
Mobil key ,bukannya kembali ke kantor tapi malah. pulang kerumah, Key benar-benar lelah dengan hatinya saat itu,.
Key memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam rumah, key langsung menuju kamarnya, meletakkan tas di atas meja disamping tempat tidurnya.
mengungkung kan tubuhnya di atas tempat tidur, rasanya saat itu dadanya begitu sesak, Key tidak kuat menjalani semuanya.
"Kenapa aku harus jatuh hati pada orang yang tidak pernah mencintai aku, aku tidak kuat ya tuhan, Aku tidak ingin jatuh cinta."
Key menangis dikamar nya sendirian, Dia benar -benar terisak. Menangis untuk menghilangkan rasa sakit dihatinya.
Key begitu benci dengan perasaannya saat itu, mencintai namun tak dicintai, bahkan orang yang dia cintai telah memiliki seorang kekasih lain.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini"
Key terus bertanya pada hatinya sendiri yang tak pernah dia temukan jawabannya, key terus menangis, ingin rasanya dia pergi jauh, tapi saat ini memang dia harus terus berada didekat Radit karena tugas kuliah nya
Dua Minggu rasanya begitu sulit untuk nya , dan waktu terasa begitu lama berlalu, key sudah mencoba untuk bersikap profesional dengan Radit, tapi hatinya tak bisa di ajak kompromi.
Bukanya dia bisa melupakan Radit, Namun dia malah semakin jatuh hati pada lelaki itu, situasi membuat mereka untuk terus dekat, walupun seharusnya itu tidak terjadi.
Key bangun dan menyandarkan tubuhnya di tempat tidur, handphone nya saat itu terus saja berdering, namun dia tak perdulikan dia menatap langit-langit kamarnya.
Hatinya begitu hampa, ternyata sesakit ini jatuh cinta, ingin rasanya waktu berulang dan dia tak pernah jatuh cinta pada Raditya.
Namun itu tidak mungkin terjadi, Tak mungkin waktu bisa terulang lagi, key menarik nafas panjang, menghapus air mata yang masih membasahi pipinya.
Seharian itu key, hanya dikamar saja, sama sekali tidak turun ke bawah, Bahkan maminya sudah pulang pun key tidak tau.
"Tok tok tok, Sayang ini mami."
Panggil mami yang sedang berada di depan pintu, mami khawatir karena kata bik Minah putrinya sudah pulang sejak pagi, tapi belum turun ke bawah.
Key sebnarnya belum ingin bertemu maminya, dia pasti akan ditanya-tanya banyak hal, apalgi matanya terlihat sembab saat itu.
Mami kembali mengetuk pintu dan memanggil key, perlahan key berjalan dan membuka pintu kamar nya, disana sudah ada maminya dan ternyata juga ada papinya yang sudah Kembali dari perjalanan dinasnya.
"Papi!" Panggil key , Dan ka gedung berhamburan ke pelukan papinya.
Key memeluk papinya begitu lama, bahkan saat itu key Merakan pipinya sudah kembali basah, rasa rindu dan rasa kecewa dihatinya bercampur jadi satu
"Sayang, kenapa menangis?" tanya papi pada key.
Namun key masih diam, dia menahan rasa sedih dihatinya, papi mengelus kepala putri nya, putri satu-satunya.
Key melepaskan pelukannya, dan menatap papinya, orang yang sudah lama tak lagi dapat dipeluknya.
"Sayang, kamu kenapa? kata bik minah key sudah pulang dari pagi, apa ada masalah." tanya mami.
__ADS_1
Namun key hanya menggeleng dan memperlihatkan senyumnya, senyum yang dipaksakan oleh key.
Key menggandeng tangan papi. dan maminya dan mengajak mereka untuk turun, key tak ingin di interogasi berlebihan karena key takut tidak dapat menyembunyikan luka dihatinya.
"Papi, bawa oleh-oleh untuk key." mengalihkan pembicaraan.
"Papi bawa oleh-oleh banyak, papi juga bawa oleh-oleh untuk Rita "
"Terimakasih ya Pi, papi memang the best, pokonya."
Mereka bertiga pun turun dan menuju ke ruang keluarga, disana benar saja ,papinya membawa banyak oleh-oleh.
Key berjalan mendekat ke arah tumpukan hadiah dari papinya, sebnarnya key tidak bersemangat, tapi dia tak ingin menunjukkan hal itu, key tetap berusaha Terlihat gembira walaupun sebnarnya tidak.
