
"Kayra, jangan seperti ini."
"Seperti ini apa maksud bapak?"
"Kayra, apa Kayra saya minta maaf untuk apa yang sudah saya katakan ,yang mungkin menyakiti hati kamu, tapi saya hanya tidak ingin kamu menaruh harapan."
"Lalu apa ada Masalah lain, kan tidak ada, saya juga tidak mempermasalahkan apapun yang bapak katakan, dan saat ini saya bekerja secara profesional, melakukan tugas saya, lalu apa ada yang salah?"
"Kayra, tapi sikap kamu itu memperlihatkan kalau kamu menjaga jarak dengan saya."
"Apa itu sebuah masalah untuk bapak? kan memang begitu seharusnya saya menjaga jarak dengan bapak, supaya tidak menimbulkan fitnah kan? dan tidak menyakiti perasaan calon istri bapak."
"Tapi Kayra, bersikaplah seperti biasa."
"Maaf pak, saya tidak bisa, tapi jangan khawatir, saya akan melakukan semuanya sesuai tugas saya sampai satu bulan kedepan."
"Tapi key!"
"Maaf pak, tolong biarkan saya bernafas dengan lega, dan jangan biarkan saya berharap apapun, Maaf saya permisi."
Key bangun dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangan, dia merasakan nafasnya sesak jika terus berada dihadapan Radit.
Key sebenarnya juga tidak tau akan kemana, tapi mungkin lebih baik jika dia pergi sejak dari hadapan Radit, bahkan key sudah menghubungi Daniel untuk menemani Radit meeting.
Key tidak ingin menaruh harapan apapun, walupun sebnarnya didalam hati dia masih ingin berjuang untuk mendapatkan Raditya.
Key berjalan ke taman kantor, dan duduk disana, menatap bunga mawar yang sedang berbunga lebat, menghirup udara sebanyak-banyaknya.
sebenarnya key, tidak sekuat itu dia yang baru pertama merasakan jatuh cinta namun malah cintanya tak berbalas, key saat itu jadi berpikir, seperti apa seh sebenarnya istri idaman pak Radit itu,wanita seperti apa yang menjadi calon istrinya.
Dan selama dua bulan disana key tidak pernah melihat ada wanita yang datang mencari pak Radit. key benar-benar penasaran siapa wanita itu.
Sedangkan Radit yang ditinggal key begitu saja diruangan nya hanya termenung sendiri, padahal baru sehari key tak perduli dengan dirinya, kenapa dia malah jadi sibuk sendiri.
Bukankah itu bukan hal yang penting untuknya, dan bahkan Radit memang tidak pernah tertarik dengan gadis itu,badan dia juga sudah memilki calon istri.
Mengingat kata calon istri, Radit tersenyum getir, Ada bnyak hal dibalik kata calon istri. Radit bangun dari duduknya dan menuju keruangan nya, mungkin dua tak perlu ambil pusing, nanti key pasti akan datang sendiri kepadanya, apalagi mereka akan meeting,badan Radit tau key bukan orang yang tak perduli dengan tugas.
Radit, menuju ruang meeting , dan berencana menunggu key untuk membawakan berkas untuk meeting hari ini,Dan kolega Radit sudah tiba di ruangan meeting, namun key belum juga datang, Radit masih juga berusaha tenang.
__ADS_1
Akhir-akhir ini Radit memang selalu tergantung dengan key dalam bnyak hal, apalgi urusan meeting, bahkan key lebih sering menggantikan dirinya untuk presentasi di ruangan meeting, dia memang mengakui kalau gadis itu begitu pintar.
Dan pada saat semua sudah berkumpul ,Daniel pun masuk keruangan meeting dengan membawa berkas.
"Maaf tuan saya sedikit terlambat!"
"Dimana key?" Bukannya menjawab tapi malah balik bertanya.
"Maaf tuan, saya tidak tau."
"Kenapa kamu bisa ada disini?"
"Tadi pagi key menjumpai saya dan meminta bantuan untuk menemani tuan meeting."
Radit hanya diam, dia kepikiran apakah key saat ini sedang marah kepada nya? Namun tak ada yang dapat memberikan jawaban kepadanya, dan Radit pun memulai meeting nya, karena dia merasa pikirannya sedang kacau Radit meminta Daniel yang memimpin meeting hari ini.
