
Malam itu key sampai dirumah sekitar jam 09.00 malam, Key masuk kerumah nya, dan ternyata maminya masih menungggu diruang tamu.
"Assalamualaikum mi!"
"Waalaikum salam, Sayang kenpa baru pulang?"
"Mi, tadi kan key bilang pulangnya sedikit terlambat."
"Apa ada kerja lembur di kantor?"
"Enggak mi, Tadi pak Radit sakit dikantor, Key terpaksa nungguin mi, karena mas Daniel belum kembali ke kantor."
"Pak Radit sakit?"
"Iya mi, dia sampai harus di infus."
"Sekarang bagaimana kondisinya?"
"Sudah lebih baik mi, Tadi key sudah antar pak Radit kerumah nya."
"Ya sudah sayang, Sekarang kamu istirahat."
"Iya mi, key istirahat dulu "
Key meninggalkan mami yang masih duduk diruang tamu dan pergi ke kamar nya, key membersihkan dirinya dan mencoba untuk memejamkan matanya. dan larut dalam mimpinya malam itu.
***
Keesokan paginya, key sepeti biasa bangun pagi-pagi ,dan pagi ini dia sempatkan sarapan dulu, dia tak ingin kalau ada suatu insiden malah membuatnya tidak sarapan pagi.
Setelah selesai key langsung pamit untuk ke kantor, Susana dijalanan masih belum terlalu ramai, key melajukan mobilnya dengan santai.
Ketika sampai dikantor pun hanya cleaning servis yang baru sampai dan sedang bersih-bersih disana.
Seperti biasa key langsung ke ruangannya, mungkin hari ini pak Radit belum masuk karena memang kondisinya makam tadi masih lemas.
Key menarik nafas panjang, dan membuangnya dengan kasar, key memejamkan matanya sejenak, Untuk menenangkan hatinya.
Setiap dia memijakkan kaki nya dikantor pak Radit, dia selalu khawatir dengan perasaan nya saat itu.
key membuka laptop yang ada dimeja ya, dan mulai memeriksa agenda kerja Radit hari ini, Dan Alhamdulillah key berucap, Karena untuk dua hari kedepan pak Radit tidak ada meeting apalagi survey lapangan.
key berjalan keruangan Radit, dan terlihat sudah rapi sepetinya sudah dibersihkan dan dirapikan dengan baik
Key juga membereskan kertas-kertas yang ada dimeja Radit, dan mengambil sebuah berkas yang akan digunakan untuk meeting dua hari lagi.
Key mulia memeriksa berkas itu, satu demi satu di mejanya, Bahkan key terus disibukan dengan kertas-kertas itu, Sampai Daniel datang ke ruangannya.
"Key!" Panggil Daniel.
" Iya mas."
" Sebaiknya, kamu bersiap-siap, diapakan berkas untuk meeting dua hari lagi.
"Memangnya kita akan meeting hari ini mas?" tanya key Heran.
__ADS_1
"Sudah kamu bersiap saja."
"Iya mas." Key tak lagi bertanya apalagi membantah apa yang dikatakan Daniel.
Key segera membereskan kertas-kertas dimeja nya dan memasukan kedalam map, Key turun ke lantai satu untuk mencari Daniel yang telah lebih dulu turun.
Dan ternyata Daniel sudah menunggu Key di lobi.
"Mas daniel, ini berkasnya sudah saya siapa kan."
"Kalau begitu kita berangkat sekarang ya!"
"Mas, apa saya harus bawa mobil juga?"
"Tidak usah, biar disini saja."
"Iya mas."
Key berjalan ke mobil Daniel dan langsung masuk disamping Daniel yang sudah berada dibelakng setir.
Diperjalanan key hanya diam saja, dia sibuk dengan handphone nya, karena Daniel pun tak mengajak nya bicara sama sekali.
Mobil terus melaju dijalanan, dan Samapi akhirnya mobil berjalan dengan pelan, key yang tadinya fokus dengan handphone Oun mengangkat wajahnya, melihat posisi mereka saat itu.
Dan tentunya key sedikit bingung, kenapa juga dia harus kerumah pak Radit.
"Maaf mas, tapi kenapa kita kerumah pak Radit?"
"Lalu kita mau kemana, kita memang ingin kerumah pak Radit."
"Memangnya ada apa mas, apa terjadi sesuatu dengan pak Radit?"
Key, sebetulnya tidak ingin kesana, ternyata jatuh cinta membuat hidupnya jadi tidak Tenang.
