
Sesaat keduanya terdiam,Key masih menunggu jawaban dari Radit, saat itu Key yakin kalau Radit akan menerima dirinya, karena memang selama dua bulan ini Radit tak pernah menolak semua perhatian dari nya.
"Kayra!" Panggil Radit.
Key menatap mata elang itu yang telah membuat nya lupa kalau tak seharusnya dirinya yang mengungkapkan cinta kepada pria dihadapan.
"Apa yang kamu katakan, kamu jangan bercanda masalah hati ," ucap Radit sambil melepaskan tangannya dari genggaman Kayra.
"Saya serius, bahkan saya telah jatuh hati dengan tuan saat datang ke kampus saya, Selama ini tak ada satu pun laki-laki yang bisa mengusik hati saya seperti saat ini "
"Key, Kamu perempuan yang cantik dan pintar, Banyak lelaki diluar sana yang pastinya ingin dicintai oleh kamu ."
"Tapi ,saat ini saya tidak menginginkan pria lain,saya hanya ingin tuan."
Radit terdiam, dia menelan ludahnya dengan susah payah, Tak pernah dia menyangka kalau wanita seperti Kayra bisa Berani mengungkapkan cintanya pada seorang lelaki.
Seharusnya saat ini dia adalah pria yang beruntung ,namun Kayra bukanlah wanita idaman hatinya.
"Tapi key, Maaf kan saya karena saya tidak bisa membalas perasaan kamu kepada saya."
"Tapi kenapa? bukankah Selama ini pak Rafit tak pernah menolak semua perhatian saya kepada bapak?"
Bermacam perasaan key rasakan saat itu, rasa malu, kecewa dan juga sedih, bahkan dia lupa kalau saat itu dia hanya mahasiswi magang dikantor Radit, bahkan key sampai merubah panggilan nya kepada Raditya.
"Kayra, kamu salah paham selama ini saya menerima perhatian kamu hanya sebatas sekretaris dan bos nya, tidak ada maksud lain."
Tak dapat lagi key membendung air matanya, Hatinya begitu terluka, dia tak menyangka kalau Raditya akan menolak dirinya, dan saat ini juga key baru merasakan rasanya kecewa dan patah hati.
Ad yang basah dipipinya, sekuat apapun key menahannya namun tetesan bening itu turun juga membasahi pipinya yang putih.
"Tapi kenapa pak, apa yang bapak ingin kan namun tidak saya punya?"
"Maaf kan saya key, tapi kamu memang bukan wanita idaman saya, Dan perlu kamu tau, saya sudah memiliki calon istri."
"Calon istri?" Ucapa key terbata.
__ADS_1
"Iya, Calon istri, dia adalah seorang wanita muslimah, Saya memang seorang CEO, tapi saya ingin memilki seorang istri yang bisa mendukung saya menjadi lebih baik."
Key terdiam, Bahkan entah dari mana datang nya perasaan itu yang membuatnya begitu lemah, Key menangis bahkan sampai terisak.
Radit yang berada disebelah key menjadi serba salah, dia bingung apa yang harus di lakukan ,tapi pada kenyataannya memang dia tidak pernah mencintai Kayra.
Key menghapus air matanya, banyak rasa yang ada dihatinya saat itu, dia telah rela merendah kan harga dirinya hanya untuk cinta seorang Radit, namun dia tak menyangka akan mendapatkan kekecewaan.
Namun Radit mungkin benar, dia tidak bersalah, karena dia memang tidak pernah mengatakan cinta ataupun suka kepada Kayra.
Kayra bangun dari duduk nya, menghapus air matanya, dia tak ingin orang-orang diluar ruangan itu berpikir yang tidak-tidak jika melihat dirinya menangis. Key mengambil tasnya dan pergi dari ruangan Radit.
Tinggallah Radit yang terlihat bingung dengan sikap Kayra saat itu, namun dia juga tidak dapat mencegah perasaan yang tumbuh dihati Kayra.
Key mengendarai motornya dengan kencang, dia bahkan lupa kalau hanya punya satu nyawa saat itu, Key pergi ke taman untuk bertemu Rita yang sudah di telponnya sebelum meninggalkan halaman kantor Radit.
