CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Meminta restu orang tua Key


__ADS_3

Sesaat keduanya terdiam, key masih menatap lurus kedepan , memandang keindahan danau yang membentang dihadapannya.


"Mungkin ini terlalu cepat key, saya paham. tapi saya tidak ingin berlarut-larut dalam hubungan yang tanpa status."


"Bagaimana jika mama nya mas Radit menolak key?"


Saat itu bukannya menentukan jawaban atas pertanyaan Radit, tapi malah key balik bertanya kepada Radit.


"Kita akan hadapi sama-sama, tenaga penting kamu selalu mendukung dan berada disamping saya." jawab Radit.


Mata mereka saling bertatap, key bisa melihat kesungguhan Dimata CEO kesayangannya itu, key memperlihatkan senyum nya, tanda bahwa dia akan terus ada untuk Radit, dan berjuang untuk cinta mereka.


Setelah, hampir satu jam mereka ditempat itu, Radit pun mengantar key pulang kerumah, dan Radit sudah mengatakan sama key kalau dia akan menjemput key nanti malam.


Setelah Radit pergi, key masuk kekamar, dan jujur sebenarnya key belum siap, dia takut kalau mama Radit akan menolaknya, dan key juga bingung bagaimana cara menyampaikan semuanya kepada papi dan mami nya.


Dan begitu juga dengan Radit, dia tidak tau bagaimana cara memberitahu mama nya tentang dirinya yang ingin melamar key , dia khawatir jika mamanya tidak setuju dan akan membenci hubungan mereka.


Keduanya galau, dan gundah menghadapi berbagai kemungkinan terburuk untuk cinta mereka, namun Radit akhirnya bertekad, apapun yang terjadi , dia akan tetap berusaha membuat mama nya mau merestui hubungan mereka.


Malam itu jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam hari, key sudah bersiap didalam kamarnya, walaupun key belum izin kepada mami dan papi nya.


Key turun ke lantai bawah, namun dalam hati key berharap Radit sudah datang, karena key takut tidak Berani memberitahu mereka tentang semua nya.


Dan seandainya Radit ada disamping nya, mungkin Radit bisa membuatnya nyaman dan tidak takut seperti saat ini.


Sebenarnya key tidak perlu takut dengan perasaan nya yang mencintai Radit, karena orang tuanya bukanlah orang yang mengekang perasaan putrinya, namun key khawatir karena hubungan Radit dan Aliya juga diketahui mami dan papinya.


Begitu key sampai dilantai bawah, ternyata diruang keluarga juga ada papi dan mami nya yang sedang duduk disana sambil mengobrol, begitu melihat key ,mami langsung memanggil putri kesayangan nya .


"Sayang! tumben udah rapi malam-malam?" tanya mami penuh selidik.


Key Hanya tersenyum, dan duduk disamping maminya , key sebetulnya sedikit kesal, Radit masih belum datang."


"Kok diam sayang mami tanya?"

__ADS_1


Dan pertanyaan mami saat itu membuyarkan lamunan key, namun key tak nciab menghilangkan rasa gelisah nya.


Akhirnya terdengar suara bel berbunyi, tentu saja itu adakah penyelamat untuk key dari berbagai pertanyaan maminya saat itu.


Dan key langsung ingin bangun untuk membuat pintu, sampai-sampai mami merasa heran, karena biasanya key paling malas untuk membukakan pintu.


Namun belum sempat key berdiri, bik minah sudah berlari dari dapur untuk membuat pintu, sehingga membuat key, jadi serba salah lagi, namun key berharap yang datang saat itu adalah Radit.


Dan benar saja, tak lama setelah bik minah berjalan ke depan, dia pun Kemabli dengan diikuti oleh Radit dibelakang nya saat itu.


Mami dan papi menatap heran ke arah key, kenapa tiba-tiba Radit datang kerumah mereka, namun key masih diam, sampai Radit sudah berdiri dihadapan ketiga nya .


"Selamat malam, Om, Tante!" sapa Radit dengan sapaan yang berbeda malam ini.


Biasanya Radit yang memanggil mereka dengan sebutan pak dan ibu namun makam ini menjadi Om dan Tante.


