
Setelah kepergian Radit dari restoran Aliya duduk termenung seorang diri di restoran, dia bingung Dengan apa yang harus dia lakukan setelah Radit mengetahui bahwa dia memiliki kekasih lain.
Apa yang harus dijelaskan olehnya kepada Mama Radit dan mamanya sendiri ,mereka pasti akan menyalahkan dia atas batalnya pertunangannya dengan Radit.
Namun Aliya juga tidak mungkin bertahan dalam hubungan yang tidak diinginkan oleh radit, pasti saat ini Radit sedang marah besar karena mengetahui dirinya hanya menginginkan materi dari Radit,untuk menopang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.
Aliya menarik nafas berat, pikirannya benar-benar kacau saat itu ,tapi mungkin ini jalan terbaik untuk dirinya dan juga cintanya Karena sejujurnya dia memang tidak pernah mencintai Radit.
Walaupun Aliya sadar kalau perpisahannya dengan Radin akan berdampak pada ekonomi keluarganya ,namun Aliya yakin kalau pilihannya akan bisa membahagiakannya sama seperti Radit.
Akhirnya Aliya juga pergi meninggalkan restoran untuk kembali ke butiknya ,butik yang dibangun dengan modal usaha dari radit, ada sedikit kegudahan di hati Aliya, akankah Radit mengambil alih butik yang saat ini sedang dikelola olehnya karena dia dan Radit akan batal menikah?
Lain hal nya dengan Radit, dia kembali ke kantornya dengan penuh semangat dan senyuman di bibir nya, Radit begitu bahagia karena besok hubungannya dan Aliya akan berakhir dan dia bisa kembali mengejar cintanya yaitu Kayra.
Hari ini Radit menghabiskan waktunya di kantor dengan hati yang bahagia, Radit tidak lupa terus mengirimkan pesan kepada key, untuk mengetahui kondisinya sampai-sampai Key yang bingung Ada apa dengan Radit tidak biasanya dia seperti ini.
Sore itu Radit pulang ke rumah dan langsung mencari mamanya, dia tak sabar ingin bicara tentang hubungannya dan Aliya walaupun Radit yakin mamanya pasti akan sedih mendengar apa yang akan Radit sampaikan.
Akan tetapi Radit tidak ingin berlarut-larut dalam hubungan yang tak saling menginginkan , Apalagi itu akan menghalangi dirinya untuk mendapatkan key ,Radit tidak ingin kehilangan key untuk kedua kalinya.
Sesampai di rumah Radit langsung masuk ke kamarnya membersihkan diri dan beristirahat sejenak ,pada saat makan malam tiba Radit pun turun ke bawah untuk makan malam sekalian dia ingin bicara dengan mamanya.
Suasana di meja makan hening tak ada yang bicara di sana, Dan setelah membereskan meja Radit melihat mamanya menuju ke ruang keluarga dan begitu juga dengan Radit Dia segera menyusul mamanya ke ruang keluarga.
Radit masih diam disalah satu sofa di ruangan itu, dia masih ragu untuk bicara namun hatinya memaksa Radit untuk bicara saat itu juga.
"Mama!" panggil Radit.
"Iya!" jawab mama
Namun saat itu tatapan mama masih fokus ke layar televisi, sampai-sampai Radit mengulang memanggil mamanya.
"Ma, apa bisa kita bicara sebentar?" tahta Rafit hati-hati.
__ADS_1
"Bicara lah, apa ada hal yang sangat serius yang ingin kamu bicarakan dengan Mama?" tanya Mama Radit
"Iya ma, dan Radit rasa ini sangat penting untuk mama dan juga Radit."
Karena Mama melihat keseriusan di mata Radit akhirnya Mama mematikan televisi dan ikut duduk di sofa yang sama dengan Radit, menatap putranya ada sesuatu yang berbeda hari ini.
"Ada apa Radit? katakan saja kepada Mama apa yang mengganjal di hati kamu saat ini, atau Apa yang benar-benar ingin kamu ceritakan dengan mama."..Radit menarik nafas untuk menenangkan hatinya saat itu dia tidak ingin kalau cara dia menyampaikan bisa menyakiti hati mamanya.
"Ma Radit ingin bicara masalah pertunangan Radit dan aliya."
"Apa ada masalah dengan pertunangan kalian? dan mama merasa semua baik-baik saja apakah kamu dan Aliya berencana untuk menikah lebih cepat?"
"Ma, sebelumnya Radit mohon maaf jika apa yang Radit katakan hari ini akan menyakiti hati Mama dan mengecewakan mama."
