
Pagi ini sebelum kekantor key menyempatkan diri untuk ke butik maminya, dia ingin bicara masalah kelanjutan butik Almarhumah maminya.
Dan setelah bertemu asisten kepercayaan maminya key pun tidak langsung Kembali ke kantor, key sudah bisa bernafas dengan lega, karena sudah ada yang bisa dipercaya oleh nya untuk bertanggung jawab penuh dengan butik peninggalan mami nya.
Dan setalah dair butik ,key langsung ke kantor EO untuk melihat sejauh mana semuanya sudah dikerjakan, Dan ternyata semua hampir selesai bahkan undangan nya pun sudah dikirim ke kolega keluarga Radit dan teman-teman mamanya Radit.
Key tersenyum bahagia, berarti acaranya, akan terlaksana dengan baik. Dan key Oun kembali ke kantornya, karena nanti malam dia akan menghadiri acara ulang tahun mama nya Radit yang di persiapkan dengan mendadak itu.
Sesampai dikantor, key langsung keruangan nya, dan begitu terkejutnya key ternyata Radit sudah berada disana, apa Karen key terlalu fokus sehingga tidak melihat mobil Radit diparkiran kantor.
"Mas, sudah lama?" tanya key.
"Tidak juga, dari mana kok tumben terlambat ke kantor?"
"Iya mas, tadi key ke butik dulu, untuk bertemu asisten Almarhumah mami, dan key juga ke kantor EO dulu."
"Kenapa kesana sendirian?"
"Tidak apa-apa mas, kan key bisa sendiri, dan mas tau, semuanya sudah selesai dipersiapkan, Bahkan undangannya sudah disebar."
"Baguslah key, berarti kita hanya perlu cari alasan untuk bawa mama ke hotel."
"Tapi mas, kira-kira mama kaan curiga tidak?"
"Rasanya tidak mungkin, karena mama itu tidak pernah ingat akan ulang tahunnya, sejak papa meninggal."
"Ya sudah kalau begitu, nanti mas bisa ber alasan kita akan ke hotel Karen akan pertemuan dengan kolega kita, dan merek juga ingin bertemu dengan mama."
"Boleh juga key, nanti jam 07.00 malam saya akan jemput kamu dirumah."
"Iya mas."
"Saya kembali ke kantor dulu ya, akan ada meeting sebentar lagi."
"Iya , mas hati-hati ya!"
Radit bangun dari duduk nya, sebelum pergi, Radit menatap gadis dihadapannya, yang semakin membuatnya ingin cepat-cepat menghalalkan key, key yang sat ini berhijab terlihat semakin cantik.
Radit menyentuh kepala key sebelum dia pergi, dan tersenyum ke arah key.
"Mas kenapa?" tanya key.
"Jaga cinta kita baik-baik, saya sangat mencintai kamu."
Radit pun pergi dari sana setelah berbicara pada key, dan tentu saja itu membuat pipi key memerah, key merasa seperti mimpi, lelaki yang selama ini begitu ingin dimiliki oleh nya akhirnya bisa sedekat ini dengan dirinya .
Mungkin key hanya perlu berharap, agar takdir tak lagi memisahkan mereka, dan mereka bisa berjodoh.
Key melanjutkan pekerjaannya, dan untuk acara malam ini key juga sudah mempersiapkan hadiah spesial untuk calon mertuanya, selain hadiah yang dipersiapkan nya bersama Radit.
Dan dikarenakan begitu padat pekerjaan key dikantor, waktu pun terasa begitu cepat berlalu, key langsung pulang kerumah menggunakan mobilnya, hari ini key sengaja membawa mobil Agar mudah untuk kesana kemari.
Dan key melajukan mobilnya untuk pulang kerumah, Dan bersiap-siap untuk ke acara malam ini.
Dan begitu sampai dirumah, key mendapatkan sebuah kejutan dari Radit, sebuah paper bag Yeng berisi sebuah gaun yang begitu cantik dan mewah sudah disiapkan Radit untuk nya.
"Bik, siapa yang mengirimkan ini?" tanya key.
__ADS_1
"Den Radit sendiri yang mengantarkannya non."
"Berarti mas Radit kesini tadi bik?"
"Iya non, den Radit tadi sepertinya pulang lebih awal dari kantor dan sengaja kesini non."
"Terimakasih ya bik."
Key mengambil paper bag yang diletakkan bik minah dimeja ruang tamu, dan tersenyum bahagia, bik Minah juga merasakan hal yang sama, dia begitu bahagia melihat nona nya Yanga selama sebulan ini terlihat sedih, namun hari ini senyum itu Kembali terlihat.
"Rencana Allah memang luar biasa, setelah orang yang dicintai non key pergi, Allah pun menggantikannya dengan seorang yang akan mendampinginya." bik minah bicara pada dirinya sendiri.
Setelah membersihkan diri, key pun bersiap untuk pergi bersama Radit ke acara ulang tahun mama nya.
key mengenakan baju berwarna tosca yang dipilihkan Radit untuknya, dan mengenakan jilbab nya yang berwarna senada.
Setelah selesai bersiap-siap key langsung turun kebawah untuk menunggu Radit menjemput, dan seperti biasanya, key langsung tersenyum lebar begitu tiba diruang tamu, karena pujaan hatinya ternyata telah menunggu disana.
