
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh key pun datang juga, hari dimana dia akan menjadi istri Sah dari radit.
Semua persiapan sudah dilakukan dalam waktu yang begitu singkat, bahkan photo prewedding pun telah selesai dibuat.
Malam itu dirumah key, sudah didatangi oleh sanak sodara mereka , dan disana juga terlihat kakak key. Mereka sedang mempersiapkan semuanya, karena besok key dan Radit akan melakukan akad nikah.
Acara akad akan dilaksanakan di hotel milik Radit, begitu juga dengan resepsi nya. Malam itu key begitu gelisah ,padahal sudah tengah malam key masih belum bisa memejamkan matanya.
Key begitu gelisah, bahkan dia terus mondar mandir di kamar nya, entah apa yang membuat hatinya begitu gelisah. mungkin karena besok key akan melangsungkan pernikahan dengan Radit.
Karena kelelahan terus mondar mandir, Bahkan key sempat turun kelantai satu rumah nya hanya untuk duduk disana. akhirnya key Pun tertidur di sofa ruang tamu rumah nya.
Pagi itu, bik Minah yang baru bangun dan juga kakak nya key Rian langsung heboh ketika melihat key tidur diruang tamu.
"Non key!"
Key langsung terbangun karena suara bik Minah, dia juga masih sedikit bingung karena masih antara sadar dan tidak.
"bik!"
"Non ,kenapa non key tidur disini non?" tanya bik Minah.
"Malam tadi key tidak bisa tidur bik, makanya key turun ke bawah, jadinya key ketiduran disini." jawab key.
"Key, semua akan berjalan dengan baik, kamu seharusnya istirahat."
"Iya Mas, maafkan key ya."
"Sudah, sekarang kamu mandi. kita harus segera ke hotel, karena semua persiapan akan kita lakukan disana."
"Iya mas."
Key langsung bangun dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri, dan key kembali turun untuk berangkat ke hotel.
Karena disana key akan dirias oleh MUA yang biasa merias pengantin, yang telah dipersiapkan oleh radit.
Key langsung masuk ke mobil yang saat itu juga sudah ada bik Minah, key duduk disamping kakak nya.
Key pagi itu memang sedikit lain, dia hanya diam, entah apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya itu, namun Rian hanya diam dia tak ingin menambah beban pikiran key dengan bertanya yang macam-macam.
Mobil pun akhirnya memasuki parkiran hotel, key dan juga rombongan keluarganya masuk ke hotel, dan menuju ke tempat persiapan acara.
Key langsung di antar oleh bik minah menuju kamar yang telah dipersiapkan sebagai tempat untuk merias pengantin wanitanya.
Namun sesampainya disana ruangan itu masih begitu sepi, Bahkan tak ada siapapun disana, jangan kan perias pengantin yang telah disewa Radit, baju pengantin key pun belum terlihat disana.
Key menatap bik Minah, ada rasa gelisah dihatinya, namun key tidak bisa mengungkapkan apa itu.
"Non key kenapa?" tanya bibik.
"Bik, kenapa MUA nya belum datang?"
"Mungkin masih dijalan non, lebih baik non duduk dulu istirahat sebentar sambil menunggu."
"iya bik."
__ADS_1
Jam sudah mulai bergerak ke angka 9, namun belum juga ada Perias pengantin yang datang, padahal acara akad akan dilaksanakan pukul 10.00 pagi ini, ingin rasanya key menelpon Radit ,tapi dia takut malah membuat Radit khawatir.
"Bik bagaimana ini?" tanya key.
"Non tenang ya, bibik telpon den Rian dulu."
"Iya bik."
Tak lama setelah menelpon Rian, bibik pun meminta key untuk sabar karena kakak key akan menyelesaikan semuanya.
Dan seorang pegawai kantor EO yang dipakai oleh Radit pun masuk kesana.
"maaf mbak, katanya perias pengantinnya belum datang?"
"Iya mbak, ini sudah jam 09.00 pagi satu jam lagi saya akan melakukan akad nikah."
"Tapi mbak, semuanya sudah di urus dengan baik, kami sudah memintanya untuk datang jam 07.00 pagi kesini."
"Tapi mereka belum ada mbak, dan baju pernikahan saya juga kenapa tidak ada disini?"
"Baju mbak?"
"Iya, baju pernikahan saya ,yang akan saya gunakan hari ini."
"Tapi mbak , bajunya sudah kami antar malam tadi dan sudah disimpan didalam lemari ini."
"Mbak lihat sendiri!"
Dan benar saja , begitu lemari itu dibuka, staf kantor yang bertugas sebagai wedding organizer untuk pesta pernikahan key begitu terkejut.
"Saya juga tidak tau, kenapa mbak malah bertanya kepada saya?"
Ditengah ketegangan pagi itu, kakak key pun datang , dan dia melihat key yang begitu gelisah, Rian langsung mendekati adiknya dan mencoba menenangkan key.
