
Key terdiam, dia tidak menyangka pernikahannya dan Radit kacau seperti ini, dan bagaiman dengan pesta pernikahan yang akan digelar besok malam?
"Mas, apa sebenarnya yang terjadi? key merasa seperti ada yang sengaja mengunci pintu kamar mandi."
"Kamu jangan pikirkan apapun, mas sudah mengurus semuanya." jawab kakak key.
Key pun akhirnya diam, mungkin memang lebih baik dia istirahat kan tubuhnya, Dan menenangkan hatinya saat itu.
Tak berapa lama dokter kembali masuk untuk memeriksa key, dan key begitu melihat dokter langsung meminta untuk pulang kerumah.
"Dokter apakah saya sudah boleh pulang?"
"Saya akan periksa terlebih dahulu."
"Bagaimana dokter?" tanya Radit.
"Semua normal, kalau saran saya lebih baik menginap dulu untuk malam ini."
"Tapi dokter, saya merasa baik-baik saja."
" Key, dengarkan kata dokter dulu." jawab Rita.
"Tapi dokter, saya akan merasa cepat sehat jika pulang kerumah."
Dokter pun diam sesaat dan tersenyum ke arah key saat itu.
"Baiklah, kalau memang ingin pulang kerumah, besok tapi harus kembali kesini untuk diperiksa lagi."
"Iya dokter."
"mohon maaf Dokter, apa bisa kalau nanti saya akan minta dokter pribadi keluarga kami saja yang kerumah." Tanya Rian.
"Tentu saja bisa."
Dan setelah dokter keluar, Rian pun meninggalkan ruang rawat key untuk membereskan semua administrasi dan key bisa dibawa pulang.
Sedangkan Rita dan Radit membantu key, untuk bersiap dan pulang kerumah. mereka pun membawa key kerumah orang tua key.
Begitu sampai dirumah key langsung dibawa beristirahat disalah satu kamar dilantai bawah, karena key masih terlihat lemas, dan ternyata bik Minah juga sudah sampai dirumah, dia langsung membantu nonanya yang baru keluar dari rumah sakit.
"Non key, non istirahat saja nanti biar bibi buatkan minuman hangat ,supaya non cepat pulih."
"Iya bik, terimakasih."
Key membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dan di sana hanya tinggal Rita saja karena Radit dan Ryan sudah keluar untuk duduk di ruang tamu.
Mereka terlihat bicara serius, namun bik Minah yang melihat hal itu hanya diam, apalagi dia sempat mendengar tentang rencana mencelakai key yang dilakukan di hotel malam ini.
"Bagiamana apa semua nya sudah selesai diproses?" tanya Radit.
"Sepertinya begitu, Aliya kaan ditahan dikantor polisi sampai pemeriksaan selesai."
"Bagus kalau begitu, memang lebih baik Aliya mendekam di penjara, atas apa yang sudah dia lakukan terhadap key."
"Saya besok akan kesana." ucap Rian.
"Lebih baik kamu fokus saja dulu dengan rencana pernikahan kalian."
"Bukankah semua undangan sudah disebar, dan bagaimana apa akan dilanjutkan?" tanya Rian.
"Saya tidak ingin melakukan apapun jika kondisi key masih belum sehat."
"Kalau begitu besok bicarakan lah dengan key masalah ini."
"Iya, saya juga berencana begitu, dan malam ini saya akan pulang dulu, kasihan mama pasti khawatir."
"Iya, kamu lebih baik bertemu key lebih dulu."
"Iya."
Radit pun menuju kamar key, dan disana ada Rita yang masih berbicara dengan key.
"Key kamu belum tidur?"
"Belum mas."
"Key, saya harus pulang ini sudah malam, kamu harus istirahat, dan besok saya kaan kesini lagi."
"Iya, mas hati-hati ya ini sudah malam."
"kamu jangan khawatir."
__ADS_1
Radit mengelus kepala key, dan menatap key penuh cinta, dia bisa gila rasanya kalau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada key.
Radit pun meningkat. rumah key untuk kembali kerumah mama nya, dia yakin saat ini pasti mamanya sudah berada dirumah.
