
Ruangan meeting saat itu sejenak menjadi hening, key bangun dari duduk nya, dan berjalan kehadapan semua yang hadir disana.
Dia bingung bagaimana jika dia malah mengecewakan papi nya didepan banyak orang.
Key menatap papinya, tapi papi mengatakan kalau dia pasti bisa, dan akhirnya key pun mulai memaparkan proposal yang akan dibicarakan dalam meeting hari ini.
Pertama-tama key terlihat ragu, namun ternyata semua berjalan dengan lancar, key menyampaikan materi begitu lancar bagai air mengalir.
Setelah selesai menyampai kan materi semua, yang hadir diruang meeting, bertepuk tangan dan memuji kepintaran key.
Gadis yang baru mendapat kan gelar sarjana nya ternyata, bisa menghipnotis banyak hati pagi hari itu.
Setalah selesai meeting, key pun pergi keruangan papinya, namun belum sempat key masuk, Radit sudah menahan tangannya key.
"Key tunggu!" pinta Radit.
"Pak Radit, apa-apaan nanti kalau papi lihat bagaimana?"
"Tidak Masalah, saya yakin papi kamu tidak akan marah."
"Lebih baik pak Radit lepaskan , kalau tidak saya akan memanggil pak Radit dengan sebutan pak dimana pun berjumpa."
"Kamu mengancam saya?"
"Ya begitulah kira-kira."
Radit pun melepaskan tangannya dari key, dia tentu saja keberatan kalau harus dipanggil pak terus sama key.
"Apa bisa kita bicara sebentar?" tanya Radit.
"bicaralah !"
"Aliya bicara ditempat lain."
"saya mau bertemu papa dulu."
"Hanya sebentar saja."
"ya sudah , katakan saja."
"Tapi saya ingin kita bicara ditempat yang nyaman."
"Tapi saya juga ingin bertemu papa terlebih dahulu."
"oke, saya tunggu kamu dibawah, diparkiran."
"Parkiran? apa tidak ada tempat yang lebih tidak seromantis itu?" tanya key kesal.
"Tidak ada, pokonya saya tunggu diparkiran, kalau kamu tidak datang, saya tidak akan pulang, kamu tau saya kan?"
Key diam, dia teringat akan kejadian saat dirumah nya waktu itu, sampai-sampai Radit jatuh sakit karena menunggunya dan kehujanan.
"Iya, saya akan datang."
__ADS_1
"Saya pergi."
Radit pun pergi dari sana, dia menunggu key, diparkiran, seperti yang dia katakan kepada key, Dan key langsung masuk menemui papi nya, dia tak ingin kalau Radit akan menunggunya terlalu lama, dengan cepat di menemui Radit, berarti pria itu akan cepat meninggal kan kantor papi nya.
"Assalamualaikum Pi!" key membuka pintu ruangan papinya.
"Waalaikum salam, sayang ayo duduk!"
"Iya Pi."
"Papi salut dengan kamu key, ternyata memang benar, putri Papi ini memang gadis yang luar baisa , Dan kamu bisa membuat semua ni orang kagum."
"Terimakasih Pi."
"Tidak salah papi akan menitipkan perusahaan ini kepada kamu."
"Papi jangan berlebihan, ini kebetulan saja Pi, key masih butuh papi untuk membimbing key."
"Putri papi ternyata sekarang sudah handal di dunia bisnis."
"Tidak Pi, hanya saja ada banyak hal yang saat itu key pelajari dari pak Radit, dan selama disana key belajar banyak Pi tentang bisnis."
"Syukurlah kalau begitu, key tadi papi melihat pak Radit , dimana dia sekarang?"
"Sudah turun kebawah pi."
"papi pikir masih disini."
"Tidak pi."
"Pi!" panggil key.
"Iya." jawab papi yang masih fokus pada lembaran kertas dimeja nya.
"Pi, apa boleh key izin pulang lebih dulu?" tanya key ragu-ragu.
"Tentu saja boleh sayang, papi hanya ingin memperkenalkan kamu dengan kolega dan staf kantor saja. jawab papi.
"Terimakasih ya Pi !" key memeluk leher papi nya dia begitu bahagia.
Dan setelah berpamitan key pun turun ke lobi kantor dan menuju parkiran mencari mobil Radit, dan setelah yang dicarinya terlihat key langsung berjalan ke mobil Radit
Pintu mobil pun terbuka lebar.
"Masuk!" perintah Radit.
"Memangnya kita mau bicara dimana?" tanya key?"