"Apa maksud kamu Radit ,ceritakan sejujurnya kepada Mama jangan membuat Mama penasaran seperti ini."
"Ma ,Radit dan Aliya memutuskan untuk membatalkan pertunangan kami dan kami tidak akan pernah menikah."
"Apa maksud kamu Radit, apa kamu ingin mempermalukan Mama di depan keluarga kita ,kolega kita dan juga keluarga Aliya?"
"Radit mama yakin ini semua karena kamu k kan Radit? mama kecewa sama kamu." mama terlihat sedih.
"Ma tolong jangan langsung mengambil kesimpulan Radit belum selesai bercerita, Mama harus dengarkan dulu semuanya baru Mama memberikan pendapat."
"Apalagi yang harus Mama dengarkan, kan sudah mama katakan untuk mama menantu mama hanya satu ,yaitu Aliya tidak akan ada orang lain."
"Ma, Mama jangan dibutakan oleh penampilan Aliya ,Mama harus tahu semuanya Aliya itu tidak sebaik yang Mama pikirkan, selama ini apa pernah Radit melawan mama dan menolak untuk menikahi Aliya?"
"Kamu jangan mencoba meracuni pikiran Mama ,dengan menjelek-jelekkan Aliya, kan sudah mama bilang kamu akan tetap menikah dengan Aliya karena Papa Aliya dan papa kamu adalah teman akrab semasa hidup." mama terlihat emosi.
"Ma, tolong tenang, Tolong berikan Radit kesempatan untuk bicara setelah Mama mendengar semuanya mama boleh berpendapat, mama boleh memberikan keputusan apa yang terbaik menurut mama."
Mama terdiam, kali ini tak ada lagi yang dia ucapkan, tapi mama terlihat marah kepada Radit, namun Radit tidak akan memberikan kesempatan untuk masalah Aliya merusak hubungannya dengan sang mama.
__ADS_1
"Ma, Radit dan Aliya tidak pernah saling mencintai "
"Mama tahu kamu tidak pernah mencintai Aliya,tapi mama sudah bilang cinta itu akan datang dengan sendirinya jika kamu sudah hidup bersama Aliya."
"Ma, bukan Radit saja yang tidak mencintai Aliya, tapi begitu juga dengan Aliya yang tidak pernah mencintai Radit ma, Mama harus sadar , Mama harus tahu itu."
"Radit dari mana kamu mendapatkan kabar seperti itu ,Mama bisa melihat kalau Aliya itu mencintai kamu selama ini."
"Dari Aliya ma, Aliya sendiri yang mengatakan kalau dia tidak pernah mencintai radit ,dia hanya membutuhkan Radit untuk memenuhi semua ekonomi keluarganya ,menopang perusahaan kakaknya."
"Cukup Radit, tidak mungkin Aliya bicara seperti itu, ini semua pasti karena kesalahan Kamu makanya Aliya marah dan bicara seperti itu."Mama masih saja membela Aliya dan menyalahkan Radit.
'Ma, tolong Mama tertipu dengan penampilan Aliya yang berhijab , saat itu Radit mendengar sendiri Aliya mengatakan semua ini kepada seorang lelaki , dan mana tau siapa lelaki itu ? dia adalah kekasih Aliya."
"Itu tidak mungkin Radit , mana mungkin Aliya bisa melakukan hal itu."
"Ma, itu kenyataannya yang harus Mama terima ,bahwa Aliya tidak pernah mencintai Radit, dia mencintai pria lain dia bertahan dan setuju bertunangan dengan Radit hanya untuk mengembalikan kondisi ekonomi keluarganya, yang saat ini sedang hancur ma." Radit masih mencoba mengontrol emosinya.
"Tapi Radit?"
"Apa mama rela mengorbankan perasaan Alia dan juga Radit?"
"Mama ingin bertemu Aliya !"
"Radit sudah bicara pada Aliya supaya besok menunggu Mama dan menjelaskan semuanya dan radit juga sudah berjanji tidak akan mengambil apapun yang sudah Radit berikan kepada Aliya."
"Tap Radit!"
"mah tadi hanya tidak ingin Saling menyakiti, karena kami tidak saling mencintai."
"Tolong kamu antarkan Mama bertemu Aliya hari ini juga."
"Ma ini sudah malam, tidak baik bertamu ke rumah orang lain apalagi dalam kondisi marah dan emosi ma."
__ADS_1
Mama terdiam, dan akhirnya setuju untuk bertemu Aliyah besok pagi, tapi akankah Aliya setuju bekerja sama dan menjelaskan apa yang sebenar-benarnya terjadi, ataukah Aliya akan tetap mempertahankan hubungannya dengan Radit karena materi?