Dan benar saja, begitu sampai dirumah , mama masih belum bisa tidur dia kepikiran dengan calon menantunya.
"Ma, kenapa belum tidur?" tanah Radit.
"Radit bagaimana kondisi key?"
"Key sudah pulang kerumah ma."
"Alhamdulillah, apa sebenarnya terjadi, mama juga tadi melihat Rian membawa Aliya?"
"Ma, Aliya mencoba mencelakai key."
"Apa? tapi kenapa bisa?" Mama terlihat terkejut.
"Ma, Radit juga belum tau alasannya , tapi Aliya memang terlihat di rekaman hotel kalau dia lah yang mengunci pintu kamar key dari luar."
"Ya Tuhan, kenapa Aliya bisa berubah seperti itu, sepeti bukan Aliya yang mama kenal selama ini "
"Tapi mama jangan khawatir, Aliya saat ini sedang diperiksa polisi."
"Lalu bagaimana dengan pernikahan kmu dan key Radit, semua undangan sudah kita sebar."
"Mama jangan pikirkan itu, Radit akan mengurus semuanya, besok Radit akan bicara dengan key ma."
"Lebih baik Mama istirahat."
"Kamu juga istirahat "
"Iya ma."
Malam itu, Radit tidak bisa tidur, dia kepikiran tentang kondisi key, dan juga proses pemeriksaan pada Aliya, Radit tidak akan membiarkan Aliya bebas begitu saja atas apa yang telah dia lakukan terhadap key.
Radit benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Aliya, apalagi itu hampir mencelakai key, Radit seakan benar-benar sudah tak lagi mengenal Aliya.
Aliya yang selama ini terkenal lembut ternyata memiliki sisi lain dari dirinya, Padahal Radit sendiri tau kalau Aliya dan dirinya berpisah karena memang Aliya mencintai pria Lain, namun kenapa sekarang Aliya malah menghancurkan pernikahan nya dan juga key.
Radit yang tadi terus berjalan mondar mandir didalam kamarnya pun akhirnya mendudukkan tubuhnya diatas tempat tidur. mencoba menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata.
Dan pagi itu Radit terbangun karena dering handphone nya, padahal masih begitu pagi.
Radit menatap sebuah nomor yang tidak tertera namanya, dan kemudian mengabaikan nya begitu saja. Namun tak berapa lama nomor itu kembali menelpon ke handphone nya.
"Siapa ini? kenapa menelpon begitu pagi?" ucap Radit sedikit kesal.
Akhirnya Radit memutuskan untuk mengangkat telpon tersebut, takutnya penting.
"Hallo!" ucap Radit.
"Hei, Radit apa-apaan ini, kenapa kamu sampai hati memperlakukan Aliya sepeti ini?"
"Apa kamu lupa ,kalau Aliya itu duku pernah menjadi tunangan kamu?"
Pertanyaan bertubi-tubi Radit terima dari penelpon yang diseberang sana, dan Radit langsung bisa menebak kalau yang menghubunginya subuh buta itu adalah mamanya Aliya.
Namun Radit belum memberikan jawaban sepatah katapun, dia masih mendengarkan ocehan dari mamanya Aliya yang panjang lebar itu.
"Radit ,Tante mohon kamu tolong bebaskan Aliya!"
"Maaf Tante, apa Tante sudah selesai bicara?"
"Kalau sudah sekarang Tante dengarkan saya baik-baik, saya tidak bisa membiarkan Aliya bebas begitu saja "
"Apa maksud kamu Radit?"
"Tante harus tau kesalahan dari anak Tante, dia hampir saj menghilangkan nyawa dari calon istri saya."
"Apa? Tapi itu pasti salah paham Radit, tidak mungkin Aliya melakukan hal itu."
"Kalau begitu nanti Tante datang kah sendiri ke kantor polisi, dan kita akan bertemu disana supaya Tante bisa tanya sendiri kepada Aliya."
Mama Aliya terima, Dan Radit pun menutup telponnya, dia tak ingin pusing dengan hal yang tidak penting seperti itu dipagi hari begini.