"Masuk saja, nanti kamu akan tau sendiri."
Key masuk kedalam mobilnya Radit, walaupun sebenarnya dia begitu kesal, dengan cara Radit yang pakai rahasia-rahasia segala.
Namun bukan Radit namanya kalau tidak membuatnya kesal. key duduk disamping Radit menatap lurus kedepan.
__ADS_1
"Sudah jangan manyun begitu, kita hanya pergi untuk bicara."
"Apakah untuk bicara saja harus cari tempat?" tanya key kesal.
"Tidak juga, tapi saya hanya ingin mengajak kamu untuk pergi bersama saja."
Key menatap ke arah Radit dengan kesal, dia Samapi harus izin sama papinya untuk pulang lebih dulu, padahal hanya untuk biar dengan Radit, namun Radit malah membawanya pergi hanya untuk bicara.
Mobil mewah milik Radit Pun berbelok ke salah satu arah jalan sebelah kanan, key pun bertanya-tanya akan kemana mereka berdua, namun Saat itu key Hanya diam dan ikut saja.
Dan sampai akhirnya mobil pun berhenti disebuah danau, yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang begitu indah, key yang tadinya kesal pun terlihat menyunggingkan senyum nya.
Dia turun tanpa diminta Radit, Dan berjalan mendekat ke arah pinggir danau, menatap danau yang ber air biru itu dengan takjub, Key tidak menyangka kalau Radit akan membawa dirinya ke tempat itu tempat yang begitu indah.
Dan Radit pun terlihat ikut turun dan menyusul ke pinggir danau setelah memikirkan mobilnya dengan benar, pria itu tersenyum melihat key yang terlihat begitu bahagia.
"Kamu suka tempat ini?"tanya Radit.
"Iya, key sangat suka sekali tempat ini begitu indah, key belum pernah kemari." jawab key sambil melebarkan senyumnya.
"Kamu tau key, ini adalah tempat favorite saya di saat saya sedang gundah dan sedang banyak masalah ,Saya suka menyendiri di tempat ini."
Key menatap Radit, meyakinkan dirinya tentang apa yang dikatakan pria itu barusan, karena key tidak yakin kalau Radit itu pernah merasa galau atau gundah karena selama ini Radit yang key dikenal adalah orang yang dingin dan tidak peduli akan apapun.
"Kenapa kamu menatap saya, apa ada yang aneh?" tanya Radit.
"Tidak, saya hanya ragu saja, apa benar mas Radit pernah merasa galau?" jawab key sambil tersenyum mengejek Radit.
"walau bagaimanapun saya ini hanya manusia biasa ,sama dengan pria-pria lainnya. Saya juga punya rasa kecewa sedih dan terluka."
Key kembali terdiam karena memang apa yang dikatakan Radit adalah benar ,sekeras apapun sekuat apapun seseorang dia pasti punya rasa kecewa rasa terluka dan rasa sedih.
"Lalu Kenapa Mas Radit membawa saya ke sini?"
"Saya hanya ingin kamu mengetahui sisi lain dari diri saya, yang mungkin selama ini kamu kenal dingin dan tidak punya perasaan"
Key menatap pria tampan yang saat ini berada di hadapannya, pria yang selama ini ingin sekali di tatapnya dan selalu berada di sisinya ,hari ini key bisa berdampingan dengan Radit, sebetulnya hati key begitu bahagia.
Namun key belum bisa bahagia seperti yang dia harapkan saat ini, karena key masih harus meyakinkan kedua orang tuanya tentang perasaan mereka berdua .
Yang mungkin akan menjadi pertanyaan kedua orang tua key, apalagi hubungan Radit dan key baru saja selesai.
Key harus lebih bersabar lagi untuk bisa bersama pria yang dicintainya.
"Mas Radit, apa yang ingin mas katakan kepada key?"
"Key, apa kamu sudah siap jika saya membawa kamu untuk bertemu mama?"
Key diam dan menatap ke arah Radit, yang saat itu terlihat penuh harap.
"Tapi apa ini tidak terlalu cepat?"
"Tapi key, saya tidak.ingin hubungan ini terlalu lama kita tunda, saya takut kalau kamu akan berubah pikiran."
__ADS_1
"Tapi saya rasa ini terlalu cepat, berikan saya sedikit waktu , dan mungkin waktu untuk mama nya mas Radit."
Sebenarnya key takut kalau dia akan terlihat sebagi perusak hubungan orang lain, tapi key tak mungkin mengungkapkan nya kepada Radit, dia memilih diam dan menyimpan dihatinya.