CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Memberikan perhatian


__ADS_3

Setelah tiba di restoran, Radit turun sebentar untuk mengantarkan mamanya kedalam, Radit bisa melihat raut wajah kecewa dari mama nya.


"Radit, maafkan mama yang telah memaksa kamu bertunangan dengan Aliya."


"Sudah lah ma, jangan dibahas lagi, mam istirahat jangan banyak pikiran, Radit harus kembali ke kantor ma."


"Iya, kamu hati-hati ya!"


"Iya ma, Radit pergi ya." Radit Oun pergi dari sana setelah mencium punggung tangan mama nya.


Dia melajukan mobilnya menuju kantor, Radit terus saja tersenyum rama kepada semua karyawannya karena hatinya sedang bahagia, padahal saat itu key dan dirinya masih belum bertemu.


Dan key pun belum tentu setuju untuk bersama dirinya, namun radit seakan buta dengan hak itu, yang penting untuknya dia sudah lepas dari pertunangan, dan sekarang saat nya berjuang mendapatkan cinta nya.


Hari itu semua karyawan pun bingung Dengan sikap Radit , karena biasanya Radit tak pernah melemparkan senyum kepada siapapun, dia terkenal dengan CEO yang dingin.


Namun hari ini dia begitu Ramah, ada rasa aneh dihati semuanya, namun juga ada rasa bahagia untuk mereka karena bisa nya berubah lebih ramah.


Radit memasuki ruangan nya setelah menyapa Danil yang duduk di meja disamping ruangan Radit, sampai-sampai Radit Oun menjadi heran.


Radit langsung menduduki kursi kebesaran nya dan mengeluarkan handphone dari dalam saku jas nya ,dia ingin menelpon key.


Radit pun menekan icon hijau pada layar handphonenya untuk menghubungi Key, dia ingin bicara dengan key walaupun hanya sekedar menanyakan kabarnya.


Tak berapa lama terdengar suara key yang ternyata sudah mengangkat telpon dari Radit.


"Hallo key, Assalamualaikum!" ucap Radit.


"Waalaikum salam, iya pak Radit." jawab key.


"Key , apa sudah tidak ada nama panggilan untuk saya selain pak?"


"Emangnya panggilan itu tidak cocok?"


"Udah ya key, mulai hari ini berhenti panggil saya pak, saya bukan bos kamu lagi."


"Apaan seh pak Radit, nelpon saya Hanya untuk marah-marah?"


"Tadinya saya mau tanya kabar kamu key."


"Hmmm, saya baik kok pak."


"Alhamdulillah, kalau begitu saya tutup ya jangan lupa minum obat nya."


"Iya , terimakasih!" belum pun key sempat menyambung ucapannya Radit sudah mematikan handphonenya.


"Ish, apaan sih Pak Radit key belum selesai bicara kok langsung dimatikan gitu." key terlihat kesal.


Dan lain halnya dengan Radit dia juga terlihat kesal karena key terus memanggilnya Pak dan Pak, iya berpikir apa tidak bisa ke memanggilnya dengan sebutan lain apa dia begitu tua sehingga hanya pantas dipanggil Pak.


Radit menyandarkan tubuhnya kesadaran kursi ,sesaat memejamkan matanya rasanya ingin sekali Radit bertemu key saat ini juga dan menceritakan hubungannya dan Aliya yang sudah berakhir.

__ADS_1


namun Radit tak ingin gegabah dia tidak ingin kalau sampai key merasa bersalah dengan putusnya pertunangan dirinya dan juga Aliya.


Radit pun mencoba untuk fokus dengan pekerjaannya hari ini di kantor dan dia berniat sore ini akan datang ke rumah key dengan alasan untuk menjenguk dan juga mencoba untuk lebih dekat dengan keluarga key.


Karena Radit yakin tidak mudah untuknya masuk ke dalam keluarga Key ,apalagi mereka semua tahu kalau Radit sebelumnya telah bertunangan dengan Aliya, Pasti orang tua key akan keberatan karena tidak mau anaknya disalahkan dalam putusnya hubungan dirinya dan Aliya.


Sekitar pukul 06.00 sore, Radit pun kembali dari kantornya ,karena sudah terlalu sore tadi tidak langsung menemui key dia kembali ke rumah membersihkan diri dan beristirahat sejenak.


Setelah makan malam bersama mamanya Radit pun pamit dengan alasan ingin bertemu teman ,Radit mengemudikan mobilnya menuju rumah key.


Sesampai di sana Radit melihat ada mobil Kevin di halaman rumah key, Radit berniat membatalkan untuk bertemu key dan kembali ke rumah, tapi radit juga tidak ingin membiarkan Kevin dan key bersama-sama dan semakin dekat.


Akhirnya Radit memutuskan untuk membunyikan bel, dan tak berapa lama terlihat bi Mina mau bukakan pintu.


"Den dan Radit rupanya , den Radit mau bertemu non key ya?"tanya bik Minah.


"Iya bik, apa key nya ada?" tanya Radit lagi.


"Ada den, mari silahkan masuk kedalam, didalam juga sedang ada tamu den Kevin."


"Iya bi,k terimakasih."


