CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
pernyataan cinta


__ADS_3

Hari yang melelahkan terobati dengan melihat wajah tampan Radit , Key Bahkan tidak kesal harus berjalan dalam terik matahari, yang penting dia bisa berada di dekat Radit.


Setelah jam tiga sore hari ,Key dan Radit kembali ke kantor, setelah semua kegiatan di lokasi pembangunan hotel itu selesai. dieprjalan, Masih sama saja tak ada sepatah kata pun yang Raditya ucap kan.


"Tuan, hotel nya sangat bagus ,letak nya juga begitu strategis ya!"


"Tentu saja, pembangunan nya sudah direncanakan jauh-jauh hari."


key menatap sejenak ke arah lelaki disamping nya, tumben dia tidak jutek dengan key, key saat itu berpikir mungkin karena membahas masalah pekerjaan.


Mobil Radit terlihat membelok kesebuah restoran, padahal tadi dia bilang harus Kemabli kekantor untuk melihat laporan yang diberikan di proyek pembangunan hotel tadi.


"Tuan, kenapa kita kesini, bukannya kita akan kembali ke kantor?"


"Tapi kita belum makan siang kan? lebih baik kita makan dulu."


Key pun menurut turun dan ikut masuk ke restoran tersebut, mereka pun mengambil tempat duduk disudut , dan segera memesan makan siang.


Tak ada yang bicara sampai pesanan mereka tiba, apalagi key yang saat itu begitu terpesona dengan letak restoran yang mereka singgahi , begitu asri dengan pemandangan yang indah disamping kirinya.


Setalah pesanan datang, key dan Radit langsung menghabiskan makanan nya dan kembali ke perusahaan.


Mereka berdua langsung menuju keruangan setelah sampai di parkiran, key membiak laporan yang sudah diberikan kepadanya oleh Radit, dan memeriksa nya lembar demi lembar.


"Tuan, saya tidak begitu paham Maslah pembangunan ini, karena sebelumnya kan ditangani oleh sekretaris tuan, jadi bagiamana ini?"


"Biar Daniel yang akan memeriksanya."


"Iya tuan."


"Tolong buat kan saya kopi!"


"baik tuan."


Tanpa banyak membantah, key langsung keluar ruangan, walupun key bukanlah gadis yang feminim seperti yang lainnya, akan tetapi kalau Hanay untuk buatkan kopi, dia sangat bisa, karena key sering membuatkan papanya kopi.


Key menuju pentri dan membuatkan kopi untuk Radit, disana dia juga bertemu dengan seorang office girl.


"Maaf nona, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau buatkan kopi untuk tuan Radit."


"Kalau begitu biara saya saja, nona tunggu saja di ruangan."


"Tidak apa-apa mbak, biar saya saja."


"Oke, jangan lupa tuan tidak suka kopi yang terlalu manis." ucapa office girl Sambil tersenyum ke arah key.

__ADS_1


Key Hanya mengangguk dan membalas tersenyum, dia langsung saja mengambil kopi dan membuatkan kopi untuk bos nya. dan Kemabli keruangan Radit.


"Kenapa kamu lama sekali, apa tidak ada pekerja nya Disana?"


"Tapi tuan meminta saya membuatkan kopi."


"Maksud saya kamu minta tolong dengan pekerja disana untuk membawakan kopi untuk saya, kamu tidak perlu turun kebawah untuk ambil kopi."


"Tidak apa-apa tuan, saya senang membuat kopi."


"Tapi saya ragu, apa kopi buatan kamu bisa diminum?"


"Apa maksud tuan? tentu saja bisa silahkan dicoba."


"Tapi saya tidak yakin, apalgi dengan penampilan kamu yang lebih mirip laki-laki."


"Apa ada laki-laki yang pakai blazer seperti ini?" ucap key sambil menunjukkan baju nya.


Radit hanya menatap sekilas, dan memang benar hari ini gadis dihadapannya sedikit berbeda dengan cara berpakaian, mungkin karena akan magang begitu kata hati Raditya.


Radi segera meminum kopi buatan Key, sebenarnya dia sedikit was-was, Namun tak ada salahnya dicoba.


"Bagaimana apa ada yang aneh?" tanya key


"Lumayan."


Radit hanya mengangguk, hari itu memang Radit bisa melihat kalau key memang memilki kemampuan dalam management Bisnis, bahkan gadis itu cepat memahami apa yang disampaikan oleh nya.


