CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Berusaha Kuat


__ADS_3

Terdengar suara pembawa acara pertunangan Radit meminta Radit untuk memasangkan cincin dijari nya Aliya.


Key terus menunduk, dia tak menyangka ternyata keputusan nya datang ,membuat dirinya jauh lebih sakit, Bahakan dia sendiri lah yang memberikan cincin kepada Radit untuk dipasangkan dijari wanita lain.


Key masih menunggu dihadapan Radit dan Aliya, semakin lama Radit memasangkan cincinnya, maka akan semakin lama sakit yang key rasakan.


Namun key tetap berusaha bersikap tenang, di tak ingin orang-orang mengetahui perasaan nya saat itu, hancur dan kecewa.


"Pak Raditya, silahkan pasangkan cincinnya dijari Aliya." ucapa pembawa acaranya berulang kali.


Namun karena Radit masih diam membisu ditempatnya, Bahakan para undangan mulai kasak kusuk, mama Radit berjalan mendekat ke arah putranya.


"Radit pasangkan cincinnya, jangan membuat mama malu." ucap mama Radit setengah berbisik.


Ingin rasanya Radit membantah dan membatalkan pertunangannya, bahkan Radit ingin memasangkan cincin itu di jarinya key.


Tapi itu pasti akan sangat menyakiti hati mama nya, Radit berusaha untuk lebih tenang, mengulurkan tangannya ,Dan mengambil cincin yang masih dipegang oleh key saat itu.


Menatap key yang sama sekali tak ingin menatap dirinya, dan Radit memasangkan cincin ke jari Aliya, yang sudah mengulurkan tangannya untuk dipasangkan cincin.


Tepuk tangan begitu meriah terdengar dari semua tamu yang juga ikut merasa bahagia dengan pertunangan tersebut, tanpa mereka tau kalau hanya satu pihak yang saat itu sedang berbahagia.


Key menahan perih yang dia rasakan dihatinya, key menatap Aliya, memperlihatkan senyumnya, senyum yang dipaksakan oleh nya.


"Selamat ya Aliya, akhirnya kamu telah resmi bertunangan!" ucapa key sambil menyalami tangan Aliya.


key memeluk perempuan dihadapannya, yang telah menjadi tunangan dari pria pujaan hati nya, pria yang membuat hidupnya berubah hampir sembilan puluh sembilan derajat itu.


Key melepaskan pelukannya dan kalau ini dia menghadap ke arah Radit, mata mereka sesaat saling menatap, tatapan mata yang selalu membuatnya rindu, tatapan yang telah membuatnya jatuh hati pada saat pertama kali bertemu.


Namun hari ini key seakan membenci tatapan itu, tatapan yang telah membodohi dirinya, sehingga menyimpan banyak harapan dihati key.


"Selamat ya pak Raditya, semoga semua lancar, Dan berjodoh Sampai tua."


Key mengulurkan tangannya , Dan dengan ragu-ragu Radit menyambut ukuran tangan itu, Radit mungkin bisa merasakan tangan key yang bergetar, karena menahan kesedihannya .


Key tersenyum, untuk menyembunyikan kesedihan hatinya, Dia tak menyangka hari ini Kana tiba juga.


Key menarik tangannya, dan turun dari tas panggung, Radit menatap kepergian key dari sana, dia merasa begitu bersalah , karena Radit merasa telah menyakiti hati key begitu dalam.


Namun untuk key, Radit adalah seorang pembohong, mengajaknya berjuang, namun akhirnya meninggalkan nya setelah lama menghilang.


Key langsung menuju kamar mandi hotel, setahun turun dari panggung itu, dia ingin menumpahkan rasa kecewanya saat itu, Key merasa itu adalah mimpi.


Namun mau tidak mau key harus sadar kalau itu adalah kenyataan pahit uang harus dia hadapi.


Key menumpahkan kesedihannya, didalam kamar mandi, menangis untuk mengurangi rasa sakit dihatinya, key menahan tangisnya untuk tidak mengeluarkan suara.


Namun ,key akhirnya terisak juga, tangisnya pecah, Key berusaha menenangkan dirinya sendiri, namun dia masih belum bisa , hatinya masih begitu terluka.

__ADS_1


"Kenapa kamu permainkan perasan ku , kenapa?"


key masih menangis sambil berbicara pada hatinya sendiri. dan Samapi akhirnya seseorang membuka pintu toilet karena memang key tidak mengunci pintunya.


Key sedikit kaget dan melihat siapa yang membuka kamar mandi, dan ternyata itu adalah Radit.


Key menghapus air matanya, begitu melihat Radit berada disana, dan keluar dari toilet, dan melewati Radit yang masih berdiri dipintu.