Untung saja Daniel sudah lebih dulu membaca proposal yang diberikan oleh key tadi pagi.
Meeting berlangsung selama dua jam kedepan, dan dengan hasil sesuai yang diharapkan, seperti biasa Radit akan menyediakan makan gratis untuk semua pegawai dikantornya, tanpa terkecuali.
Radit kembali ke kantornya, Namun dia tidak melihat Kayra disana.
Radit turun kelantai satu dan mencari key, bertanya dengan resepsionis , Namun tak ada yang melihat key.Radit memutuskan untuk kembali ke ruangannya, Dan diatas meja dia melihat sebuah kertas yang bertuliskan.
Walaupun tak tertera nama penulisnya,radit yakin itu adalah pesan dari key, makanan yang dipesankan sudah tiba di kantor, semua merasa senang dapat makanan enak, dan makanan yang dipesan untuk key pun di antar kan oleh Office girl, keruangannya.
Dan makanan itu adalah kesukaan key, saat ini bahkan Radit hafal dengan kesukaan sekretaris nya itu. Radit mengirimkan pesanan untuk key kerumah nya ,menggunakan jasa delivery.
Dia tak berharap hubungannya dengan key jadi seperti ini, Radit saat ini sudah merasa cocok bekerja sama dengan key, Namun Perasaan cinta malah membuat jarak di antara mereka.
Siang itu Radit pun memutuskan untuk pulang kerumah, dia tidak bisa bekerja dengan tenang.
"Daniel"
"Iya tuan."
"Saya Kana pulang, tolong handel kantor ini."
Daniel merasa heran dengan bos nya hari ini, Karena selama daniel ikut Radit belum pernah Radit sepeti hari ini, gelisah sendiri.
__ADS_1
"Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu, atau apa sedang ada masalah tuan?"
"Tidak Daniel, saya hanya sedang kepikiran dengan key."
"Key?"
"Iya."
Sebenarnya Radit juga bingung dengan apa yang dikatakan nya kepada Kayra, apakah menyakiti perasaan gadis itu, Karena memang Radit dan key adalah sama, belum pernah jatuh cinta.
Radit berpikir mungkin tidak ada salahnya dia bicara dengan Daniel, sebagai sesama lelaki, agar dia bisa memperbaiki hubungan baik dirinya dan key.
"Daniel, saya ingin bicara serius."
"Iya tuan."
"Radit, sebenarnya terjadi sedikit masalah antara saya dan Kayra, mungkin kamu bisa kasih solusi untuk saya."
"Memangnya apa yang terjadi tuan."
"Daniel , kamu harus bis jaga rahasia, saya tidak ingin siapapun tau selain kita "
"Iya tuan."
"Apa kamu pernah jatuh cinta?"
"Tentu saja pernah tuan, saya kan lelaki normal "
"Saya tidak tanyakan itu."
"Lalu?"
"Seandainya saja ,kamu mengatakan cinta kepada seseorang dan malah ditolak dan dikatakan kalau kamu bukanlah idaman , atau dia telah memilki wanita lain, bagaimana tanggal kamu?"
"Pastinya saya akan kecewa tuan, dan terkuak Karena cinta saya tak berbalas, yang pasti saya akan menjaga jarak dengan orang itu."
"Dan bagaimana jika, Saat orang itu menjaga jarak dengan kita, kita malah seperti ada yang hilang."
"Berarti saya juga mencintai dia, hanya saja belum menyadarinya."
__ADS_1
Rafit Kemabli diam, tapi rasanya tidak mungkin kalau dia juga jatuh hati pada Kayra, apalgi dia kan segera bertunangan dengan Aliya, tapi pertanyaan nya saya ini apakah dia mencintai Aliya?
Tak ada yang dapat memberikan jawaban, dan menyelesaikan kegundahan hatinya saat ini, padahal baru sehari key tak perduli dengan dirinya, seperti ada yang hilang, namun apa sebnarnya itu, Apakah Radit telah jatuh hati pada key, namun belum menyadari akan hal itu?