CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Mencoba melupakan


__ADS_3

Key dan Rita memutuskan untuk pulang, rencana mereka untuk nonton dan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang pun buyar karena kehadiran Radit.


Sedangkan Radit disepanjang jalan hanya diam, dia sedang berpikir bagaimana caranya dia menjelaskan kepada key tentang pertunangan dirinya dan Aliya.


"Mas Radit!" panggil Aliya.


Radit hanya menoleh sesaat, Namun tak menjawab apapun.


"Tadi sepertinya aku melihat Kayra di mall."


Radit masih diam, namun Radit khawatir kalau Sampai tadi Aliya melihat dirinya saat bersama key.


"Mas kok diam aja, apa mas tidak melihat key?"


"Aku tidak tau kalau key disana." jawab Radit berbohong.


Dan akhirnya Aliya diam, dia tak ingin berdebat dengan Radit, apalagi kalau sampai Radit marah.Aliya tidak ingin Radit pergi dari dirinya, karena saat ini Radit lah yang bisa memberikan semua yang dia butuhkan.


Dan Aliya sadar kalau sebnarnya, dia lebih membutuhkan Radit sebagai orang yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dalam segi materi, apalagi perusahaan kakak laki-laki nya juga di sokong oleh Radit.


jadi Aliya tak ingin Mabil pusing tentang kedekatan Radit dengan siapapun yang penting dia tetap bisa menguasai Radit melalui mama nya .


Radit terus melajukan mobilnya menuju rumah Aliya, dan setelah mengantarkan Aliya, Radit langsung pergi dari sana, kali ini Radit nekat untuk kerumah key.


Walupun dia tau, kalau key tak akan mau bertemu dengan dirinya, namun tidak ada salahnya Radit mencoba untuk bisa bertemu key.


Mobil Radit, langsung masuk kehalaman rumah key, Radit turun dan menuju pintu utama rumah key, menekan bel bahkan sampai berulang kali.


Tak berapa lama pintu pun dibuka oleh bik Minah yang ternyata tadi sedang sibuk di dapur.


"Assalamualaikum buk!" ucap Radit.


"Waalaikum salam!"


"Bik, key ada dirumah?"


"Ada den, tapi sepertinya non key sedang istirahat dikamar nya."


"Bik, kalau bisa saya ingin bertemu dengan key."


"Kalau begitu masuk dulu, biar bibik panggilkan non key."


"Iya bik , terimakasih!"


Bibik pergi meninggalkan Radit untuk ke kamar key, bik Minah mengetuk pintu kamar key.


"Bik ada apa?" tanya key setelah membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Non dibawah ada tamu yang nyari non key."


"Tamu bik, siapa?" tanya key penasaran.


"Non lihat sendiri saja." bibik sengaja tidak memberi tahu.


Karena bibik tau kalau key pasti tidak akan mau bertemu dengan Radit, tapi melihat Radit yang tadi seperti memohon kepada nya bibik pun mencoba mempertemukan mereka berdua.


Key mengernyitkan dahi nya karena si bibik seperti merahasiakan siapa yang datang, key akhirnya mengikuti bibik turun ke ruang tamu dan melihat siapa tamu nya.


Dan saat berada diruang tamu, key melihat seorang pria yang sedang duduk membelakangi dirinya saat itu, rasanya key tidak asing dengan pria itu, namun key berjalan lebih dekat untuk memastikan.


"Maaf, anda cari saya?" tanya key hati-hati.


Dan lelaki yang sedang duduk dan merasa ditanya oleh key pun langsung bangun dan membalikkan badannya menghadap key.


"Pak Radit!" key sedikit kaget.


"Iya ini saya."


"Maaf ada perlu apa pak Radit kesini?"


"Saya hanya ingin bicara sama kamu key."


"Maaf pak, tapi tidak baik pak Radit datang kerumah perempuan lain selain tunangan bapak."


"Tapi saya tidak butuh penjelasan apapun." key berjalan ingin meninggalkan Radit.


Namun Radit langsung menyusul dan menahan key, Dan Radit sudah berdiri dihadapan key, menyentuh kedua pundak key saat itu


Key menundukkan pandangannya dia tak ingin bertatapan dengan Radit, dia takut kalau akan menjadi lemah.


"Key, tolong jangan seperti ini, dengarkan penjelasan saya."


