
"Non, sabar non key kenapa, Ada apa non?" tanya bibik.
Namun key masih terisak , dia belum bisa memberikan jawaban apapun, si bibik masih mencoba menenangkan.
Bibik bangun dan meninggalkan key, untuk mengambil air putih, dia tidak tega melihat key yang masih terisak.
Namun dia dapur bibik bertemu dengan mami nya key, yang saat itu sedang mengambilkan air mineral untuk papi key.
"Bik, kenapa terburu-buru, ada apa?" tanya mami key khawatir.
"Buk, itu buk non key menangis diruang keluarga." Jawab bibik jujur.
"Apa bik, key menangis?"
"Iya buk."
"Ada apa bik?"
"Saya juga tidak tau buk, tiba-tiba saja saya melihat non key menangis, Sampai tubuh non key merosot kelantai."
Mami yang mendengar perkataan bibik Oun tak lagi menunggu, dia langsung berjalan setengah berlari menuju ruang keluarga, bahkan mami sampai lupa ingin mengambilkan papi nya air minum.
Dan begitu Sampai diruang keluarga, mami begitu kaget melihat key memang sedang menangis dengan duduk dilantai disamping sofa.
Mami langsung mendekati key, karena khawatir dengan apa yang terjadi pada putrinya.
"Sayang, key kamu kenapa sepeti ini?"
Mami begitu khawatir, dia memeluk tubuh key, begitu erat, key yang baru saja ditinggal kan mami dan papi nya ke kamar, tapi mami malah mendengar key menangis.
"Sayang jangan seperti ini cerita sama mami!"
Namun key masih belum memberikan jawabnnya, key masih saja menangis, Samapi akhirnya tanpa sengaja mami melihat sebuah kertas yang sudah kusut di atas lantai.
Mami meraih kertas tersebut, dan penasaran apakah kertas ini yang membuat putrinya menangis, tapi ini apa?
Mami membuka kertas yang berserakan dilantai itu, dan membukanya perlahan, mami pun tak kalah terkejut, ternyata itu adalah undangan pertunangan Radit dan Aliya.
Apakah itu artinya putrinya masih belum bisa melupakan Radit, miris dirasakan oleh mami key, putrinya yang begitu dia sayangi sedang terluka hatinya.
"Sayang, kamu yang sabar ya, mami kan sudah pernah bilang ,jodoh itu sudah di atur, mungkin Radit bukan jodoh kamu."
Key masih diam dan terisak didalam dekapan sang mami, dia belum bisa menerima Radit akan benar-benar pergi dari dirinya, dan tak kaan ada lagi harapan untuk nya saat itu, mungkin itu terdengar egois tapi key memang tak dapat menyembunyikan cintanya kepada Radit.
__ADS_1
Mami, memeluk key, dan membawanya untuk pergi ke kamar, mami ingin key bisa beristirahat dan menangkan hatinya saat itu.
Sesampai dikamar key masih duduk di sudut tempat tidurnya, air mata belum juga berhenti membasahi pipinya saat itu.
"Key, mami mohon belajarlah melupakan Radit, bukalah hati kamu untuk Kevin key!"
Key masih diam, belum ada yang sanggup untuk dia ucapkan ,apalagi berpikir tentang mencintai pria lain saat itu, dia sedang kecewa, key pernah berharap kalau Radit benar-benar mencintai dirinya , namun harapan key itu hanya omong kosong saja.
Radit malah memutuskan untuk meresmikan hubungan nya dengan Aliya setelah mengatakan kalau dia begitu mencintai key, apa itu tidak terlalu menyakitkan untuk dirinya.
"Key, mami tinggal ya, istirahat jangan banyak pikiran, mami yakin key kuat "
Key masih diam mematung, dia tidak tau harus berkata apa, apalagi yang dikatakan maminya benar, kalau dia bukanlah jodoh untuk Radit, DJ seharusnya dia sadar akan hal itu disaat dia tau Radit sudah memiliki Aliya.
Key berjalan menuju balkon, menatap langit yang begitu panas siang itu, ada rasa perih yang tak dapat dia gambarkan, key memejamkan matanya menikmati panasnya matahari yang memancar ke arah balkon kamar.
Key tak pernah menyangka, kalau semua Kana sepeti ini, akan kah dia sanggup untuk menjalani semuanya.