Key berjalan perlahan menuju rumah Pak Radit, dan tak berapa lama setelah bel dibunyikan seorang wanita paruh baya pun membuka pintu rumah pak Radit.
"Silahkan masuk, tuan Radit sudah menunggu!"
"Terimakasih." jawab Daniel.
Key dan Daniel pun langsung masuk dan menuju lantai dua, Dimana ruang kerja Radit berada,Kebetulan hari itu mama Radit sedang keluar.
Dan ternyata Radit memang sudah menunggu diruang kerjanya, Dan key langsung saja masuk keruang kerja Radit, yang hampir sama dengan kondisi ruangan kantornya.
Dipenuhi oleh buku-buku dan juga keperluan pekerjaan Radit. Key sesaat takjub dengan desain ruang kerja Radit yang rapi.
Key langsung mengambil posisi duduk dihadapan Radit, Setelah di dan Daniel diminta untuk duduk.
"Maaf pak apa ada masalah dengan proposal Yang kita buat untuk meeting dua hari lagi?" Tanya key serius.
"Saya perlu mengecek proposal tersebut, takutnya ada kekeliruan."
"Pak Radit Jangan khawatir kan saya sudah bilang, biar semuanya saya dan mas Daniel yang urus."
"Tapi saya tidak bisa lepas tangan begitu saja."
__ADS_1
Dan tak berapa lama ketika keduanya sedang membahas Maslah proposal untuk proyek baru, Daniel pun tiba-tiba minta izin, dengan alasan ada pekerjaan yang harus diurusnya.
" Key, saya harus pamit dulu, ada pekerjaan yang harus segera saya selesaikan, Kamu bantu pak Radit disini."
"Tapi mas."
"Kamu jangan khawatir nanti saya akan jemput kamu kembali ke kantor, kamu tunggu disini saja."
"Iya mas." Key mengalah tak ingin berdebat.
Dan setelah Daniel pergi, key dan Radit pun terlihat serius dengan proposal yang tadi dibawa key, tepatnya key yang begitu serius dengan proposal itu.
Saat itu key terlihat sedikit tidak nyaman, karena berada diruang. tertutup dengan seorang pria, Dan pria itu adalah orang yang dicintainya.
"Pak Radit!"Panggil key, namun hanya dijawab dengan tatapan dari Radit.
"Pak apa boleh pintunya dibuka saja?"
"Nanti kamu kepanasan karena AC nya tidak berfungsi." jawab Radit
"Tidak apa-apa pak, saya hanya tidak enak saja kalau kita cuma berdua, nanti apa kata mama pak Radit jika dia pulang."
"Ya sudah, buka saja pintunya."Entah kenapa hari itu Radit mengalah begitu saja, dan akhirnya pintu ruangan kerja Radit pun dibuka.
Sedikit ada rasa tenang dihati key, dia tak ingin kalau nanti orang yang melihatnya menjadi salah paham.
Dan key mulai memaparkan tentang proposal yang tadi dibawanya, dia menunggu kalimat apa yang diminta Radit untuk merubahnya.
Namun key terus memaparkannya , akan tetapi tak mendapatkan koreksi apapun, padahal Radit bilang kalau dia diminta untuk datang ke rumah Radit karena ingin merubah beberapa hal yang ada di proposal mereka.
Kerena tak juga mendapatkan petunjuk apapun, Key pun menghentikan membaca proposal dan melihat ke arah Radit.
Dan tentu saja Key tak mendapatkan apa yang dia tunggu, karena ternyata saat itu Radit malah sedang melamun dan tersenyum menatap ke arah dirinya.
"Pak Radit, bapak kenapa?" Key bertanya namun tak mendapatkan jawaban.
Key mengulang pertanyaan nya ,namun sedikit lebih kuat.
"Key , Kamu kenapa?"
"Pak Radit tau enggak, dari tadi saya nanya, di bagian mana proposal ini mau diperbaiki."
Radit terlihat menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, dia jadi salah tingkah, takut kalau key sadar kalau dia dari tadi sengaja menatap gadis dihadapannya.
"Bapak ngelamun?" tanya Key.
"Tidak."
"lalu kenapa tadi saya lihat bapak senyum-senyum sendiri?"
"Saya ?"
"Hmm."
"Kamu pasti salah lihat."
__ADS_1
Key merasa aneh dengan bos nya hari itu, Tapi key pun berpikir, itu bukan urusan dirinya, yang penting dia sudah bekerja dengan benar.
Namun lain hal nya dengan Radit, dia memang hari itu sengaja setuju meminta key untuk datang, bukan karena proposal tapi karena memang dia ingin key berada disamping nya.