"Penjelasan apa lagi, semua sudah pak Radit buktikan."


"Key kamu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, saya sudah berusaha untuk memperjuangkan cinta saya sama kamu."


"Lalu, ini hasilnya?"


"Key, saya tidak mampu melawan mama, mama mengancam akan pergi jika saya menolak bertunangan dengan Aliya."


Key menarik nafas berat, dia tidak ingin larut lagi dalam janji manis Radit yang kemudian menghempaskan perasaan nya begitu saja.


"Key, saya tau saya salah bertunangan dengan Aliya, tapi saya tidak punya pilihan lain."


"Tidak, pak Radit tidak salah, tapi perasaan saya yang salah."

__ADS_1


"Key tolong jngan membenci saya, saya takut tidak akan mampu kamu perlakukan seperti ini."


"Saya tidak membenci siapapun, karena saya tau say alah yang salah dalam hal ini, telah hadir dalam hubungan pak Radit dan Aliya."


"saya tidak punya kesempatan untuk memilih key, saya tidak tau harus berjuang darimana untuk bisa bersama kamu "


"Pak Radit tidak perlu berjuang, yang harus peka Radit lakukan saat ini, menjauh dari hidup saya."


"Tapi key saya tidak bisa, semakin saya berusaha menjauh, saya semakin merindukan kamu key."


"Pak jangan membuat saya semakin terluka, dan jangan jadikan saya orang ketiga, saya tidak bisa melukai hati wanita lain."


"Tapi key, berikan saya kesempatan untuk tetap mencintai kamu."


"Biarkan waktu yang menjawab semuanya, jika memang kita ditakdirkan bersama, maka takdir lah yang akan membuat kita bersatu, dan jika tidak, maka kita harus saling menerima kenyataan."


Radit terdiam, ditempatnya, karena jujur dia memang tidak mampu, dan tidak tau bagaimana berjuang karena mama nya tidak akan pernah mendukung dirinya.


Dan dia juga sadar kalau cintanya pada key akan menyakiti Aliya, karena yang Radit tau Aliya tidak bisa kehilangan dirinya, karena begitu mencintai nya.


"Lebih baik pak Radit pulang, jaga Aliya Dan belajarlah mencintai Aliya dengan tulus "


"saya tidak bisa key."


"Belajarlah pak, Dan maaf saya harus istirahat."


Key pergi meninggalkan Radit, sebenarnya key tau kalau itu tidak sopan, tapi key tak ingin berlama-lama dengan Radit, karena menurutnya dia telah menyakiti Aliya dengan bertemu Radit.


Setelah Key naik kelantai atas, Radit Pun pergi dari sana, dia masuk ke mobilnya, Dan melajukan mobilnya ke apartemen milik nya, Radit tidak ingin pulang kerumah.


Saat ini Radit lebih ingin menenangkan pikiran dan hatinya, apalagi dia merasa sudah tidak ada jalan lagi untuk nya bisa bersama key.


Sesampai di apartemen, Radit mengistirahatkan dirinya, mencoba memejamkan mata, namun begitu Sulit, Radit Samapi berpikir kalau akan bicara dengan Aliya masalah perasaannya, Namun di satu sisi Radit tidak tega.


Radit mencoba menyendiri, dia juga mengirimkan pesan kepada mamanya kalau tidak bisa pulang untuk beberapa hari karena banyak pekerjaan, dia tidak ingin mamanya marah dan juga berpikir yang bukan-bukan.


Begitu juga dengan key, dia jarang keluar kamar, dia lebih sering berada dikamar nya, key mencoba menghindari dari kedua orang tuanya.


Key takut kalau mereka akan memaksa dirinya untuk menikah dengan Kevin, key akui Kevin adalah pria yang baik, namun key tak ingin melakukan kesalahan seperti Radit.


karena menurutnya itu hanya akan melukai hati Kevin lebih jauh, Key menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan dikampus, bahkan dia ikut dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru.


Itu semua key lakukan untuk bisa sedikit demi sedikit melupakan perasaan nya kepada Radit, dan menghindari papa nya untuk membicarakan masalah perjodohan.


Walaupun sebnarnya, key tidak yakin rasa yang ada dihatinya untuk Radit bisa dikuburnya dalam-dalam.


Tapi akan kah Radit dan key bisa saling melupakan dan membuka hatinya untuk orang lain?

__ADS_1


__ADS_2