
Ternyata untuk bersama itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, papi terlihat keberatan dengan hubungan keduanya, namun papi hanya diam.
Dan malam itu, key Pun mengurungkan niatnya untuk pergi kerumah Radit, apalagi suasana hati kedua orang tuanya sedang tidak baik.
Radit pun akhirnya pulang ke rumah tanpa membawa Key bersamanya, setelah melihat tanggapan dari kedua orang tua key radit pun berpikir mungkin akan lebih baik jika dirinya membicarakan hal ini dengan mamanya terlebih dahulu.
Dia tidak ingin kalau sampai mamanya menolak key setelah datang ke rumah, mungkin itu akan menyakiti hati key, lebih baik dia sendiri yang lebih dulu meyakinkan mamanya tentang hubungannya dan juga key.
Radit mohon izin dan kembali kerumah, sepanjang perjalanan Radit terlihat gundah, apalagi dia tau mamanya, sangat menginginkan Aliya menjadi menantunya.
setelah mendengar semua kenyataan pasti Mama sedang kecewa dan pasti tidak mudah untuk mama membuka hati untuk wanita lain sebagai menantunya.
Radit memarkirkan mobilnya di parkiran rumahnya dan masuk ke dalam untuk beristirahat, radi berharap mudah-mudahan mamanya sudah tidur dan Dia tidak ingin ditanya macam-macam oleh mamanya.
Namun ternyata yang dipikirkan radit salah, namanya masih duduk di ruang tamu menunggu kepulangannya malam itu.
"Kamu sudah pulang?" tanya mama.
"Iya ma, baru juga nyampek." jawab Radit masih dengan santai .
"duduklah di sini dulu Mama ingin bicara hal yang penting dengan kamu"
Radit pun tidak menolak,dia duduk di samping mama nya, menatap mamanya yang saat itu masih menatap lurus kedepan.
"Ma,apa yang ingin mama katakan?" tanya Radit.
Sesat mana diam, menatap ke arah putranya, namun wajah mama saat itu terlihat begitu serius.
"Radit, kamu sudah lihat berita hari ini?" tanya mama.
"Berita?" Tanya Radit tidak mengerti.
"Iya berita!"
'Berita apa ma?"
"Berita tentang hubungan Pertunangan kamu dan aliya."
"Tidak ma, Radit tidak tahu apa-apa tentang hal ini, emangnya apa yang diberitakan tentang Radit?" Tanya Radit lagi.
"Berita kalau kamu dan Aliya batal bertunangan karena orang ketiga."
'Tapi bukankah itu memang kenyataannya kan ma?"
"Tapi Radit kenapa berita ini begitu cepat tersebar luas?"
"Ma, Radit juga tidak paham dengan apa yang sedang terjadi."
__ADS_1
"Radit lebih baik kamu segera klarifikasi masalah ini,jangan sampai orang-orang berpikir jelek tentang kamu, itu bisa membawa citra buruk perusahaan ."
"Sudah lah ma, semuanya akan baik-baik saja, Mama jangan terlalu memikirkan hal itu, nanti Radit akan minta danil untuk menyelesaikan semuanya."
"Tapi nak!"
"Sudah ma, semua baik-baik saja, lebih baik Mama istirahat ini sudah malam , radit juga ingin istirahat besok ada meeting di kantor."
Radit bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan mamanya menuju kamarnya di lantai atas ,sebenarnya walaupun tadi terlihat tak peduli dia juga khawatir kalau ada berbagai macam berita di media yang mungkin dapat menyakiti hati key.
Setelah berada di kamar, Radit nelpon Daniel dan memintanya segera membereskan permasalahan ini . Radit juga menceritakan sekilas tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Saat ini dia berpikir mungkin akan lebih baik jika dia mengurungkan lebih dahulu niatnya untuk membicarakan masalah hubungannya dan juga Key, Radit tidak ingin kalau mamanya menyalahkan key atas apa yang terjadi.
Malam itu Radit begitu gelisah, ternyata permasalahan dalam hubungannya dan key tiada habisnya,Radit sampai berpikir apa mungkin semua masalah ini memberikan pertanda bahwa dia dan key memang tidak berjodoh.
Radit menarik nafas berat, untuk menenangkan rasa kecewa rasa gelisah di hatinya, Apapun yang terjadi Radit tidak ingin pemberitaan apapun atau hal apapun yang akan menyakiti hati key .