Key melihat ke arah Radit yang ternyata juga mengenakan baju berwarna sama dengan dirinya, ternyata semua sudah dipersiapkan oleh Radit.
Key langsung mendekat ke arah Radit, dengan senyum tak lepas dari bibir nya, dan begitu juga dengan Radit.
"Kamu cantik sekali makam ini key!" ucap Radit.
"Apa cuma malam ini?" tanya key balik menggoda Radit.
"Tentu saja tidak, kamu selalu cantik dihati dan Dimata saya."
Pipi key pun langsung memerah, karena sanjungan dari Radit, bik minah yang berdiri tak jauh dari sana ikut tersenyum melihat kebahagiaan majikannya.
"Ayo!"
Radit meminta key untung menggandeng lengan nya, dan mereka pun berangkat menuju ke tempat acara.
"Mas!" panggil key ditengah perjalanan.
"Iya."
"Mama kok enggak sekalian mas ajak?"
"Mama nanti di antar pak sopir, ini juga sudah berangkat, kita bertemu didepan hotel saja."
"Apa mama sudah tau tentang acara ulang tahun nya?"
"Saya rasa belum, mudah-mudahan kita tiba lebih dulu."
"Iya mas, hati-hati jangan ngebut."
Radit hanya tersenyum dan melajukan mobilnya menuju hotel , dimana pesta ulang tahun untuk mama nya sudah di siap kan.
Mobil yang dikendarai eh Radit pun berhenti di depan hotel , Dan saat itu mobil yang membawa mama nya pun tiba disana.
Radit dan key langsung turun dan menghampiri mamanya yang masih berada didalam mobil.
Key membuka pintu mobil untuk mamanya Radit, dan begitu turun mama Radit yang belum melihat key memakai jilbab pun sempat terpana, gadis dihadapannya begitu cantik.
"Sayang!" panggil nya dan memeluk calon menantunya.
__ADS_1
"Kita masuk dulu ya ma!" ajak Radit.
Dan langsung di iyakan oleh mama nya yang saat itu berjalan sambil menggandeng tangan key disebelah kanan, dan Radit disebelah kiri.
Dan begitu mereka Sampai dilobi hotel, langsung disambut dengan letusan balon dari atas dan juga ucapan selamat ulang tahun dari staf hotel.
Mama terdiam, dan menatap ke arah Radit dan key, matanya terlihat berkaca-kaca.
"Terimakasih sayang!" Mama memeluk Radit.
"Ma, berterimakasih lah kepada orang yang disebelah mama, ini semua dia yang siap kan." jawab Radit.
Dan mama langsung memeluk tubuhku key, yang saat itu tersenyum ke arah nya, mama pun tak kuasa lagi menahan rasa harunya.
"Terimakasih sayang, terimakasih!" ucap mama dalam pelukan key.
"Ma, ini semua juga idenya mas Radit, bukannya sudah seharusnya ini kami lakukan?" tanya key.
"Sekarang kita masuk ya ma!" ajak key.
Meraka pun masuk kedalam ketempat acara yang telah dipersiapkan oleh EO yang disewa oleh key dan Radit.
Dan disana Ternyata sudah banyak tamu yang datang, sahabat dan juga kolega keluarga mereka.
Mama berulang kali mengucapkan syukur dan juga terimakasih , tadinya mama berpikir hanya para staf hotel yang menyambutnya ,namun ternyata begitu banyak tamu didalam sana.
Dan tak jauh dari mereka berdiri saat itu, juga terlihat Aliya yang menatap ke arah mereka. Dan satau persatu tamu mulai mengucapakan selamat kepada mama nya Radit dan juga memberikan hadiah untuk nya.
Dan akhirnya Aliya pun terlihat mendekat dan mengucapkan selamat kepada mamanya Radit, orang yang dulu pernah sangat-sangat menyayanginya.
"selamat ulang tahun ya Tante!" ucap Aliya.
"Terimakasih." saat itu sikap mama Radit begitu dingin.
Sepertinya wanita itu masih sangat kecewa dengan Aliya yang telah memanfaatkan Radit.
Radit sudah membawa mamanya ke atas panggung megah, yang disana terdapat sebuah kue yang begitu cantik, yang sudah dipersiapkan Radit dan key.
" Mama selama ulang tahun ya, maaf kan Radit belum bisa membahagiakan mama."
Radit memeluk mama nya, dan seorang staf hotel pun datang dan memberikan sebuah bingkisan kepada Radit dan kemudian diserahkan untuk mamanya, sebagai hadiah ulang tahun yang telah dipersiapkan olehnya dan juga key.
"Terimakasih sayang!" memeluk putra satu-satunya.
"Selamat ulang tahun ya Tante!" ucap key memeluk mama nya Radit.
Dan key juga memberikan sebuah buket bunga dan juga sebuah Tote bag yang juga dibawa oleh staf hotel.
"Terimakasih sayang, Pantas saja Radit begitu mencintai kamu , kamu adalah gadis yang baik."
"Tante, sekarang hanya Tante dan juga mas Radit yang key punya."
Mereka pun berpelukan erat, seperti layaknya seorang anak dan orang tuanya.
Aliya yang saat itu menyaksikan pemandangan dihadapannya, entah kenapa menjadi sedikit cemburu, apalagi yang mengantikan posisi dirinya disamping Radit adalah key.
Akan kah setelah ini Aliya menjadi duri dalam hubungan Radit dan juga key?
__ADS_1