
Malam itu mobil yang dikendarai oleh Kevin melaju dengan kecepatan sedang, kesebuah hotel berbintang, tempat dimana sahabatnya akan bertunangan.
Key masih duduk dengan tenang disamping Kevin, sesekali Kevin melirik ke arah key sambil tersenyum.
Didalam hati Kevin memang betul-betul mengagumi sosok yang saat ini berada disampingnya.
Gadis cantik ,pintar dan juga ramah, tentu didalam hati Kevin menaruh harapan besar untuk bisa memiliki key, dan menjadikannya pendamping hidup.
Namun Kevin masih belum yakin kalau dia bisa meluluhkan hati key, yang sebnarnya telah jatuh hati pada Radit.
Namun Kevin berpura-pura tidak tahu menahu tentang key yang mencintai radit.dia hanya ingin hubungannya dengan key berjalan seperti air saja, tidak ada unsur paksaan didalam nya.
Key yang saat itu bisa melihat kalau Kevin sesekali mencuri pandang terhadap dirinya menjadi sedikit tidak nyaman.
Namun key tetap diam, dia tak ingin menyinggung perasan Kevin, apalagi tidak ada yang salah yang dilakukan Kevin kepadanya.
Mobil mewah milik Kevin pun masuk ke parkiran sebuah hotel, parkiran yang sudah dipenuhi oleh banyak mobil mewah.
Ya tentu saja, pastinya banyak tamu yang sudah datang, Key turun dari mobil setelah Kevin membukakan dirinya pintu.
key berjalan disamping Kevin, namun mereka tentu saja tak sepeti pasangan pada umumnya yang mungkin akan bergandengan tangan.
Key dan Kevin berjalan masuk kedalam, setelah memperlihatkan undangan dipintu masuk ke tempat acara.
"Dokter Kevin!" sapa seorang perempuan cantik.
"Hai Allea, kamu disini juga?" tanya Kevin.
"Ya iya lah, dokter lupa kalau kita juga teman sekolah kan?."
"Ha ha ha, tentu saja tidak."
"Kamu bersama siapa kesini?" tanya perempuan bernama Allea itu basa basi.
Padahal saat itu dia melihat jelas kalau key berada disamping nya.
"O iya, kenal kan ini Key!" Kevin memperkenalkan key kepada Allea.
"Your wife?Tanya Allea lagi.
"No, tapi akan menjadi."
Jawab Kevin sambil tersenyum ke arah key, dan tentu saj dibalas oleh key dengan senyuman juga,dan tidak mungkin saat itu key membatah kalau dirinya bukanlah istri ataupun calon istri nya Kevin.
Key hanya diam dan tersenyum ke arah Allea, setalah berjabat tangan.Dan begitu juga dengan Allea.
"Kamu sendiri dengan siapa kesini?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Aku sendiri."
"Serius?"
"Sure, memangnya kamu melihat orang lain disini?" tanya Allea.
"Tidak seh, tapi aku dengar kamu sudah menikah?".
"Cerita nya panjang Vin, lain waktu aku akan cerita."
"Oke, kalau begitu kita bergabung dengan yang lain." ajak Kevin.
"Ayo!" Tania basa basi Kevin langsung menggenggam jemari key.
Key sempat kaget dan ingin menolak, namun Kevin sudah menarik tangannya pelan untuk ikut masuk.
Dan didalam key diperkenalkan dengan banyak teman -teman Kevin Alumni SMA.
Key hanya tersenyum dan berjabat tangan, dia tak bicara apapun.
Karena key masih belum mengenal orang-orang disana, dan pada saat sedang berada ditengah-tengah sahabatnya Kevin tiba-tiba key malah dipertemukan dengan orang yang tak seharusnya masih ditemui nya.
Key, merasa sulit bernafas, ketika kdua bola mata hitam pekat itu bertatapan dengan matanya, Tanpa sengaja key menggenggam erat jemari Kevin yang saat itu sedang menggenggam jemarinya.
Ada rasa perih yang key rasakan, walupun sebnarnya tidak pantas, key menhan rasa itu sekuat tenaga.
Melihat key ber genggaman tangan dengan pria dihadapannya.Namun mereka berdua sama-sama menahan rasa itu didalam hati masing -masing.
Dan kevin yang saat itu menyadari apa yang sedang terjadi pun langsung mencoba mencairkan Suasana.
