
Pagi itu, setelah menghabiskan waktu berjam-jam di taman key dan Rita berangkat ke kampus.
Sepanjang perjalanan, Rita terus kepikiran dengan key, jujur saat itu Rita menyalahkan pak Radit yang telah mempermainkan perasaan key.
Namun Rita pun tak dapat berbuat apa-apa, karena memang Aliya hadir lebih dulu di kehidupan pak Radit, dan key adalah orang ketiga dalam hubungan Radit dan Aliya.
Walupun pak Radit mengakui tak pernah mencintai Aliya, tapi pada akhirnya lelaki itu bertunangan juga dengan Aliya.tega sekali pak Radit memberikan harapan palsu kepada key.
Sesampai dikampus, Rita mengajak key untuk sarapan, namun selama dikantin key hanya mengaduk-aduk makanan nya, dia sama sekali tidak makan.
Rita benar-benar membenci situasi seperti ini, dia kehilangan sahabatnya yang selalu ceria hanya karena cinta, memang dulu Rita pernah selalu memaksa key untuk membuka hati kepada pria.
Namun bukan seperti ini yang diharapkan oleh Rita, dia tidak sanggup melihat key terpuruk dan terluka sedalam ini hatinya ikut terluka.
"Key, loe kenapa tidak makan, loe jangan siksa diri dan perasaan loe untuk orang seperti pak Radit."
"Andai gue bisa Ta, mungkin gue akan menghapus nama Pak Radit dari hati dan hidup gue sekarng juga."
"Gue paham key, tapi gue enggak mau hidup loe hancur karena lelaki yang tidak pernah mencintai loe."
"Apa yang harus gue lakukan ta?"
Rita diam, ini adalah pertanyaan yang sangat sulit diberikan jawaban, karena Rita juga tidak tau apa yang harus dilakukan untuk bisa menghapus perasaan.
Rita bangun dan memeluk sahabatnya dari samping, tak kuasa key melihat semua ini.
"Loe yang sabar ya key, loe harus kuat ,masih banyak cinta yang menunggu loe key."
"Tapi gue takut ta, gue takut jatuh cinta lagi ,gue takut terluka lagi ta."
Perih dirasakan oleh Rita, ternyata nasib cinta key tak seberuntung kehidupan dan pendidikannya.
"Loe harus kuat, loe tau kan gue selalu ada untuk mendengarkan semua keluh kesah loe key."
key menghapus air matanya yang kembali membasahi pipi, key mencoba untuk lebih tenang, memejamkan mata dan menarik nafas panjang.
"Key, kita ke kelas aja ya!"
"Iya Ta."
Key dan Rita memutuskan untuk ke ruangan ,walupun sudah tidak ada mata kuliah, mereka bisa membuka laptop disana dan menyelesaikan skripsi mereka.
__ADS_1
Setelah lebih tenang, key baru menjumpai dosennya untuk bimbingan skripsi. setelah bertemu dosen, key dan Rita memutuskan untuk pulang kerumah.
Key ingin istirahat dan menenangkan pikirannya saat itu, key terus menyibukkan dirinya dikamar ,bahkan dia tak sempat bertemu dengan mami dan papinya.
Key sebnarnya berusaha untuk menghindar, dia belum ingin menceritakan apapun kepada mami dan papi nya, Key hanya keluar kamar untuk makan dan pergi ke kampus.
Hari ini dari pagi sampai sore key disibukkan dikampus, dia baru pulang sudah begitu sore, key, namun begitu sampai dirumah, dia sudah ditunggu kedua orang tuanya.
"Sayang kok baru pulang?' tanya mami khawatir.
"Iya mi, tadi key bimbingan untuk bab terakhir jadi sedikit lama."
""Ya sudah masuk dan istirahat dulu."
"Iya mi,Pi."
Key masuk ke kamarnya ,dia duduk dan bersandar di tempat tidur, key menarik nafas berat , memejamkan matanya untuk bisa lebih tenang.
Malam ini adalah malam yang tak diharapkan tiba oleh key, malam dimana Radit dan Aliya akan bertunangan.
Key tak sanggup untuk membayangkan nya, Dan key takut kalau mami dan papinya akan memaksanya untuk ikut, key takut tidak akan mampu untuk melihat Radit bertunangan.