Dan keesokan hari nya, pagi-pagi sekali Radit sudah pergi ke kantor, dia ingin bicara dengan Danil tentang permasalahan yang diceritakan nya malam tadi.
Dan ternyata Danil juga sudah berada dikantor menunggu kedatangan Radit .
"Selamat pagi tuan!" sapa Daniel.
"Selamat pagi, kamu sudah lama sampai?" tanya Radit.
"Saya minta kamu segera bereskan permasalahan ini saya tidak ingin ada salah paham apalagi kalau sampai kau lagi aku lagi saya mengetahui hal ini mendem beranggapan bahwa orang ketiga itu dari pihak saya."
"baik tuan saya akan segera bereskan semuanya."
"Saya tunggu kabar baik dari kamu danil."
"baik Tuan ,kalau begitu saya permisi."
setelah Daniel meninggalkan kantor Radit pun masuk ke ruangannya, dia berharap semua akan cepat selesai dan akan baik-baik saja, dengan begitu key tidak akan dianggap sebagai orang ketiga, maka hubungan mereka nanti akan dilanjutkan.
sebenarnya,Radit ingin cepat-cepat bisa meresmikan hubungan nya dengan key, namun situasi saat ini tidak memungkinkan.
Mungkin Radit dan key harus lebih bersabar, untuk bisa bersama-sama, Radit menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi kerjanya, dia memang terbebani dengan semua ini.
Sepetinya, cinta mereka sedang mendapat ujian , setelah cinta mereka selama ini terhalang karena perjodohan, saat ini cinta mereka pun di uji kembali dengan kesabaran.
Lain hal nya key, hari ini dia memutuskan untuk tidak ikut ke kantor papinya, dia berniat untuk bertemu Rita, sebelum Rita berangkat ke luar kota untuk bekerja di kantor paman nya.
Key melajukan mobilnya menuju sebuah cafe, dia dan Rita sudah janjian akan bertemu disana, sepertinya key masih trauma dengan kejadian yang lalu ,dia hampir dibegal Ketika pulang mengantar Rita.
Akhirnya yang ditunggu key pun datang, Rita langsung memasuki cafe tempat dimana dia dan key janjian, Rita mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sahabatnya.
__ADS_1
"Ta!" panggil key sambil melambaikan tangannya.
Rita pun langsung lari menemui key dimeja yang terletak disudut , key tersenyum lebar melihat sahabatnya datang.
"Udah lama key?" Tanya Rita.
"Belum Kok ta."
"Tumben loe mau ketemu gue pagi-pagi ,ada apa ?" tanya key penuh selidik
"Enggak ada seh Ta, gue cuma kangen sama loe."
"Tapi gue enggak yakin." jawab Rita curiga
"Udah lah ta, lebih baik loe pesan dulu ,mau makan apa!" Pinta key mengalihkan pembicaraan.
Dan Rita pun menurut, dia membuat pesanan nya , Dan sambil menunggu pesanan mereka pun saling bertukar cerita, tentang rencana kedepannya.
"Kapan loe berangkat ta?"
"Mungkin Minggu depan key, kan udah enggak ada yang gue tunggu lagi, semua Maslah kuliah udah selesai."
"Kita bakalan jarang jumpa ya ta."
"Gue akan usahakan pulang kalau pas weekend."
"Terimakasih ya Ta, selama ini udah selalu support gue, dalam suka dan duka."
"Apaan seh loe key, kita bukan sehari bersahabat key."
"Iya Ta gue tau."
"Sebenarnya loe mau cerita apa key?"
Key diam sesat, Rita memang sahabatnya yang terbaik, bahkan Rita selalu tahu perasaan nya walupun belum key katakan sesuatu pun kepada nya.
Key menarik nafas dalam-dalam, dan mulai menceritakan tentang hubungannya deng Radit saat ini.
"apa yang harus gue lakuin sekarang Ta?"
"Key loe harus sabar, gue yakin orang tua loe akan setuju, mungkin mereka hanya khawatir dengan status nya pak Radit saja."
"Mudah-mudahan ya ta."
Mungkin apa yang dikatakan Rita benar, dia hanya perlu bersabar sedikit lagi, apalagi saat ini Radit sudah tidak lagi berstatus tunangan orang lain, tapi akan kah kesabaran key berbuah hasil sesuai yang mereka inginkan?
Ataukah akan ada berbagai drama lainnya setelah ini?
__ADS_1