CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
dalam kebimbangan


__ADS_3

Malam itu, sebenarnya key benar-benar tidak nyaman berada lama-lama di acara tersebut, tapi key tidak mungkin meniggalkan pesta yang dibuat oleh papinya.


Key terus mencoba menjaga jarak dengan Radit, bahkan sampai acara selesai, key terus saja berada ditengah-tengah keramaian, dia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Radit untuk bicara dengannya.


Jam Sepuluh malam, key dan kedua orang tuanya pun pulang, walaupun.pestaasih berjalan.


disepanjang jalan key hanya diam, dan menatap ke arah jendela, perasaan nya sedang tak karuan, dia merasa bersalah memperlakukan Radit sepeti malam ini, tapi di satu sudut hatinya key merasa itu sudah benar.


Setalah tiba dirumah key, langsung ke kamar dan beristirahat, besok dia harus bekerja dikantor Radit.


Seminggu lagi, key bisa menatap Radit dari dekat, mungkin setelah ini key tak.bisa lagi menatap wajah pria yang dicintainya.


Dan bahkan ,mungkin dia kaan melupakan Radit dan menghapus semua kenangan kebersamaan mereka, ini semua demi kebaikan dirinya dan juga Radit.


Tak terasa ternyata hari sudah pagi, key tertidur begitu pulas, mungkin juga karena key sedikit kecapean.


Key turun untuk sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.


"Selamat pagi sayang!" sapa mami nya.


"Pagi mi, Pi."


"Bagaimana tidurnya nyenyak?" tanya papi."


"Iya Pi."


Key langsung mengambil posisi ditempatnya biasa duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya.


"Sayang!"


"Iya Pi."


"Bagaimana Kevin menurut kamu?" tanya papi.


Key menghentikan suapannya, dan melihat ke arah papinya, key tak memberikan jawaban, dia hanya tersenyum.


"Ditanya kok malah senyum?" tambah papi lagi.


"Key bingung Pi, mau jawab apa, yang jelas selama kami bersama malam tadi, Kevin itu baik kok Pi, ramah dan juga sopan."


"Syukurlah kalau begitu."


"Memang nya kenapa Pi?"


"Tidak ada, ya sudah lanjutkan sarapannya, kamu mau ke kantor kan?"


"Iya Pi."


"Berapa lama lagi kamu magang dikantor nya Radit?"


"Sekitar seminggu lagi Pi."

__ADS_1


"Apa rencana kamu setelah ini?"


"Key mau fokus selesaikan kuliah dulu Pi."


"Apa kamu tidak ingin membantu papi di kantor?"


"Key bukan tidak mau Pi, tapi key rasanya ingin fokus dulu untuk selesaikan kuliah."


Suasana sejenak hening, key pun minta izin untuk berangkat kerja, Sedangkan mami dan papinya sudah punya rencana untuk menjodohkan key dan Kevin, walupun mereka tau kalau Key pasti keberatan.


Seperti biasa key kekantor dan langsung disibukkan dengan pekerjaan nya, dan key juga tidak menemani Radit untuk meeting.


Key menyelesaikan semua tugas-tugas nya, dan key berharap begitu tugas magangnya selesai dia pun sudah menyelesaikan pekerjaan nya.


Sedangkan ditempat lain papi key yang sedang bertemu dengan orang tua Kevin langsung merencanakan pertunangan kedua anak mereka.


Apalagi ternyata Kevin langsung setuju, karena memang Kevin sudah jatuh hati dengan Key saat pertama bertemu.


Namun Kevin tidak tau kalau key sama sekali belum tau tentang perjodohan mereka, Tapi Kevin memang tak bisa menolak pesona seorang Kayra dihatinya.


Key setelah selesai meeting, langsung minta izin untuk ke kampus, bahkan dia tak bertanya kepada Radit apa hasil meeting dan apa rencana selanjutnya.


Key langsung berangkat ke kampus, untuk mengurus pendaftaran judul skripsi nya ,dan key berharap akan selesai dalam waktu yang lebih cepat.


Setelah selesai Key langsung pulang kerumah nya karena memang hari sudah sore.


Saat tiba dirumah, key melihat ada sebuah mobil yang terparkir dihalaman rumah nya, namun key rasanya belum pernah melihat mobil itu.


