlu bertemu Radit lagi, mungkin dengan begitu dia bisa lebih mudah menerima kalau Radit memang telah memiliki calon istri.
Key tersenyum getir, namun mau tidak mau dia harus bisa bertahan bersama Radit, dia tidak ingin kuliahnya gagal karena perasaan cinta.
Key berjalan ketempat tidurnya, untuk beristirahat, karena besok di masih harus ke kantor Radit lagi, tiga Minggu lagi teras begitu lama, namun dua bulan sebelum nya teras begitu cepat berlalu.
Keesokan paginya, key dan mami sarapan bersama, Namun mami masih diam, dia tak ingin bertanya apapun.
"Sayang kamu mau kekantor?"
"Iya mi, kan key masih magang mi."
"Bagaimana kegiatan dikantor lancar?"
"Lancar aja mi."
Dan pembicaraan keduanya pun terhenti sampai disitu saja, key pamit untuk pergi, key mencium kedua pipi maminya dan pergi untuk mengambil mobil dan berangkat kerja.
__ADS_1
Sekitar pukul 07.00 pagi, key sudah tiba, seperti kemarin dia langsung mengecek jadwal Raditya hari ini, dan key bersyukur karena tidak ada meeting atau survey proyek hari ini, berarti dia bisa untuk tidak bertemu Radit.
Key juga sudah menghubungi office girl untuk mengantarkan Radit kopi dan makan siang, dia tidak ingin membuatkan kopi untuk Radit, key mencoba menghindar untuk bertemu Radit.
Namun pagi itu jam sudah menunjukkan pukul 09.20 dini hari, namun Radit belum terlihat datang ke kantor, kali ini malah key yang dibuat celingak-celinguk, mencari keberadaan radit.
Key memutar kursinya dan menghadap ke arah ruangan Radit, Bahkan saat itu kopi yang di antar untuk Radit oleh Office girl.
"Kemana sih , si pak Radit kok belum datang?" key bertanya pada dirinya sendiri.
bahkan karna terlalu serius menunggu kedatangan Radit, dia sampai tidak sadar kalau ada orang disampingnya.
"Lagi nungguin siapa?"
"Ini lagi nungguin pak Radit kenapa belum datang ya?" key menjawab pertanyaan tanpa melihat orang disampingnya.
Dan sesaat key terdiam, barusan dia bicara dengan siapa, key membalikkan kursinya, dan menghadap ke arah suara, key ternganga menatap orang yang ada dihadapannya, bahkan Radit yang saat itu sedang sedikit menunduk hampir saja key menabrak tubuh Radit.
"Pak Radit!"
"Iya ini saya."
"Kenapa bapak ada disini?"
"tidak pak!" jawab key sedikit tergagap.
Kenapa tidak key bisa-bisa nya mencari keberadaan radit, apalagi Radit saat itu berada begitu dekat dengannya, hampir saja jantung Key copot.
"Maaf pak, saya izin ke toilet!"
"Kenapa tiba-tiba ingin ke toilet, bukannya tadi kamu mencari saya?"
"Maaf pak, tapi saya tidak mencari bapak?"
"Pintar sekali kamu, tadi bukannya kamu sendiri yang bilng kalau sedang menunggu saya?"
"Maaf pak, mungkin bapak.salh dengar, saya cuma kasihan dengan kopi yang sudah dingin dimeja bapak,Kan jadi mubazir."
"Apa benar begitu?" tanya Radit sambil lebih menundukkan tubuhnya ke arah key.
Key menjadi tersudut ,karena kursi yang dia duduki sudah mundur sampai ke dinding kaca, key terlihat karena bisa-bisa nya pria dingin itu menggodanya begitu.
__ADS_1
"Pak, apa hari ini baik tidak ada kerjaan selain mengganggu saya?"
"Tidak!" jawab Radit santai.
"Maaf pak saya permisi."
Key ingin bangun dan berencana pergi dari sana, namun Radit malah menahan key, sampai dia terduduk kembali ke kursinya.
"Maaf pak, kenapa bapak jadi seperti ini, nanti jadi tidak enak kau dilihat oleh karyawan lain ataupun pak Daniel."
"Kenapa harus tidak enak, Bukannya kamu menyukai saya?"
"Maaf pak, tapi saya tidak pernah mencintai milik orang lain."
"Apa benar begitu?" Radit menatap key, bahkan begitu dekat.
Entah apa yang merasuki Radit pagi itu, dia datang-datang malah membuat key jadi serba salah, memang benar key menyukai Radit, tapi key sudah mencoba membuang perasaan itu, dia tak ingin menghancurkan hatinya sendiri.
Radit semakin mendekat ke arah key, key memejamkan matanya, dia yang tadi Berani menjadi takut, dan berpikir ada apa dengan Radit, dna tiba-tiba saja Radit menyentuh dagu Key, Mata mereka saling bertatap begitu dekat, bahkan sangat dengar, key sendiri bisa merasakan hembusan nafas Radit diwajahnya.
Hampir saja key ikut larut dalam tatapan pria yang pernah menolak dirinya namun apa ini yang dilakukan Radit, key mendorong tubuh Radit dengan kuat sampai lelaki itu mundur beberapa langkah kebelakang.
"Apa yang bapak lakukan?"
"Kenapa kamu marah, bukannya kamu mencintai saya? Dan saya sedang memberikan kamu kesempatan untuk dekat dengan saya." ucapa Radit.
Namun saat itu Key menatap Radit dengan tatapan marah, Dia tidak suka dengan sikap Raditya terhadap dirinya, apa maksud Raditya barusan , apa Raditya berpikir kalau dirinya adalah perempuan murahan.
"Apa maksud bapak bicara seperti itu, dan bersikap seperti itu dengan saya?Apa bapak pikir kalau saya menyukai bapak , bapak bisa memperlakukan saya seenaknya?"
"Saya cuma memberikan apa yang kau ingin kan?"
"Saya ingin kan?"
"tentu saja, perempuan yang Berani menyatakan cintanya kepada seorang lelaki, apa yang kamu ingin kan kalau bukan berada dalam dekapan saya." ucap Radit dengan senyum sinis.
Dan akhirnya ..
"Plak!" sebuah tamparan mendarat dipipi Raditya.
Radit terlihat kaget, karena dia tidak menyangka key tiba-tiba menamparnya.
__ADS_1
"Saya memang mencintai bapak, tapi saya tidak pernah yang bapak katakan, Dan perlu bapak ingat, saya menyesal memilki perasaan itu."
Key mengambil tasnya dan pergi dari ruangan itu, key benar-benar tidak habis pikir apa yang merasuki Radit pagi itu? apa kah Radit berpikir kalau dia begitu rendah?