Setelah beristirahat sebentar dikamar, key turun ke bawah ,dia juga tidak mungkin menghindar terus dari mami dan papi.
"Sayang, apa masih capek?"
"Enggak kok mi."
"Ke!" panggil papi.
"Iya Pi."
"Malam ini ada undangan ke pesta pertunangan, apa key bisa ikut?"
Key diam, dia memandangi maminya, sebenarnya key tak ingin ikut, tapi jika dia menolak, apa maminya akan kecewa?
"Sayang, acaranya Malam, apa kita akan kesana?"
"Mi, kalau begitu key bersiap dulu ya mi."
"Iya sayang."
__ADS_1
Mami juga ikut bersiap, sebenarnya mami juga khawatir dengan putrinya, apalagi setelah melihat key yang kemarin menangis Sampai tersedu-sedu.
Namun mami juga tidak ingin putrinya terus larut dalam kesedihan dan harapan palsu, mungkin dengan membawa key Kesana dia bisa menyadari kalau dia memang harus melupakan Radit.
Walaupun mungkin akan sakit, tapi setidaknya tidak akan sakit terus menerus dengan berharap suatu saat akan bisa bersama. mami yakin ini yang terbaik untuk putrinya.
Setelah bersiap, mami pun menunggu key yang belum turun ke bawah. Key yang masih berada di kamarnya ternyata belum bisa bersiap, karena air matanya terus saja membasahi pipinya.
Key mencoba untuk lebih tenang, dia sebnarnya bingung bagaimana jika nanti di tak mampu menahan kesedihannya.
Sekarang saja dia tidak sanggup untuk menahan kesedihan, bagaimana nanti saat melihat Radit dan Aliya bertukar cincin.
Key pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, menahan nafas sejenak , dia berpikir mungkin dengan begitu air matanya tak lagi keluar.
Dan setelah itu key segera bersiap, dia takut maminya terlalu lama menunggu dirinya, key memoles wajahnya ,dan turun kebawah menemui mami dan papi nya.
"Key ,kamu baik-baik aja?" tanya papi.
"Iya Pi, Key baik-baik aja, kita berangkat sekarang?"
"Ayok!"
Key tetap bersikap normal dihadapan mami dan papi, walupun dia tau tak dapat disembunyikan kalau terlihat jelas gurat kesedihan Dimata nya.
Mobil mulai melaju menembus jalanan, hati key mulai gelisah , dia terus berdo'a dalam hati untuk lebih tenang, dan lebih kuat .
Seperti yang dikatakan Rita, kalau dia harus move on, dan melupakan lelaki seperti Radit, yang tak pernah menghargai cinta nya.
Tak terasa mobil milik papinya, memasuki parkiran hotel berbintang, Key masih duduk didalam, padahal maminya sudah menunggu nya.
Key memejamkan matanya, menahan gejolak hatinya saat itu, key pun akhirnya turun, gaun berwarna maroon yang membalut tubuhnya malam itu, membuat aura kecantikannya semakin terpancar.
Key berjalan ke arah mami dan papi nya menggandeng tangan mami nya dan berjalan dengan elegan menuju ke ruangan tempat acara yang telah di siap kan oleh keluarga Radit dan Aliya.
Key terus berusaha untuk tenang, rasanya tak mampu dia menatap wajah Radit, Namun key harus sadar dan menerima kenyataan, bahwa Radit memang tak pernah mencintai nya.
Key masuk kedalam ruangan, yang sudah dihias dengan begitu cantik dan mewahnya. Key menatap setiap sudut dari ruangan itu, disana tertulis nama Aliya dan juga Radit.
Key menahan nafasnya sejenak untuk menenangkan hatinya. Sakit, kecewa yang dia rasakan saat itu. Namun itulah kenyataannya, sanggup tidak sanggup key harus sanggup untuk melihat semuanya.
Tanya mulai ramai berdatangan, sepeti ya memang acara ini begitu spesial DNA dibuat begitu meriah, tidak mungkin kalau Radit tak pernah mencintai Aliya.
__ADS_1
Key merasa telah ditipu dan dipermainkan perasannya oleh Radit, Dan bagaimana reaksi Radit saat melihat key nanti apakah di arakan menertawakan perasaan key?