
Pagi-pagi sekali key, terlihat sudah rapi, memang setelah dia jatuh hati pada Radit, perlahan key yang tomboy mulia merubah cara berpakaian nya lebih feminim.
Walaupun key terkadang masih suka memakai baju kemeja dan celana jeans nya. key menuruni tangga perlahan, karena kondisinya masih belum stabil .
"Sayang, mau kemana pagi-pagi sudah rapi?" tanya mami yang melihat key di tangga dan membawa tas.
"Key, mau mengantarkan lamaran ke salah satu perusahaan mi." jawab key sambil tersenyum.
"Memangnya kamu tidak ingin membantu papa di perusahaan?" tanya papi yang baru terlihat di ujung tangga.
"Pi,mi key bukan tidak ingin membantu papi, tapi biarkan key mandiri Pi, biar key tau bagaimana sulitnya memperoleh kesuksesan." jawab key.
"Tapi key, papi ini sudah tua, papi ingin istirahat." jawab papi.
"Tapi key juga belum paham betul tentang bisnis Pi, key ingin mencari pengalaman lebih banyak lagi."
"Sayang, ayok kita sarapan dulu, nanti kita bicarakan lagi." ajak mami yang melihat suami dan anaknya masih bicara panjang lebar di ujung tangga.
Keduanya pun menurut , dan berjalan menuju meja makan, sebelum sarapan pagi dimulai papi pun bicara lagi pada key Karena sejujurnya papi memang keberatan kalau key bekerja di perusahaan orang lain, dia lebih senang kalau key belajar dan membantu dirinya di perusahaan agar key terbiasa dengan semua hal itu.
"Key, menurut papi, kalau memang key ingin belajar tentang bisnis lebih baik key memulainya di perusahaan kita, dengan begitu key akan terbiasa dengan suasana dan kondisi perusahaan kita jadi papi bisa melepaskan perusahaan kepada key, papi ingin istirahat dimasa tua."
"Tapi Pi, key masih belum siap kalau harus menjadi seorang CEO Karena sejujurnya pengalaman key tentang bisnis masih terlalu dini."
"Papi paham sayang, tapi papi berencana untuk mengurus perusahaan kita yang lain, Jadi perusahaan kita di sini papi ingin key yang mengurusnya, papi yakin dan percaya Key bisa memajukan perusahaan kita."
Key masih diam, dia bingung, mau menolak atau menerima, tapi yang jelas apa yang dikatakan Papi ada benarnya juga, apalagi key bisa melihat usia papi semakin lanjut.
"Jadi menurut Papi dan mami, Apa dibatalkan saja mengajukan lamaran ke perusahaan lain?"
"Mau nya papi Iya begitu, tapi kalau Key keberatan Papi juga tidak bisa memaksa."
Key menyentuh tangan papinya ,key memperlihatkan senyumnya kepada kedua orang tuanya, dia tidak tega mengecewakan Papi dan maminya, dan akhirnya dia memutuskan untuk belajar bisnis dan membantu papinya di perusahaan.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat papi dan mami merasa lega, karena sudah tidak ada lagi orang lain yang bisa mereka harapkan.
Apalagi sejak kakak laki-laki key memutuskan tinggal diluar kota dan membangun bisnis disana, jadi hanya key lah harapan mereka.
Setelah persalinan perbincangan yang panjang, akhirnya mereka pun melanjutkan untuk sarapan pagi dan key yang sudah bersiap pun akhirnya ikut bersama Papi ke kantor.
Key tidak membawa mobilnya, karena memang kondisi key belum benar-benar pulih jadi pagi itu papi laj yang menyetir .
sepanjang perjalanan key hanya diam dia kepikiran dengan apa yang dikatakan Radit malam tadi, bahwa Radit akan segera melamar dirinya kepada kedua orang tuanya tapi yang menjadi beban key akan kah papi setuju?
"Sayang ada apa?" tanya papi heran karena tidak biasanya key hanya diam.
"Tidak ada Pi."
"Sudah jangan terlalu dipikirkan, tapi yakin key pasti bisa meneruskan perusahaan kita."
saat itu papi berpikir kalau key sengaja memikirkan beban perusahaan yang akan diserahkan kepada dirinya.