Tak berapa lama Rita datang, dan langsung menghampiri sahabat nya itu, dan begitu melihat Rita, key langsung memeluk sahabatnya itu, dia terisak dalam dekapan Rita.
Namun Rita malah bingung, apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabat nya, selama mengenal Kayra, belum pernah Rita melihat key menangis apalagi sampai segitunya, Karena yang Rita tau, key adalah gadis periang dan tak pernah terlihat kesedihan diwajahnya.
Bukan jawaban yang Rita dapat, key masih larut dalam kesedihannya, Akhirnya Rita memutuskan untuk menenangkan key terlebih dahulu.
"Udah key, loe yang tenang, jangan nangis."
Setalah hampir setengah jam Key pun terlihat tenang, walaupun masih terisak . Dia melepaskan pelukannya saat itu, bahkan baju Rita Oun ikut basah dengan air mata Kayra.
Key menatap mata sahabatnya, Rita memperlihatkan senyum nya, itu sebagi bukti bahwa dirinya selalu ada untuk Kayra dalam keadaan apapun.
"Key, sekrang loe minum dulu " menyodorkan botol minuman kepada Kayra.
"Terimakasih ya." Ucapa key pelan.
"Key sekrang loe cerita siapa yang udah berbuat jahat sama loe, cerita ke gue."
"Ta, gue malu, gue sakit, gue kecewa ta!" ucapa Kayra ,dengan suara pelan.
__ADS_1
"Key apa sebenarnya yang terjadi ,gue enggak ngerti key, loe malu kenapa?"
"Gue salah Ta, Dan karena kesalahan gue akhirnya gue tau Ta, bagaimana rasanya patah hati dan kecewa."
"Sekarang loe tenang, cerita sama gue pelan-pelan."
"Loe tau ta, selama ini gue pikir pak Raditya suka sama gue, dan Karena hal itu gue udah mempermalukan diri gue sendiri Ta."
"Emangnya apa yang loe lakuin key?"
"Gue bilang sama pak Radit, kalau gue suka sama dia selama ini, gue pikir dia juga punya perasaan yang sama, namun nyatanya enggak ta."
"Maksud nya, loe nyatakan cinta ,dan loe ditolak."
"Key mengangguk kan kepalanya pelan."
"Key, kan gue udah bilang sama loe, Jangan lakukan sesuatu yang dapat menyakiti hati loe sendiri, loe itu cantik ,pintar bnyak pria-pria yang menginginkan loe, tapi kenapa malah loe jadi gini seh key!"
"Tapi ta, gue enggak mau lelaki manapun, gue cuma cinta sama pak Radit ta."
"Sadar key, loe kenapa, cinta itu tidak bisa dipaksakan, dan semua orang punya hak untuk menolak atau menerima."
"Tapi ta, gue enggak bisa, gue tetap mau pak Rafit itu Nerima gue ta."
"Key loe sadar, apa yang loe katakan itu salah key, apalagi pak Radit memang sudah menolak loe."
"Dan yang lebih sakitnya lagi, dia bilang kalau gue bukan wanita idaman untuk nya, bahkan dia bilang kalau dia sudah memiliki calon istri yang akan membawanya ke surga."
"Sekarang loe tenang key, semua kan baik-baik aja, loe harus ingat kalau memang pak Radit jodoh loe maka loe akan dipertemukan dalam ikatan yang halal."
"Tapi mana mungkin ta, dia sudah punya calon istri ."
"Udah, kan baru calon, mana key yang gue kenal kuat dalam banyak hal, loe jangan begini key, kalau loe kek gini gue lebih suka lihat loe yang tomboy dan urakan yang penting loe selalu happy."
"Bantu gue ta, gue enggak mau kehilangan pak Radit"
__ADS_1
Rita saat itu benar-benar pusing, tidak tau harus bicara apa, karena yang dia hadapi saat ini bukanlah key yang selam ini dia kenal ,key bahkan tak pernah peduli dengan cinta, namun kali ini cinta membuatnya hancur, Apa yang akan dilakuan key setelah ini?