"Key tunggu, kita perlu bicara!"


Namun key seakan tak mendengar, dia terus s saja berjalan meninggalkan Radit, dan Radit Oun mengejar key dan menarik tangannya key pelan.


"Lepaskan saya pak!"


"Tidak key, saya ingin kita bicara sekarang."


"Maaf pak, tapi tidak ada yang perlu kita bicarakan."


"Key berikan saya sedikit waktu untuk menjelaskan semuanya."


"Maaf saya tidak bisa, lepaskan saya!"


"Key, maaf kn saya ,beri saya sedikit waktu."


"Apa pak Radit lupa baru saja bertunangan dengan seorang perempuan, dan apa yang akan dia pikirkan jika melihat ini?"


"Maaf pak, saya tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain, jadi biarakan saya pergi."


"Key, dengarkan dulu semuanya, saya sangat-sangat mencintai kamu key."


"Cukup pak, cukup!" key menutup kedua telinganya.


Key muak, jenuh mendengar akta cinta dari Radit, yang hanya akan menambah kepedihan hatinya, Dan melukai perasaan nya semakin dalam.


"Key, jangan menyuruh saya berhenti, sampai kapan pun saya akan mengatakan hal ini."


"Jangan terus menerus menabur harapan kepada.saya, kemudian pak Rafit mencampakkan saya begitu saja."


"Key saya tau saya salah, saya minta maaf saya pergi karena saya tidak mampu untuk menyakiti hati mama."


"Tidak perlu dijelaskan saya sudah paham semua nya, jadi biarakan saya pergi."


"Tidak key, berikan saya kesempatan untuk berjuang."


"Tidak perlu pak, pergilah ke pelukan Aliya dan lupakan ,kalau saya pernah mencintai bapak."


"Enggak key, jangan seperti ini, jangan biarkan saya berjuang sendiri."


"Saya tidak butuh perjuangan apapun ,saya tak pernah ingin pak Radit, berjuang lagi untuk saya."

__ADS_1


"Apa maksud kamu key?".


"Saya sudah lupakan kalau bapak pernah hadir.dihidup saya."


"Key, jangan lakukan itu, karena kamu tai, saya akan berusaha untuk meyakinkan mama kalau saya mencintai kamu key.


"Tidak perlu pak, biarakan kita jalani hidup kita masing-masing, jalan yang berbeda, dan anggap kita tak pernah bertemu." jawab key.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Radit, Key melepaskan tangannya yang dari tadi dicekal tangan Radit, dan pergi dari sana.


Namun key bukannya kembali ke tempat pesta, key malah pergi menjauh dari acara itu, dan pergi ke parkiran, dimana mobilnya diparkirkan.


Key duduk dikursi yang berada tak jauh dari parkiran mobil, menarik nafas berat, dan membuangnya untuk menghilangkan sedikit rasa kecewanya .


Key meraih handphonenya didalam tas, dan menelpon papinya dan rencana key ingin pulang lebih dulu, Key ingin istirahat dirumahnya.


"Tut..Tut..Tut! suara handphone key, yang sedang melakukan panggilan, namun belum juga ada jawaban dari papi, bahkan Sampai.


berulang kali.


Key akhirnya memutuskan mengirimkan pesan untuk maminya.


"Mi, apa boleh key pulang duluan, key Mau istirahat mi."


Key masih menunggu Maminya membaca wa dari dirinya, yang jelas dia tak ingin kembali ke acara pertunangan Radit.


Tak berapa lama mami menelpon, saat membaca pesan yang dikirim key untuk nya.


" Hallo sayang!"


"Iya mi." jawab key.


"Sayang kenapa harus pulang, key kembalilah kesini!"


"Maaf mi, key enggak bisa key mau istirahat dirumah saja, kepal key pusing." jawab key.


"Ya sudah kalau begitu, mami dan papi akan ikut pulang."


"Tidak usah mi, nanti tidak enak dengan mamanya Aliya, key biar pulng sendiri. "


"Tapi sayang!"


""Key sudah pesan taksi mi"


Key tak ingin mendengar lagi rayuan maminya untuk kembali ke acara pesta, dia benar-benar lelah dan ingin istirahat dirumah.


Setelah mami setuju, key pun langsung memesan taksi untuk pulang, malam itu key berkeliling-keliling hanya untuk menenangkan hatinya, dia tak langsung pulang kerumah.


Namun kedua orang tua key sedang gelisah memikirkan putrinya, namun antara enak dan tidak jika mereka meninggalkan pesta, namun di satu Sisi ,mami begitu khawatir dengan putrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2