Radit pun mengikuti bik Minah masuk ke dalam dan berjalan menuju ruang tamu dan benar saja di sana sudah ada Kevin yang sedang mengobrol dengan key.


"Selamat malam pak Kevin!" sapa Radit.


"Pak Radit, selamat malam!" jawab Kevin.


Key baru ingin membuka mulutnya untuk memanggil Radit dengan sebutan Pak ,namun Radit langsung menatap key dengan tatapan kesal dan akhirnya Key mengurungkan niatnya memanggil Radit dengan sebutan Pak.


"Silahkan duduk pak radit."pinta Kevin.


"Iya pak Kevin, terimakasih."


Tak berapa lama bi Minah pun datang dengan membawa 2 gelas kopi dan juga segelas teh untuk key malam itu.


"silakan diminum dulu Den Radit dan Kevin!"


Bik minah pun pergi meninggalkan ruang tamu ,dia kembali ke belakang untuk membereskan pekerjaannya.


Kebetulan malam itu Mama dan Papa key tidak berada di rumah ,karena mereka sedang keluar kota ada acara kolega papanya Key di Surabaya.


"Dimana om dan tante" tanya Radit.


"Papa dan Mama sedang keluar kota ada acara di Surabaya." jawab key.


Key terlihat sedikit gelisah dia menjadi serba salah karena dia tahu kedua lelaki di hadapannya dua-duanya sedang mencoba mendekati dirinya , namun yang jelas saat ini Keu masih sangat mencintai Radit ,lelaki yang juga berada di hadapannya saat ini.


Namun karena key tahu status Radit Yang sudah bertunangan dengan Aliya, key mencoba menjaga hatinya ,tepatnya mencoba untuk melupakan Radit, walaupun semakin kuat key berusaha semakin kuat juga takdir mempertemukan mereka.


Mengingat hal itu, hati key begitu terluka, namun key tak punya pilihan sama sekali. cinta tak dapat dipaksakan dan tak dapat dicegah.

__ADS_1


"Mas Kevin, dan mas Radit tumben datang kesini tanpa mengabari terlebih dahulu?" tanya key basa-basi.


"Iya key, mas dengar kemarin kamu sempat masuk rumah sakit ,tapi maaf Mas tidak sempat menjenguk Karena Mas sedang tugas ke luar kota." jawab Kevin.


Namun Radit masih diam, dia tak memberi alasan apapun Kenapa dia datang, dan Radit yang tadinya berencana untuk membicarakan masalah dirinya dan Aliya dengan key, akhirnya diurungkan karena adanya Kevin di sana.


Tak berapa lama mereka berbincang-bincang, handphone Kevin pun berdering, ternyata ada pasien yang sedang membutuhkan bantuannya di rumah sakit.


Dan Kevin langsung minta izin untuk kembali ke rumah sakit dan tentu saja itu membuat Radit tersenyum di dalam hati ,karena memang itu yang ditunggu Rafit sejak tadi.


Setelah kepergian Kevin, hanya tinggal key dan Radit diruang tamu, keduanya masih diam entah apa yang membuat mereka berdua jadi canggung ,biasanya kalau bertemu selalu saja saling berdebat.


Akhirnya Radit memulai pembicaraan, waalaikum dengan basa basi saja.


"Key kamu kenapa tidak ikut papi keluar kota?"


"Tidak pak, eh mas!" jawab key sambil nutup mulutnya yang terus saja memanggil Radit pak.


"Bagaiman kondisi kamu, sudah benar-benar sehat?"


"Iya sudah baik-baik saja."


"Key, besok ada acara peresmian salah satu restoran milik kolega saya." ucap Radit ragu-ragu.


"Lalu?" tanya key bingung.


"Apa kamu mau menemani saya kesana?" tanya Radit.


"Maaf, mungkin lebih baik Kalau Mas pergi dengan Aliya saja key tidak ingin terjadi salah paham." jawab key .


"Key, semua itu tidak akan terjadi."


Key menatap heran ke arah Radit apa maksudnya tidak mungkin itu terjadi ,apalagi kalau sampai Mama Radit dan juga Mama Aliya tahu, namun belum sempat Key bertanya Radit pun menjelaskan semuanya.


"Key, pertunangan saya dan Alia sudah berakhir."


Key kembali menatap Radit dengan heran.


"Apa maksud nya , Mas Radit ingin mempermainkan hati aliya ?" tanya key.


"Tidak key, tapi memang hubungan kami sudah berakhir ,saat ini saya dan Aliya sudah memutuskan untuk menjalani hidup masing-masing."


"Apa ini ada hubungannya dengan Key?" tanya key ragu-ragu.


"Tidak key, tapi memang hubungan kami tidak dapat dilanjutkan lagi ,karena sebenarnya Aliya juga tidak pernah mencintai saya."


Key terlihat kaget dia tidak menyangka dan serasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Radit.


"Tapi!"


"Key, mungkin saatnya sekarang ini saya berjuang untuk mendapatkan kamu , Dan membuat kedua orang tua kita menyetujui hubungan kita."

__ADS_1


Key diam, tak ada jawaban yang diberikan olehnya, dia bingung harus bahagia atau sedih mendengar apa yang dikatakan oleh Radit dan akankah dia menerima Radit begitu saja setelah pertunangan Radit dan Aliya putus?


__ADS_2