"Mas, bagaimana ini sebentar lagi keluarga mas Radit akan datang, key masih belum tau baju pengantin key dimana "
"Sabar ya key, Kakak akan turun ke bawah untuk meminta bertanggung jawaban pihak wedding."
Rian kembali terlihat turun ke lantai bawah, untuk bertemu dengan penanggung jawab acara pagi ini. key terlihat mulai benar-benar tidak tau harus berbuat apa, dan akhirnya key menangis di bahu bik Minah .
"Bik, key mau ke kamar mandi dulu untuk mencuci muka "
"Iya non."
Key masuk ke kamar mandi yang ada di kamar tempat dia berada sekarang, namun kamar mandi itu kosong tidak berisi air sama sekali, key mencoba menghidupkan keran di kamar mandi namun sayangnya sepertinya keren di kamar mandi itu pun rusak.
Perasaan key mulai tidak enak, key berpikir apakah stafnya Radit tidak memeriksa kamar mandi terlebih dahulu sehingga bisa seperti ini.
Akhirnya key memutuskan untuk ke kamar mandi yang lain, Kebetulan sekali kamar yang berada di samping kamar key tidak ada yang menempatinya. key pun mencoba masuk karena kebetulan kamar itu pun tidak dikunci.
Key membuka pintu kamar mandi yang berada di kamar sebelah dan ternyata kamar mandinya bagus dan juga air di bak kamar mandi itu penuh , key langsung masuk ke kamar mandi tersebut, dan menutup pintunya.
Saat itu key ingin mencuci mukanya, karena dia baru saja menangis, dan setelah selesai key pun berniat untuk kembali ke kamarnya Yang tadi.
Namun begitu key memutar gagang pintu kamar mandi, pintu itu malah macet dan tidak bisa terbuka.
__ADS_1
key kembali mencoba nya, bahkan kali ini sekuat tenaga, namun ternyata tidak bisa, sepertinya pintu itu terkunci dari luar, tapi kenapa bisa?
Key pun mencoba mematikan keran air yang terus saja mengalir, namun keran dikamar mandi itu pun rusak, air tak bisa berhenti.
Key menggedor-gedor pintu sekuat tenaga, dan memanggil bik Minah juga meminta tolong, namun tak ada yang bisa mendengarnya, karena key berada di dalam kamar mandi.
Key merogoh kantong celananya untuk mengambil handphone,Dan ternyata key baru ingat handphone nya berada di kamar yang tadi.
"Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi, kenapa aku bisa terkunci disini?"
Key menyadarkan tubuhnya didinding kamar mandi, kepala nya pusing,dia yakin pasti Radit saat ini telah datang.
Bik Minah yang sedari tadi menunggu key, namun belum kembali juga akhirnya keluar dan mencari keberadaan key, namun bik Minah pun bingung dimana harus mencari key, karena tadi saat pergi key tidak bilang ingin ke kamar mandi yang mana.
Bik Minah pun mencoba menelpon Rian, memberitahu kalau key belum kembali ke kamar, dan bertanya apakah key berada bersama nya.
Namun Rian pun terdengar panik, dan ternyata dibawah sudah ada Radit yang baru saja sampai disana .
"Ada apa?" tanya Radit kepada Rian.
Rian sesaat terdiam, dia tidak ingin semuanya menjadi khawatir,akhirnya Rian pun berbicara dengan Radit agak sedikit menjauh dari para tamu.
"Radit, MUA yang kamu sewa tidak datang, dan baju pernikahan key juga tidak ada dikamar nya."
"Apa? jadi key belum siap?"
"Tentu saja belum , bahkan saat ini pihak Wedding sedang mencari penggantinya, juga mencari baju pengantin untuk key."
"Dimana key sekarang?"
"Kamu mau apa?"
"Saya harus melihat kondisi key "
"Tidak perlu biar saya saja."
"Tapi saya tidak bisa tenang, kalau hanya diam disini."
Dan Tanpa menunggu persetujuan dari Ryan, Radit langsung naik ke lantai atas di mana kamar yang telah dipersiapkan olehnya sebelumnya untuk key.
Dan belum sampai Radit dikamar itu, dia sudah bertemu buk Minah di ujung tangga.
"Bik dimana key?"
"Maaf den, bibik juga tidak tau "
"Maksudnya?"
"Non key,tadi katanya kekamar mandi, tapi tidak kembali sampai saat ini "
"Memangnya key ke kamar mandi yang mana Bukannya di kamar juga terdapat kamar mandi?"
"Maaf den,tapi kamar mandinya rusak den."
"Rusak, tidak mungkin bik karena semua sudah diperiksa kemarin, semua berfungsi dengan baik."
__ADS_1
Saat itu semua menjadi panik, apa yang akan terjadi setelah ini?