Namun mami adalah seorang ibu, tanpa diberitahu pun dia tau kalau putrinya sedang tidak baik-baik saja, namun mami tak ingin memaksa key untuk cerita.
Dan mami yakin kalau itu pasti masalah Radit lagi, dalam hati mami terbesit niat untuk menjodohkan saja key dengan lelaki lain, mungkin bisa membuat key belajar melupakan Radit.
Walupun mami tidak yakin ,Akan tetapi mami tidak ingin key terus larut dalam perasaan nya, apalagi sampai membuat key terus bersedih.
Mami mengajak papi untuk duduk disofa yang agak jauh dari key.
"Pi, mami ingin bicara serius."
"Emangnya ada hal apa mi, kayaknya serius kali."
"Maksud mami?"
"Ya ,papi kan banyak kolega, mungkin ada putra mereka yang bisa kita jodohkan dengan key."
"Mami ini kenapa? tiba-tiba ingin menjodohkan key, biarkan saja key yang menemukan jodohnya sendiri."
"Tapi Pi, Saat ini papi lihat tidak perubahan key?"
"Papi kan sudah lama tidak jumpa dengan key mi, tapi hari ini papi lihat matanya key sembab."
"Itulah perubahan key Pi, akhir-akhir ini dia lebih sering bersedih."
"Apa ada Maslah yang terjadi selama papi pergi?"
Mami hanya mengangguk,mereka pun bicara sambil berbisik-bisik , karena tak ingin key dengar, dan akhirnya mami memutuskan untuk bicara nanti saja bersama suaminya.
Setalah melihat-lihat apa oleh-oleh yang dibelikan papinya, mereka pun makan malam bersama, key memang terlihat banyak melamun malam itu.
Mami dan papi saling pandang, mami juga terlihat sedih melihat putrinya yang selalu ceria namun akhir-akhir ini lebih sering sedih.
Setelah makan malam, key langsung kembali ke kamarnya, dia ingin istirahat tepatnya ingin menenangkan hati dan pikiran nya.
__ADS_1
Begitu juga dengan mami dan papi langsung ke kamar untuk istirahat
"Mi, apa sebenarnya yang terjadi, kenapa mami tidak pernah cerita waktu papi telpon."
"Pi, mami tidak ingin mengganggu konsentrasi papi disana."
"Key itu maka kesayangan papi kan mi?"
"Iya mami tau Pi, saat ini key sedang jatuh hati pada seseorang Pi."
"Bagus dong mi, itu bukan Maslah namanya, ya kita harus mengucap syukur akhirnya key mau membuka hatinya."
"Tapi bukan itu masalahnya Pi"
"Lalu apa mi?" tanya papi lembut.
"Key jatuh hati pada orang yang salah Pi, papi tau siapa yang bisa membuat key sampai seperti ini?"
Papi, menatap mami bingung, dia belum paham maksud istrinya saat itu.
"Key jatuh cinta dengan Radit pa, putrinya mbak Maria."
"Yang suaminya meninggal dalam perjalanan dinas mi?"
"Iya Pi."
"Tapi bukannya Radit itu pengusaha sukses, dan papi rasa dia juga pria baik, Almarhum papa nya dulu adalah orang baik mi."
"Pi masalahnya Radit itu tidak mencintai key, dan dia juga sudah memiliki tunangan."
"Apa!" papi Terlihat terkejut, dia tak menyangka putrinya bisa jatuh hati pada Radit, yang sebenarnya jauh lebih tua dari putrinya.
"Pi, makanya mami bilang lebih baik kita jodohkan saja Key dengan pria lain yang tentu saja kita harus tau latar belakang nya."
"Tapi mi, bagaimana kalau itu malah menyakiti putri kita?"
"Kita akan kenalkan saja key, bukankah tiga hari lagi akan ada acara peresmian hotel sederhana kita pi."
""Hmm, lalu apa rencana mami?"
"Kita harus paksa key untuk ikut, anak itu kan paling susah kalau di ajak ke acara begitu, selama ini key Sam sekali tak dikenal oleh kolega kita kan Pi."
"Ya sudah, kalau begitu tugas mami membujuk key ya "
"Iya Pi."
Kedua nya pun akhirnya ber istirahat setelah berencana panjang lebar untuk mencari kebahagiaan untuk putrinya, tapi akan kah semua keinginan kedua orang tua itu terwujud?
__ADS_1