"Iya Pi, tolong bantu bimbing Key ya Pi!"
Key hanya tersenyum ke arah papinya ia tahu kedua orang tuanya begitu menyayanginya, dan apapun yang mami dan papinya lakukan selama ini itu semua demi kebahagiaan key.
Mobil terus melaju menuju kantor papinya key, dan mobil pun berhenti diparkiran kantor, papi dan key keluar dari mobil, key berjalan disamping papinya.
Dan begitu memasuki lobi kantor banyak karyawan yang menyapa papinya sambil tersenyum dan key juga melihat papi membalas menyapa mereka.
Memang papi key terkenal sebagai seorang CEO yang begitu ramah dengan para bawahannya.
"Key, pagi ini Papi ada meeting kamu langsung ikut ke ruang meeting ya agar bisa melihat proyek apa yang akan kita bahas dalam kerjasama kali ini!"
"Tapi Pi." key sedikit ragu.
"Sayang, selama ini kamu sudah membantu Pak Radit kan di kantornya dan menurut Pak Radit kinerja kamu sangat bagus jadi Papi yakin ini bukan hal yang susah untuk kamu key."
__ADS_1
"Iya Pi." jawab key walaupun dia masih ragu-ragu.
Key duduk diruangan papi nya dan melihat apa yang sedang dilakukan sekretaris papi nya yang sedang mempersiapkan berkas untuk meeting sebentar lagi.
Dan Entah kenapa key tersenyum sendiri dia mengingat saat-saat di mana dia menjadi sekretarisnya Radit dia juga melakukan hal yang sama ,mempersiapkan berbagai berkas yang akan digunakan pada setiap meeting.
Namun kebersamaan nya di perusahaan Radit hanya tinggal kenangan saat ini.
"Key, kita ke ruangan meeting ya, sebentar lagi meeting akan dimulai, nanti tidak enak dengan para tamu dari perusahaan lain."
"Iya Pi."
Key mengikuti papi nya keruangan meeting, sejujurnya key benar-benar tidak tahu seluk beluk perusahaan papi nya karena selama ini dia tidak pernah datang ke perusahaan apalagi membantu papi, karena key masih fokus dengan kuliahnya.
Akhirnya key Samapi diruangan meeting, dia langsung masuk dan duduk disalah satu kursi diruangan itu, dan tak berapa lama, satu persatu tamu dari perusahaan lain pun memasuki ruangan.
Dan kalau ini tamu terakhir, membuat nya terkejut, dan sedikit salah tingkah, apalagi saat netra hitam itu bertatapan dengan matanya.
Key menundukkan pandangannya, dia serasa dihipnotis oleh senyuman pria tampan dihadapannya, siapa lagi kalau bukan Raditya yang ternyata juga ikut meeting dikantor papanya key.
"Selamat pagi pak!" Radit berjabat tangan dengan papinya key.
Dan Radit mendekat ke arah meja nya key, dan tersenyum menggodanya saat itu, key yang bukan baru kali ini bertemu Radit, namun jadi sedikit grogi juga.
"Apa kabar key?" tanah Radit.
"Alhamdulillah baik pak Radit." jawab key.
Namun kali ini Radit tidak protes dipanggil pak, karena memang mereka sedang berada dikantor.
Setelah semua tamu sudah hadir meeting pun dibuka oleh asisten papi nya key, dan sebelum meeting dilanjutkan papi memperkenalkan key sebagai putrinya yang akan segera menggantikan dirinya di perusahaan.
Mungkin saat itu semua ragu ,karena melihat key yang masih sangat muda, namun papi tidak ingin kemampuan putrinya di ragukan lagi.
__ADS_1
"jadi pada pagi ini saya ingin putri saya juga ikut mempresentasikan proposal proyek kali ini, saya yakin putri saya bisa, walaupun sebenarnya key baru melihat proposal tersebut."
Dan begitu juga dengan Radit dia yakin, kalau key pasti mampu memaparkan semua isi proposal, namun akan kah key bisa melakukan itu, padahal dia baru memegang proposal tersebut?