"Pak Radit, disini juga?" Tanya Kevin basa basi.
Namun bukan Radit yang saat itu menanggapi perkataan Kevin,melainkan wanita yang berada disamping Radit saat itu.
"Iya Vin, Radit ini kan Tunangan ku."
"Kapan kalian akan menikah?" tanya Kevin.
"Secepatnya." Jawab Aliya sambil tersenyum bahagia.
Namun Tanpa Aliya tau, kalau senyumnya itu, menggores luka dihati key, namun key hanya diam, karena memang tak ada yang bisa dia lakukan.
"Key, kamu datang bersama Kevin?" tanya Aliya.
"Iya."
"Ternyata kalian sudah saling kenal ya?" tanya Kevin sedikit kaget.
__ADS_1
"Iya Vin, aku pernah bertemu Key di acara ulang tahun ku, saat itu key menemani maminya."
Key saat itu tak terlalu fokus pada pembicaraan mereka,yang ada dipikirannya saat itu, kenapa Radit tidak langsung pergi dari hadapannya, dan kalau tidak kenapa tidak Kevin yang pergi.
Namun mereka masih berbicara panjang lebar, Radit saat itu terlihat menatap key, namun key tak ingin menatap mata itu, dia takut kalau hatinya akan semakin terluka.
Walupun key tau tak pantas dia cemburu pada Aliya, karena Radit adakah milik Aliya bukan dirinya.
Kevin tanpa sengaja menatap ke arah key, dan Kevin bisa melihat ada rasa kecewa diwajah itu, Dan Kevin tak ingin membuat key semakin tidak nyaman dengan kehadiran Radit.
Dan jika dia terus membiarkan Radit menatap key, Kevin takut akan semakin sulit untuk nya mendapatkan hati key.
karena semakin sering mereka bertemu Kevin yakin akan semakin sulit juga untuk key melupakan Radit.
"Maaf ya Aliya saya kesana dulu."
"Iya Vin."
Kevin membawa key pergi dari sana, dengan masih menggenggam jemari key, dan key sangat bersyukur saat itu dan dia bisa menarik nafas lega.
Key berterimakasih dalam hati kepada.kevin, walupun sebnarnya saat itu key tidak tau kalau Kevin sudah tau semuanya tentang perasaan nya kepada Radit.
"Key kita minum dulu ya!"
"Iya mas, key juga haus." jawab key.
Dan tentu saja dia haus, bahkan tenggorokan nya sampai.kering menahan detak jantung nya yang tak karuan saat itu.
Setelah minum key sedikit lega, dan kebetulan acara pertunangan ya, pun sudah dimulai, acara demi acara pun sudah berlalu sampai acara bertukar cincin.
Dan semua tamu mulai menikmati hidangan yang ada, termasuk juga Radit dan Aliya, yang saat itu mengambil tempat yang begitu dekat dengan key.
Key mencoba menenangkan hatinya, menahan rasa dihati saat itu, kebetulan Kevin sedang mengambilan makanan untuk mereka berdua.
Tak berapa lama Kevin kembali, dan Kevin langsung duduk dihadapan key, niat Kevin untuk menghalangi pandangan Radit dan key saling bertemu.
"Key cobain ini satenya pasti enak!" kevin menyodorkan satu tusuk sate kepada key.
Dan key tak ingin menolaknya, nanti terkesan tidak sopan pada Kevin, key pun membuka mulutnya, untuk memakan sate yang diberikan Kevin.
Radit yang saat itu masih bisa melihat perlakuan istimewa dari Kevin kepada key pun terbakar api cemburu.
Namun Radit tak bisa berbuat apa-apa, saat itu dia sedang bersama Aliya, dan dia Oun sadar kalau dia lah yang melepaskan key ke pelukan lelaki lain.
Aliya yang melihat Radit dengan ekspresi wajah yang sedikit lain pun, melihat ke arah pandangan calon suami nya itu, dan Aliya sedikit heran kenapa Radit menatap key sampai segitunya.
padahal saat itu key sama sekali tak melihat ke arah Radit, apakah telah terjadi skandal diantar mereka berdua?
__ADS_1
Banyak pertanyaan dibenak Aliya saat itu, dan tentu saja tanpa disadari oleh Radit, dan Aliya mencoba menepis rasa itu.