"Pak Radit, kenapa pak Radit mempermainkan perasaan saya, kenapa pak?"
key kemabli terisak, dia telah salah mencintai, dia tak mampu rasanya untuk melupakan semuanya, andai saja waktu bisa berulang key tak pernah ingin mencintai, apalagi jatuh cinta kepada Radit.
Dua hari lagi, adalah hari dimana Radit dan Aliya akan bertunangan, key rasa nya tidak akan sanggup untuk hadir, apalagi harus menyaksikan orang yang dia cintai bertunangan dengan orang lain.
Key berusaha menenangkan hatinya saat itu, dia menghapus Air matanya, dan berjalan menuju meja belajarnya, key mengambil laptop miliknya mencoba mengerjakan tugas skripsinya yang hampir rampung.
Namun key tetap tak bisa fokus, air mata nya seperti tak bisa berhenti, key menelungkup kan kepalanya keatas meja, dia berusaha menangkan diri, namun belum juga bisa.
Bahkan sampai waktu makan malam tiba ,key tak juga turun untuk makan, mami sampai membawakan makan malam nya ke kamar, namun makanan itu tak juga disentuh oleh key.
Dia larut dalam kesedihan hatinya, rasa kehilangan yang tak sanggup dia bayangkan.
waktu terus berputar, mata key belum juga bisa terpejam, dia tidak kuat membayangkan acara pertunangan Radit.
Key melirik jam didinding kamarnya ,dan ternyata sudah hampir jam 06.00 pagi, namun key belum bisa tertidur.
Dia duduk bersandar ditempat tidur nya, Perlahan key bangun menuju kamar mandi, dia berniat untuk ke kampus lagi hari ini, walupun dia tak bersemangat untuk bimbingan.
Namun key tak ingin kekecewaan menghancurkan masa depan nya sendiri, mungkin saat ini Radit sedang tersenyum bahagia, sedangkan dia menangisi Radit yang mengecewakan dirinya.
Setelah selesai mandi, key bersiap untuk ke kampus pagi ini, dia juga menelpon Rita kalau dia akan menjemput nya pagi ini.
Key ingin berbicara dengan Rita, untuk sedikit meringankan beban hatinya, key tak ingin bercerita kepada orang tuanya, karena key takut mami akan kepikiran dengan dirinya.
__ADS_1
Key turun ke bawah, dan disana Hanay ada bibik, karena mami dan papi masih belum turun.
"Bik, mami dan papi dimana?" tanya key.
Bibik menatap ke arah key, melihat nonanya yang mata nya sembab karena terlalu lama menangis, Namun bibik tak ingin bertanya apapun, karena itu bukanlah hak dia untuk bertanya.
"ibu sama bapak masih dikamar non key."
"Bik, nanti tolong bilang key sudah berangkat ke kampus ya bik."
"Iya non, apa non key tidak sarapan dulu?"
"Tidak bik, key sarapan dikampus dulu, key pergi ya bik!"
"iya non, hati-hati!"
"Iya bik "
Key berangkat begitu pagi, dia membawa mobilnya menuju rumah Rita, Key sengaja berangkat pagi-pagi supaya bisa bicara dengan Rita di taman.
Sesampai dirumah Rita, ternyata sahabatnya sudah berada diteras rumah, dan Rita langsung masuk ke mobil.
"Kita mau kemana key?" tanya Rita dia yakin sahabatnya ini ingin bicara dengan dirinya.
"Kita ke taman ya Ta?"
"Oke!"
Mobil melaju ke taman , tempat favorit key dan Rita untuk bersantai. key mencari sebuah bangku taman dan duduk disana.
Taman masih terlihat sepi oleh penjual karena memang , masih sangat pagi, key menatap lurus kedepan.
"Loe mau cerita apa key?" tanya Rita, memang sahabatnya ini begitu peka dengan dirinya.
"Ta, apa gue salah jatuh cinta sama pak Radit?" tatapan key masih lurus kedepan.
Rita menatap sahabatnya, Rita bisa melihat kesedihan diwajahnya key, apalagi di datang dengan mata sembab.
"Key, loe enggak salah mencintai pak Radit, Tapi key loe juga harus tau kalau loe dan pak Radit itu tidak mungkin bisa bersama."
"Gue tau Ta, gue salah. Tapi ta kenapa pak Radit mempermainkan perasaan gue Ta?"
Rita menarik nafas berat, dia tidak tega melihat sahabatnya yang sedih sepeti ini, namun Rita Oun tak bisa berbuat apapun, mau tidak mau, suka tidak suka key harus belajar melupakan semuanya, tapi apa key bisa?
__ADS_1