Namun rasa capek key, membuatnya tak ingin ambil pusing dengan siapa yang sedang berkunjung.


Dan tamu itu tak asing untuk key, karena baru malam tadi key bertemu dengan kedua orang tua Kevin.


Key memperlihatkan senyumnya dan mendekat ke arah sepasang suami istri yang sedang tersenyum ke arah nya, key mencium tangan keduanya.


"Kamu baru pulang key?" tanya mama nya Kevin.


"Iya Tante, key baru dari kampus." jawab key.


"Ya sudah key istirahat dulu." sambung mama Kevin lagi.


Namun tak mungkin kalau key akan istirahat, dia langsung masuk dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena key yakin mereka akan makan bersama dengan keluarga Kevin.


Setelah mengganti bajunya dengan yang lebih santai key pun turun ke meja makan, dan benar saja mereka sedang menunggu dirinya.


"Maaf ya semua, key sedikit lama." ucapa key sopan.


"Tidak apa-apa Key, Ayo duduk disini disamping Tante." ajak mama Kevin.


"Iya Tante."


Tak berapa lama mereka mulai makan malam bersama, sambil sekali-sekali, mengeluarkan suara bercerita akan sesuatu.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, key pun mengajak keluarga Kevin ke ruang tamu, untuk duduk dan bercerita disana.


"Key, bagaimana dikantor hari ini?" tanya maminya.


"Semua baik-baik saja kok mi."


"Key seperti nya suka dengan dunia bisnis?" Tanya papa Kevin.


"Ya gitu Om, tapi Key perlu bnyak belajar sepetinya, dari papi dan juga Om."


Saling bercanda diruang tamu, sehingga yang terdengar hanya gelak tawa saja.


"Key!"


"Iya Tante."


"Sebenarnya Tante dan om kesini ingin bicara dengan key dan juga papi dan mami."


Key menatap heran ke arah suami istri itu, hal penting apa yang ingin dibicarakan oleh mereka.


"Apa key masih sangat capek?" tanya mama Kevin lagi.


"Tidak kok Tan, Tante mau bicara apa? katakan saja jangan sungkan."


sesaat keduanya terdiam, mama nya Kevin menatap papanya yang masih terdiam.


"Key jujur om dan Tante, begitu menyukai key saat pertama kali kita bertemu ,yaitu malam tadi."


"Terimakasih Tante." namun hati key masih penuh tanda tanya.


"Key tujuan kami datang kesini, kami ingin melamar key untuk putra kami Kevin."


Key yang saat itu ingin minum jus nya pun menjadi tersedak.


"Sayang hati-hati minum nya." ucapa mami key yang langsung bangun dan mendekat ke arah putrinya yang tersedia tiba-tiba.


"Key kamu tidak Apa-apa? " tanya mama Kevin.


"Tidak Tante, maaf ya key jadi tersedia, karena minum terburu-buru." bohong key.


"Key, Tante dan Om tidak meminta jawaban dari key malam ini, tapi yang jelas Tante dan Om sudah mengutarakan maksud kami datang."


"Tapi Om, Tante, kenapa bisa Om berpikir untuk melamar key, sedang Kana key dan Kevin baru bertemu makam tadi."


"Kami tau, tapi Kevin sudah setuju, karena Kevin memang jatuh hati dengan kamu key."


Key terdiam dengan pernyataan dari kedua orang tua Kevin, kenapa bisa orang yang baru bertemu bisa jatuh cinta.


Tapi tiba-tiba key, seperti memikirkan sesuatu, kenapa tidak bisa ,dia sendiripun jatuh cinta pada Radit saat pertama bertemu, apa hal itu juga yang terjadi kepada Kevin.


Tapi key bingung jawaban apa yang harus diberikannya kepada kedua orang tua Kevin itu, tak mungkin key menolaknya begitu saja pasti mereka akan kecewa.

__ADS_1


Namun key juga tak dapat membohongi perasaannya sendiri kalau dia hanya mencintai Radit untuk saat ini.


Tapi cinta key hanya bertepuk sebelah tangan saat itu, akan tetapi akan kah key menerima Kevin sebagai pelarian cinta nya? atau sebagai pengobat luka hatinya saat ini.


__ADS_2