"Selamat malam pak Radit, silahkan duduk!" pinta papinya key.


"Jangan terlalu formal, Om panggil saya dengan sebutan nama saja!" jawab Radit.


sejenak suasana hening, semua mungkin larut dengan pikiran masing-masing, dan sampai akhirnya, Radit memulai pembicaraan malam itu.


"Om, Tante , sebelumnya Radit mohon maaf jika kedatangan Radit membuat Om dan tante bertanya-tanya."


"Sejujurnya begitu." jawab papi.


"malam ini saya datang bukan sebagai kolega dari bapak ,tapi saya datang sebagai teman dari key."


Mami dan Papi menatap key, seakan sedang memberikan banyak pertanyaan, tentang ada apa sebenarnya, dan apa yang sedang terjadi.


Namun key masih diam membisu, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada kedua orang tuanya.


"Om, Saya tau dan yakin sekali kalau om dan tante sudah tahu ,kalau saya dan key saling mencintai."


"Ya , tentu saja tentu Tante tahu akan hal itu, tapi Tante juga tahu kalau kamu dan Aliya telah ber tunangan itu artinya kamu sudah tidak pantas mencintai key lagi."

__ADS_1


"Maka untuk hal itulah Malam ini saya datang untuk menemui om dan tante , Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan om dan tante."


"Radit, Tante minta sama kamu tolong jangan menyakiti hati key, apalagi mempermainkan dirinya seperti ini."


"Saya tau Tante, Saya pernah melakukan kesalahan terhadap key, namun saya sudah menyadari semuanya."


"Kalau begitu katakan apa yang kamu inginkan?" tanya papi tegas.


"Sebelumnya, om dan tante harus tahu kalau hubungan pertunangan saya dengan Aliya sudah berakhir."


"Apa maksud kamu? kamu jangan main-main Radit " papi terlihat emosi.


Bahkan Papi saat itu lupa Kalau Radit adalah orang terpandang dan terpenting dalam menjalankan bisnis nya.


"Om,tolong berikan saya waktu untuk menjelaskan semuanya."


Sesaat semua diam, dan hanya Radit yang bicara, menjelaskan tentang semua yang terjadi antara dirinya dan juga Aliya dan juga tentang Aliyah yang sama sekali tidak mencintainya ,mereka berdua terpaksa ber tunangan karena paksaan dari kedua orang tua.


Key masih belum bersuara, dia takut , apalagi reaksi papinya yang begitu marah ketika mendengar Radit dan Aliya telah memutuskan pertunangan mereka.


"Om, saya datang kesini untuk meminta restu dari Om dan juga Tante, untuk saya bisa bersama key."


"Tapi tante tidak ingin Putri Tante dianggap sebagai perusak hubungan orang lain, apalagi hubungan kamu dan Aliya Baru saja berakhir apa yang akan dipikirkan oleh orang banyak di luar sana."


"Tante, tidak peduli dengan apa yang orang katakan terhadap saya yang penting untuk saya ,Saya tahu kalau Key tidak bersalah, dan Aliya tidak pernah mencintai saya."


"Tapi itu tidak cukup Radit, pasti berita kamu tidak jadi menikah dengan Aliya akan tersebar begitu cepat."


"saya paham, yang saya butuhkan saat ini adalah dukungan dan juga restu dari kalian berdua ,jika itu sudah saya dapatkan saya akan menyelesaikan semua permasalahan saya dengan Aliya."


Papi dan mami terlihat diam, entah apa yang ada di pikiran mereka saat itu ,yang jelas papi juga tahu kalau key sangat-sangat mencintai Radit. Dan mungkin itu adalah hal yang diimpikan oleh key bisa bersama Radit, tapi papi tidak ingin key kecewa ,dia tidak ingin menjerumuskan Putri satu-satunya ke dalam hubungan yang salah.


Key menundukkan pandangannya, dia tentu berharap papi dan mami merestui mereka, walaupun key tau mungkin dia harus berjuang lagi untuk mendapat restu mama Radit.


Namun akan kah, kedua orang tua key memberikan Restu terhadap hubungan Radit dan key?

__ADS_1


__ADS_2