Bahkan kalau harus jujur, Radit memang mengagumi key sejak bertemu dikampus dan key bisa menyesuaikan hukuman yang dia berikan dengan baik, padahal dia baru melihat materi nya, Tapi untuk Radit hanya sekedar mengagumi.


Sore itu, Radit dan key pun kembali kerumah masing-masing, key memesan taksi online untuk pulang karena tidak membawa mobilnya, bahkan key Memeng berniat membawa motor saja ke kantor Radit.


Dan sejak hari itu Sampai dua bulan kedepan, key magang di kantor Radit, semuanya aman dan semua pekerjaan Key selesaikan dengan baik, Radit pun tak lagi jutek dengan key.


Namun ternyata hal itu malah membuat key semakin memiliki harapan yang besar, karena dia berpikir Radit sudah membuka hati juga terhadapnya, karena kedekatannya selama dua bulan ini.


Pagi itu key datang pagi-pagi sekali ke kantor, Karen Rafit akan ada meeting dengan perusahaan besar, dan begitu Radit tiba dia sudah melihat semua berkas sudah ada dimeja nya.


"Kamu jam berapa datang?"


"Jam setengah tujuh pagi."


"Kenapa pagi-pagi sekali, kita meeting masih tiga jam lagi."


"Tidak apa-apa, key senang bisa cepat datang."


"Setelah sebulan lagi mungkin saya harus mencari lagi sekretaris yang baru, dan harus menyesuaikan diri lagi."

__ADS_1


Key hanya tersenyum, Dalam hati dia berharap supaya Radit mau mempertahankan dirinya disitu, Walupun kuliah nya masih belum selesai.


"Tuan sudah sarapan?"


"Belum."


"Kalau begitu saya pesankan sarapan dulu."


"Tidak perlu, saya bisa sendiri."


"Udah tidak perlu sungkan, key juga belum sarapan." jawab key.


Akhirnya Radit mengalah dan key memesankan sarapan untuk nya, mereka sarapan bersama pagi itu, semua perhatian Kye dianggap Radit hanya sebagai sekertaris dan atasan.


Namun lain hal nya dengan Key, dia beranggapan dengan tidak ada penolakan Radit atas semua perhatian nya salah karena Radit, juga memberikan nya kesempatan untuk menempati hatinya.


Sekitar pukul sepuluh pagi itu meeting pun dimulai, saat itu Radit malah memberikan kesempatan kepada key untuk memimpin meeting pagi itu, key sedikit gugup, namun dia bisa mengatasinya dengan baik.


Dan semua selesai sesuai harapan, perusahaan asing itu setuju menjalin kerjasama dengan perusahaan Raditya.


Atas keberhasilan itu, Radit memesan begitu banyak makanan untuk para staf kantor dan juga untuk Kayra.


"Terimakasih Kayra!" Radit bersalaman dengan Kayra bahkan begitu lama baru tangan itu dilepaskan. Sampai-sampai jantung key mau copot aja rasanya.


"Bukannya ini memang tugas key, melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini?"


"Oke, tapi ini sungguh sangat luar biasa, sekarang kita makan dulu." ajak Rafit.


Mereka makan siang di ruangan Radit, Key saat itu sesekali mencuri pandang kepada lelaki yang telah meluluhkan hatinya, ternyata saat ini dia benar-benar jatuh cinta.


Bahkan key, merasa harus melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan cintanya, Key tak ingin pria yang begitu dia idam-idamkan Selama hampir tiga bulan ini semenjak pertemuannya di kampus jatuh ke pelukan wanita lain.


"Tuan , Saya ingin bicara."


"Katakan saja!" jawab Radit yang masih fokus pada handphone nya.


Key menatap lelaki yang saya itu berada disamping kanan nya, dan tiba-tiba key menggenggam jemari Raditya, dan tentu saja lelaki itu sontak terkejut.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Berikan key waktu untuk bicara."


Radit tak memberikan jawaban, Dan malah berusaha menarik tangannya ,namun key malah menahannya bahkan kalau ini dengan kedua tangannya.


"Tuan, key saat ini jatuh hati dengan tuan, Key tau ini salah tidak seharusnya key sepeti ini, tapi key tidak ingin kehilangan tuan."


Sesaat Radit terdiam, dia menatap netra hitam dihadapannya, mata itu memang terlihat begitu teduh dan tulus saat mengatakan hal itu, Namun Radit masih terkejut dengan pernyataan Kayra terhadap dirinya, Jawaban paa sebenarnya yang akan diberikan oleh Radit kepada Kayra?

__ADS_1


__ADS_2