Apalagi Radit sudah meminta pengacaranya untuk mengurus semuanya, dan dia tidak ingin Aliya bisa bebas jika memang Aliya bersalah.
Radit bangun dari duduknya, dan menuju kamar mandi, dan bersiap untuk sarapan. dia akan kerumah key untuk melihat kondisinya pagi ini.
Dan Radit juga ingin membicarakan rencana nya untuk menunda pernikahan mereka, karena Radit tidak ingin terjadi sesuatu pada key.
__ADS_1
Pagi itu setelah sarapan Radit langsung menuju kerumah key, dia juga akan ke kantor polisi setelah dari sana.
Radit yang sudah memarkirkan mobilnya langsung menuju ke pintu utama rumah key, Dan membunyikan bel.
Tak berapa lama terlihat bik Minah membukakan pintu.
"Den Radit!"
"Assalamualaikum bik."
"Waalaikum salam den, mari silahkan masuk!"
"Key sudah bangun bik?"
"Sudah den, tapi tadi masih dikamar nya."
"Ya sudah kalau begitu saya tunggu di ruang tamu aja bik."
"Den langsung keruang makan saja, biar sarapan bersama."
"Tidak usah bik, saya baru selesai sarapan bersama mama dirumah."
"Ya sudah den, saya kasih tau non key dulu."
"iya bik terimakasih."
Bik Minah meninggalkan Radit diruang tamu, dia langsung menuju kamar key untuk memberitahukan kalau Radit datang, Dan bik Minah menuju dapur untuk membuatkan Radit kopi.
Key yang mendengar Radit datang tidak jadi keruang makan, dia menemui Radit di ruang tamu.
"Assalamualaikum mas!" panggil key.
"Waalaikum salam, bagaimana keadaan kamu pagi ini?"
"Baik mas."
"Kamu sarapan dulu aja, saya tunggu disini."
"Tidak apa-apa mas, nanti saja."
"sarapan lah dulu, kamu baru keluar dari rumah sakit."
"Kalau begitu mas temani key sarapan!" pinta key.
"Tapi saya sudah sarapan bersama mama."
"Ya sudah key juga sarapan nanti saja."
Radit tak lagi dapat menolak, melihat calon istrinya mulai cemberut, dia pun mengalah dan ikut ke ruang makan.
Seorang CEO Raditya yang terkenal tak pernah bisa di atur dan ditundukkan oleh siapapun, namun sekarang ini dia dirindukan oleh perasaan cintanya.
Seorang kayra benar-benar merubah hidupnya saat itu, dan membuat hidupnya yang membosankan itu menjadi penuh warna.
Dimeja makan Radit pun bertemu dengan kakak.key, kebetulan Radit memang ingin bicara dengan Riyan Maslah menunda pernikahan nya.
Dan setelah sarapan, Radit dan juga yang lainnya berkumpul diruang tamu, Radit langsung menggunakan kesempatan itu untuk bicara.
"key, Saya datang kesini untuk membicarakan masalah pernikahan kita "
"Iya mas, sebnarnya key juga ingin bicara masalah pernikahan kita."
"Key ,malam tadi saya sudah pikirkan semuanya, mungkin akan lebih baik kalau kita tunda saja pernikahan kita "
"Apa ditunda?" tanya key terlihat terkejut.
"Iya key, kamu juga masih belum sehat benar kan."
"Mas, tapi semua undangan sudah kita sebar, dan besok malam kita akan melaksanakan pesta pernikahan kita."
"Saya tau, tapi pernikahan kita Oun sudah kita tunda."
"Mas, key baik-baik saja, dan key sudah pikirkan semuanya, kita akan menikah besok pagi , Dan kita akan menikah dengan sederhana saja."
"Tapi key!"
"Mas, yang penting adalah Sah nya, bukan pesta mewah nya."
Radit terdiam, dia tak bisa berkata apapun , karena sepertinya key memang ingin pernikahan ini tetap dilaksanakan, Dan itu adalah besok pagi.
Tapi sebenarnya Radit juga tidak keberatan dengan pernikahan yang sederhana, dan dia setuju dengan key yang penting sudah Sah, tapi yang Radit khawatir kan adalah kondisi key.
__ADS_1